Saham Tesla (TSLA) Turun 10,8% Usai Demokrat Kuasai Kongres (6 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Tesla (TSLA) Turun 10,8% Usai Demokrat Kuasai Kongres (6 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Tesla (TSLA) ditutup turun 10,77% ke $343,69 pada sesi Kamis, 5 November 2026, lebih dalam dari Nasdaq Composite yang turun 5,52%.
  • Media keuangan mengaitkan penurunan ini dengan kemenangan Partai Demokrat di DPR dan Senat AS, yang memunculkan pertanyaan soal prospek merger Tesla dengan SpaceX.
  • Volume perdagangan mencapai 79,7 juta saham, 114,66% di atas rata-rata, dan Tesla kini berada 31,10% di bawah level tertinggi 52 minggunya.

Gotrade News - Saham Tesla (TSLA) ditutup melemah 10,77% ke $343,69 pada sesi Kamis, 5 November 2026 waktu New York, atau Jumat, 6 November 2026 pukul 04.00 WIB. Saham Tesla turun di tengah tekanan luas di Wall Street, dan media keuangan mengaitkannya dengan kemenangan Partai Demokrat di DPR dan Senat AS yang memunculkan pertanyaan soal prospek merger Tesla dengan SpaceX.

Data Perdagangan Saham TSLA

DataNilai
Harga penutupan$343,69
Perubahan-$41,50 (-10,77%)
Penutupan sebelumnya$385,19
Harga pembukaan$374,12
Rentang harian$338,15 hingga $374,30
Volume79,7 juta saham
Rata-rata volume 30 hari37,1 juta saham
Rentang 52 minggu$297,38 hingga $498,83
Kapitalisasi pasar$1,36 triliun

Data penutupan sesi reguler Kamis, 5 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 6 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 6 November 2025. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga TSLA terkini di halaman harga saham Tesla (TSLA) hari ini.

Baca juga: 10x Genomics Umumkan Pendapatan Kuartal III 2026 $150,7 Juta

Pergerakan Saham TSLA Sepanjang Sesi

Perdagangan jauh lebih ramai dari biasanya. Volume perdagangan mencapai 79,7 juta saham, atau 114,66% di atas rata-rata 37,1 juta saham.

Penurunan Tesla jauh lebih dalam dibanding pasar secara umum. Nasdaq Composite turun 5,52% ke 24.315,00, S&P 500 melemah 4,36% ke 7.353,73, dan Dow Jones Industrial Average turun 3,44% ke 51.523,06. Dengan begitu, Tesla bergerak 5,25 poin persentase lebih lemah dari Nasdaq. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,7 basis poin ke 4,84%.

Tekanan juga terasa di saham yang dikaitkan dengan Elon Musk dan sektor teknologi. SpaceX (SPCX) turun 9,05%, Nvidia (NVDA) turun 9,26%, dan sesama produsen mobil listrik Rivian (RIVN) melemah 5,48%. Setelah sesi ini, Tesla berada 31,10% di bawah level tertinggi 52 minggunya dan 15,57% di atas level terendah 52 minggunya.

Baca juga: Dropbox Rilis Kinerja Kuartal III 2026, Pendapatan $637,3 Juta

Kenapa Saham Tesla Turun?

Media keuangan mengaitkan penurunan ini dengan hasil pemilu sela AS. Melansir Investor's Business Daily, saham Tesla dan SpaceX turun tajam setelah Partai Demokrat mengalahkan Partai Republik dalam pemilu sela Selasa (3 November), sehingga sesi Kamis melanjutkan tekanan yang muncul sejak Demokrat menguasai Kongres AS.

Dilansir Yahoo Finance, kemenangan Demokrat, termasuk di Texas tempat Tesla dan SpaceX berkantor pusat, menambah kekhawatiran soal hambatan regulasi bagi pembangunan pusat data di AS dan bagi rencana merger kedua perusahaan. Dalam panggilan laporan keuangan kuartal III SpaceX, Musk menyebut penggabungan dengan Tesla sebagai ide yang baik dan mengungkap bahwa kedua perusahaan sedang menjajaki kemungkinan kesepakatan. Menurut Dan Ives dari Yorkville, merger tersebut kini menghadapi jalur regulasi yang jauh lebih berat untuk rampung pada 2027.

Menurut Motley Fool, faktor utamanya adalah politik: Demokrat kini menguasai kedua kamar Kongres, sementara Musk dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Donald Trump. Senator Ted Cruz mengatakan dalam podcast All-In bahwa Demokrat memberi sinyal akan menggunakan surat panggilan (subpoena) untuk menyasar Musk. Pada hari yang sama, investor melepas saham chip dan pusat data karena khawatir para pemimpin baru dapat memperlambat pembangunan pusat data.

Analisis Saham TSLA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Dalam laporan produksi dan pengiriman kuartal III 2026 yang dilampirkan pada formulir 8-K Tesla ke SEC tertanggal 2 Oktober 2026, Tesla melaporkan pengiriman lebih dari 486.000 kendaraan dan pemasangan 13,7 GWh produk penyimpanan energi.
  • Menurut Motley Fool, CFO Tesla Vaibhav Taneja menyatakan dalam panggilan laporan keuangan Oktober bahwa bisnis robotaxi diharapkan mulai berkontribusi nyata pada penjualan dan laba Tesla pada 2027.

Risiko

  • Rencana merger dengan SpaceX menghadapi ketidakpastian regulasi yang lebih besar setelah Demokrat menguasai Kongres, menurut Dan Ives yang dikutip Yahoo Finance.
  • Analis Goldman Sachs, dikutip Yahoo Finance, memperkirakan kemenangan Demokrat di tingkat negara bagian dan lokal kemungkinan memicu moratorium jangka pendek pembangunan pusat data, yang dapat memengaruhi sekitar 45% rencana penambahan kapasitas pusat data di AS. Musk sebelumnya mengumumkan kompleks semikonduktor Terafab di Texas untuk memasok Tesla dan SpaceX.
  • Menurut Motley Fool, Taneja mengakui bisnis robotaxi Tesla belum mencapai target biaya 30 sen per mil.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku