Keuntungan dan Risiko Investasi Perak, yang Perlu Kamu Ketahui!

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Keuntungan dan Risiko Investasi Perak, yang Perlu Kamu Ketahui!

Ketika membahas investasi logam mulia, sebagian besar orang mungkin langsung teringat pada emas. Padahal, perak juga mulai banyak dilirik karena harganya lebih terjangkau dan didukung permintaan dari berbagai sektor industri. Meski begitu, investasi perak tetap memiliki risiko yang perlu dipahami sebelum menjadi bagian dari portofolio.

Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari keuntungan dan risiko investasi perak, faktor yang memengaruhi pergerakan harganya, serta pilihan instrumen yang dapat dipertimbangkan.

Mengapa Investasi Perak Mulai Dilirik Investor?

Selama bertahun-tahun, emas menjadi pilihan utama investasi logam mulia. Namun, perak kini semakin menarik perhatian karena tidak hanya memiliki harga yang relatif lebih terjangkau, tetapi juga berperan penting dalam berbagai sektor industri, seperti panel surya, kendaraan listrik, elektronik, dan perangkat medis.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Menurut Yahoo Finance, sekitar 60% permintaan perak dunia berasal dari sektor industri. Hal ini membuat pergerakan harga perak dipengaruhi bukan hanya oleh aktivitas investor, tetapi juga kebutuhan manufaktur dan perkembangan teknologi.

Karakter tersebut membuat perak memiliki dinamika yang berbeda dibanding emas. Saat permintaan industri meningkat, harga perak berpotensi ikut terdorong.

Sebaliknya, perlambatan ekonomi dapat menekan kebutuhan industri sehingga memengaruhi pergerakan harganya. Di sisi lain, harganya yang lebih terjangkau juga menjadikan perak sebagai salah satu alternatif untuk melengkapi portofolio investasi.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Apa yang Membuat Harga Perak Naik dan Turun?

Sama seperti instrumen investasi lainnya, harga perak tidak bergerak secara acak. Ada berbagai faktor yang saling memengaruhi sehingga nilainya bisa mengalami kenaikan maupun penurunan dalam periode tertentu. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, kamu dapat memiliki gambaran yang lebih baik mengenai karakter investasi perak.

1. Permintaan dari sektor industri

Sebagian besar penggunaan perak berasal dari industri, mulai dari elektronik hingga energi terbarukan. Ketika aktivitas manufaktur meningkat, permintaan terhadap perak biasanya ikut bertambah sehingga dapat memberikan dorongan pada harga.

2. Kondisi ekonomi global

Perlambatan maupun pertumbuhan ekonomi turut memengaruhi kebutuhan industri terhadap perak. Saat ekonomi berkembang, produksi berbagai sektor biasanya meningkat sehingga konsumsi perak juga cenderung bertambah. Sebaliknya, ketika aktivitas ekonomi melemah, permintaan dapat ikut menurun.

3. Nilai tukar dolar AS

Perak diperdagangkan menggunakan dolar AS di pasar internasional. Karena itu, perubahan nilai dolar dapat memengaruhi daya beli investor global terhadap logam ini. Dalam kondisi tertentu, pelemahan dolar dapat membuat harga perak menjadi lebih menarik bagi investor di berbagai negara.

4. Inflasi dan suku bunga

Ketika inflasi meningkat, sebagian investor mulai mencari aset alternatif untuk membantu menjaga nilai kekayaan mereka. Di sisi lain, perubahan suku bunga juga dapat memengaruhi minat investor terhadap berbagai kelas aset, termasuk logam mulia seperti perak.

5. Pasokan dari sektor pertambangan

Produksi perak tidak hanya bergantung pada tambang khusus perak, tetapi juga banyak dihasilkan sebagai produk sampingan dari penambangan logam lain, seperti tembaga, timbal, dan seng. Gangguan produksi maupun perubahan pasokan global dapat memengaruhi keseimbangan antara permintaan dan penawaran sehingga berdampak pada harga.

8 Keuntungan dan Risiko dari Investasi Perak

Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami bahwa perak memiliki potensi keuntungan sekaligus risiko. Dengan mengenali kedua sisi tersebut, kamu dapat menilai apakah investasi perak sesuai dengan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko yang dimiliki.

1. Modal Awal Lebih Terjangkau Dibanding Emas

Dibandingkan emas, harga perak per ons umumnya lebih rendah sehingga investor dapat mulai berinvestasi dengan modal yang lebih terjangkau. Kondisi ini memberikan fleksibilitas bagi investor pemula untuk membangun kepemilikan aset logam mulia secara bertahap tanpa harus menyiapkan dana dalam jumlah besar.

Selain lebih mudah diakses, harga yang lebih terjangkau juga memungkinkan investor melakukan pembelian secara berkala sesuai kemampuan finansial.

2. Berpotensi Membantu Diversifikasi Portofolio

Perak sering dimanfaatkan sebagai aset pelengkap dalam portofolio karena pergerakan harganya tidak selalu searah dengan saham maupun obligasi. Dengan memiliki beberapa jenis aset, investor dapat mengurangi ketergantungan pada satu instrumen investasi saja.

Dalam penelitian yang diterbitkan di European Research Studies Journal, perak menunjukkan korelasi yang relatif rendah terhadap pasar saham pada kondisi tertentu sehingga dapat berperan sebagai instrumen diversifikasi. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar dan tidak selalu berlaku pada setiap periode.

Meski demikian, diversifikasi bukan berarti dapat menghilangkan risiko investasi. Tujuannya adalah membantu menciptakan portofolio yang lebih seimbang sesuai kebutuhan masing-masing investor.

3. Didukung Permintaan dari Berbagai Sektor Industri

Tidak seperti emas yang sebagian besar dimanfaatkan sebagai aset investasi dan perhiasan, perak memiliki peran penting di berbagai sektor industri. Logam ini digunakan dalam pembuatan panel surya, kendaraan listrik, komponen elektronik, hingga perangkat medis.

Permintaan dari berbagai industri tersebut membuat harga perak tidak hanya dipengaruhi aktivitas investor, tetapi juga perkembangan ekonomi dan teknologi secara global.

4. Tersedia dalam Berbagai Pilihan Instrumen

Investasi perak dapat dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari perak fisik, exchange-traded fund (ETF) berbasis perak, hingga saham perusahaan tambang. Setiap pilihan memiliki karakteristik, tingkat likuiditas, dan risiko yang berbeda sehingga investor dapat menyesuaikannya dengan tujuan investasi masing-masing.

5. Harga Cenderung Lebih Fluktuatif

Pergerakan harga perak dapat berubah cukup signifikan dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan permintaan industri, kondisi ekonomi global, hingga sentimen pasar.

Karena volatilitasnya relatif tinggi, investor perlu memahami bahwa nilai investasi dapat naik maupun turun dalam periode tertentu.

6. Tidak Menghasilkan Pendapatan Pasif

Berbeda dengan saham yang berpotensi membagikan dividen atau obligasi yang memberikan kupon, investasi perak tidak menghasilkan pendapatan secara berkala. Potensi keuntungan umumnya diperoleh dari kenaikan harga ketika aset dijual.

Dilansir dari CBS News, sejumlah perencana keuangan menilai perak lebih tepat diposisikan sebagai instrumen diversifikasi daripada sumber pendapatan utama dalam portofolio investasi.

Karena itu, investasi perak umumnya lebih sesuai sebagai aset pelengkap dibanding satu-satunya instrumen untuk mengejar pendapatan investasi.

7. Harga Dipengaruhi Kondisi Ekonomi dan Industri

Selain dipengaruhi sentimen investor, harga perak juga sangat bergantung pada permintaan dari sektor industri. Ketika aktivitas manufaktur melambat atau ekonomi global mengalami perlambatan, kebutuhan terhadap perak dapat menurun sehingga berdampak pada pergerakan harganya.

Karakteristik ini membuat harga perak memiliki dinamika yang berbeda dibanding beberapa instrumen investasi lainnya.

8. Perak Fisik Memerlukan Penyimpanan yang Aman

Jika memilih membeli perak dalam bentuk fisik, kamu perlu mempertimbangkan aspek penyimpanan dan keamanan. Logam mulia sebaiknya disimpan di tempat yang aman untuk mengurangi risiko kehilangan maupun kerusakan.

Selain itu, investasi perak fisik biasanya memiliki selisih antara harga beli dan harga jual (spread). Faktor ini dapat memengaruhi potensi keuntungan, terutama jika aset dijual kembali dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Perak Fisik, ETF, atau Saham Perusahaan Tambang, Pilih yang Mana?

Setelah memahami keuntungan dan risiko investasi perak, langkah berikutnya adalah memilih instrumen yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Secara umum, ada tiga cara yang sering digunakan investor untuk mendapatkan eksposur terhadap perak, yaitu membeli perak fisik, berinvestasi melalui exchange-traded fund (ETF) berbasis perak, atau membeli saham perusahaan tambang perak.

Masing-masing instrumen memiliki karakteristik, tingkat likuiditas, dan risiko yang berbeda. Berikut perbandingannya.

Instrumen

Cocok untuk

Kelebihan

Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Perak fisik

Investor yang ingin memiliki logam mulia secara langsung

Memiliki aset fisik yang dapat disimpan

Membutuhkan tempat penyimpanan yang aman serta terdapat selisih harga beli dan jual (spread)

ETF perak

Investor yang mengutamakan kemudahan transaksi

Mudah diperjualbelikan melalui bursa dan tidak memerlukan penyimpanan fisik. Contohnya, ETF seperti iShares Silver Trust (SLV) dapat diperdagangkan melalui Gotrade.

Tetap mengikuti pergerakan harga pasar sehingga nilainya dapat berfluktuasi

Saham perusahaan tambang perak

Investor yang ingin memperoleh eksposur pada industri perak

Berpotensi mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan bisnis perusahaan

Dipengaruhi oleh harga perak sekaligus kinerja dan kondisi bisnis perusahaan

Tidak ada instrumen yang paling baik untuk semua orang. Pilihan yang tepat bergantung pada tujuan investasi, jangka waktu, serta tingkat risiko yang siap kamu hadapi. Karena itu, pastikan kamu memahami karakteristik setiap instrumen sebelum mulai berinvestasi.

Tips Mudah Memulai Investasi Perak?

Sebelum mulai berinvestasi, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pertimbangkan agar pilihan instrumen yang diambil sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko. Berikut beberapa di antaranya:

  • Tentukan tujuan investasimu. Pastikan kamu mengetahui tujuan berinvestasi, baik untuk diversifikasi portofolio, investasi jangka panjang, maupun tujuan keuangan lainnya. Tujuan tersebut akan membantu menentukan instrumen yang paling sesuai.

  • Pilih instrumen sesuai profil risiko. Perak fisik, ETF berbasis perak, dan saham perusahaan tambang memiliki karakteristik serta tingkat risiko yang berbeda. Pilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan toleransi risikomu.

  • Pahami faktor yang memengaruhi harga perak. Pergerakan harga perak dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti permintaan industri, kondisi ekonomi global, inflasi, hingga nilai tukar dolar AS. Memahami faktor-faktor tersebut dapat membantumu mengambil keputusan investasi secara lebih objektif.

  • Bangun portofolio yang terdiversifikasi. Hindari menempatkan seluruh dana pada satu jenis aset. Mengkombinasikan beberapa instrumen investasi sesuai tujuan dan profil risiko dapat membantu membangun portofolio yang lebih seimbang

Mulai Diversifikasi Portofoliomu Bersama Gotrade

Investasi perak dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi portofolio, tetapi penting untuk menyesuaikannya dengan tujuan investasi dan profil risiko. Selain perak, kamu juga bisa membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi melalui saham Amerika dan ETF global di Gotrade. Yuk, download aplikasi Gotrade dan mulai investasimu sesuai tujuan keuangan.

FAQ

Apakah investasi perak menguntungkan?

Investasi perak berpotensi memberikan keuntungan apabila harga perak mengalami kenaikan. Selain dipengaruhi minat investor, pergerakan harga perak juga berkaitan dengan permintaan dari berbagai sektor industri. Namun, seperti instrumen investasi lainnya, potensi keuntungan selalu disertai risiko sehingga hasil investasi tidak dapat dijamin.

Apa saja risiko investasi perak?

Beberapa risiko investasi perak meliputi fluktuasi harga yang relatif tinggi, tidak menghasilkan pendapatan pasif seperti dividen, dipengaruhi kondisi ekonomi global dan permintaan industri, serta memerlukan penyimpanan yang aman jika membeli perak dalam bentuk fisik.

Mana yang lebih baik, investasi perak atau emas?

Perak dan emas memiliki karakteristik yang berbeda. Emas lebih sering dipilih sebagai aset penyimpan nilai, sedangkan perak memiliki fungsi ganda sebagai logam mulia sekaligus bahan baku industri. Pilihan yang tepat bergantung pada tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing investor.

Bagaimana cara mulai investasi perak?

Kamu dapat berinvestasi melalui beberapa instrumen, seperti perak fisik, ETF berbasis perak, atau saham perusahaan tambang. Sebelum memilih instrumen, pastikan kamu memahami karakteristik, risiko, dan tujuan investasi agar keputusan yang diambil lebih sesuai dengan kebutuhanmu.

Referensi:

CBS News. “Should You Invest in Silver? Pros, Cons and Considerations”

Yahoo Finance. Silver's Dual Role as an Investment and Industrial Metal.

Karpio, A., & Żebrowska-Suchodolska, D. (2021). Silver in Equity Portfolio Risk Optimization: Polish Investor Perspective. European Research Studies Journal

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade