Azure Tumbuh 48%, Capex Microsoft Tekan Saham CoreWeave

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Azure Tumbuh 48%, Capex Microsoft Tekan Saham CoreWeave

Ringkasan

  • Pendapatan Microsoft (MSFT) kuartal I fiskal 2027 mencapai $92,3 miliar, naik 19%, dengan pendapatan Azure tumbuh 48%.
  • Capex termasuk sewa pembiayaan sebesar $45,2 miliar berada di bawah estimasi StreetAccount $50,7 miliar, yang menurut CFO Amy Hood dipengaruhi tertundanya pengiriman kapasitas pihak ketiga.
  • Saham neocloud CoreWeave dan Nebius turun hampir 5% pada perdagangan after-hours setelah laporan Microsoft dirilis.

Gotrade News - Microsoft (MSFT) membukukan pendapatan kuartal I fiskal 2027 sebesar $92,3 miliar, naik 19% secara tahunan, dengan pendapatan Azure tumbuh 48%. Menurut rilis resmi Microsoft, pendapatan Microsoft Cloud mencapai $63,9 miliar atau naik 30% pada kuartal yang berakhir 30 September 2026.

Saham Microsoft naik sekitar 2,5% pada perdagangan after-hours, menurut Fortune. Namun, belanja modal Microsoft yang lebih rendah dari perkiraan analis menekan saham penyedia infrastruktur cloud khusus AI, atau neocloud. CoreWeave dan Nebius turun hampir 5% setelah laporan dirilis, seperti dilaporkan BigGo Finance.

Pendapatan $92,3 Miliar dan EPS $4,89 Lampaui Estimasi

Microsoft merilis laporan laba kuartalannya setelah penutupan pasar Rabu (28/10) waktu AS. Dilansir Yahoo Finance, pendapatan $92,28 miliar tersebut melampaui konsensus Bloomberg sebesar $90,63 miliar, sementara EPS non-GAAP $4,89 berada di atas estimasi $4,73.

Baca juga: FedEx Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $22,9 Miliar

Laba bersih GAAP naik 32% menjadi $36,6 miliar, termasuk keuntungan bersih $207 juta dari investasi di OpenAI, dibandingkan kerugian bersih $3,1 miliar dari investasi yang sama setahun sebelumnya. Tanpa dampak OpenAI, laba bersih non-GAAP naik 18% menjadi $36,4 miliar, menurut rilis Microsoft.

Segmen Agents and Infra mencatat pendapatan $76,8 miliar atau naik 25%, sedangkan segmen Devices and Consumer turun 3% menjadi $15,5 miliar. Di dalamnya, pendapatan Windows OEM and devices turun 22% dan Xbox content and services turun 2%. CEO Satya Nadella menyatakan Microsoft memberikan kapabilitas, pilihan, kendali, dan efisiensi biaya yang lebih besar bagi pelanggan di seluruh lini teknologinya.

MetrikKuartal I Fiskal 2027Pembanding
Pendapatan$92,3 miliar (naik 19%)Konsensus Bloomberg $90,63 miliar
EPS non-GAAP$4,89 (naik 18%)Konsensus Bloomberg $4,73
Laba bersih GAAP$36,6 miliar (naik 32%)Termasuk keuntungan bersih OpenAI $207 juta
Microsoft Cloud$63,9 miliar (naik 30%)Naik 31% dalam kurs konstan
Azure$33,17 miliar (naik 48%)$22,38 miliar setahun sebelumnya
Capex termasuk sewa pembiayaan$45,2 miliarEstimasi StreetAccount $50,7 miliar

Data diolah dari rilis Microsoft, Yahoo Finance, dan BigGo Finance.

Baca juga: Equinix Umumkan Dividen Kuartalan $5,16 per Saham

Capex $45,2 Miliar di Bawah Estimasi StreetAccount

Menurut rilis Microsoft, penambahan properti dan peralatan mencapai $39,4 miliar, naik dari $19,4 miliar setahun sebelumnya. Jika sewa pembiayaan (finance lease) ikut dihitung, capex Microsoft mencapai $45,2 miliar, di bawah rata-rata estimasi analis StreetAccount sebesar $50,7 miliar, seperti dilaporkan BigGo Finance.

Melansir Fortune, CFO Amy Hood mengaitkan selisih tersebut dengan tertundanya pengiriman kapasitas pihak ketiga yang semula diperkirakan tiba pada kuartal ini. Hood juga menyampaikan bahwa permintaan masih melebihi pasokan. Yahoo Finance mencatat sekitar tiga perempat dari capex $45,2 miliar tersebut dialokasikan untuk aset berumur pendek.

Saham CoreWeave dan Nebius Turun Hampir 5% Setelah Laporan

Sebelum laporan Microsoft keluar, saham neocloud sempat menguat. Menurut BigGo Finance, CoreWeave ditutup naik 7,32% ke $63,93 setelah kapasitas AI barunya di Denmark mulai beroperasi, sementara Nebius ditutup naik 6,96% ke $182,34. Keduanya kemudian turun hampir 5% pada perdagangan after-hours, dan IREN melemah sekitar 3%.

BigGo Finance menyebut Microsoft sebagai pembeli utama kapasitas CoreWeave dan sangat bergantung pada penyedia neocloud dalam investasi infrastruktur AI-nya. Ketergantungan inilah yang membuat capex Microsoft yang di bawah estimasi berdampak pada saham neocloud setelah jam perdagangan.

Pergerakan serupa terlihat pada Oracle (ORCL). Sahamnya melonjak 10,73% ke $144,54 pada sesi reguler berkat proyeksi pendapatan jangka panjang yang kuat, lalu terkoreksi sekitar 3% setelah laporan Microsoft, menurut BigGo Finance.

Dilansir Yahoo Finance, Alphabet (GOOGL) menghabiskan sekitar $51 miliar untuk belanja modal pada kuartal III, naik dari $24 miliar setahun sebelumnya, dan belanja Alphabet maupun Microsoft sama-sama berada di bawah estimasi Wall Street versi Bloomberg. BigGo Finance mencatat capex Alphabet sebesar $51,36 miliar, di bawah ekspektasi analis $55,09 miliar.

Proyeksi Kuartal II: Azure 49% hingga 50%, Capex di Atas $50 Miliar

Untuk kuartal II fiskal 2027, Microsoft memproyeksikan pendapatan $96,0 miliar hingga $97,1 miliar, di atas ekspektasi, dengan capex lebih dari $50 miliar, menurut Fortune. Hood memperkirakan margin operasional sedikit turun secara tahunan dan menyatakan Microsoft tetap mencatat arus kas bebas positif pada fiskal 2027.

Menurut Yahoo Finance, Hood memproyeksikan pertumbuhan pendapatan Azure 49% hingga 50% secara tahunan pada kuartal II, didukung efisiensi rekayasa yang membantu Microsoft memenuhi kebutuhan kapasitas tambahan Azure. Percepatan capex akan didorong oleh pembelian CPU dan GPU serta pengiriman kapasitas pihak ketiga pada paruh kedua tahun fiskal.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku