Saham Robinhood (HOOD) Turun 1,6%, Ini Sentimennya (26 Oktober 2026)

Ringkasan
- Saham Robinhood (HOOD) turun 1,56% ke $95,07 pada sesi 23 Oktober 2026, lebih dalam dibanding Nasdaq Composite yang melemah 0,21%.
- Belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus dari perusahaan, sementara Coinbase dan SoFi juga melemah pada sesi yang sama.
- Robinhood dijadwalkan merilis laporan kuartal ketiga 2026 pada 27 Oktober 2026, menurut TIKR.
Gotrade News - Saham Robinhood (HOOD) ditutup melemah 1,56% ke $95,07 pada sesi Jumat, 23 Oktober 2026 waktu New York, atau Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Robinhood turun lebih dalam dibanding Nasdaq Composite yang hanya melemah 0,21%, dan hingga artikel ini ditulis belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus dari perusahaan pada sesi tersebut, yang berlangsung jelang rilis laporan kuartal ketiga.
Data Perdagangan Saham HOOD
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $95,07 |
| Perubahan | -$1,51 (-1,56%) |
| Penutupan sebelumnya | $96,58 |
| Harga pembukaan | $96,43 |
| Rentang harian | $94,79 hingga $97,75 |
| Volume | 14,0 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 20,4 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $63,52 hingga $150,47 |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 1.716.000 per saham (kurs Rp 18.053 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 24 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 24 Oktober 2025. Kurs Rp 18.053 per dolar AS: Yahoo Finance, 23 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga HOOD terkini di halaman harga saham Robinhood (HOOD) hari ini.
Pergerakan Saham HOOD Sepanjang Sesi
HOOD dibuka di $96,43, sedikit di bawah penutupan sebelumnya di $96,58, lalu bergerak dalam rentang $94,79 hingga $97,75. Saham ini berakhir di $95,07, hanya $0,28 di atas level terendah harian.
Aktivitas perdagangan tergolong sepi. Volume perdagangan tercatat 14,0 juta saham, 31,43% di bawah rata-rata 20,4 juta saham.
Pasar secara luas juga melemah pada sesi yang sama. Nasdaq Composite turun 0,21% ke 25.955,34, S&P 500 melemah 0,52% ke 7.623,68, dan Dow Jones Industrial Average turun 1,23% ke 52.215,16, sehingga HOOD tertinggal 1,35 poin persentase dari Nasdaq. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 3,5 basis poin ke 4,99%.
Saham layanan keuangan digital lain ikut tertekan. Coinbase (COIN) turun 2,74% ke $164,45, sementara SoFi (SOFI) turun 1,05% ke $14,62. Di level $95,07, HOOD berada 36,82% di bawah level tertinggi 52 minggu di $150,47 dan 49,68% di atas level terendah 52 minggu di $63,52.
Kenapa Saham Robinhood Turun?
Tidak ada sumber yang kami baca yang menyebut pemicu khusus dari perusahaan untuk penurunan HOOD pada 23 Oktober 2026. Pergerakannya sejalan dengan pelemahan indeks utama serta saham Coinbase dan SoFi pada sesi yang sama, meski koreksinya lebih dalam dari Nasdaq.
Sehari sebelumnya, 22 Oktober 2026, Robinhood mengumumkan izin dari Dubai Financial Services Authority (DFSA) untuk menawarkan platform investasi ritelnya di Timur Tengah dari Dubai International Financial Centre (DIFC), yang menjadi kantor pusat regionalnya. Menurut ForexTraders, izin itu mencakup perdagangan dan kustodian di 10 kelas aset yang diizinkan DFSA, termasuk saham, kripto, dan ETF, dengan peluncuran produk direncanakan pada 2027.
Tekanan pada saham ini sudah muncul sejak pertengahan bulan. Dilansir TIKR, Wolfe Research merevisi pandangannya atas saham Robinhood pada 14 Oktober 2026, dan HOOD ditutup melemah tajam pada hari itu. Di sisi lain, ulasan TIKR yang dimuat Yahoo Finance pada 25 Oktober 2026 melaporkan Rosenblatt mulai meliput saham Robinhood, dan saham ini sempat menguat setelah catatan tersebut terbit.
Analisis Saham HOOD: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Ekspansi ke Timur Tengah: izin DFSA memungkinkan Robinhood menawarkan saham, kripto, dan ETF dari DIFC, dengan peluncuran direncanakan pada 2027, menurut ForexTraders.
- Pertumbuhan pendapatan: menurut TIKR, pendapatan Robinhood naik dari $1,87 miliar pada 2023 menjadi $4,47 miliar pada 2025, dan pendapatan kuartal kedua 2026 sebesar $1,31 miliar melampaui estimasi $1,28 miliar.
- Perubahan regulasi: Rosenblatt, seperti dikutip TIKR, menilai reformasi aturan Pattern Day Trading menghapus salah satu batasan utama bagi nasabah paling bernilai Robinhood.
Risiko
- Rekam jejak pendapatan yang tidak konsisten: TIKR mencatat pendapatan Robinhood berada di bawah estimasi pada kuartal keempat 2025 dan kuartal pertama 2026, ketika realisasi $1,07 miliar lebih rendah dari perkiraan sekitar $1,18 miliar.
- Penjualan saham oleh orang dalam: menurut TIKR, CEO Vladimir Tenev menjual saham Kelas A senilai $42,75 juta pada awal Oktober, dan direktur Baiju Bhatt melaporkan penjualan saham senilai $5,16 juta.
- Aktivitas perdagangan rendah: volume sesi 23 Oktober 31,43% di bawah rata-rata, dan harga masih 36,82% di bawah level tertinggi 52 minggu.
Agenda terdekat adalah laporan keuangan kuartal ketiga 2026, yang dijadwalkan rilis pada 27 Oktober 2026 menurut TIKR.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.












