Separuh Eksekutif UK Prediksi AI Kurangi Lapangan Kerja

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Separuh Eksekutif UK Prediksi AI Kurangi Lapangan Kerja

Share this article

Gotrade News - Separuh dari seluruh eksekutif bisnis di Inggris kini memprediksi bahwa kecerdasan buatan akan mengurangi jumlah total lapangan kerja secara signifikan dalam satu dekade mendatang. Survei terbaru yang dilakukan oleh konsultan global Accenture menunjukkan lonjakan kekhawatiran yang nyata di kalangan pemimpin bisnis terhadap dampak jangka panjang AI pada tenaga kerja.


Key Takeaways: - 50% eksekutif Inggris prediksi AI akan mengurangi lapangan kerja, naik dari 33% dua tahun lalu - Verizon pangkas 13.000 posisi dan siapkan dana transisi karier USD 20 juta - Riset Boston Consulting Group estimasi 15% pekerjaan di AS bisa dihilangkan AI dalam 2-3 tahun


Proporsi ini melonjak tajam dari hanya sepertiga atau 33% eksekutif yang memiliki pandangan serupa dua tahun sebelumnya ketika teknologi AI generatif baru mulai menyebar luas. Menurut Bloomberg, posisi entry-level di sektor keuangan, administrasi, dan layanan pelanggan menjadi kategori paling rentan terdampak otomatisasi berbasis AI.

Kenaikan hampir 17 poin persentase dalam waktu dua tahun menandakan perubahan persepsi yang fundamental di kalangan pemimpin bisnis di seluruh Inggris Raya. Para eksekutif yang sebelumnya optimis bahwa AI akan menciptakan lebih banyak peluang kerja daripada yang dihilangkan kini mulai melihat bukti nyata bahwa otomatisasi menggantikan pekerja di berbagai fungsi operasional perusahaan mereka secara bertahap.

Survei Accenture juga mengungkapkan bahwa kekhawatiran paling besar tertuju pada pekerja junior, magang, dan fresh graduate yang baru memasuki dunia kerja profesional. Posisi entry-level yang selama beberapa dekade terakhir menjadi pintu masuk utama karier kini terancam digantikan oleh sistem otomatisasi yang lebih murah, lebih cepat memproses data, dan tersedia untuk bekerja sepanjang waktu tanpa jeda.

Implikasi ini sangat relevan bagi generasi muda di seluruh dunia yang menghadapi pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif akibat adopsi AI secara massal di perusahaan besar maupun menengah. Tugas administratif dan analitis dasar yang dulunya menjadi tanggung jawab utama karyawan baru kini bisa diselesaikan oleh chatbot AI dan perangkat lunak otomatis dalam hitungan detik dengan akurasi yang sering kali lebih tinggi.

Transparansi Jadi Kunci Strategi Restrukturisasi AI

CEO Verizon Dan Schulman mengambil pendekatan yang sangat berbeda dari kebanyakan pemimpin industri teknologi dengan menyerukan kejujuran penuh tentang konsekuensi AI. Ia secara terbuka mendorong para eksekutif korporasi untuk berkomunikasi dengan transparan kepada karyawan tentang dampak langsung kecerdasan buatan terhadap kelangsungan pekerjaan mereka di masa depan.

"Ini masa yang sangat sulit, dan semua orang tahu itu. Jadi saya pikir menjadi autentik, realistis, dan mengatakan kebenaran sebaik mungkin adalah hal yang paling esensial," ujar Schulman dalam pernyataan publiknya. Menurut PYMNTS, sikap terbuka ini kontras tajam dengan pendekatan kompetitor di industri teknologi yang cenderung menutup-nutupi skala sebenarnya dari rencana pemangkasan tenaga kerja mereka.

Verizon sendiri telah memangkas 13.000 posisi karyawan tahun lalu sebagai bagian dari restrukturisasi menyeluruh yang didorong oleh adopsi teknologi AI di seluruh lini bisnis. Perusahaan telekomunikasi terbesar di Amerika Serikat tersebut secara bersamaan mengalokasikan dana sebesar USD 20 juta untuk program transisi karier dan pelatihan ulang bagi pekerja terdampak di bidang AI, cloud computing, dan cybersecurity.

Schulman sebelumnya memimpin PayPal selama bertahun-tahun sebelum bergabung dengan Verizon sebagai CEO, memberinya pengalaman langsung tentang bagaimana otomatisasi mengubah dinamika tenaga kerja di sektor fintech secara drastis. "Suka atau tidak, kita hidup di era AI dan saya kebetulan menyukainya," tambahnya, menegaskan posisinya yang pro-inovasi namun tetap mengakui konsekuensi sosial yang tidak bisa diabaikan.

Pendekatan jujur dan terbuka ini secara jelas membedakan Verizon dari perusahaan teknologi lain yang memilih menggunakan narasi diplomatik tentang perubahan tenaga kerja akibat AI. Schulman percaya bahwa kejujuran justru membangun kepercayaan karyawan yang lebih kuat dan loyalitas jangka panjang, bahkan ketika pesan yang disampaikan tidak menyenangkan bagi penerima.

Skala Dampak Meluas ke Pasar Tenaga Kerja Global

Amazon CEO Andy Jassy mengambil posisi yang berbeda dengan menyatakan bahwa peran pekerjaan baru akan tercipta secara alami meskipun banyak posisi yang ada saat ini digantikan oleh teknologi AI. Namun data industri terbaru menunjukkan bahwa kecepatan penciptaan peran baru tidak sebanding dengan laju eliminasi posisi lama, menciptakan periode transisi yang menyakitkan bagi jutaan pekerja.

Riset dari Boston Consulting Group memberikan gambaran yang lebih mengkhawatirkan tentang skala sesungguhnya dari transformasi tenaga kerja ini, memperkirakan sekitar setengah dari seluruh pekerjaan di Amerika Serikat bisa terdampak perubahan signifikan dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Dari jumlah tersebut, sekitar 15% pekerjaan berpotensi dihilangkan sepenuhnya oleh teknologi AI, menjadikannya ancaman nyata jangka pendek dan bukan sekadar wacana futuristik.

Perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft dan Alphabet terus meningkatkan investasi AI mereka secara agresif di setiap lini bisnis utama. Block, perusahaan fintech yang dipimpin Jack Dorsey, bahkan secara terbuka memprediksi bahwa kompetitor di seluruh industri akan segera mengikuti langkah pemangkasan tenaga kerja drastis mereka seiring kemampuan AI terus meningkat.

Bagi investor global, tren ini menghadirkan dinamika ganda yang memerlukan perhatian cermat dalam setiap keputusan portofolio investasi mereka. Di satu sisi efisiensi yang didorong AI berpotensi meningkatkan margin keuntungan perusahaan secara signifikan, namun di sisi lain dampak sosial dari pemangkasan tenaga kerja massal bisa memicu gelombang regulasi yang lebih ketat terhadap adopsi dan penerapan teknologi kecerdasan buatan di berbagai negara.

Transparansi yang dicontohkan Dan Schulman di Verizon kemungkinan besar akan menjadi standar baru bagi pemimpin bisnis global dalam menghadapi era transformasi AI yang semakin cepat. Perusahaan yang proaktif mengelola transisi tenaga kerja dengan kejujuran dan program dukungan yang memadai berpotensi mempertahankan kepercayaan investor serta dukungan publik lebih baik dalam jangka panjang dibanding yang memilih menutup-nutupi.

Sources: - Bloomberg - Half of UK Executives Think AI Will Mean Fewer Jobs - PYMNTS - Verizon's Dan Schulman Tells CEOs to Be Open About AI Job Cuts

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade