Inflasi Inggris Naik ke 3,3%, Bensin dan Pangan Melonjak

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Inflasi Inggris Naik ke 3,3%, Bensin dan Pangan Melonjak

Share this article

Gotrade News - Inflasi Inggris melonjak ke 3,3% pada Maret, naik dari 3,0% di Februari, seiring konflik Iran mendorong lonjakan harga bahan bakar. Kenaikan ini menandai angka tertinggi dalam tiga bulan terakhir dan menempatkan Bank of England dalam posisi sulit menjelang keputusan suku bunga 30 April.

Harga bensin naik 8,6 pence per liter hanya dalam satu bulan, sementara solar melonjak 17,6 pence per liter. Inflasi pangan juga naik ke 3,7% dari 3,2%, semakin menekan anggaran rumah tangga di seluruh negeri.

Key Takeaways:

  • CPI Inggris mencapai 3,3% di Maret, didorong harga BBM yang berbalik dari penurunan -4,6% menjadi kenaikan tahunan +4,9%
  • Analis memproyeksikan inflasi bisa melampaui 4% pada musim gugur, dengan potensi puncak 4,5% di akhir tahun
  • Bank of England menghadapi dilema kebijakan: ekonomi yang melemah membutuhkan pemotongan suku bunga, sementara inflasi yang naik justru menentangnya

Harga BBM Pimpin Lonjakan

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengganggu sekitar 20% pengiriman minyak global. Guncangan geopolitik tersebut berdampak keras pada SPBU di Inggris, dengan bensin mencapai 157p per liter dan solar naik ke 190p per liter.

Pengemudi kini membayar sekitar 13,20 pound lebih mahal untuk mengisi tangki 55 liter dibandingkan setahun lalu. Menurut Investing.com, inflasi tahunan BBM mencatat angka tertinggi sejak Januari 2023.

Biaya transportasi secara keseluruhan naik 4,7% secara tahunan, menjadikannya kontributor terbesar dalam lonjakan inflasi. Tarif penerbangan menambah tekanan lebih lanjut, naik 10% month-on-month dalam kenaikan Februari-ke-Maret terbesar sejak 2016.

Saham energi seperti BP (BP) dan Shell (SHEL) diuntungkan oleh harga minyak mentah yang tinggi. Sementara itu, Exxon Mobil (XOM) terus diuntungkan dari gangguan pasokan minyak yang lebih luas.

Dampaknya bagi Bank of England

Inflasi jasa naik ke 4,5% dari 4,3%, metrik yang dipantau ketat oleh BoE untuk mengukur tekanan harga yang mendasarinya. Core CPI sedikit turun ke 3,1%, memberikan sedikit kelegaan.

Analis ING mencatat bahwa ambang batas untuk pengetatan moneter lebih lanjut belum tercapai. Namun, mereka memperingatkan bahwa angka yang bertahan di atas 4% bisa mengubah kalkulasi tersebut dengan cepat.

Monetary Policy Committee akan bertemu minggu depan tanpa opsi yang mudah di atas meja. Suku bunga hipotek sudah naik dari 5,50% ke 5,71%, menambah beban pada ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Inflasi Inggris kini melampaui rata-rata zona euro sebesar 2,8%, serta Jerman dan Prancis secara individual. Dilansir MoneyWeek, mantan anggota MPC Michael Saunders melihat potensi puncak 4,5% di akhir tahun.

Investor yang memegang ETF eksposur Inggris seperti iShares MSCI UK ETF (EWU) perlu mencermati keputusan BoE pada 30 April. Arah kebijakan dari sini akan menentukan apakah ekuitas Inggris menghadapi tekanan berkelanjutan atau mendapat dukungan dari stabilisasi harga.

Sources: Seeking Alpha, UK Inflation Hits 3-Month High as Energy and Food Pressures Mount, 2026. Investing.com, UK Inflation Speeds Up to 3.3% in March Driven by Fuel and Food Costs, 2026. MoneyWeek, UK Inflation Rate Rises to 3.3% as Iran War Pushes Prices Higher, 2026.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade