Dalam beberapa tahun terakhir, artificial intelligence (AI) menjadi salah satu teknologi yang paling banyak dibicarakan. Bukan hanya mengubah cara perusahaan beroperasi, perkembangan AI juga membuka peluang baru di dunia investasi.
Tak heran, semakin banyak investor mulai melirik saham AI sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan saham AI? Apakah semua perusahaan yang menggunakan AI termasuk saham AI? Dan bagaimana cara memilihnya dengan tepat?
Di artikel ini, kamu akan mempelajari pengertian saham AI, jenis-jenisnya, contoh perusahaan, hingga cara mengevaluasi peluang dan risikonya sebelum berinvestasi.
Saham AI adalah saham perusahaan yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau memperoleh manfaat besar dari penerapannya dalam bisnis. Perusahaan tersebut bisa berasal dari berbagai sektor, seperti pembuat chip, penyedia layanan cloud, hingga pengembang perangkat lunak berbasis AI.
Menurut Investopedia, ketika memilih saham AI investor tidak boleh hanya melihat teknologinya, tapi juga butuh mempertimbangkan fundamental perusahaan, posisi di industri, dan prospek pertumbuhannya. Tidak semua perusahaan yang menggunakan AI dapat dikategorikan sebagai saham AI. Para investor biasanya akan melihat seberapa besar teknologi tersebut berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan dan prospek bisnis perusahaan, bukan sekadar apakah perusahaan memiliki fitur berbasis AI.
Kenapa Saham AI Jadi Salah Satu Investasi Terbesar Saat Ini?
Ketenaran saham AI semakin meningkat, seiring semakin luasnya pemakaian teknologi kecerdasan buatan di berbagai industri. Mulai dari pusat data, cloud computing, sampai semikonduktor, sampai saat ini ada banyak perusahaan yang masih terus meningkatkan investasi untuk mendukung perkembangan AI.
Dilansir dari The New York Times, besarnya investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan perusahaan teknologi, tetapi juga memperkuat optimisme investor terhadap prospek industri AI. Walaupun begitu, setiap perusahaan tetap memiliki peluang dan risiko yang berbeda, jadi sangat untuk bagi kamu untuk tidak hanya melihat tren tapi juga menggali lebih dalam informasi soal perusahaan tersebut sebelum akhirnya membeli sahamnya.
Bagaimana AI Digunakan di Berbagai Industri?
Salah satu alasan mengapa saham AI diperhatikan banyak investor, adalah karena penerapannya tidak terbatas pada perusahaan teknologi. Tidak bisa dipungkiri kalau sekarang, teknologi kecerdasan buatan telah digunakan di berbagai sektor untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses kerja, hingga membantu pengambilan keputusan berbasis data.
Menurut McKinsey & Company, penerapan generative AI memiliki potensi dalam memberikan nilai ekonomi yang besar bagi berbagai industri, terutama pada aktivitas yang melibatkan analisis data, otomasi proses, dan peningkatan produktivitas.
Beberapa contoh penerapannya antara lain:
Dalam dunia kesehatan, untuk membantu analisis citra medis, pengembangan obat, dan mendukung proses diagnosis.
Pada sektor keuangan, untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, mengelola risiko, serta memberikan layanan yang lebih personal kepada nasabah.
Untuk Ritel, melalui sistem rekomendasi produk, pengelolaan inventaris, dan analisis perilaku pelanggan.
Pada bidang Otomotif, terutama dalam pengembangan kendaraan otonom dan peningkatan efisiensi proses manufaktur.
Keamanan siber, dengan memanfaatkan AI untuk mendeteksi ancaman digital secara lebih cepat.
Semakin luas penerapan teknologi ini pada berbagai bidang, maka semakin besar juga kebutuhan terhadap perusahaan yang menyediakan chip, layanan cloud, perangkat lunak, maupun infrastruktur pendukung lainnya. Inilah yang membuat saham AI tidak hanya terdiri dari satu jenis perusahaan, melainkan mencakup berbagai segmen dengan karakteristik bisnis yang berbeda.
Jenis-Jenis Saham AI yang Perlu Kamu Ketahui
Tidak semua saham AI memiliki model bisnis yang sama. Ada perusahaan yang berfokus mengembangkan chip untuk menjalankan model AI, ada yang menyediakan infrastruktur cloud, hingga perusahaan yang membangun perangkat lunak berbasis AI untuk kebutuhan bisnis.
Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa memiliki informasi terkait peluang pertumbuhan, profil risiko yang ada hingga karakteristik bisnis itu sendiri. Ketika kamu sudah mengerti ekosistem AI,kamu juga akan lebih mudah memahami mengapa suatu perusahaan dapat memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi ini.
Jenis Saham AI
Peran
Contoh Perusahaan
Semikonduktor
Mengembangkan chip yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI.
NVIDIA, AMD
Cloud Computing
Menyediakan infrastruktur komputasi dan layanan AI berbasis cloud.
Microsoft, Amazon, Alphabet
Software AI
Mengembangkan aplikasi dan platform berbasis AI untuk bisnis maupun organisasi.
Palantir, C3.ai
Infrastruktur AI
Menyediakan jaringan dan komponen pendukung pusat data untuk kebutuhan AI.
Broadcom, Arista Networks
Meski berada dalam industri yang sama, setiap kategori memiliki sumber pendapatan yang berbeda. Perusahaan semikonduktor, sebagai contoh memperoleh manfaat dari banyaknya permintaan chip AI, disisi lain penyedia cloud diuntungkan oleh semakin banyaknya perusahaan yang menjalankan aplikasi AI di infrastruktur mereka. Hal inilah yang membuat para investor wajib melihat model bisnis perusahaan, bukan hanya label "saham AI".
Contoh Saham AI Amerika
Salah satu cara memahami prospek perusahaan AI adalah dengan membaca laporan keuangan dan Investor Relations masing-masing perusahaan. Informasi tersebut dapat membantu investor melihat bagaimana AI berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis, strategi perusahaan, maupun sumber pendapatannya.
Inilah beberapa contoh perusahaan yang sering dikaitkan dengan ekosistem AI.
Perusahaan
Ticker
Fokus AI
Hal yang Perlu Diketahui
NVIDIA
NVDA
GPU & Chip AI
Salah satu pemasok utama GPU untuk pelatihan dan inference model AI.
Microsoft
MSFT
Cloud & AI
Mengembangkan layanan AI melalui Azure serta mengintegrasikan AI ke berbagai produknya.
Alphabet
GOOGL
Platform AI
Mengembangkan Gemini serta memanfaatkan AI pada layanan pencarian, cloud, dan berbagai produk digital lainnya.
Amazon
AMZN
Infrastruktur Cloud
AWS menjadi salah satu penyedia infrastruktur utama yang digunakan untuk pengembangan aplikasi AI.
Palantir
PLTR
Software AI
Mengembangkan platform analisis data dan solusi AI untuk perusahaan maupun institusi pemerintah.
Misalnya, jika ingin mempelajari saham NVIDIA atau Microsoft, kamu bisa membuka halaman sahamnya di aplikasi Gotrade untuk melihat perkembangan harga, kapitalisasi pasar, serta informasi fundamental perusahaan. Jika sudah sesuai dengan strategi investasimu, kamu juga dapat membeli saham tersebut secara fractional mulai dari US$1.
Daftar di atas bukan merupakan rekomendasi investasi, melainkan contoh perusahaan yang memiliki eksposur terhadap perkembangan industri AI. Sebelum membeli saham tertentu, pastikan kamu tetap memahami model bisnis, kondisi keuangan, serta prospek pertumbuhan perusahaan tersebut.
Cara Memilih Saham AI
Sebagai contoh, jika kamu sedang mengevaluasi NVIDIA (NVDA), jangan hanya melihat bahwa perusahaan ini identik dengan AI. Perhatikan juga apakah pendapatannya masih bertumbuh, bagaimana margin labanya, apakah valuasinya masih sesuai dengan prospek bisnis, dan bagaimana posisi kompetitifnya dibanding perusahaan semikonduktor lain. Data seperti ini bisa kamu lihat melalui halaman saham di aplikasi Gotrade sebelum memutuskan membeli.
Popularitas AI membuat semakin banyak perusahaan mengadopsi teknologi ini. Namun, tidak semuanya memiliki prospek investasi yang sama. Sebelum membeli saham AI, ada beberapa hal penting yang sebaiknya kamu perhatikan agar keputusan investasi didasarkan pada kualitas bisnis, bukan sekadar tren.
1. Pastikan AI Menjadi Bagian Penting dari Model Bisnis
Pilihlah perusahaan yang menjadikan AI sebagai salah satu penggerak utama bisnisnya. Semakin besar kontribusi AI terhadap produk, layanan, atau pendapatan perusahaan, makin pasti besar pula peluang perusahaan tersebut memperoleh manfaat dari pertumbuhan industri ini.
2. Analisa dan Teliti Pertumbuhan Pendapatan
Kamu juga bisa menganalisa dan memperhatikan apakah perusahaan, mampu mencatat pertumbuhan pendapatan secara konsisten dari waktu ke waktu. Pendapatan yang terus meningkat, bisa menjadi salah satu indikator kalau produk atau layanan perusahaan masih memiliki permintaan yang kuat di pasar.
3. Evaluasi Fundamental Perusahaan
Jangan hanya melihat potensi pertumbuhan. Tapi periksa kembali, keadaan fundamental perusahaan seperti profitabilitas, arus kas, dan tingkat utangnya. Fundamental yang sehat biasanya mencerminkan bisnis yang lebih stabil untuk jangka panjang.
4. Perhatikan Valuasi Saham
Ada banyak saham AI diperdagangkan pada valuasi yang tinggi karena ekspektasi pertumbuhannya besar. Sebelum memutuskan untuk membeli, pastikan harga saham masih sebanding dengan prospek bisnis perusahaan agar tidak membeli hanya karena sedang populer.
5. Kenali Risiko dan Prospek Perusahaannya Untuk Jangka Panjang
Selain melihat peluang, kamu juga bisa mempertimbangkan risiko yang bisa saja terjadi pada perusahaan, seperti persaingan, perubahan regulasi dan perkembangan terkait teknologi terkini. Sehingga kamu bisa lebih mudah mendapatkan kesimpulan, apakah saham tersebut sesuai dengan tujuan dan profil risiko investasimu.
Apakah Saham AI Sedang Bubble?
Meroketnya kenaikan harga sejumlah saham AI, membuat banyak investor bertanya-tanya apakah sektor ini sedang mengalami bubble. Dilansir dari The New York Times, tingginya investasi dan antusiasme terhadap teknologi AI memang ikut mendorong kenaikan valuasi banyak perusahaan.
Namun, valuasi yang tinggi tidak selalu berarti sebuah saham berada dalam bubble. Ketimbang hanya mengikuti tren, ada baiknya fokus saja pada fundamental perusahaan, prospek pertumbuhan, dan valuasinya sebelum berinvestasi.
Risiko Investasi Saham AI
Walaupun menawarkan pertumbuhan yang menarik, tidak bisa dipungkiri kalau saham AI tetap memiliki risiko yang perlu kamu ketahui sebelum berinvestasi. Berikut beberapa risiko yang bisa kamu pelajari, pada investasi saham AI:
Valuasi tinggi: Banyak saham AI dijual pada harga premium atau lumayan mahal, sehingga berpotensi terkoreksi jika kinerjanya tidak sesuai ekspektasi.
Persaingan yang ketat: Industri AI berkembang sangat cepat, sehingga perusahaan harus terus berinovasi agar tetap unggul dibanding perusahaan lain dengan bisnis yang serupa.
Perubahan regulasi: Aturan terkait privasi data, keamanan, dan etika AI dapat memengaruhi pertumbuhan bisnis perusahaan.
Volatilitas harga: Pergerakan harga saham AI, cenderung lebih fluktuatif dibandingkan sektor lain yang sudah lebih matang.
Alternatif Selain Membeli Saham AI Individual
Jika masih belum yakin untuk membeli satu saham, kamu bisa mempertimbangkan exchange-traded fund (ETF) yang lebih fokus pada sektor teknologi atau AI. Dengan ETF, investasi bisa disebar ke beberapa perusahaan sekaligus sehingga risiko tidak bergantung pada kinerja satu emiten saja. Walaupun begitu, kamu tetap harus memahami komposisi aset atau risiko yang akan terjadi sebelum memulai berinvestasi
Tips Berinvestasi Saham AI untuk Pemula
Saham AI memang menawarkan peluang pertumbuhan yang menarik, tetapi keputusan investasi tetap perlu kamu sesuaikan lagi dengan tujuan finansial yang sudah disusun serta profil risikonya.
Adapun beberapa tips yang bisa dilakukan, untuk membantu kamu dalam berinvestasi pada saham AI.
Mulailah dengan mengenali model bisnis perusahaan, tidak hanya mengikuti tren teknologi.
Lakukan diversifikasi, agar portofolio tidak bergantung pada satu saham atau satu sektor saja.
Pelajari dan galih informasi yang banyak mengenai laporan keuangan dan perkembangan industri, secara berkala untuk mengetahui apakah prospek perusahaan masih sesuai dengan ekspektasi.
Pakailah strategi investasi jangka panjang, supaya tidak mudah terpengaruh fluktuasi harga secara jangka pendek.
Investasikan uang yang kamu miliki sesuai kesanggupan finansial. Hindari mengambil keputusan secara terburu-buru hanya karena takut ketinggalan tren.
Mulai Investasi Saham AI Bersama Gotrade
Tertarik berinvestasi di saham AI? Lewat Gotrade, kamu bisa mengakses berbagai saham Amerika, termasuk perusahaan yang berada di balik perkembangan teknologi AI, mulai dari US$1. Download aplikasi Gotrade dan mulai bangun portofolio investasimu secara bertahap sesuai tujuan dan profil risiko.
FAQ
1. Apakah semua perusahaan yang menggunakan AI termasuk saham AI?
Tidak. Saham AI umumnya mengacu pada perusahaan yang mengembangkan teknologi AI atau memperoleh manfaat besar dari penerapannya dalam model bisnis. Karena itu, penting untuk melihat seberapa besar kontribusi AI terhadap pertumbuhan pendapatan dan prospek perusahaan, bukan hanya apakah perusahaan memiliki fitur berbasis AI.
2. Apakah saham AI cocok untuk investasi jangka panjang?
Saham AI dapat menjadi pilihan untuk investasi jangka panjang karena teknologi ini diperkirakan akan terus berkembang di berbagai industri. Meski begitu, setiap perusahaan memiliki prospek dan risiko yang berbeda. Sebelum berinvestasi, pastikan kamu memahami fundamental perusahaan, valuasi saham, dan tujuan investasimu.
3. Bagaimana cara memilih saham AI yang potensial?
Mulailah dengan memahami model bisnis perusahaan, lalu evaluasi pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, posisi kompetitif, serta valuasi sahamnya. Hindari mengambil keputusan hanya karena suatu saham sedang populer atau banyak diperbincangkan.
Referensi:
Investopedia. Guide to Selecting the Best Artificial Intelligence Stocks.
The New York Times. Stocks and the Economy Are Increasingly Relying on the A.I. Boom.
McKinsey & Company. The Economic Potential of Generative AI: The Next Productivity Frontier.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.