Investasi Halal di Saham AS: Panduan Screening Syariah

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Saham AS halal harus lolos dua tahap screening AAOIFI: aktivitas bisnis yang diperbolehkan dan rasio keuangan (utang < 30%, pendapatan non-halal < 5%).
  • ETF syariah SPUS dan HLAL menyederhanakan investasi halal tanpa perlu screening manual, dengan return tahunan di atas 15%.
  • Gotrade Indonesia memungkinkan pembelian saham dan ETF syariah AS mulai dari US$1 melalui fractional shares.
Investasi Halal di Saham AS: Panduan Screening Syariah

Share this article

Investasi syariah saham AS kini semakin mudah diakses dari Indonesia. Permintaan global terhadap instrumen investasi halal terus meningkat, dengan aset keuangan syariah dunia melampaui $4 triliun pada 2024.

Dengan standar screening yang jelas dan platform yang mendukung fractional shares, investor Muslim bisa membangun portofolio saham halal Amerika tanpa mengorbankan prinsip syariah. Artikel ini membahas kriteria screening, daftar saham yang lolos, pilihan ETF syariah, dan cara praktis memulai investasi saham syariah dari Indonesia.

Kriteria Saham Halal Menurut AAOIFI dan S&P Shariah Index

AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions) dan S&P Shariah Index adalah dua standar global untuk screening saham syariah. Keduanya menerapkan dua tahap penyaringan: aktivitas bisnis dan rasio keuangan.

Screening aktivitas bisnis

Perusahaan dengan pendapatan utama dari alkohol, judi, rokok, senjata, atau perbankan konvensional langsung dikecualikan. Ini termasuk perusahaan yang memproduksi, mendistribusikan, atau menjual produk-produk tersebut sebagai bisnis inti.

Perusahaan di sektor yang diperbolehkan tetap harus diperiksa lebih lanjut. Jika pendapatan dari sumber non-halal, seperti bunga deposito, royalti dari produk haram, atau biaya keterlambatan, melebihi 5% dari total pendapatan, saham tersebut tidak lolos screening.

Screening rasio keuangan (AAOIFI Standard 21)

Setelah lolos screening bisnis, perusahaan harus memenuhi tiga rasio keuangan:

RasioBatas Maksimal
Utang berbasis bunga / Kapitalisasi pasar< 30%
Deposito berbasis bunga / Kapitalisasi pasar< 30%
Pendapatan non-halal / Total pendapatan< 5%

Rasio utang mengukur seberapa besar perusahaan bergantung pada pinjaman ribawi untuk operasinya. Semakin rendah rasio ini, semakin bersih struktur keuangan perusahaan dari unsur riba.

S&P Shariah Index menerapkan metodologi serupa dengan evaluasi berkelanjutan. Saham yang melanggar rasio selama tiga periode berturut-turut dikeluarkan dari indeks.

Kedua standar ini memberikan kerangka objektif untuk memilah saham syariah dari yang konvensional.

Daftar Saham AS yang Lolos Screening Syariah

Per Maret 2026, puluhan saham AS blue-chip lolos screening AAOIFI dan MSCI. Berikut beberapa yang konsisten memenuhi kriteria:

SahamSektorRasio UtangPendapatan Non-Halal
NVIDIA (NVDA)Teknologi / AI< 5%1,37%
Apple (AAPL)Teknologi2,4%4,14%
Microsoft (MSFT)Teknologi / Cloud< 5%< 5%
Tesla (TSLA)Otomotif / Energi< 5%1,77%
Meta (META)Teknologi / Media Sosial3,2%1,06%
Broadcom (AVGO)Semikonduktor4,2%0,54%
AMD (AMD)Semikonduktor1,0%0,62%
Eli Lilly (LLY)Farmasi< 5%< 5%

Sektor teknologi mendominasi daftar ini karena perusahaan tech umumnya memiliki utang rendah dan model bisnis yang tidak melibatkan aktivitas haram. Namun, tidak semua saham teknologi otomatis halal, setiap perusahaan tetap harus lolos screening rasio keuangan.

Status halal direvalidasi setiap kuartal setelah laporan keuangan (10-Q atau 10-K) dirilis. Gunakan tools gratis seperti Zoya, Musaffa, atau IslamicFinanceGuru untuk mengecek status terkini sebuah saham sebelum membeli.

Memahami perbedaan saham syariah dan konvensional membantu kamu lebih percaya diri dalam memilih saham yang sesuai prinsip Islam.

Semua saham AS di atas bisa dibeli mulai dari $1 lewat fitur fractional shares di Gotrade Indonesia. Cocok untuk investor Muslim yang ingin membangun portofolio syariah secara bertahap.

ETF Syariah di Pasar AS: SPUS dan HLAL

Bagi yang tidak ingin screening satu per satu, ETF syariah adalah solusi praktis. Dua ETF paling populer di pasar AS, keduanya diluncurkan pada 2019:

AspekSPUSHLAL
Indeks acuanS&P 500 Sharia ExclusionsFTSE USA Shariah
Expense ratio0,45%0,50%
Total aset (AUM)~$2,1 miliar~$600 juta
Return tahunan16,91%15,38%
CakupanLarge-capLarge + mid-cap

SPUS unggul dalam biaya lebih rendah dan likuiditas lebih tinggi. HLAL menawarkan diversifikasi lebih luas karena mencakup mid-cap selain large-cap.

Menariknya, kedua ETF ini mengungguli S&P 500 sejak diluncurkan. Hal ini sebagian karena ETF syariah secara otomatis mengecualikan sektor keuangan konvensional yang sering underperform.

Jika kamu mengutamakan likuiditas dan biaya rendah, pilih SPUS. Jika diversifikasi lebih luas lebih penting, HLAL lebih sesuai. Keduanya bisa menjadi fondasi portofolio investasi syariah yang solid untuk jangka panjang.

Cara Investasi Saham Halal lewat Gotrade

Gotrade Indonesia memungkinkan kamu membeli saham dan ETF AS langsung, termasuk saham halal dan ETF syariah. Platform ini beroperasi melalui PT Valbury Asia Futures yang terdaftar di OJK dan Bappebti.

1. Buka akun dan deposit

Download Gotrade Indonesia, selesaikan verifikasi akun (KYC), dan deposit mulai US$5 via transfer bank lokal. Dana akan dikonversi ke USD secara otomatis untuk pembelian saham AS.

2. Screening saham syariah

Sebelum membeli, cek status syariah di Zoya atau Musaffa. Pastikan rasio utang di bawah 30% dan pendapatan non-halal di bawah 5%. Perhatikan juga apakah ada perubahan status di kuartal terbaru.

3. Beli saham atau ETF

Gotrade mendukung fractional shares. Kamu bisa membeli NVDA, AAPL, atau ETF SPUS mulai dari US$1, memungkinkan diversifikasi portofolio bahkan dengan modal kecil.

4. Purifikasi pendapatan

Beberapa perusahaan halal masih memiliki sedikit pendapatan non-halal di bawah ambang 5%. Kamu disarankan mendonasikan persentase dividen yang setara dengan rasio pendapatan non-halal perusahaan. Misalnya, jika non-halal income sebuah perusahaan 1,37%, donasikan 1,37% dari dividen yang diterima.

Jika baru memulai investasi syariah, mulai dengan ETF sebelum memilih saham individual.

Kesimpulan

Investasi halal di saham AS kini bisa dijangkau dari Indonesia berkat standar screening AAOIFI dan S&P Shariah Index yang objektif. ETF seperti SPUS dan HLAL menyederhanakan eksekusi bagi yang tidak ingin screening manual.

Dengan semakin banyaknya tools screening gratis dan platform yang mendukung fractional shares, membangun portofolio syariah global tidak pernah semudah ini. Mulai bangun portofolio saham AS syariah dari US$1 dengan Gotrade Indonesia. Download aplikasinya dan investasi sesuai prinsipmu.

FAQ

Apakah semua saham teknologi AS halal?
Tidak, setiap saham harus lolos screening rasio keuangan AAOIFI meskipun sektor bisnisnya diperbolehkan.

Apa bedanya SPUS dan HLAL?
SPUS melacak S&P 500 Sharia Exclusions (large-cap), sedangkan HLAL mengikuti FTSE USA Shariah (large + mid-cap).

Berapa modal minimum untuk investasi saham halal AS?
Kamu bisa mulai dari US$1 melalui fitur fractional shares di Gotrade.

Sumber:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade