Falling Wedge Pattern: Cara Mengenali, Strategi, dan Contohnya

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Falling Wedge Pattern: Cara Mengenali, Strategi, dan Contohnya

Ringkasan

  • Falling wedge pattern adalah pola grafik yang berpotensi menandakan pembalikan atau kelanjutan tren naik.
  • Konfirmasi breakout, volume, dan pengelolaan risiko penting untuk membantu menganalisis peluang trading.
  • Target harga dapat dihitung menggunakan metode measured move, tetapi hasilnya tidak menjamin harga akan mencapai target.

Pernahkah kamu melihat harga dari sebuah saham semakin menurun, namun pergerakannya menyempit? Itu adalah tanda falling wedge pattern, yakni salah satu pola grafik yang penting untuk diamati para trader.

Lantas, apakah pola ini selalu berarti harga akan semakin naik? Yuk, simak jawaban lebih lanjutnya melalui artikel dibawah ini yang akan membahas soal strategi trading serta cara perhitungan target harganya.

Apa Itu Falling Wedge Pattern?

Falling wedge pattern adalah pola analisa teknikal, saat harga bergerak turun di antara dua garis yang semakin menyempit, dengan garis atas yang menghubungkan puncak serta garis bawah yang menghubungkan lembah harga .

Baca juga: Profit Taking di Saham: Waktu, Strategi, hingga Kalkulator Ambil Untungnya

Pola ini cenderung bullish dan memiliki potensi untuk memicu kenaikan, setelah harga menembus resistance. Dilansir dari Investopedia, pola wedge bisa jadi indikator kelanjutan tren. Oleh sebab itu, ada baiknya kamu memperhatikan tren sebelumnya dan mengonfirmasi breakout sebelum memutuskan.

Karakteristik Falling Wedge yang Perlu Kamu Kenali

Sebelum mengenali falling wedge pattern pada grafik, kamu bisa memperhatikan bentuk garis tren, harga yang bergerak serta volume perdagangan. Simak ciri-cirinya, berikut ini:

  • Dua garis menurun: resistance dan support sama-sama mengarah ke bawah.

  • Puncak dan lembah makin rendah: harga membentuk lower high dan lower low.

  • Garis semakin menyempit: jarak dari resistance dan support makin kecil.

  • Volume berpotensi menurun: aktivitas perdagangan dapat menurun selama pola terbentuk, namun ini bukan selalu syarat yang pasti.

  • Potensi breakout ke atas: harga yang menembus resistance dapat menjadi sinyal awal pembalikan atau kelanjutan tren naik.

Penelitian dalam jurnal CPC-SAX: Data Mining of Financial Chart Patterns with Symbolic Aggregate approXimation and Instance-Based Multilabel Classification membahas cara klasifikasi dalam mengenali pola grafik keuangan dari data deret waktu. Penelitian ini menitikberatkan pada pentingnya identifikasi pola, namun tidak terbukti bahwa falling wedge pattern selalu menghasilkan keuntungan.

Baca juga: Cara Beli Saham Luar Negeri di Indonesia bagi Pemula

anatomi falling wedge pattern

Dua Jenis Falling Wedge Pattern

Walaupun bentuknya sama, falling wedge pattern bisa muncul dalam dua konteks tren, yaitu sebagai sinyal pembalikan arah atau koreksi sebelum tren naik berlanjut. Simak perbedaan antara keduanya dibawah ini:

Falling Wedge Reversal

Falling wedge reversal bisa terbentuk setelah tren turun dan bisa memicu pembalikan ke arah bullish jika harga menembus resistance. Sebagai contoh, harga saham turun dari 120 dolar AS menjadi 90 dolar AS, lalu membentuk pola yang semakin menyempit. Saat harga menembus resistance ke atas, keadaan ini bisa jadi sinyal awal soal perubahan momentum. Tapi, kamu perlu ingat bahwa konfirmasi tetap dibutuhkan sebab false breakout masih mungkin terjadi

Falling Wedge Continuation

Sedangkan, falling wedge continuation muncul sebagai koreksi dalam tren naik yang lebih besar, dengan peluang kenaikan berlanjut setelah harga menembus resistance. Berdasarkan penelitian Norasaed dan Siriborvornratanakul (2024), pola grafik ini bisa dipakai untuk mempelajari dan memprediksi pergerakan pasar. Tapi, penelitian ini lebih membahas chart pattern secara umum, bukan falling wedge secara utama, jadi tidak ada jaminan kalau pola ini akan selalu berhasil.

Baca Juga: Fear of Losing (FOL) dalam Trading: Ciri-ciri, Tanda, dan Cara Mengelolanya

Cara Mengidentifikasi Falling Wedge Pattern pada Grafik

Setelah kamu mulai mengerti jenis-jenis falling wedge pattern, selanjutnya kamu perlu mempelajari grafiknya pada saham. Kamu bisa menggunakan langkah-langkah berikut agar polanya lebih terarah.

Cara Mengidentifikasi Falling Wedge Pattern

1. Identifikasi Tren dan Titik Harga

Amati tren harga sebelumnya, lalu tandai beberapa puncak (high) dan lembah (low) yang terlihat jelas. Perhatikan apakah keduanya cenderung membentuk rangkaian yang semakin rendah, karena tidak semua pergerakan harga turun termasuk falling wedge.

2. Gambar Dua Garis Tren

Hubungkan puncak-puncak harga untuk membentuk resistance dan lembah-lembah harga untuk membentuk support. Pada falling wedge, kedua garis sama-sama menurun dan semakin menyempit.

3. Tunggu Konfirmasi Breakout

Perhatikan apakah harga benar-benar menembus resistance dan ditutup di atasnya. Harga yang hanya menyentuh garis belum tentu menandakan breakout yang valid.

4. Periksa Volume, Penutupan Harga, dan Retest

Setelah breakout, periksa apakah volume perdagangan meningkat dan harga bertahan di atas resistance. Kamu juga bisa mengamati retest, yaitu ketika harga kembali menguji garis resistance yang ditembus. Namun, konfirmasi ini tidak menjamin breakout akan berhasil.

5. Waspadai False Breakout

False breakout terjadi ketika harga sempat menembus resistance, tetapi kemudian kembali masuk ke dalam pola atau bergerak turun. Karena itu, tentukan stop loss, pertimbangkan rasio risiko terhadap potensi keuntungan, dan jangan hanya mengandalkan satu pola grafik.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memahami pasar modal merupakan bagian dari proses belajar sebelum berinvestasi. Karena itu, pertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan trading.

Strategi Trading Menggunakan Falling Wedge Pattern

Setelah mengenali pola dan mengonfirmasi breakout, langkah berikutnya adalah menyusun strategi trading. Kamu perlu menentukan titik masuk, batas kerugian, dan target harga dengan mempertimbangkan risiko.

Menentukan Entry Setelah Breakout

Kamu bisa mempertimbangkan entry setelah harga menembus resistance dan candle ditutup di atasnya, atau setelah retest yang menunjukkan reaksi positif. Konfirmasi ini dapat membantu mengurangi risiko sinyal palsu, tetapi tidak menjamin breakout berhasil.

Menentukan Stop Loss dan Target Harga

Tentukan stop loss berdasarkan struktur harga atau titik ketika pola tidak lagi valid untuk membatasi potensi kerugian. Untuk target harga, kamu bisa menggunakan metode measured move berdasarkan tinggi pola atau mempertimbangkan resistance sebelumnya dan rasio risiko terhadap potensi keuntungan.

Rumus dan Contoh Perhitungan Target Harga Falling Wedge

Kamu bisa memperkirakan target harga falling wedge menggunakan metode measured move, yaitu dengan menambahkan tinggi pola ke harga saat breakout.

1. Rumus tinggi pola

Tinggi pola = Harga tertinggi − Harga terendah

2. Rumus target harga

Target harga = Harga breakout + Tinggi pola

Keterangan:

  • Harga tertinggi: puncak harga pada bagian awal pola.

  • Harga terendah: lembah harga pada bagian awal pola.

  • Harga breakout: harga saat menembus resistance.

Hasil perhitungan ini hanya estimasi teknikal, bukan jaminan harga akan mencapai target.

Misalnya, harga tertinggi awal pola berada di 100 dolar AS, harga terendahnya 80 dolar AS, dan harga breakout mencapai 90 dolar AS.

  • Tinggi pola: 100 − 80 = 20 dolar AS

  • Target harga: 90 + 20 = 110 dolar AS

Jadi, target indikatifnya adalah 110 dolar AS. Angka ini hanya ilustrasi, bukan jaminan harga akan tercapai. Harga bisa tertahan di resistance atau kembali turun sebelum menyentuh target.

rumus falling wedge

Falling Wedge Target Calculator

Risiko False Breakout yang Harus Diwaspadai

Breakout tidak selalu menandakan harga akan naik. False breakout terjadi ketika harga menembus resistance, tetapi kemudian kembali masuk ke dalam pola atau bergerak turun. Karena itu, kamu perlu menyiapkan strategi untuk mengantisipasi sinyal yang gagal.

Untuk mengelola risiko, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Jangan langsung entry: pastikan breakout memiliki konfirmasi yang memadai.

  • Tentukan stop loss: tetapkan batas kerugian sebelum masuk pasar.

  • Evaluasi target harga: pastikan potensi keuntungan sebanding dengan risiko.

  • Perhatikan tren pasar: jangan hanya mengandalkan satu pola grafik.

  • Sesuaikan ukuran posisi: pertimbangkan toleransi risiko dan kemampuan finansial kamu.

Menurut penelitian Lo, Mamaysky, dan Wang (2000), pengenalan pola teknikal secara sistematis dapat memberikan informasi tambahan untuk menganalisis pergerakan saham dalam sampel penelitian mereka. Namun, temuan ini tidak membuktikan bahwa falling wedge pattern selalu akurat atau menguntungkan. Karena itu, gunakan pola ini sebagai salah satu alat analisis, bukan jaminan hasil trading.

Baca Juga: Apa Itu Drawdown dalam Trading? Jenis, Rumus, dan Cara Hitung

Perbedaan Falling Wedge, Rising Wedge, dan Descending Triangle

Falling wedge seringkali tertukar dengan tertukar dengan rising wedge atau descending triangle. Sebab ketiganya, sama-sama mempunyai garis tren yang membentuk pola tertentu. Simak table dibawah ini agar kamu bisa lebih mudah menemukan perbedaan diantara ketiganya.

Aspek

Falling Wedge

Rising Wedge

Descending Triangle

Bentuk garis

Dua garis menurun dan menyempit

Dua garis naik dan menyempit

Resistance menurun, support relatif horizontal

Bias umum

Bullish

Bearish

Bearish

Breakout yang diamati

Ke atas

Ke bawah

Ke bawah

Konteks umum

Reversal atau continuation

Reversal atau continuation

Sering dikaitkan dengan kelanjutan tekanan bearish

Bias bullish atau bearish melalui table diatas, merupakan kecenderungan umum bukan tauran yang pasti terjadi. Maka dari itu, kamu tetap perlu menilai tren terdahulu, dan breakout sebelum mengambil keputusan.

Yuk, Analisis Peluang Investasimu Dengan Gotrade

Memahami falling wedge pattern bisa membuat kamu membaca pergerakan harga, dan mempertimbangkan tren serta memikirkan risiko sebelum mengambil keputusan. Yuk, pelajari saham AS serta informasi trading lainnya bersama Gotrade untuk mulai membangun strategi investasi sesuai tujuan dan toleransi risiko kamu.

Referensi

Investopedia. Understanding Falling and Rising Wedge Patterns in Trading.

CPC-SAX: Data Mining of Financial Chart Patterns with Symbolic Aggregate approXimation and Instance-Based Multilabel Classification. The Journal of Finance and Data Science (2024).

Norasaed, W., & Siriborvornratanakul, T. (2024). Market Movement Prediction Using Chart Patterns and Attention Mechanism. Discover Analytics.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Buku 3: Pasar Modal. Seri Literasi Keuangan.

Lo, A. W., Mamaysky, H., & Wang, J. (2000). Foundations of Technical Analysis: Computational Algorithms, Statistical Inference, and Empirical Implementation. The Journal of Finance, 55(4), 1705–1765.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku