Apa yang Membuat Harga Perak Naik dan Turun?
Sama seperti instrumen investasi lainnya, harga perak tidak bergerak secara acak. Ada berbagai faktor yang saling memengaruhi sehingga nilainya bisa mengalami kenaikan maupun penurunan dalam periode tertentu. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, kamu dapat memiliki gambaran yang lebih baik mengenai karakter investasi perak.
1. Permintaan dari sektor industri
Sebagian besar penggunaan perak berasal dari industri, mulai dari elektronik hingga energi terbarukan. Ketika aktivitas manufaktur meningkat, permintaan terhadap perak biasanya ikut bertambah sehingga dapat memberikan dorongan pada harga.
2. Kondisi ekonomi global
Perlambatan maupun pertumbuhan ekonomi turut memengaruhi kebutuhan industri terhadap perak. Saat ekonomi berkembang, produksi berbagai sektor biasanya meningkat sehingga konsumsi perak juga cenderung bertambah. Sebaliknya, ketika aktivitas ekonomi melemah, permintaan dapat ikut menurun.
3. Nilai tukar dolar AS
Perak diperdagangkan menggunakan dolar AS di pasar internasional. Karena itu, perubahan nilai dolar dapat memengaruhi daya beli investor global terhadap logam ini. Dalam kondisi tertentu, pelemahan dolar dapat membuat harga perak menjadi lebih menarik bagi investor di berbagai negara.
4. Inflasi dan suku bunga
Ketika inflasi meningkat, sebagian investor mulai mencari aset alternatif untuk membantu menjaga nilai kekayaan mereka. Di sisi lain, perubahan suku bunga juga dapat memengaruhi minat investor terhadap berbagai kelas aset, termasuk logam mulia seperti perak.
5. Pasokan dari sektor pertambangan
Produksi perak tidak hanya bergantung pada tambang khusus perak, tetapi juga banyak dihasilkan sebagai produk sampingan dari penambangan logam lain, seperti tembaga, timbal, dan seng. Gangguan produksi maupun perubahan pasokan global dapat memengaruhi keseimbangan antara permintaan dan penawaran sehingga berdampak pada harga.
8 Keuntungan dan Risiko dari Investasi Perak
Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami bahwa perak memiliki potensi keuntungan sekaligus risiko. Dengan mengenali kedua sisi tersebut, kamu dapat menilai apakah investasi perak sesuai dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko yang dimiliki.
1. Modal Awal Lebih Terjangkau Dibanding Emas
Dibandingkan emas, harga perak per ons umumnya lebih rendah sehingga investor dapat mulai berinvestasi dengan modal yang lebih terjangkau. Kondisi ini memberikan fleksibilitas bagi investor pemula untuk membangun kepemilikan aset logam mulia secara bertahap tanpa harus menyiapkan dana dalam jumlah besar.
Selain lebih mudah diakses, harga yang lebih terjangkau juga memungkinkan investor melakukan pembelian secara berkala sesuai kemampuan finansial.
2. Berpotensi Membantu Diversifikasi Portofolio
Perak sering dimanfaatkan sebagai aset pelengkap dalam portofolio karena pergerakan harganya tidak selalu searah dengan saham maupun obligasi. Dengan memiliki beberapa jenis aset, investor dapat mengurangi ketergantungan pada satu instrumen investasi saja.
Dalam penelitian yang diterbitkan di European Research Studies Journal, perak menunjukkan korelasi yang relatif rendah terhadap pasar saham pada kondisi tertentu sehingga dapat berperan sebagai instrumen diversifikasi. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar dan tidak selalu berlaku pada setiap periode.
Meski demikian, diversifikasi bukan berarti dapat menghilangkan risiko investasi. Tujuannya adalah membantu menciptakan portofolio yang lebih seimbang sesuai kebutuhan masing-masing investor.
3. Didukung Permintaan dari Berbagai Sektor Industri
Tidak seperti emas yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai aset investasi dan perhiasan, perak memiliki peran penting di berbagai sektor industri. Logam ini digunakan dalam pembuatan panel surya, kendaraan listrik, komponen elektronik, hingga perangkat medis.
Permintaan dari berbagai industri tersebut membuat harga perak tidak hanya dipengaruhi aktivitas investor, tetapi juga perkembangan ekonomi dan teknologi secara global.
4. Tersedia dalam Berbagai Pilihan Instrumen
Investasi perak dapat dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari perak fisik, exchange-traded fund (ETF) berbasis perak, hingga saham perusahaan tambang. Setiap pilihan memiliki karakteristik, tingkat likuiditas, dan risiko yang berbeda sehingga investor dapat menyesuaikannya dengan tujuan investasi masing-masing.
5. Harga Cenderung Lebih Fluktuatif
Pergerakan harga perak dapat berubah cukup signifikan dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan permintaan industri, kondisi ekonomi global, hingga sentimen pasar.
Karena volatilitasnya relatif tinggi, investor perlu memahami bahwa nilai investasi dapat naik maupun turun dalam periode tertentu.
6. Tidak Menghasilkan Pendapatan Pasif
Berbeda dengan saham yang berpotensi membagikan dividen atau obligasi yang memberikan kupon, investasi perak tidak menghasilkan pendapatan secara berkala. Potensi keuntungan umumnya diperoleh dari kenaikan harga ketika aset dijual.
Dilansir dari CBS News, sejumlah perencana keuangan menilai perak lebih tepat diposisikan sebagai instrumen diversifikasi daripada sumber pendapatan utama dalam portofolio investasi.
Karena itu, investasi perak umumnya lebih sesuai sebagai aset pelengkap dibanding satu-satunya instrumen untuk mengejar pendapatan investasi.
7. Harga Dipengaruhi Kondisi Ekonomi dan Industri
Selain dipengaruhi sentimen investor, harga perak juga sangat bergantung pada permintaan dari sektor industri. Ketika aktivitas manufaktur melambat atau ekonomi global mengalami perlambatan, kebutuhan terhadap perak dapat menurun sehingga berdampak pada pergerakan harganya.
Karakteristik ini membuat harga perak memiliki dinamika yang berbeda dibanding beberapa instrumen investasi lainnya.
8. Perak Fisik Memerlukan Penyimpanan yang Aman
Jika memilih membeli perak dalam bentuk fisik, kamu perlu mempertimbangkan aspek penyimpanan dan keamanan. Logam mulia sebaiknya disimpan di tempat yang aman untuk mengurangi risiko kehilangan maupun kerusakan.
Selain itu, investasi perak fisik biasanya memiliki selisih antara harga beli dan harga jual (spread). Faktor ini dapat memengaruhi potensi keuntungan, terutama jika aset dijual kembali dalam jangka waktu yang relatif singkat.
Perak Fisik, ETF, atau Saham Perusahaan Tambang, Pilih yang Mana?
Setelah memahami keuntungan dan risiko investasi perak, langkah berikutnya adalah memilih instrumen yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Secara umum, ada tiga cara yang sering digunakan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap perak, yaitu membeli perak fisik, berinvestasi melalui exchange-traded fund (ETF) berbasis perak, atau membeli saham perusahaan tambang perak.
Masing-masing instrumen memiliki karakteristik, tingkat likuiditas, dan risiko yang berbeda. Berikut perbandingannya.
Instrumen | Cocok untuk | Kelebihan | Hal yang Perlu Dipertimbangkan |
Perak fisik | Investor yang ingin memiliki logam mulia secara langsung | Memiliki aset fisik yang dapat disimpan | Membutuhkan tempat penyimpanan yang aman serta terdapat selisih harga beli dan jual (spread) |
ETF perak | Investor yang mengutamakan kemudahan transaksi | Mudah diperjualbelikan melalui bursa dan tidak memerlukan penyimpanan fisik. Contohnya, ETF seperti iShares Silver Trust (SLV) dapat diperdagangkan melalui Gotrade. | Tetap mengikuti pergerakan harga pasar sehingga nilainya dapat berfluktuasi |
Saham perusahaan tambang perak | Investor yang ingin memperoleh eksposur pada industri perak | Berpotensi mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan bisnis perusahaan | Dipengaruhi oleh harga perak sekaligus kinerja dan kondisi bisnis perusahaan |
Tidak ada instrumen yang paling baik untuk semua orang. Pilihan yang tepat bergantung pada tujuan investasi, jangka waktu, serta tingkat risiko yang siap kamu hadapi. Karena itu, pastikan kamu memahami karakteristik setiap instrumen sebelum mulai berinvestasi.
Tips Mudah Memulai Investasi Perak?
Sebelum mulai berinvestasi, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pertimbangkan agar pilihan instrumen yang diambil sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko. Berikut beberapa di antaranya:
Tentukan tujuan investasimu. Pastikan kamu mengetahui tujuan berinvestasi, baik untuk diversifikasi portofolio, investasi jangka panjang, maupun tujuan keuangan lainnya. Tujuan tersebut akan membantu menentukan instrumen yang paling sesuai.
Pilih instrumen sesuai profil risiko. Perak fisik, ETF berbasis perak, dan saham perusahaan tambang memiliki karakteristik serta tingkat risiko yang berbeda. Pilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan toleransi risikomu.
Pahami faktor yang memengaruhi harga perak. Pergerakan harga perak dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti permintaan industri, kondisi ekonomi global, inflasi, hingga nilai tukar dolar AS. Memahami faktor-faktor tersebut dapat membantumu mengambil keputusan investasi secara lebih objektif.
Bangun portofolio yang terdiversifikasi. Hindari menempatkan seluruh dana pada satu jenis aset. Mengkombinasikan beberapa instrumen investasi sesuai tujuan dan profil risiko dapat membantu membangun portofolio yang lebih seimbang
Mulai Diversifikasi Portofoliomu Bersama Gotrade
Investasi perak dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi portofolio, tetapi penting untuk menyesuaikannya dengan tujuan investasi dan profil risiko. Selain perak, kamu juga bisa membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi melalui saham Amerika dan ETF global di Gotrade. Yuk, download aplikasi Gotrade dan mulai investasimu sesuai tujuan keuangan.
FAQ
Apakah investasi perak menguntungkan?
Investasi perak berpotensi memberikan keuntungan apabila harga perak mengalami kenaikan. Selain dipengaruhi minat investor, pergerakan harga perak juga berkaitan dengan permintaan dari berbagai sektor industri. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, potensi keuntungan selalu disertai risiko sehingga hasil investasi tidak dapat dijamin.
Apa saja risiko investasi perak?
Beberapa risiko investasi perak meliputi fluktuasi harga yang relatif tinggi, tidak menghasilkan pendapatan pasif seperti dividen, dipengaruhi kondisi ekonomi global dan permintaan industri, serta memerlukan penyimpanan yang aman jika membeli perak dalam bentuk fisik.
Mana yang lebih baik, investasi perak atau emas?
Perak dan emas memiliki karakteristik yang berbeda. Emas lebih sering dipilih sebagai aset penyimpan nilai, sedangkan perak memiliki fungsi ganda sebagai logam mulia sekaligus bahan baku industri. Pilihan yang tepat bergantung pada tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing investor.
Bagaimana cara mulai investasi perak?
Kamu dapat berinvestasi melalui beberapa instrumen, seperti perak fisik, ETF berbasis perak, atau saham perusahaan tambang. Sebelum memilih instrumen, pastikan kamu memahami karakteristik, risiko, dan tujuan investasi agar keputusan yang diambil lebih sesuai dengan kebutuhanmu.
Referensi:
CBS News. “Should You Invest in Silver? Pros, Cons and Considerations”
Yahoo Finance. Silver's Dual Role as an Investment and Industrial Metal.
Karpio, A., & Żebrowska-Suchodolska, D. (2021). Silver in Equity Portfolio Risk Optimization: Polish Investor Perspective. European Research Studies Journal