Dividen Saham: Cara Hitung, Pajak, serta Contoh Saham dan ETF

Atalya WianAtalya WianHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Dividen Saham: Cara Hitung, Pajak, serta Contoh Saham dan ETF

Dividen sering disebut sebagai pendapatan pasif yang tinggal masuk ke rekening. Kenyataannya, prosesnya jauh lebih kompleks.

Saat laba menurun atau kebutuhan kas meningkat, perusahaan dapat mengurangi bahkan menghentikan pembayaran dividen. Harga saham juga biasanya ikut menyesuaikan ketika memasuki periode ex-dividend. Artinya, dividen bukan uang gratis yang terpisah dari risiko investasi.

Apa Itu Dividen Saham?

Sebelum menghitung potensi pendapatannya, kamu perlu memahami apa yang sebenarnya dibagikan perusahaan dan dalam bentuk apa dividen tersebut diterima.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Dividen adalah sebagian laba atau kas perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Perusahaan tidak wajib membayar dividen, dan setiap pembayarannya perlu mendapatkan persetujuan sesuai kebijakan perusahaan.

Dua bentuk dividen yang paling umum adalah:

  • Dividen tunai dibayarkan dalam bentuk uang

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu
  • Dividen saham atau stock dividend, diberikan dalam bentuk tambahan lembar saham.

  • Dalam percakapan sehari-hari, istilah “dividen saham” sering digunakan untuk menyebut semua dividen yang diperoleh dari kepemilikan saham. Namun, secara teknis, sebagian besar perusahaan publik membayar dividen dalam bentuk tunai.

    Pembayaran dividen memang dapat menjadi tanda bahwa bisnis menghasilkan cukup kas. Namun, dividen saja belum cukup untuk membuktikan bahwa kondisi perusahaan benar-benar sehat.

    Ketika laba menurun, perusahaan bahkan bisa tetap membayar dividen dengan menggunakan cadangan kas atau menambah utang. Karena itu, sumber dana pembayaran dividen juga perlu diperiksa.

    Kapan Investor Berhak Menerima Dividen?

    Memiliki saham perusahaan yang rutin membagikan dividen belum tentu membuatmu berhak menerima pembayaran pada setiap periode.

    Ada beberapa tanggal penting yang perlu diperhatikan:

    • Declaration date adalah tanggal ketika perusahaan mengumumkan jumlah dividen dan jadwal pembayarannya.

    • Cum-dividend date adalah hari terakhir ketika pembelian saham masih disertai hak untuk menerima dividen yang telah diumumkan.

    • Ex-dividend date adalah tanggal ketika pembeli baru tidak lagi berhak menerima dividen tersebut.

    • Payment date adalah tanggal ketika dividen dibayarkan kepada investor yang memenuhi syarat.

    Untuk saham AS, investor umumnya harus sudah memiliki saham sebelum ex-dividend date agar berhak menerima dividen. Sementara itu, pada jadwal pasar Indonesia, investor biasanya akan melihat cum date dan ex date dicantumkan secara terpisah.

    Membeli saham tepat sebelum ex-dividend date juga tidak otomatis menghasilkan keuntungan. Harga saham biasanya ikut menyesuaikan setelah hak atas dividen terlepas, sehingga nilainya dapat turun sekitar jumlah dividen yang dibayarkan.

    Cara Menghitung Dividen Saham

    Setelah memahami jadwal pembayarannya, kamu dapat memperkirakan nilai dividen berdasarkan jumlah saham yang dimiliki dan dividen per saham yang diumumkan perusahaan.

    Prinsip dasarnya cukup sederhana:

    Total dividen bruto = jumlah saham × dividen per saham

    Misalnya, kamu memiliki 20 saham dan perusahaan membayar dividen tahunan sebesar US$1,50 per saham. Total dividen brutonya adalah:

    20 × US$1,50 = US$30

    Jika dividen tersebut dikenai withholding tax AS sebesar 15%, perhitungannya menjadi:

    • Pajak AS: US$30 × 15% = US$4,50

    • Dividen setelah pemotongan pajak AS: US$25,50

    Selain nilai dividen yang diterima, investor juga sering melihat dividend yield. Angka ini menunjukkan perbandingan antara dividen tahunan per saham dan harga saham saat ini.

    Rumusnya adalah:

    Dividend yield = dividen tahunan per saham ÷ harga saham × 100%

    Misalnya, jika dividen tahunan per saham sebesar US$2 dan harga sahamnya US$50, maka dividend yield-nya adalah 4%.

    Namun, yield akan berubah mengikuti pergerakan harga saham. Saat harga saham turun, yield dapat terlihat lebih tinggi meskipun nilai dividennya tidak bertambah. Karena itu, yield tinggi belum tentu menunjukkan bahwa saham tersebut lebih menarik atau kondisi perusahaannya lebih sehat.

    Kalkulator Dividen Saham

    Supaya perhitungannya lebih praktis, gunakan kalkulator di bawah ini untuk memperkirakan dividen bruto, potongan pajak, dividen bersih, dan dividend yield berdasarkan data yang kamu masukkan.

    Hasil kalkulator hanya berupa estimasi. Nilai dividen, pajak, harga saham, kurs, dan jadwal pembayaran dapat berubah.

    Bagaimana Pajak Dividen Dihitung?

    Karena dapat dikenai pemotongan pajak, nilai dividen yang diumumkan perusahaan belum tentu sama dengan jumlah bersih yang masuk ke akunmu.

    1. Dividen dari saham Indonesia

    Tidak semua dividen dalam negeri otomatis dikenai PPh final 10%. Berdasarkan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan, dividen dari dalam negeri yang diterima wajib pajak orang pribadi dalam negeri dikecualikan dari objek pajak sepanjang diinvestasikan di wilayah Indonesia dalam jangka waktu tertentu, dengan ketentuan investasi diatur lebih lanjut dalam PMK-18/PMK.03/2021.

    Agar tetap dikecualikan dari objek pajak, investasi tersebut harus dilakukan paling lambat tiga bulan setelah akhir tahun pajak saat dividen diterima dan dipertahankan minimal tiga tahun pajak sejak dividen diterima.

    Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak, Jika persyaratan reinvestasi tidak dipenuhi, kewajiban pajak dapat berlaku. Jika dividen tidak diinvestasikan sesuai ketentuan, dividen tersebut akan dikenai PPh final sebesar 10% dari nilainya, yang dibayarkan sendiri oleh wajib pajak.

    2. Dividen dari saham AS

    Berdasarkan perjanjian pajak antara Indonesia dan Amerika Serikat, dividen dari perusahaan AS yang diterima investor Indonesia secara umum dapat dikenai withholding tax sebesar 15% jika penerima memenuhi persyaratan perjanjian.

    Form W-8BEN biasanya digunakan untuk menyatakan bahwa investor bukan wajib pajak AS sekaligus mengajukan tarif berdasarkan tax treaty. Tanpa dokumen yang sesuai, tarif pemotongannya dapat berbeda.

    Dividen yang diterima dari luar negeri tetap perlu dilaporkan sesuai ketentuan pajak yang berlaku di Indonesia. Perlakuannya dapat berbeda pada setiap investor, terutama jika nilai investasinya besar atau memiliki sumber penghasilan dari beberapa negara.

    Untuk perhitungan dan pelaporan pajak yang lebih kompleks, kamu dapat berkonsultasi dengan konsultan pajak.

    Cara Memilih Saham Dividen

    Dividend yield bisa menjadi titik awal untuk menyaring saham. Namun, keputusan investasi sebaiknya tidak dibuat hanya berdasarkan angka tersebut.

    1. Periksa sumber pembayaran dividennya

    Dividen dibayar menggunakan kas, bukan sekadar laba yang tercatat dalam laporan keuangan. Karena itu, bandingkan jumlah dividen yang dibayarkan dengan free cash flow perusahaan.

    Jika perusahaan terus membayar dividen lebih besar daripada kas yang dihasilkan bisnisnya, pembayaran tersebut akan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

    2. Nilai payout ratio sesuai industrinya

    Payout ratio menunjukkan berapa besar bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

    Tidak ada satu angka yang ideal untuk semua bisnis. Perusahaan utilitas yang sudah matang, misalnya, dapat memiliki payout ratio lebih tinggi daripada perusahaan teknologi yang masih banyak menggunakan labanya untuk berekspansi.

    3. Cari konsistensi, bukan hanya yield tinggi

    Dividend yield yang tinggi memang terlihat menarik. Namun, angkanya juga bisa melonjak karena harga saham turun setelah pasar melihat masalah dalam bisnis perusahaan.

    Periksa apakah laba, arus kas, dan dividen per saham mampu bertahan atau tumbuh selama beberapa tahun. Jangan menilai kualitas saham hanya dari satu kali pembayaran dividen.

    Berbagai studi akademik menunjukkan bahwa saham pembayar dividen cenderung mengungguli saham non-pembayar dividen sepanjang siklus pasar dan menawarkan return yang lebih baik secara risk-adjusted. Riset Ned Davis Research juga menemukan bahwa perusahaan yang tidak membayar dividen serta perusahaan yang memangkas dividennya secara historis cenderung berkinerja lebih buruk dibandingkan perusahaan sejenis.

    4. Periksa utang dan karakter industrinya

    Perusahaan dengan utang tinggi lebih rentan mengurangi dividen ketika suku bunga atau biaya operasional meningkat.

    Karakter industri juga perlu diperhatikan. Dividen perusahaan energi dan pertambangan, misalnya, dapat berubah cukup tajam mengikuti pergerakan harga minyak, batu bara, dan komoditas lainnya.

    5. Tetap perhatikan total return

    Dividen hanya menjadi salah satu bagian dari hasil investasi. Total return juga memperhitungkan kenaikan atau penurunan harga saham.

    Saham dengan dividend yield 8%, tetapi harganya turun 25%, tetap memberikan hasil investasi yang negatif secara keseluruhan.

    Contoh Saham Dividen untuk Dipelajari

    Beberapa perusahaan berikut memiliki riwayat pembayaran dividen yang panjang. Namun, rekam jejak tersebut tidak menjamin perusahaan akan mempertahankan atau menaikkan dividennya pada masa depan.

    Daftar ini bukan peringkat saham terbaik maupun rekomendasi untuk membeli.

    Saham

    Alasan untuk Dipelajari

    Risiko Utama

    Procter & Gamble (PG)

    Memiliki riwayat pembayaran dividen yang panjang dan bisnis produk konsumen yang relatif mapan

    Pertumbuhan bisnis yang sudah matang, kenaikan biaya bahan baku, dan valuasi

    Coca-Cola (KO)

    Memiliki rekam jejak dividen yang panjang serta bisnis minuman dengan jangkauan global

    Perubahan kebiasaan konsumen, pergerakan nilai tukar, dan valuasi

    Johnson & Johnson (JNJ)

    Memiliki bisnis kesehatan yang terdiversifikasi dan sejarah kenaikan dividen yang panjang

    Litigasi, regulasi, serta risiko pengembangan dan penjualan produk

    McDonald’s (MCD)

    Model waralabanya menarik untuk dipelajari karena dapat menghasilkan arus kas yang relatif stabil

    Pelemahan daya beli konsumen, kenaikan biaya operasional, dan valuasi

    Riwayat pembayaran dividen dapat diperiksa melalui laporan tahunan, laporan keuangan terbaru, filing perusahaan, atau halaman hubungan investor resminya. Jangan hanya mengandalkan daftar saham dividen dari situs pihak ketiga karena data pembayarannya dapat berubah.

    Pembayaran pada masa lalu juga tidak menjamin perusahaan akan terus membagikan dividen. Kondisi bisnis, kebutuhan kas, utang, dan keputusan manajemen dapat mengubah jumlah yang dibayarkan.

    Contoh ETF Dividen

    Kalau tidak ingin menilai setiap perusahaan satu per satu, ETF dividen dapat memberikan eksposur ke sekumpulan saham melalui satu produk.

    Namun, setiap ETF memiliki cara yang berbeda dalam memilih dan menyusun saham. Ada yang berfokus pada pertumbuhan dividen, yield tinggi, konsistensi pembayaran, atau kekuatan fundamental perusahaan.

    ETF

    Fokus Strategi

    Vanguard Dividend Appreciation ETF (VIG)

    Berfokus pada saham perusahaan AS yang memiliki rekam jejak pertumbuhan dividen

    Schwab U.S. Dividend Equity ETF (SCHD)

    Mengikuti indeks saham AS dengan yield relatif tinggi, riwayat pembayaran yang konsisten, dan penyaringan fundamental

    iShares Core Dividend Growth ETF (DGRO)

    Berfokus pada saham AS dengan riwayat pertumbuhan dividen

    iShares Core High Dividend ETF (HDV)

    Berfokus pada saham AS yang membayar dividen dengan yield relatif tinggi

    Fokus strategi tersebut dirangkum dari tujuan dan metodologi resmi masing-masing ETF. Komposisi, yield, biaya, serta jumlah kepemilikannya dapat berubah mengikuti proses peninjauan indeks.

    ETF tidak otomatis lebih aman daripada saham individual. Harganya tetap dapat turun, terutama ketika sektor atau saham yang mendominasi portofolionya sedang melemah.

    Sebelum membeli, periksa fact sheet dan prospektus terbaru. Perhatikan expense ratio, komposisi sektor, daftar kepemilikan, konsentrasi saham terbesar, frekuensi distribusi, dan ketersediaan produk di platform yang kamu gunakan.

    Risiko Investasi Dividen

    Dividen memang dapat memberikan arus kas tambahan. Namun, strategi ini tetap memiliki risiko yang sering terlewat ketika investor hanya berfokus pada besarnya yield.

    Perusahaan dapat mengurangi atau menghentikan pembayaran dividen ketika kondisi bisnis berubah. Harga saham dan ETF juga tetap dapat turun, bahkan dengan nilai penurunan yang lebih besar daripada dividen yang diterima.

    Untuk saham dan ETF AS, investor juga perlu mempertimbangkan pergerakan nilai tukar USD/IDR. Nilai investasi dalam dolar mungkin naik, tetapi hasilnya dalam rupiah bisa berbeda setelah memperhitungkan perubahan kurs.

    Risiko lain yang perlu diperhatikan mencakup konsentrasi sektor, utang perusahaan, biaya produk, serta perubahan kondisi bisnis dan ekonomi.

    Pada posisi fraksional di Gotrade, dividen dengan nilai kurang dari US$0,01 mungkin tidak dapat dibayarkan karena nominalnya berada di bawah satu sen.

    Mengakses Saham dan ETF AS melalui Gotrade

    Setelah memahami cara kerja, pajak, dan risikonya, kamu dapat melihat saham dan ETF AS yang tersedia melalui Gotrade.

    Gotrade Indonesia menyediakan akses ke saham dan ETF AS melalui Kontrak Derivatif PALN yang didukung penuh. Ketika bertransaksi, pengguna membuat perjanjian dengan PT Valbury Asia Futures, pialang yang berizin dan diawasi oleh OJK untuk produk tersebut.

    PT Valbury Asia Futures mendukung penuh posisi pengguna melalui Alpaca Securities LLC, broker-dealer berlisensi di Amerika Serikat. Setiap posisi penuh maupun fraksional memiliki saham terkait yang disimpan dalam rekening pialang terpisah, sedangkan transaksinya didaftarkan dan dilaporkan ke Bursa Berjangka Jakarta.

    Produk fraksional memungkinkan pengguna mengambil posisi kurang dari satu saham penuh. Dengan begitu, kamu tidak harus menyiapkan dana sebesar harga satu lembar saham untuk mulai mendapatkan eksposur ke perusahaan tertentu. Gotrade saat ini menyediakan transaksi fraksional mulai dari US$1.

    Namun, ketersediaan produk, minimum transaksi, minimum deposit, biaya, dan ketentuan perdagangan dapat berubah. Selalu periksa informasi terbaru di aplikasi, halaman biaya, atau situs resmi Gotrade sebelum melakukan transaksi.

    Kesimpulan

    Dalam investasi dividen, hal terpenting bukan mencari yield paling tinggi, melainkan menilai apakah pembayaran tersebut didukung oleh bisnis yang sehat.

    Periksa sumber arus kas, payout ratio, utang, riwayat pembayaran, valuasi, dan potensi total return. Yield tinggi tidak banyak membantu jika harga saham terus turun atau perusahaan tidak mampu mempertahankan dividennya.

    Untuk ETF, pahami indeks dan metodologi yang digunakan. Periksa juga biaya pengelolaan, frekuensi distribusi, komposisi portofolio, serta konsentrasi sektornya.

    Setelah memahami manfaat dan risikonya, kamu dapat membandingkan saham dan ETF dividen yang tersedia di aplikasi Gotrade berdasarkan tujuan, jangka waktu, dan strategi investasimu.

    Untuk investor yang tidak ingin memilih saham satu per satu, ETF dividen bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana karena sudah berisi banyak saham. Tetap ingat bahwa semua investasi memiliki risiko, termasuk risiko penurunan harga, perubahan dividen, pajak, dan kurs. Di Gotrade, kamu bisa mulai mempelajari saham AS dan ETF dividen dengan modal kecil.

    Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
    Atalya Wian
    Ditulis oleh
    Atalya Wian
    Atalya adalah content marketer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga keuangan. Spesialis dalam penulisan topik bisnis, teknologi, dan keuangan untuk audiens profesional.
    Baca lebih lanjut
    Hendrie Saputra
    Ditinjau oleh
    Hendrie Saputra
    Expert Reviewer
    Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
    Baca lebih lanjut
    Welcome Rewards

    Artikel terkait

    Dipercaya

    lebih dari

    1M+

    Trader di Indonesia 🌏

    Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

    Gotrade terdaftar & diawasi

    KominfoOJKSOCFintech Indonesia

    Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

     

    Benzinga Global Fintech Awards 2024
    Five Star Award 2024
    Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
    Highest Combined 2022
    Mockup Two Phones

    Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

    #ReadyGoTrade

    Gotrade Green Logo Top Left
    AppLogo

    Gotrade