Saham Nvidia (NVDA) Turun 0,8% ke $213,66 (30 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Nvidia (NVDA) Turun 0,8% ke $213,66 (30 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Nvidia (NVDA) turun 0,80% ke $213,66 pada sesi 29 Oktober 2026, lebih tipis dari Nasdaq Composite yang melemah 1,38%.
  • Sumber yang dirujuk tidak menyebut satu kabar perusahaan sebagai pemicu; sorotan tertuju pada laporan penyelidikan DOJ atas akuisisi Hugging Face dan laporan seputar Megaspeed.
  • Menurut 8-K Nvidia, akuisisi Hugging Face masih memerlukan persetujuan regulator dan ditargetkan rampung pada paruh pertama 2027.

Gotrade News - Saham Nvidia (NVDA) ditutup di $213,66 pada sesi Kamis, 29 Oktober 2026 waktu New York, atau Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Nvidia turun 0,80% dari penutupan sebelumnya, lebih tipis dibanding Nasdaq Composite yang melemah 1,38% ke 26.184,72.

Sumber berita yang dirujuk artikel ini tidak menyebut satu kabar perusahaan sebagai pemicu penurunan sesi ini. Sorotan pada Nvidia masih tertuju pada laporan penyelidikan Departemen Kehakiman AS (DOJ) atas rencana akuisisi Hugging Face dan laporan seputar Megaspeed, pelanggan cloud Nvidia di Singapura.

Data Perdagangan Saham NVDA

DataNilai
Harga penutupan$213,66
Perubahan-$1,72 (-0,80%)
Penutupan sebelumnya$215,38
Rentang harian$212,08 hingga $215,32
Volume77,6 juta saham
Rata-rata volume 30 hari104,1 juta saham
Kapitalisasi pasar$5,15 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 3.860.000 per saham (kurs Rp 18.065 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.065 per dolar AS: Yahoo Finance, 29 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Baca juga: Resmed Rilis Laba Kuartal I Fiskal 2027, Pendapatan $1,4 Miliar

Pantau pergerakan harga NVDA terkini di halaman harga saham Nvidia (NVDA) hari ini.

Pergerakan Saham NVDA Sepanjang Sesi

Sepanjang sesi, saham Nvidia bergerak di rentang $212,08 hingga $215,32. Level tertinggi harian itu masih di bawah penutupan sebelumnya di $215,38, sehingga saham diperdagangkan di bawah level penutupan hari sebelumnya sepanjang sesi. Nvidia ditutup $1,58 di atas level terendah harian.

Volume perdagangan tercatat 77,6 juta saham, 25,46% di bawah rata-rata 104,1 juta saham. Penurunan Nvidia 0,58 poin persentase lebih kecil dari Nasdaq Composite, tetapi lebih dalam dari S&P 500 yang turun 0,30% ke 7.720,39 dan Dow Jones Industrial Average yang turun 0,25% ke 52.342,56.

Baca juga: Illumina Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $1,13 Miliar

Saham chip lain juga melemah pada sesi yang sama: AMD turun 2,08% dan Broadcom (AVGO) turun 1,94%. Di luar sektor chip, Alphabet (GOOGL) turun 12,64% pada sesi pertama setelah merilis laba kuartal III 2026. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ditutup di 4,99%, turun 5,6 basis poin.

Kenapa Saham Nvidia Turun?

Sumber yang dirujuk tidak menyebut satu kabar khusus Nvidia sebagai pemicu penurunan pada 29 Oktober 2026. Saham Nvidia melemah bersama Nasdaq dan saham chip lain, meski penurunannya lebih kecil dari indeks tersebut.

Kabar pertama datang sesi sebelumnya. Menurut formulir 8-K yang diajukan Nvidia ke SEC, Nvidia meneken perjanjian akuisisi Hugging Face pada 2 September 2026 dengan harga beli sekitar $11,9 miliar, ditambah program retensi berbasis ekuitas hingga sekitar $1,0 miliar. Dilansir Investing.com, yang mengutip Reuters, DOJ menelaah apakah kepemilikan Hugging Face akan memberi Nvidia kendali atas jalur distribusi utama model AI, sebagai bagian dari penyelidikan antimonopoli yang lebih luas. Investing.com melaporkan saham Nvidia melemah pada perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, setelah kabar itu.

Kabar kedua muncul pada Kamis, 29 Oktober 2026. Melansir Stocktwits, yang mengutip The New York Times, badan intelijen AS memantau Alice Huang, mantan eksekutif Megaspeed, karena dugaan keterkaitan dengan intelijen China. Nvidia menyebut Megaspeed sebagai pelanggan cloud regional biasa, dan CEO Jensen Huang dilaporkan mengatakan kepada Bloomberg bahwa Nvidia telah memeriksa seluruh GPU yang ditempatkan perusahaan itu dan menghitung setiap unitnya.

Analisis Saham NVDA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Penurunan Nvidia 0,58 poin persentase lebih kecil dari Nasdaq Composite, dan lebih kecil dari AMD maupun Broadcom pada sesi yang sama.
  • Dalam 8-K, Nvidia berkomitmen menjaga platform Hugging Face tetap terbuka dan tetap mendukung vendor chip lain. Menurut TheStreet, komitmen ini penting karena platform akan kehilangan nilai jika pengembang melihatnya memihak Nvidia.
  • Menurut Nvidia, seperti dikutip TheStreet, Hugging Face digunakan lebih dari 18 juta pengembang, peneliti, dan kreator, serta lebih dari 200.000 perusahaan.

Risiko

  • Akuisisi Hugging Face masih memerlukan persetujuan regulator dan ditargetkan rampung pada paruh pertama 2027, menurut 8-K. TheStreet mencatat DOJ belum mengajukan dakwaan antimonopoli terkait Hugging Face, dan Investing.com menyebut penyelidikan tidak selalu berujung pada tindakan penegakan hukum.
  • Laporan Megaspeed kembali menyoroti isu kontrol ekspor. Menurut Stocktwits, China dilarang membeli GPU Nvidia paling canggih, sementara regulator China memblokir impor chip Nvidia yang lebih rendah spesifikasinya meski AS telah menyetujui pengirimannya.
  • 8-K Nvidia juga menyebut pembatasan pemerintah terhadap model AI open-source, termasuk model asal China, sebagai risiko yang dapat memengaruhi platform Hugging Face dan bisnis Nvidia.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku