Saham Nvidia (NVDA) Turun 1,2% Usai Kabar Sorotan DOJ (29 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Nvidia (NVDA) Turun 1,2% Usai Kabar Sorotan DOJ (29 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Nvidia (NVDA) turun 1,17% ke $215,38 pada sesi Rabu, 28 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite naik 0,27%.
  • Media keuangan mengaitkan pelemahan ini dengan laporan Reuters bahwa DOJ menanyakan dampak akuisisi Hugging Face senilai $12,93 miliar terhadap persaingan AI.
  • Menurut Reuters, Nvidia menargetkan transaksi rampung pada paruh pertama 2027, sementara panggilan konferensi hasil kuartal III fiskal 2027 dijadwalkan Selasa, 17 November 2026.

Gotrade News - Saham Nvidia turun 1,17% ke $215,38 pada penutupan perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York, atau Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Pelemahan ini terjadi saat tiga indeks utama Wall Street menguat tipis, dan media keuangan mengaitkannya dengan laporan Reuters bahwa Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menanyakan dampak akuisisi Hugging Face senilai $12,93 miliar terhadap persaingan di industri kecerdasan buatan (AI).

Data Perdagangan Saham NVDA

DataNilai
Harga penutupan$215,38
Perubahan-$2,56 (-1,17%)
Penutupan sebelumnya$217,94
Rentang harian$214,47 hingga $219,99
Volume93,0 juta saham
Rata-rata volume 30 hari104,2 juta saham
Kapitalisasi pasar$5,19 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 3.907.000 per saham (kurs Rp 18.140 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.140 per dolar AS: Yahoo Finance, 28 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga NVDA terkini di halaman harga saham Nvidia (NVDA) hari ini.

Baca juga: ServiceNow Rilis Kinerja Kuartal III 2026, Pendapatan Tumbuh 20,5%

Pergerakan Saham NVDA Sepanjang Sesi

Sepanjang sesi 28 Oktober 2026, NVDA bergerak di rentang $214,47 hingga $219,99 dan ditutup $0,91 di atas level terendah hariannya. Volume perdagangan tercatat 93,0 juta saham, 10,70% di bawah rata-rata 104,2 juta saham.

Arah NVDA berlawanan dengan pasar. Pada sesi yang sama, Nasdaq Composite naik 0,27% ke 26.549,85, S&P 500 naik 0,28% ke 7.743,98, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,19% ke 52.475,10, sehingga NVDA tertinggal 1,44 poin persentase dari Nasdaq. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 5,2 basis poin ke 5,05% pada sesi tersebut.

Saham chip lain justru menguat: AMD (AMD) naik 3,24% dan Broadcom (AVGO) naik 2,77%. Dengan sektornya bergerak naik, penurunan NVDA tidak mengikuti arah saham semikonduktor lain.

Baca juga: Fortinet Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $2,08 Miliar

Kenapa Saham Nvidia Turun?

Pada Rabu (28/10), Reuters melaporkan, dengan mengutip dua sumber yang mengetahui masalah ini, bahwa DOJ telah menanyakan bagaimana kesepakatan Nvidia membeli platform open-source Hugging Face senilai $12,93 miliar akan memengaruhi persaingan AI. Pertanyaan itu mencakup apakah akuisisi tersebut memberi Nvidia titik distribusi utama untuk AI dan bagaimana Nvidia bisa memakai Hugging Face untuk merugikan pesaing. DOJ menolak berkomentar dengan alasan kebijakan lama, Nvidia juga menolak berkomentar, dan Hugging Face tidak menanggapi permintaan komentar.

Menurut Reuters, pertanyaan ini bagian dari penyelidikan DOJ yang sudah berjalan bertahun-tahun sejak pemerintahan Presiden Joe Biden, mencakup akuisisi, investasi, praktik penjualan, serta apakah Nvidia menekan pelanggannya. DOJ juga menelaah akuisisi SchedMD pada Desember 2025, kesepakatan lisensi teknologi Groq, dan akuisisi Run:ai. Reuters menegaskan penyelidikan pemerintah bukan bukti pelanggaran dan belum tentu berujung gugatan.

Melansir Stocktwits, saham NVDA melemah sekitar 1% setelah laporan tersebut beredar. Nvidia menyepakati pembelian Hugging Face pada awal September 2026, dengan sekitar $11,9 miliar untuk investor Hugging Face dan program retensi berbasis ekuitas hingga sekitar $1 miliar untuk karyawan yang bergabung. Menurut Reuters, Nvidia memperkirakan transaksi rampung pada paruh pertama 2027.

Analisis Saham NVDA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pada 27 Oktober 2026, Nvidia dan Oracle (ORCL) mengumumkan rencana memperluas Oracle Cloud Infrastructure Superclusters dengan sistem Vera Rubin NVL72 hingga skala multi-gigawatt, sementara Vera Rubin NVL72 dan CPU Vera sudah tersedia umum di OCI, menurut rilis resmi Nvidia.
  • Menurut CEO Nvidia Jensen Huang, seperti dikutip Stocktwits, Hugging Face akan tetap terbuka bagi model, framework, cloud, dan platform komputasi dari seluruh industri, dan penggunaannya tidak mewajibkan chip Nvidia.
  • Reuters mencatat penyelidikan yang lebih luas ini bisa saja tidak berujung pada tindakan apa pun dari DOJ.

Risiko

  • Pertanyaan DOJ muncul saat akuisisi Hugging Face masih menunggu penyelesaian yang menurut Reuters ditargetkan Nvidia pada paruh pertama 2027.
  • Reuters melaporkan DOJ juga menelaah apakah Nvidia menawarkan alokasi chip AI lebih besar kepada pelanggan yang membeli perangkat jaringan dan prosesor Groq, sehingga sorotan regulator tidak hanya menyangkut satu transaksi.

Agenda terdekat perusahaan adalah panggilan konferensi hasil keuangan kuartal III fiskal 2027, kuartal yang berakhir 25 Oktober 2026, pada Selasa, 17 November 2026 pukul 14.00 waktu Pasifik, menurut pengumuman Nvidia.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku