Dividend Yield: Arti, Penghitungan, dan Cara Membaca

Ringkasan Gotrade
- Dividend yield adalah persentase dividen tahunan per saham dibandingkan dengan harga saham. Angka ini membantu investor memahami seberapa besar pendapatan dividen jika dibandingkan dengan harga saham yang dibayar.
- Dividend yield penting karena membantu investor membandingkan pembayaran dividen antar saham dan melihat kontribusi dividen terhadap potensi total return.
- Tidak selalu saham dengan dividend yield yang tinggi lebih menarik. Ketika harga saham turun, yield juga bisa meningkat meskipun jumlah dividennya tidak berubah.
- Payout ratio, arus kas, konsistensi dividen, kondisi bisnis, dan total return saham juga perlu dipertimbangkan saat menggunakan dividend yield.
Meskipun kedua perusahaan sama-sama membayar dividen sebesar US$2 per saham, harga saham masing-masing adalah US$40 dan US$100.
Hasilnya, dividend yield saham pertama adalah 5%, sedangkan saham kedua 2%.
Contoh ini menunjukkan bahwa dividend yield membantu melihat dividen dari perspektif harga saham, bukan hanya nominal yang dibayarkan. Baca lebih lanjut untuk memahami cara menghitung dividend yield, kenapa penting, dan cara membacanya dengan tepat.
Apa itu Dividend Yield?
Secara sederhana, dividend yield adalah rasio yang menunjukkan jumlah dividen tahunan per saham dibandingkan dengan harga saham saat ini.
Investor.gov mendefinisikan dividend yield sebagai dividen tahunan perusahaan dalam bentuk persentase terhadap harga sahamnya.
Misalnya, jika sebuah perusahaan membayar dividen US$2 per saham dalam setahun dan harga sahamnya US$50, dividend yield sahamnya adalah 4%.
Angka 4% ini memberikan informasi yang berbeda daripada hanya mengetahui bahwa perusahaan membayar dividen US$2.
Coba bandingkan dua saham berikut:
Saham | Dividen Tahunan | Harga Saham | Dividend Yield |
Saham A | US$2 | US$50 | 4% |
Saham B | US$2 | US$100 | 2% |
Meskipun keduanya membayar dividen dengan jumlah yang sama, investor yang membeli Saham A pada harga tersebut mendapatkan rasio dividen terhadap harga yang lebih tinggi.
Di sinilah dividend yield adalah salah satu metrik yang dapat digunakan untuk membandingkan saham dengan harga yang berbeda.
Di sisi lain, perlu diingat bahwa dividend yield tidak selalu tetap.
Misalnya, perusahaan memberikan dividen sebesar US$2 per saham, tetapi harga saham berubah:
Kondisi | Dividen Tahunan | Harga Saham | Dividend Yield |
Awal | US$2 | US$50 | 4% |
Harga naik | US$2 | US$80 | 2,5% |
Harga turun | US$2 | US$40 | 5% |
Artinya, perubahan dividend yield tidak selalu disebabkan oleh perubahan pembayaran dividen. Angka tersebut juga dapat berubah karena pergerakan harga saham.
Kenapa Dividend Yield Penting bagi Investor?
Setelah memahami apa yang dimaksud dengan dividend yield, pertanyaan berikutnya adalah kenapa investor perlu memperhatikan angka ini.
Dividend yield dapat digunakan untuk beberapa hal, terutama untuk membandingkan saham yang membagikan dividen.
1. Membandingkan dividen antar saham
Berdasarkan dividen nominal saja, sulit untuk membandingkan dua perusahaan.
Jika harga sahamnya jauh lebih mahal, saham yang membayar dividen US$5 tidak otomatis lebih menarik daripada saham yang membayar US$2.
Investor dapat melihat pembayaran dividen dalam bentuk persentase terhadap harga saham dengan menggunakan dividend yield.
Baca juga: Dividen Saham: Cara Hitung, Pajak, serta Contoh Saham dan ETF
2. Memberikan gambaran pendapatan dividen
Dividend yield juga membantu memberikan gambaran sederhana tentang besarnya pendapatan dividen relatif terhadap harga saham.
Sebagai contoh:
Harga saham: US$100
Dividen tahunan: US$4
Dividend yield: 4%
Namun, angka tersebut tidak menjamin bahwa investor akan memperoleh return 4%.
Perusahaan dapat meningkatkan, menurunkan, atau bahkan menghentikan pembayaran dividen. Karena itu, dividend yield lebih tepat digunakan sebagai gambaran pendapatan dividen daripada sebagai janji return investasi. Hal ini juga dijelaskan oleh Fidelity.
3. Meningkatkan pemahaman tentang perubahan harga saham
Yield akan naik jika pembayaran dividen tetap sementara harga saham turun. Sebaliknya, yield akan turun jika harga saham naik tetapi pembayaran dividen tetap.
Hal ini penting karena peningkatan dividend yield tidak selalu menunjukkan bahwa kondisi bisnis perusahaan semakin baik.
4. Memberikan konteks terhadap total return
Dividen tidak seharusnya dipisahkan dari perubahan harga saham ketika melihat hasil investasi.
Secara sederhana, hasil investasi saham dapat berasal dari dua hal:
perubahan harga saham;
dividen yang diterima.
Karena itu, saham dengan yield 6% belum tentu menghasilkan total return positif jika harga saham turun secara signifikan pada periode yang sama.
Cara Menghitung Dividend Yield
Cara menghitung dividend yield hanya membutuhkan dua angka, yaitu dividen tahunan per saham dan harga saham.
Rumusnya:
Dividend Yield = Dividen Tahunan per Saham ÷ Harga Saham × 100%
Sebagai contoh, perusahaan ABC membayar dividen sebesar US$2 per saham selama satu tahun.
Harga saham ABC saat ini adalah US$50.
Maka:
US$2 ÷ US$50 × 100% = 4%
Jadi, dividend yield adalah 4% berdasarkan dividen tahunan dan harga saham yang digunakan dalam perhitungan tersebut.
Kamu juga bisa menggunakan kalkulator dividend yield berikut ini untuk mempercepat perhitungan.
Apa yang terjadi jika dividen dibayar beberapa kali?
Beberapa perusahaan membayar dividen setiap kuartal daripada sekali dalam setahun.
Misalnya, perusahaan membayar:
Kuartal 1: US$0,50
Kuartal 2: US$0,50
Kuartal 3: US$0,50
Kuartal 4: US$0,50
Total dividen tahunan menjadi US$2.
Jika harga saham US$50, maka dividend yield tetap:
US$2 ÷ US$50 × 100% = 4%
Oleh karena itu, saat belajar cara menghitung dividend yield, pastikan angka yang digunakan benar-benar mewakili dividen tahunan.
Trailing dividend yield vs forward dividend yield
Saat melihat dividend yield di aplikasi atau situs finansial, ada hal lain yang perlu diperhatikan.
Karena metode perhitungannya dapat berbeda, angka yang ditampilkan masing-masing platform terkadang tidak persis sama.
Trailing dividend yield biasanya menggunakan total dividen yang telah dibayarkan selama 12 bulan terakhir.
Sementara itu, forward dividend yield dapat menggunakan pembayaran dividen terbaru yang dianualisasi atau estimasi dividen ke depan.
Misalnya, perusahaan baru-baru ini menaikkan dividen kuartalannya menjadi US$0,60. Jika jumlah tersebut diasumsikan berlaku selama empat kuartal berikutnya, dividen tahunan perusahaan menjadi US$2,40.
Pendekatan yang menggunakan pembayaran dividen terbaru untuk memperkirakan nilai tahunan juga dikenal sebagai indicated yield. (Nasdaq)
Karena itu, sebaiknya gunakan sumber dan metode perhitungan yang konsisten ketika membandingkan beberapa saham.
Apakah Dividend Yield Tinggi Selalu Lebih Baik?
Tidak. Menganggap dividend yield yang lebih tinggi berarti sahamnya lebih baik adalah salah satu kesalahan yang mudah terjadi.
Bayangkan sebuah perusahaan dengan kondisi berikut:
Harga saham: US$100
Dividen tahunan: US$4
Dividend yield: 4%
Kemudian harga saham jatuh menjadi US$50, tetapi jumlah dividen yang digunakan tetap US$4.
Dividend yield sekarang menjadi:
US$4 ÷ US$50 × 100% = 8%
Yield memang naik dari 4% menjadi 8%. Namun, perusahaan belum tentu menjadi dua kali lebih menarik daripada sebelumnya.
Kenaikan yield tersebut terjadi karena harga saham turun 50%.
Harga saham dapat turun karena berbagai alasan, termasuk sentimen pasar dan memburuknya kondisi fundamental perusahaan.
Jika laba atau arus kas bisnis menurun, perusahaan bahkan dapat mengurangi dividen dalam beberapa kondisi.
Karena itu, jika dividend yield tampak sangat tinggi, coba periksa beberapa hal berikut:
Apakah harga saham telah turun drastis?
Apakah laba perusahaan masih stabil?
Apakah perusahaan menghasilkan arus kas yang cukup?
Berapa dividend payout ratio-nya?
Apakah perusahaan memiliki utang yang besar?
Apakah pembayaran dividen sebelumnya konsisten?
Dividend yield sebaiknya menjadi titik awal analisis, bukan satu-satunya dasar untuk memilih saham.
Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio
Karena keduanya berkaitan dengan dividen, dividend yield sering kali tertukar dengan dividend payout ratio.
Meskipun demikian, masing-masing menjawab pertanyaan yang berbeda.
Dividend Yield | Dividend Payout Ratio | |
Membandingkan | Dividen dengan harga saham | Dividen dengan laba perusahaan |
Perspektif | Investor dan harga pasar | Kebijakan pembagian laba perusahaan |
Rumus dasar | DPS ÷ harga saham | DPS ÷ EPS |
Dipengaruhi harga saham | Ya | Tidak secara langsung |
Manfaat | Melihat dividen relatif terhadap harga | Melihat bagian laba yang dibagikan sebagai dividen |
Contohnya, saham dapat memiliki dividend yield yang tinggi tetapi payout ratio juga tinggi.
Kondisi ini dapat menunjukkan bahwa perusahaan membagikan sebagian besar labanya sebagai dividen.
Sebaliknya, perusahaan lain mungkin memiliki dividend yield yang lebih rendah karena memilih mempertahankan sebagian laba untuk ekspansi.
Dengan kata lain, dividend yield adalah ukuran dividen dibandingkan dengan harga saham, sedangkan payout ratio menunjukkan seberapa besar laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.
Jika kedua metrik dibaca bersama, keduanya bisa memberikan konteks yang lebih lengkap daripada digunakan secara terpisah.
Berapa Dividend Yield yang Baik?
Tidak ada angka dividend yield yang tepat untuk setiap saham.
Pada satu perusahaan, yield 2% mungkin dianggap rendah, tetapi masih masuk akal untuk perusahaan yang sedang tumbuh cepat. Sebaliknya, yield 7% mungkin terlihat menarik, tetapi perlu diperiksa apakah pembayaran dividennya dapat terus dipertahankan.
Beberapa faktor yang dapat memberikan konteks antara lain:
sektor perusahaan;
tahap pertumbuhan bisnis;
riwayat pembayaran dividen;
pertumbuhan laba;
free cash flow;
payout ratio;
tingkat utang;
kondisi suku bunga;
perubahan harga saham.
Kebutuhan investasi perusahaan yang sudah mapan dapat berbeda dengan perusahaan yang masih agresif berkembang.
Perusahaan dengan pertumbuhan tinggi, misalnya, dapat memilih menggunakan lebih banyak laba untuk mengembangkan bisnis daripada membagikannya sebagai dividen.
Akibatnya, pertanyaan yang lebih penting bukan hanya "berapa yield yang bagus?", tetapi apakah dividend yield tersebut masuk akal dibandingkan dengan kondisi dan kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
Cara Membaca Dividend Yield dengan Lebih Tepat
Setelah memahami kenapa dividend yield penting, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar angka dividend yield tidak dibaca tanpa konteks.
1. Pastikan metode perhitungannya sama
Jangan langsung membandingkan trailing dividend yield sebuah saham dengan forward dividend yield saham lain.
Perbedaan metode dapat menghasilkan angka yang berbeda.
2. Cari tahu alasan perubahan dividend yield
Jika dividend yield naik, periksa apakah:
perusahaan menaikkan dividen;
harga saham turun;
atau keduanya terjadi pada saat yang sama.
3. Perhatikan kemampuan perusahaan untuk membayar dividen
Lihat laba, arus kas, payout ratio, dan kondisi neraca perusahaan.
Jika pembayaran sulit dipertahankan, dividend yield tinggi tidak terlalu berarti.
4. Perhatikan riwayat dividennya
Satu pembayaran dividen yang besar tidak selalu menunjukkan kebijakan perusahaan dalam jangka panjang.
Periksa apakah dividen konsisten, tumbuh, atau justru pernah beberapa kali dipotong.
5. Ingat total return
Dividend yield hanya menunjukkan satu bagian dari hasil investasi.
Keseluruhan return investor juga sangat dipengaruhi oleh perubahan harga saham.
Cara Mencari Saham dengan Dividend Yield Tertinggi
Daripada memeriksa dividend yield saham satu per satu, kamu dapat menggunakan Stock Screener untuk menyaring saham berdasarkan kriteria tertentu.
Di Gotrade, Stock Screener dapat membantu mempersempit daftar saham AS yang ingin dipelajari. Untuk mencari saham berdasarkan dividend yield, gunakan filter Dividend Yield, lalu bandingkan saham dengan yield yang lebih tinggi.
Secara umum, langkahnya adalah:
Buka fitur Stock Screener di Gotrade.
Pilih Dividend Yield sebagai salah satu kriteria screening.
Tentukan kriteria dividend yield yang ingin dicari.
Bandingkan saham yang muncul dari hasil screening.
Buka masing-masing saham untuk memeriksa fundamentalnya lebih lanjut.
Namun, hasil screening sebaiknya digunakan sebagai daftar awal, bukan langsung sebagai daftar saham yang harus dibeli.
Misalnya, jika sebuah saham muncul dengan dividend yield 8%, periksa kembali apakah yield tersebut tinggi karena pembayaran dividennya memang besar atau karena harga sahamnya baru mengalami penurunan.
Selain dividend yield, kamu dapat melihat faktor lain seperti payout ratio, laba, arus kas, utang, dan riwayat pembayaran dividen sebelum menentukan apakah saham tersebut layak dipelajari lebih lanjut.
Dengan cara ini, Stock Screener membantu mempercepat pencarian saham, sementara keputusan akhirnya tetap didasarkan pada analisis perusahaan secara lebih menyeluruh.
Baca juga: 8 Cara Memilih Saham yang Baik untuk Pemula: Jangan Sampai Salah Pilih!
Kesimpulan
Dividend yield menunjukkan nilai dividen dari perspektif harga saham, bukan hanya dari jumlah uang yang dibayarkan perusahaan.
Dividend yield pada dasarnya adalah persentase dividen tahunan dibandingkan dengan harga saham. Namun, dividend yield yang tinggi tidak selalu menunjukkan bahwa saham lebih menarik karena yield juga dapat meningkat saat harga saham turun.
Karena itu, untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik, gunakan dividend yield bersama payout ratio, laba, arus kas, riwayat pembayaran dividen, dan pergerakan harga saham.
Untuk membantu mempelajari aset sebelum menentukan transaksi, Gotrade memungkinkan kamu memantau saham dan ETF Amerika Serikat serta melihat pergerakan harganya.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














