Saham Dividen Bulanan vs Tahunan: Panduan Investor Pemula

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Saham Dividen Bulanan vs Tahunan: Panduan Investor Pemula

Dividen adalah salah satu sumber imbal hasil dari kepemilikan saham. Tetapi, setiap perusahaan bisa memiliki jadwal pembayaran yang berbeda, mulai dari bulanan, kuartalan, semesteran hingga tahunan.

Frekuensi pembayaran juga akan mempengaruhi waktu penerimaan dana dan kesempatan reinvestasi.

Untuk membandingkan saham dividen bulanan dan tahunan, kamu tetap perlu memeriksa laba, arus kas, payout ratio, pertumbuhan dividen, utang dan risiko penurunan harga saham.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Maka dari itu kamu perlu untuk menyimak artikel ini untuk info lebih jelasnya.

Apa Itu Dividen?

Dividen adalah distribusi yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham, biasanya berasal dari laba atau kas yang tersedia.

Jumlah dan jadwalnya ditentukan melalui kebijakan perusahaan serta keputusan dewan direksi.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Tidak semua perusahaan membayar dividen. Pembayaran juga bisa dinaikkan, dikurangi, ditunda atau dihentikan ketika kondisi bisnis berubah.

Investor yang membeli saham pada atau setelah ex-dividend date umumnya tidak berhak menerima pembayaran dividen berikutnya.

Untuk mengetahui apakah kamu berhak menerima pembayaran berikutnya perhatikan beberapa tanggal berikut:

  • Declaration date: tanggal perusahaan mengumumkan dividen.

  • Ex-dividend date: tanggal ketika pembeli baru tidak lagi memperoleh hak atas dividen berikutnya.

  • Record date: tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak.

  • Payment date: tanggal pembayaran dividen.

Perbedaan Dividen Bulanan dan Tahunan

Perbedaan utama dividen bulanan dan tahunan terletak pada frekuensi pembayaran serta waktu penerimaan dana.

Faktor

Dividen Bulanan

Dividen Tahunan

Frekuensi

Umumnya sekitar 12 kali setahun

Satu kali setahun

Arus kas

Diterima lebih rutin

Diterima sekaligus

Reinvestasi

Dapat dilakukan lebih sering

Menunggu pembayaran tahunan

Contoh umum

Sejumlah REIT dan perusahaan investasi

Lebih banyak ditemukan di beberapa pasar di luar AS

Risiko utama

Pembayaran tetap dapat dipotong meski dilakukan setiap bulan

Investor perlu menunggu lebih lama untuk pembayaran berikutnya

Total dividen

Bergantung pada jumlah seluruh pembayaran

Bergantung pada jumlah dividen tahunan

Ketersediaan di AS

Relatif terbatas

Relatif jarang karena pembayaran kuartalan lebih umum

Pada pasar saham AS, pembayaran kuartalan lebih umum dibandingkan dengan pembayaran bulanan atau tahunan.

Artinya, investor saham AS sebaiknya tidak membatasi perbandingan hanya pada dua jadwal tersebut. Frekuensi tetap perlu dibaca bersamaan dengan stabilitas laba, arus kas, payout ratio, pertumbuhan dividen dan juga kondisi bisnis perusahaan.

Contoh Dividen Bulanan dan Tahunan

Dalam contoh berikut, total dividen tahunan diasumsikan sama. Perbedaannya hanya terletak pada jadwal pembayaran, yaitu dibagikan setiap bulan atau satu kali dalam setahun.

Contoh Dividen Bulanan: Realty Income

Realty Income dengan ticker O merupakan REIT yang memiliki riwayat membayar dividen setiap bulan.

Pada 7 Juli 2026, perusahaan mengumumkan dividen sebesar US$0,271 per saham ini setara dengan US$3,252 per saham jika disetahunkan pada tingkat yang sama.

Jika kamu memiliki 100 saham O, ilustrasi dividen kotornya adalah:

100 × US$0,271 = US$27,10 per bulan

Apabila tingkat pembayaran tersebut tidak berubah selama 12 bulan:

US$27,10 × 12 = US$325,20 per tahun

Jumlah aktualnya tetap bisa berubah apabila perusahaan menaikkan, mengurangi atau menghentikan dividennya.

Simulasi Dividen Tahunan

Sebagai perbandingan anggaplah sebuah perusahaan membayar dividen satu kali setahun sebesar US$3,252 per saham.

Jika kamu memiliki 100 saham. Maka, ilustrasi dividen kotornya adalah:

100 × US$3,252 = US$325,20 per tahun

Dapat dilihat bahwa total kotornya sama dengan ilustrasi Realty Income. Perbedaannya hanya terletak pada waktu penerimaannya.

Dividen bulanan dibayar secara bertahap sedangkan dividen tahunan dibayarkan sekaligus sesuai jadwal perusahaan. Nilai bersih yang diterima juga bisa berbeda setelah memperhitungkan pajak, kurs, biaya dan perubahan jumlah dividen.

Jadi Mana yang Lebih Baik, Dividen Bulanan atau Tahunan?

Tidak ada yang selalu lebih baik.

Dividen bulanan lebih sesuai bagi investor yang menginginkan arus kas rutin atau ingin melakukan reinvestasi lebih sering. Sedangkan dividen tahunan memberikan pembayaran sekaligus tetapi investor harus menunggu jadwal yang lebih lama.

Jadwal pembayaran tidaklah menentukan kualitas perusahaan. Saham yang membayar dividen setahun sekali bisa saja memiliki kondisi keuangan lebih sehat daripada perusahaan yang membayar setiap bulan begitu pula sebaliknya.

Pilihan dividen sebaiknya didasarkan pada kualitas bisnis, kemampuan menghasilkan kas, keberlanjutan dividen, valuasi dan juga tujuan dari investasi kamu.

Faktor yang Perlu Dibandingkan

Agar perbandingannya menjadi lebih adil kamu perlu memperhatikan beberapa faktor berikut ini agar tidak salah pilih:

1. Total Dividen dan Dividend Yield

Untuk saham dividen bulanan jumlahkan seluruh pembayaran selama 12 bulan. Sedangkan untuk dividen tahunan kamu bisa menggunakan jumlah yang dibayarkan dalam satu tahun. Setelah itu baru bandingkan estimasi dividen tahunan dengan harga saham.

Dividend yield yang tinggi belum tentu menjadi pertanda positif karena angkanya juga bisa naik ketika harga saham turun dengan tajam.

2. Payout Ratio

Payout ratio menunjukkan seberapa besar laba atau arus kas yang digunakan untuk membayar dividen.

Rasio yang terlalu tinggi juga bisa mengurangi ruang perusahaan untuk membayar utang, melakukan ekspansi atau mempertahankan dividen ketika bisnis melemah.

Untuk perusahaan biasa kamu bisa melihat rasio berdasarkan laba bersih dan free cash flow dan untuk REIT, FFO atau AFFO biasanya akan lebih relevan daripada laba bersih saja.

3. Pertumbuhan dan Konsistensi Dividen

Lakukan pemeriksaan apakah total dividen tahunan meningkat, stagnan atau pernah dipotong.

Pada saham bulanan, jangan hanya membandingkan pembayaran dari satu bulan ke bulan berikutnya. Jumlahkan seluruh pembayaran selama setahun lalu bandingkan dengan tahun sebelumnya.

Perusahaan dengan yield awal lebih rendah tetapi mampu meningkatkan dividen secara konsisten bisa memiliki profil berbeda dari perusahaan dengan yield tinggi tanpa pertumbuhan.

4. Arus Kas, Utang dan Kemampuan Membayar

Dividen tetap membutuhkan dana yang cukup.

Karena itu kamu perlu memeriksa arus kas operasi, free cash flow, beban bunga, jatuh tempo utang, kebutuhan belanja modal dan kondisi bisnis utama perusahaan.

Pembayaran yang rutin tidak selalu berarti kondisi keuangan perusahaan kuat. Jika arus kas melemah atau utang meningkat perusahaan bisa memiliki ruang yang lebih terbatas untuk mempertahankan dividen.

5. Total Return dan Valuasi

Total return berasal dari dividen dan perubahan harga saham.

Saham dengan dividend yield tinggi tetap bisa menghasilkan kerugian apabila harga saham turun lebih besar daripada dividen yang diterima.

Maka dari itu kamu juga perlu memeriksa apakah harga saham sudah terlalu mahal dibandingkan dengan kondisi bisnisnya.

Pajak Dividen Saham AS

Dividen saham AS yang diterima investor Indonesia dapat dikenai pajak pemotongan di negara sumber.

Berdasarkan perjanjian pajak AS–Indonesia, tarif pajak sumber atas dividen portofolio dapat dibatasi hingga 15% dari jumlah bruto jika penerima memenuhi persyaratan dan dokumentasi yang berlaku.

Formulir W-8BEN umumnya digunakan untuk menyatakan status investor asing dan mengklaim manfaat perjanjian jika memenuhi syarat.

Tarif aktual juga dapat berbeda berdasarkan status investor, jenis distribusi, kelengkapan dokumen serta perantara yang digunakan.

Distribusi dari REIT atau produk tertentu juga bisa memiliki klasifikasi pajak yang berbeda. Periksa kembali nilai bruto, pajak yang dipotong, kurs dan jumlah bersih dalam laporan transaksi.

Kewajiban pelaporan yang ada di Indonesia bisa berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing investor.

Beberapa Kesalahan Investor saat Memilih Saham Dividen

Agar keputusan tidak hanya berdasarkan pada jumlah dividen yang terlihat hindarilah beberapa kesalahan berikut ini:

1. Memilih Hanya karena Dibayar Bulanan

Pembayaran bulanan memberikan arus kas yang lebih rutin tetapi tidak menjamin bisnis perusahaan lebih sehat atau dividennya lebih aman.

Periksa juga pertumbuhan laba, arus kas, utang dan kemampuan dalam mempertahankan pembayaran.

2. Mengejar Dividend Yield Tertinggi

Dividend yield tinggi bisa terjadi karena harga saham sedang turun. Penurunan tersebut bisa mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap laba, utang atau risiko pemotongan dividen.

Cari tahu apakah yield tinggi berasal dari peningkatan pembayaran atau hanya penurunan harga saham.

3. Mengabaikan Payout Ratio dan Arus Kas

Perusahaan yang membagikan terlalu banyak laba atau kas akan memiliki ruang lebih kecil untuk menjalankan bisnis dan menghadapi kondisi sulit.

Maka dari itu gunakan ukuran yang sesuai dengan jenis perusahaan. Untuk REIT, FFO atau AFFO biasanya lebih relevan sebagai pelengkap analisis.

4. Membeli Tepat sebelum Ex-Dividend Date

Membeli saham sebelum ex-dividend date hanya untuk memperoleh pembayaran berikutnya bukanlah strategi tanpa risiko.

Harga saham masih bisa melakukan penyesuaian setelah memasuki periode ex-dividend. Nilai penurunannya bisa mendekati atau melebihi dividen yang diterima.

5. Mengabaikan Pajak dan Kurs

Dividen yang diumumkan perusahaan merupakan nilai bruto dan belum tentu sama dengan jumlah bersih yang diterima.

Pajak pemotongan, perubahan USD/IDR serta biaya yang berlaku mampu mengurangi hasil dalam rupiah. Maka dari itu gunakan jumlah bersih yang masuk ke akun ketika menghitung hasil investasi kamu.

Kesimpulan

Dividen bulanan mampu membantu investor yang membutuhkan arus kas lebih rutin atau ingin melakukan reinvestasi lebih sering. Tetapi, pembayaran kuartalan maupun tahunan bukan berarti lebih buruk.

Hal yang lebih penting adalah kemampuan perusahaan menghasilkan kas, mengelola utang, mempertahankan payout ratio yang sehat serta meningkatkan dividen tanpa mengorbankan kondisi bisnis dan total return.

Melalui Gotrade, kamu bisa memantau saham AS seperti Realty Income serta memeriksa informasi dividen pada aset yang tersedia.

Pelajari saham dividen AS dan sesuaikan pilihanmu dengan tujuan investasi melalui aplikasi Gotrade.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade