Apa Itu Debit Note? Fungsi, Contoh, dan Cara Membuatnya

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu Debit Note? Fungsi, Contoh, dan Cara Membuatnya

Ringkasan

  • Debit note digunakan untuk mendokumentasikan kewajiban pembayaran atau penyesuaian transaksi.
  • Penerbitnya bisa pembeli atau penjual, tergantung konteks transaksi.
  • Nilai koreksi dihitung berdasarkan jumlah barang dan harga per unit, tetapi debit note tidak selalu mengurangi tagihan.

Pernah membeli 100 unit barang, tetapi beberapa di antaranya rusak atau jumlahnya tidak sesuai faktur? Kondisi seperti ini perlu didokumentasikan agar pembeli dan penjual memiliki catatan transaksi yang jelas.

Lalu, apa itu debit note dan kapan dokumen ini digunakan? Memahami arti dan fungsi debit note penting untuk menangani retur barang, koreksi tagihan, atau penyesuaian biaya dalam transaksi bisnis.

Apa Itu Debit Note dalam Transaksi Bisnis?

Debit note atau nota debit merupakan dokumen untuk menginformasikan kewajiban pembayaran atau mendokumentasikan penyesuaian transaksi bisnis. Dilansir dari laman Investopedia, dokumen ini dapat diterbitkan oleh penjual untuk menginformasikan kewajiban pembayaran kepada pembeli atau oleh pembeli dalam situasi tertentu, seperti pengembalian barang yang dibeli secara kredit.

Baca juga: Jadwal Libur Bursa Saham 2026 & 2027: Kalender BEI dan AS Terbaru

Misalnya, kamu membeli perlengkapan kantor, tetapi beberapa barang ternyata rusak. Jika pengembalian disetujui, debit note dapat digunakan untuk mendokumentasikan koreksi nilai transaksi. Sebaliknya, dokumen ini juga bisa digunakan untuk menginformasikan tambahan tagihan yang sesuai dengan kesepakatan. Jadi, fungsinya bergantung pada tujuan penerbitan dan kondisi transaksi.

Apa Perbedaan Debit Note dan Debit Dalam Akuntansi?

Debit note merupakan dokumen untuk menginformasikan kewajiban atau penyesuaian transaksi, sedangkan debit dalam akuntansi merujuk pada pencatatan di sisi debit dalam pembukuan. Pencatatan debit tidak selalu berarti saldo berkurang karena dampaknya bergantung pada jenis akun yang dicatat.

Apa Fungsi Debit Note dan Kapan Digunakan?

Debit note membantu memperjelas informasi transaksi ketika terdapat kewajiban pembayaran atau penyesuaian nilai. Dokumen ini juga memudahkan pembeli dan penjual menelusuri perubahan transaksi. Berikut beberapa kondisi penggunaannya:

Baca juga: Annualized Return: Rumus, Cara Hitung, dan Bedanya dengan TTM
  • Barang rusak atau jumlah tidak sesuai: mencatat koreksi atas barang yang bermasalah.

  • Kesalahan harga atau tagihan: mendokumentasikan tambahan biaya yang telah disepakati.

  • Penyesuaian transaksi: membantu kedua pihak menelusuri perubahan nilai transaksi.

Sebelum menindaklanjuti debit note, pastikan alasan penerbitan dan nominalnya sesuai dengan faktur serta dokumen pendukung. Perlu diingat, penerbitan debit note tidak otomatis berarti koreksi telah disetujui atau pembayaran sudah dilakukan. Konfirmasi dan pencatatan lanjutan tetap diperlukan sesuai kesepakatan dan prosedur yang berlaku.

Siapa yang Menerbitkan Debit Note?

Penerbit debit note bergantung pada tujuan dan konteks transaksi. Pembeli maupun penjual dapat menerbitkannya untuk kebutuhan yang berbeda:

  • Pembeli: mengajukan penyesuaian karena barang rusak, retur, atau jumlah barang tidak sesuai.

  • Penjual: menginformasikan tambahan tagihan atau biaya yang belum tercantum, jika sesuai dengan kesepakatan transaksi.

Agar mudah diperiksa, debit note perlu mencantumkan alasan penerbitan, nilai koreksi, dan referensi transaksi. Menurut penelitian Mehmet Özkoç dalam Gümrük İşlemlerinde Credit ve Debit Note (2016), debit note juga berperan dalam perdagangan internasional untuk mendokumentasikan biaya tambahan yang menjadi kewajiban pembeli, khususnya dalam transaksi impor.

Bagaimana Proses Konfirmasi Debit Note?

Proses konfirmasi debit note dimulai dengan memeriksa ketidaksesuaian barang atau tagihan, lalu mencocokkan faktur, pesanan pembelian, dan bukti transaksi. Setelah itu, buat debit note yang mencantumkan alasan, informasi transaksi, serta nilai penyesuaian secara jelas.

alur penggunaan debit note

Selanjutnya, kirim dokumen kepada pihak terkait untuk diperiksa dan dikonfirmasi. Jika koreksi disetujui, perbarui catatan transaksi sesuai hasil kesepakatan dan simpan dokumen pendukung agar mudah ditelusuri kembali.

Baca Juga: Jenis-Jenis Bank dan Perbedaannya

Apa Saja Komponen dalam Debit Note?

Format debit note dapat berbeda sesuai kebutuhan perusahaan, tetapi dokumen ini perlu memuat informasi yang jelas agar penyesuaian transaksi mudah diperiksa dan ditelusuri. Berikut komponen yang sebaiknya dicantumkan:

  • Nomor dan tanggal: identitas serta waktu penerbitan dokumen.

  • Identitas pembeli dan penjual: informasi pihak yang terlibat.

  • Referensi transaksi: nomor faktur atau pesanan terkait.

  • Deskripsi barang atau jasa: objek yang mengalami penyesuaian.

  • Jumlah, harga satuan, dan nilai koreksi: dasar perhitungan penyesuaian.

  • Alasan penerbitan: penjelasan mengenai koreksi transaksi.

  • Dokumen pendukung: bukti pengiriman, penerimaan barang, atau dokumen relevan lainnya.

  • Informasi pajak: dicantumkan jika diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelum menerbitkan debit note, cocokkan seluruh informasi dengan dokumen transaksi awal dan pastikan nilai koreksi dapat dibuktikan. Setelah diperiksa, kirim dokumen kepada pihak terkait untuk dikonfirmasi, lalu simpan salinannya sesuai prosedur perusahaan. Format dan persyaratan dokumen dapat berbeda bergantung pada jenis transaksi serta ketentuan yang berlaku.

Bagaimana Rumus dan Contoh Perhitungan Debit Note?

Untuk menghitung nilai koreksi debit note, kamu bisa mengalikan jumlah barang yang dikoreksi dengan harga per unit. Berikut rumus dan contoh perhitungannya.

Rumus Nilai koreksi = Jumlah barang yang dikoreksi × Harga per unit

Misalnya, perusahaan membeli 100 unit barang dengan harga Rp 50.000 per unit. Nilai transaksi awalnya adalah:

100 unit × Rp 50.000 = Rp 5.000.000

Setelah diperiksa, ternyata 10 unit rusak dan pengembaliannya disetujui penjual. Nilai koreksinya menjadi:

10 unit × Rp 50.000 = Rp 500.000

Dengan asumsi tidak ada pajak atau biaya tambahan, nilai transaksi setelah koreksi adalah:

Rp 5.000.000 − Rp 500.000 = Rp 4.500.000

Sebaliknya, jika terdapat biaya tambahan sebesar Rp 300.000 yang telah disepakati dan belum tercantum dalam tagihan awal, nilai transaksi setelah penyesuaian menjadi:

Rp 5.000.000 + Rp 300.000 = Rp 5.300.000

contoh perhitungan debit note

Kalkulator Nilai Koreksi Transaksi

Apa Perbedaan Debit Note, Credit Note, Invoice, dan Debit Memo?

Dalam transaksi bisnis, debit note, credit note, invoice, dan debit memo memiliki fungsi yang berbeda meskipun sama-sama berkaitan dengan pencatatan transaksi atau kewajiban pembayaran. Agar kamu tidak keliru menggunakannya, berikut perbandingan fungsi dan contoh penggunaan setiap dokumen.

Dokumen

Fungsi utama

Contoh penggunaan

Debit note

Menginformasikan kewajiban atau mendokumentasikan penyesuaian transaksi

Tambahan tagihan atau pengajuan koreksi tertentu

Credit note

Mendokumentasikan pengurangan nilai tagihan

Pengurangan tagihan atas retur yang disetujui

Invoice

Menyampaikan rincian tagihan atas barang atau jasa

Penagihan pesanan yang telah dikirim

Debit memo

Mencatat atau menginformasikan penyesuaian debit sesuai konteks

Penyesuaian akun atau transaksi

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menerbitkan Debit Note

Sebelum menerbitkan atau menyetujui debit note, pastikan informasi dan nilai koreksi sesuai dengan kondisi transaksi. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

  • Periksa alasan koreksi: pastikan barang rusak, jumlah tidak sesuai, atau biaya tambahan memiliki dasar yang jelas.

  • Cocokkan nilai transaksi: verifikasi nominal dengan faktur, pesanan pembelian, dan bukti pendukung.

  • Konfirmasi dengan pihak terkait: pastikan penyesuaian telah diperiksa dan disepakati jika diperlukan.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, kamu dapat mengurangi risiko kesalahan pencatatan dan membantu pembeli maupun penjual memahami penyesuaian transaksi dengan lebih jelas.

Baca Juga: Investasi Syariah: Jenis, Manfaat, dan ETF Syariah

Bagaimana Debit Note Dicatat dan Diatur?

Debit note dapat memengaruhi pencatatan utang dan piutang, bergantung pada jenis transaksi, pihak yang menerbitkan, dan penyesuaian yang dilakukan. Karena itu, pastikan dokumen sesuai dengan catatan transaksi serta prosedur akuntansi yang berlaku.

Menurut Bank Indonesia, nota debit digunakan sebagai dokumen pendukung dalam konteks pelaporan lalu lintas devisa tertentu. Sementara itu, penelitian Nor’Aini dan Rakhmawati dalam Jurnal Ekonomi dan Bisnis (2024) membahas koreksi faktur pajak, termasuk penggunaan debit note dan credit note. Keduanya memiliki konteks khusus, jadi untuk transaksi yang melibatkan pajak atau perdagangan internasional, periksa ketentuan terkait sebelum melakukan penyesuaian.

Pahami Dokumen Keuangan dan Mulai Investasi Bersama Gotrade

Memahami apa itu debit note membantu kamu mengenali cara perusahaan mencatat kewajiban dan penyesuaian transaksi bisnis. Selain itu, tingkatkan literasi finansial dengan mempelajari cara kerja investasi dan memahami risikonya.

Melalui Gotrade, kamu bisa mengenal peluang investasi saham Amerika Serikat dan mulai membangun portofolio sesuai tujuan serta kemampuan finansialmu. Pastikan kamu memahami biaya dan risiko investasi sebelum mengambil keputusan.

Referensi

Bank Indonesia. (2022). Lampiran Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 24/26/PADG/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/28/PADG/2019 tentang Pemantauan Kegiatan Lalu Lintas Devisa Bank dan Nasabah.

Kenton, W. (2026, May 9). What Are Debit Notes? Their Purpose, Use, and Key Features. Investopedia.

Nor’Aini, D. F., & Rakhmawati, I. (2024). Analisis faktor penyebab pembatalan dan penggantian faktur pajak (Studi kasus Kantor Konsultan Pajak ASP). Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 16(1), 32–39.

Özkoç, M. (2016). Gümrük işlemlerinde credit ve debit note. Gümrük ve Ticaret Dergisi, (8), 122–126.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku