Samsung Suntik US$1 Miliar ke Helix, Firma AI Bentukan KKR

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Samsung Suntik US$1 Miliar ke Helix, Firma AI Bentukan KKR

Key Takeaways

  • Samsung Electronics dan lima afiliasinya menanamkan US$1 miliar ke Helix, firma infrastruktur AI bentukan KKR, dengan porsi Samsung Electronics US$500 juta.

  • Dana ini menambah modal Helix yang sudah lebih dari US$10 miliar, dengan KKR, KIA, Nvidia, dan Vistra sebagai investor pendiri.

  • Helix membidik data center hyperscale dan pasokan listrik, karena Samsung menilai ketersediaan listrik kini menjadi hambatan terbesar infrastruktur AI.

Gotrade News - Samsung Electronics bersama lima afiliasinya berkomitmen menanamkan dana gabungan US$1 miliar ke Helix Digital Infrastructure, perusahaan infrastruktur AI yang dibentuk KKR & Co. (KKR). Menurut rilis resmi Samsung, Samsung Electronics menyetor US$500 juta, sementara Samsung C&T, Samsung SDS, Samsung SDI, Samsung Life Insurance, dan Samsung Fire & Marine Insurance menanggung sisanya.

Dana baru ini menambah modal lebih dari US$10 miliar yang sudah terkumpul sejak Helix diluncurkan, dengan investor pendiri KKR, Kuwait Investment Authority (KIA), Nvidia (NVDA), dan perusahaan listrik AS Vistra. Hal itu tertuang dalam siaran pers KKR yang terbit Senin (28/9) waktu AS.

Helix Bidik Data Center Hyperscale dan Pasokan Listrik

Helix diluncurkan pada Juni 2026 sebagai penyedia infrastruktur AI terintegrasi, mulai dari pengembangan dan pengoperasian data center hyperscale, pembangkit listrik, jaringan transmisi dan distribusi, hingga jaringan serat optik. Perusahaan ini dipimpin Adam Selipsky, mantan CEO Amazon Web Services (AWS), bisnis cloud milik Amazon (AMZN).

Baca juga: Aksi Korporasi Emiten (DOOH Rights Issue & Akuisisi INET, Dividen Interim BMRI, Buyback AALI, DADA ARB)

Dalam rilisnya, Samsung menilai ketersediaan listrik saat ini menjadi hambatan terbesar dalam pembangunan infrastruktur AI. Karena itu, Helix berencana mengamankan kapasitas energi lewat investasi langsung dan kemitraan strategis dengan pengembang energi besar, termasuk Vistra yang juga menjadi investornya.

"Komitmen Samsung merupakan mosi percaya yang kuat terhadap strategi Helix dan semakin memperdalam basis modal jangka panjang yang kami bangun untuk memenuhi skala permintaan infrastruktur AI," ujar Adam Selipsky, CEO sekaligus Co-Founder Helix, dalam siaran pers KKR.

Peran Afiliasi Samsung di Rantai Infrastruktur AI

Melansir Investing.com yang mengutip Reuters, Helix berharap dapat memanfaatkan teknologi Nvidia, teknologi Samsung, serta kemampuan penyimpanan energi Samsung untuk mempercepat pembangunan infrastruktur AI. Samsung sendiri menyebut investasi ini akan membantu mempercepat pembangunan data center AI secara global melalui Helix, sekaligus membuka peluang kolaborasi antarafiliasi.

Rilis Samsung juga merinci kemampuan tiap afiliasi yang dinilai relevan untuk kerja sama dengan Helix:

Baca juga: Danantara: Laporan Keuangan Rilis Oktober, Kantor Investasi Hong Kong, Impor KRL
EntitasKapabilitas menurut rilis Samsung
Samsung Electronics (divisi DS)Solusi semikonduktor untuk pembangunan infrastruktur AI global
Samsung Electronics (divisi DX)Produk pendingin data center, dari pendingin udara hingga CDU untuk pendingin cair, lewat anak usaha FläktGroup
Samsung C&TKontraktor EPC untuk proyek data center dan pembangkit listrik
Samsung SDSMerancang, membangun, dan mengoperasikan data center, serta merambah bisnis GPUaaS
Samsung SDITeknologi UPS dan battery backup unit (BBU) untuk data center

Menurut Samsung, investasi ini menjadi tonggak bagi afiliasinya untuk memperluas peran dari pemasok komponen perangkat keras menjadi perancang aktif ekosistem infrastruktur AI global. Di sisi lain, KKR mencatat telah berinvestasi lebih dari US$75 miliar di infrastruktur digital dan energi secara global, termasuk sekitar US$9 miliar di Korea sejak 2009.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku