Apa Itu MSCI? Pengertian, Klasifikasi Pasar, dan Dampaknya ke Saham Indonesia

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu MSCI? Pengertian, Klasifikasi Pasar, dan Dampaknya ke Saham Indonesia

Ringkasan

  • MSCI adalah penyedia indeks saham global yang digunakan sebagai tolok ukur oleh banyak dana investasi di dunia.
  • Dana investasi pasif dan ETF yang mengikuti indeks MSCI dapat menyesuaikan kepemilikan asetnya ketika komposisi indeks berubah.
  • MSCI mengelompokkan pasar saham menjadi empat kategori, yaitu Developed Markets, Emerging Markets, Frontier Markets, dan Standalone Markets.

MSCI adalah singkatan dari Morgan Stanley Capital International, perusahaan penyedia indeks saham global yang menjadi acuan banyak dana investasi dunia. Namanya ramai lagi karena pada 15 Oktober 2026 lalu, MSCI membuka konsultasi untuk memindahkan Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.

Artikel ini menjelaskan apa itu MSCI saham, cara kerjanya, kapan pengumuman MSCI, dan apa yang sedang terjadi pada pasar Indonesia.

Apa Itu MSCI?

Morgan Stanley Capital International (MSCI) merupakan perusahaan riset dan penyedia indeks yang berpusat di New York. Sejak 1968 perusahaan Capital International menerbitkan indeks pasar saham di luar Amerika Serikat.

Baca juga: Falling Wedge Pattern: Cara Mengenali, Strategi, dan Contohnya

Kemudian, pada 1986 Morgan Stanley melisensikan hak atas indeks itu dan memberinya merek MSCI. Morgan Stanley lalu melepas MSCI melalui penawaran saham perdana pada November 2007, dan pelepasan selesai pada 2009. Kini MSCI Inc. berdiri sendiri sebagai perusahaan tercatat di bursa New York.

Jadi, ketika orang bertanya MSCI itu apa dalam saham jawabannya: MSCI tidak menjual saham dan tidak mengelola dana investor. MSCI menyusun indeks, yaitu daftar saham terpilih beserta bobotnya, yang dipakai sebagai tolok ukur.

Beberapa indeks MSCI yang sering disebut: MSCI World untuk pasar maju, MSCI Emerging Markets untuk pasar berkembang, MSCI ACWI untuk gabungan dunia, dan indeks per negara seperti MSCI Indonesia Index.

Baca juga: Apa Itu Debit Note? Fungsi, Contoh, dan Cara Membuatnya

Peran MSCI

Secara umum, ada beberapa fungsi dan peran MSCI yang membuatnya diperhatikan investor dan regulator:

1. Tolok Ukur Global

Manajer investasi membandingkan kinerja portofolio dengan indeks MSCI. Oleh karena itu, mereka cenderung menyusun portofolio mengikuti saham yang masuk atau keluar dari indeks.

2. Penentu Klasifikasi Pasar

Tiap Juni MSCI akan menilai apakah sebuah pasar termasuk maju, berkembang, frontier, atau standalone. Klasifikasi ini menentukan indeks mana yang memuat saham negara tersebut.

3. Pintu Arus Dana Pasif

Reksa dana indeks dan ETF yang melacak indeks MSCI membeli atau menjual saham saat komposisi berubah.

4. Penilai Aksesibilitas Pasar

MSCI mengumpulkan pengalaman investor institusi global ketika bertransaksi di sebuah bursa. Ini termasuk soal transparansi kepemilikan dan tata kelola.

Perlu diingat, MSCI bukan regulator sehingga tidak mengatur bursa, tetapi penilaiannya memengaruhi ke mana dana global mengalir.

Cara Kerja Indeks MSCI

Indeks MSCI disusun dengan metodologi baku. Umumnya, gambaran alurnya seperti ini:

Tahap

Keterangan

Semesta

Semua saham dari pasar yang diklasifikasikan MSCI

Seleksi

Ukuran perusahaan, ukuran saham yang beredar, likuiditas

Bobot

Menurut kapitalisasi pasar free float

Review

Empat kali setahun, tiap Feb, Mei, Agu, Nov

Penyesuaian

Dana pasif membeli atau menjual sesuai perubahan

Free float merupakan porsi saham yang benar-benar bisa diperdagangkan publik. Cara pembobotan free float yang sama juga dipakai indeks S&P 500. Bobot saham di indeks dihitung dari kapitalisasi pasar free float, bukan dari seluruh saham yang beredar.

Apa yang Terjadi jika Suatu Saham Masuk MSCI?

Ketika sebuah saham masuk indeks, dana pasif yang melacak indeks itu perlu memilikinya sesuai bobot. Permintaan beli yang terkait penyesuaian ini sering terkonsentrasi menjelang tanggal efektif.

Visibilitas di mata investor global juga biasanya naik. Ketika saham keluar, yang terjadi sebaliknya. Dalam hal ini, masuk MSCI bukan rekomendasi investasi dan tidak menjamin harga naik.

Syarat Masuk MSCI

MSCI tidak memilih saham melalui penilaian subjektif. Ada kriteria yang diukur, dan angka batasnya diperbarui tiap tahun dalam dokumen kerangka klasifikasi MSCI.

Berikut adalah beberapa syarat untuk MSCI secara umum:

Kriteria

Artinya

Ukuran perusahaan

Kapitalisasi pasar penuh perusahaan memenuhi batas minimum.

Ukuran saham

Kapitalisasi pasar free float memenuhi batas minimum.

Likuiditas

Pengukuran dengan ATVR, rasio perdagangan tahunan terhadap saham free float. Untuk kategori Emerging, kerangka MSCI menetapkan 15%.

Free float dan FIF

Porsi saham yang tersedia bagi investor internasional, dinyatakan lewat Foreign Inclusion Factor.

Aksesibilitas dan kelayakan investasi

Struktur kepemilikan, batas kepemilikan asing, dan riwayat perdagangan.

Kapitalisasi besar saja belum cukup. Saham dengan free float kecil bisa gagal masuk walaupun nilai perusahaannya besar.

Klasifikasi Pasar MSCI: Maju, Berkembang, Frontier, dan Standalone

Setiap tahun, MSCI menilai pasar saham dunia dengan tiga kriteria yaitu perkembangan ekonomi (hanya untuk pasar maju), syarat ukuran dan likuiditas, serta aksesibilitas pasar. Hasilnya menempatkan pasar ke salah satu dari empat kelompok.

Berikut tingkatan pasar menurut MSCI:

Infografik klasifikasi pasar MSCI

Kapan Pengumuman MSCI?

Umumnya, MSCI punya dua jenis pengumuman. Pertama, index review reguler empat kali setahun yang mengubah daftar saham dan bobot.

Kedua, tinjauan klasifikasi pasar tahunan tiap Juni yang menentukan kelompok sebuah negara.

Review reguler berikutnya adalah November 2026 (diumumkan 11 November 2026, berlaku 1 Desember 2026), lalu Februari, Mei, dan Agustus 2027. MSCI sudah merilis jadwal delapan review sampai Agustus 2028.

Untuk tinjauan tahunan Juni 2026, MSCI mengumumkan hasil accessibility review pada 18 Juni waktu Eropa (terbaca 19 Juni dini hari WIB) dan hasil klasifikasi pada 23 Juni.

Apa yang Sedang Terjadi pada Pasar Indonesia?

Pada 15 Oktober 2026, MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi indeks Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Alasan lengkap usulan ini dapat dibaca dalam pengumuman resmi MSCI. Otoritas pasar Indonesia telah mengumumkan sejumlah langkah perbaikan.

MSCI menerima masukan hingga 30 April 2027 dan akan mengumumkan keputusannya pada atau sebelum 30 Juni 2027. Ini masih usulan: sampai ada keputusan, Indonesia tetap berstatus Emerging Market.

Kesimpulan

MSCI merujuk kepada penyedia indeks global, bukan regulator dan bukan pengelola dana. Indeksnya kerap jadi tolok ukur banyak manajer investasi, dan dana pasif menyesuaikan portofolionya saat komposisi indeks berubah.

Saham masuk indeks lewat kriteria yang terukur, yaitu ukuran perusahaan, free float, likuiditas, dan aksesibilitas. Dalam hal ini, masuk MSCI bukan rekomendasi investasi dan tidak menjamin harga naik.

MSCI meninjau komposisi indeks empat kali setahun, dengan review berikutnya pada November 2026, dan menilai klasifikasi pasar setiap Juni. Untuk Indonesia, MSCI baru mengusulkan pemindahan ke Standalone Market. Masukan diterima sampai 30 April 2027 dan keputusan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027. Sampai ada keputusan, Indonesia tetap berstatus Emerging Market.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah editor sekaligus konten strategis dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman 4+ tahun sebagai reporter ekonomi-bisnis di media nasional. Fokus topik dan minat: keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku