IHSG trading halt dan kembali melemah pada Kamis (29/1), melansir CNBC Indonesia, menegaskan satu hal penting bagi investor dan trader: ketergantungan pada satu pasar membawa risiko struktural. Saat perdagangan dihentikan sementara dan likuiditas mengering, peluang transaksi praktis ikut tertutup.
Di momen seperti ini, sebagian investor memilih mengalihkan fokus ke pasar saham AS yang tetap aktif, likuid, dan menyediakan banyak instrumen defensif maupun growth. Bukan sebagai reaksi panik, tetapi sebagai opsi diversifikasi dan continuity trading.
Dengan akses global melalui aplikasi Gotrade, investor Indonesia bisa langsung membeli saham dan ETF AS, termasuk secara fractional, tanpa menunggu pasar lokal pulih.
Kenapa Saham dan ETF AS Relevan saat IHSG Trading Halt
Sebelum masuk ke daftar rekomendasi, penting memahami alasannya.
-
Pasar saham AS tetap buka saat pasar lokal mengalami gangguan
-
Likuiditas tinggi, spread relatif ketat
-
Tersedia ETF indeks, defensif, hingga cash-like instruments
-
Cocok untuk menjaga exposure market tanpa tergantung IHSG
Pendekatannya bukan “kabur dari Indonesia”, tapi mengelola risiko single-market.
Rekomendasi ETF AS yang Relatif Stabil saat Market Lokal Bermasalah
ETF sering jadi pilihan pertama karena diversifikasi instan dan likuiditas tinggi.
ETF Indeks Besar (Core Exposure)
Cocok untuk investor yang ingin tetap terpapar market global secara luas.
ETF ini merepresentasikan perusahaan besar AS dengan likuiditas sangat tinggi.
ETF Nasdaq & Growth Besar
Untuk investor yang tetap ingin exposure growth meski pasar lokal terganggu.
-
QQQ: Invesco QQQ Trust
Perlu dicatat, volatilitas lebih tinggi dibanding ETF indeks luas.
ETF Defensif
Cocok saat sentimen risk-off meningkat.
ETF defensif sering lebih tahan saat market global bergejolak.
ETF Low Volatility & Quality
Untuk investor yang ingin menurunkan fluktuasi portofolio.
-
SPLV: Invesco S&P 500 Low Volatility
ETF Obligasi & Cash-Equivalent
Sebagai tempat parkir dana sementara.
- IEF: 7–10 Year Treasury Bond ETF
ETF Komoditas
Untuk investor yang ingin diversifikasi ke emas dan perak.
Semua ETF ini bisa dibeli langsung lewat aplikasi investasi Gotrade Indonesia, termasuk dengan nominal kecil melalui fractional shares.
Rekomendasi Saham AS Large Cap
Bagi yang memilih saham individual, fokus ke large cap dengan likuiditas tinggi lebih masuk akal saat market tidak stabil.
Saham Teknologi Besar (Mega Cap)
-
AAPL: saham Apple
-
MSFT: saham Microsoft
-
GOOGL: saham Alphabet (Google)
-
AMZN: saham Amazon
-
META: saham Meta Platforms (Facebook)
-
NVDA: saham Nvidia
Saham-saham ini sering menjadi “core holding” investor global.
Saham Defensif Konsumsi & Healthcare
-
KO: Saham Coca-Cola
-
PG: Saham Procter & Gamble
-
PEP: Saham PepsiCo
-
JNJ: Saham Johnson & Johnson
-
UNH: Saham UnitedHealth Group
Biasanya lebih stabil saat market stress.
Saham Keuangan & Infrastruktur Besar
Likuiditas tinggi dan sering jadi pilihan institusi.
Cara Mengakses dan Membeli Saham & ETF AS lewat Gotrade
Buat investor Indonesia, akses ke saham AS kini jauh lebih praktis.
Melalui Gotrade Indonesia, kamu bisa:
-
Membeli saham & ETF AS langsung
-
Mulai dari modal kecil (fractional shares) dari US$1
-
Trading saham AS saat market lokal pause
-
Mengelola portofolio global dalam satu aplikasi
- Trading 24 jam
Ini memungkinkan investor tetap aktif tanpa bergantung penuh pada kondisi IHSG.
Catatan Penting sebelum Membeli saat IHSG Trading Halt
Meski pasar AS menawarkan banyak opsi, tetap ada prinsip yang perlu dijaga:
-
Jangan all-in hanya karena IHSG bermasalah
-
Sesuaikan dengan timeframe & profil risiko
-
ETF lebih cocok untuk stabilitas, saham individual untuk selektif
-
Fokus ke likuiditas dan kualitas, bukan spekulasi ekstrem
Diversifikasi adalah alat manajemen risiko, bukan jaminan profit.
Kesimpulan
IHSG trading halt menjadi pengingat bahwa risiko pasar tidak hanya soal harga, tetapi juga akses dan likuiditas. Dalam kondisi seperti ini, saham dan ETF AS bisa menjadi alternatif rasional untuk menjaga exposure market dan kontinuitas strategi.
Dengan pilihan ETF indeks, defensif, hingga saham large cap, investor memiliki banyak opsi yang relatif likuid dan transparan. Melalui aplikasi Gotrade, akses ke pasar saham AS kini bisa dilakukan lebih awal dan lebih fleksibel, sebagai bagian dari strategi diversifikasi global yang lebih seimbang.
FAQ
Apakah aman membeli saham AS saat IHSG trading halt?
Aman secara akses, tetapi tetap memiliki risiko market. Yang penting adalah pemilihan instrumen dan manajemen risiko.
Lebih baik beli ETF atau saham individual?
ETF cocok untuk stabilitas dan diversifikasi, saham individual cocok jika sudah paham risikonya.
Apakah investor pemula bisa beli saham AS?
Bisa. Disarankan mulai dari ETF indeks atau saham large cap melalui fractional shares.
Bagaimana cara beli saham AS dari Indonesia?
Melalui aplikasi Gotrade Indonesia yang menyediakan akses saham dan ETF Amerika Serikat.











