Perbedaan utamanya bisa dilihat dari pelaku, tujuan, jangka waktu, maupun metode analisisnya. Dikutip dari e-book bertajuk Trading Saham dengan Menggunakan Fibonacci Retracement oleh Satrio Utomo, berikut adalah beberapa poin bedanya saham dan investasi secara umum secara definitif:
Aspek | Trading | Investasi |
Jangka Waktu | Cenderung Pendek (harian, mingguan) | Panjang (bulan hingga tahun) |
Sumber Keuntungan | Pergerakan harga untuk jangka pendek. | Apresiasi harga untuk jangka panjang. |
Alat Analisis | Bisa menggunakan analisis teknikal, fundamental, atau analisis lain/gabungan. | Analisis fundamental. |
Tujuan | Mendapat keuntungan dengan cara apa pun (selama masih dalam batas-batas hukum yang ada). | Mendapatkan keuntungan dengan memperhatikan faktor rasionalitas. |
Syarat dan Persiapan Sebelum Mulai Trading
Pahami dasar-dasar trading.
Pahami tujuan trading yang jelas.
Persiapkan beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk data. Umumnya, berupa nomor KTP, NPWP, hingga rekening bank aktif.
Ketahui konsep "uang dingin" atau uang yang tidak terpakai untuk kebutuhan sehari-hari.
Siapkan modal awal
Ketahui profil risiko diri sendiri sebelum mulai, mulai dari risiko konservatif (risiko paling rendah), moderat (risiko menengah), atau agresif (toleransi risiko paling tinggi yang siap rugi).
Cara Main Trading Saham untuk Pemula 2026
Berikut langkah awal cara main trading saham untuk pemula secara umum:
Ketahui platform atau aplikasi saham yang kamu gunakan, pastikan sudah berizin resmi dari OJK atau beroperasi di bawah pengawasan Bappebti. Cara mudah memastikan broker aman yaitu dengan cek izin di situs resmi OJK.
Pastikan juga ada layanan pengaduan resmi. Platform yang menjanjikan keuntungan pasti atau imbal hasil tidak wajar itu patut diwaspadai.
2. Buka Rekening Sekuritas
Langkah awal sebelum bisa trading saham yaitu membuka rekening efek di perusahaan efek (sekuritas) yang terdaftar. Fungsi rekening ini sebagai akun resmi untuk melakukan transaksi saham. Kalau di Indonesia, data kamu akan tercatat di Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
3. Lengkapi Data
Lengkapi formulir data pribadi dan formulir pembuatan Rekening Dana Investor (RDI) yang diberikan perusahaan efek. Biasanya dokumen yang dibutuhkan berupa, KTP, NPWP, rekening aktif. Setelah mendaftar, akun umumnya bisa aktif dalam 1–3 hari kerja untuk mendapatkan kode nasabah dan Single Investor Identification (SID) dari KSEI sebagai identitas resmi investor.
4. Deposit ke Rekening Dana Nasabah (RDN)
RDN merupakan rekening khusus yang terpisah dari rekening pribadi dan rekening perusahaan broker untuk transaksi saham atas namamu. Setelah kode nasabah aktif, kamu bisa langsung menyetor dana awal. Untuk modal awal setiap broker bisa bervariasi.
5. Ketahui Istilah Dasar Sebelum Transaksi Pertama
Sebelum mulai membeli, trader perlu paham istilah-istilah dalam dunia trading. Biasanya istilah di bawah ini yang kerap muncul:
Lot (Satuan transaksi saham): 1 lot itu 100 lembar saham.
Harga tertinggi pembeli (bid) vs. harga terendah penjual (ask).
Limit order (beli/jual di harga yang kamu tentukan sendiri).
Market order (harga pasar saat ini).
6. Pilih dan Beli Saham
Untuk pemula, mulailah dengan beli saham perusahaan yang produk atau layanannya sudah kamu ketahui. Ada pendekatan analisis yang bisa digunakan yakni analisis fundamental dengan cek kesehatan keuangan perusahaan dan prospek bisnisnya. Bisa juga dengan cara analisis teknikal dengan memperhatikan grafik pergerakan harga (untuk menentukan waktu beli dan jual yang tepat).
Setelah memilih saham, kamu bisa masukkan order beli melalui aplikasi. Secara umum step by step-nya:
7. Pantau dan Pelajari Pergerakan Saham yang Dibeli
Setelah beli dan punya saham, bukan berarti tugasmu selesai. Pelajari, pantau, dan tinjau portofolio secara rutin. Cek berita terkait perusahaan atau bisa baca laporan keuangan triwulan perusahaan.
Tips Memulai Main Trading untuk Pemula
Sebelum membahas strategi teknikal, ada fondasi dasar yang kerap dilewatkan pemula. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa langkah berikut.
1. Kenali Profil Investasi Kamu
Setiap trader pasti punya tujuan, jangka waktu, toleransi risiko, dan ekspektasi return masing-masing. Makanya, tidak ada strategi trading yang cocok untuk semua orang. Strategi dipilih menyesuaikan dengan kondisi dan tujuan keuangan.
2. Pilih Produk Sesuai Kebutuhan
Pilih produk yang benar-benar sesuai. Pahami produk yang ingin kamu beli atau jual, jangan ikut-ikutan tren atau rekomendasi orang lain tanpa kamu pahami dulu.
Pastikan broker atau platform trading yang kamu gunakan sudah memiliki izin usaha resmi yang sesuai bidangnya. Cari tahu lewat dokumen legalitas dan informasi yang beredar.
4. Mengetahui Regulatornya
Trader perlu tahu lembaga mana yang mengawasi broker/platform yang kamu pakai. Untuk saham Indonesia, regulatornya yaitu OJK dan BEI. Untuk saham AS pastikan platform beroperasi di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini sangat penting untuk perlindungan ketika nantinya dikemudian hari terjadi masalah.
5. Baca Syarat dan Ketentuan
Trader perlu tahu hak dan kewajibanmu, biaya transaksi, risiko yang melekat pada produk sebelum bertransaksi. Dalam mulai trading, pastikan kamu tahu ketentuan biaya komisi, biaya lain (seperti penarikan dana, platform), hingga prosedur pengaduan.
7. Jangan Beli Berlebihan
Saat pemula semakin sering bertransaksi bukan berarti bisa semakin besar keuntunganmu. Dalam penelitian yang dilakukan Barber dan Odean (2001) yang dimuat The Quarterly Journal of Economics, menunjukkan rasa terlalu percaya diri (overconfidence) mendorong investor bertransaksi berlebihan, dan transaksi berlebihan tersebut bisa menurunkan imbal hasil.
Overtrading biasanya terjadi karena terlalu yakin bisa "menangkap" setiap pergerakan harga, maupun terlalu sering bereaksi terhadap berita jangka pendek.
Jadi pastikan kamu menetapkan batas maksimal transaksi per hari atau per minggu, atau hanya masuk posisi jika ada sinyal yang jelas dari analisismu. Bukan karena ikut-ikutan atau feeling semata.
Keuntungan dan Risiko Trading Saham
Pada dasarnya, melakukan trading saham bisa mendapatkan kita keuntungan sekaligus mengandung risiko kehilangan modal. Berikut adalah beberapa poin yang perlu dipahami secara umum.
| Risiko | Keuntungan |
1 | Risiko Psikologis Keputusan didorong Fear of Missing Out (FOMO) atau panik (bukan analisis). Ketakutan dan panik akan merugi. Revenge trading karena dorongan emosional ingin membalas kerugian sebelumnya rapi malah justri berujung rugi lebih besar
| Mendapatkan keuntungan/laba (deviden) perusahaan yang dibagikan rutin ke pemegang saham |
2 | Risiko Spesifik Harga saham turun hingga drastis karena berita buruk perusahaan maupun laporan keuangan meleset | Trader mendapat capital gain (untung dari selisih harga beli dan jual) |
3 | Risiko Pasar Harga bisa turun akibat beberapa kondisi (capital loss). Mulai dari ekonomi, geopolitik hingga peristiwa global. | Saham fundamental kuat bisa beri dividen rutin sekaligus kenaikan harga jangka panjang. |
4 | Risiko Likuiditas Saham tertentu sulit dijual cepat di harga yang diinginkan | Menjadi bagian dari kepemilikan perusahaan dan bisa ikut menikmati pertumbuhan bisnisnya. |
Cara Trading Saham di HP lewat Gotrade
Keputusan didorong Fear of Missing Out (FOMO) atau panik (bukan analisis).
Ketakutan dan panik akan merugi.
Revenge trading karena dorongan emosional ingin membalas kerugian sebelumnya rapi malah justri berujung rugi lebih besar
Harga saham turun hingga drastis karena berita buruk perusahaan maupun laporan keuangan meleset
Harga bisa turun akibat beberapa kondisi (capital loss). Mulai dari ekonomi, geopolitik hingga peristiwa global.
Saham tertentu sulit dijual cepat di harga yang diinginkan
Unduh aplikasi Gotrade di App Store atau Google Play Store secara gratis..
Daftar dan lengkapi data yang diminta untuk menyelesaikan verifikasi Know Your Customer (KYC).
Masukkan dana untuk modal awal di aplikasi.
Cari saham yang ingin dibeli.Untuk saham AS yang populer bisa seperti Apple, Tesla, atau NVIDIA,kemudian cek informasi dan grafiknya.
Tentukan nominal, pilih jenis order, sampai konfirmasi transaksi.
Cek pergerakan harga dan portofolio langsung dari HP (pantau portofolio).
Kesimpulan
Melakukan cara trading saham pemula tidak serumit yang dibayangkan jika dimulai dengan langkah yang tepat. Trading saham bukan cuma soal seberapa sering kamu bertransaksi, tapi seberapa disiplin kamu menjalankan strategi dan mengelola risiko. Gunakan uang dingin, kenali profil risikomu, dan terus tingkatkan pengetahuan sebelum mengambil keputusan transaksi
Pada dasarnya trading saham tetap mengandung risiko. Oleh karena itu, para trader perlu memahami pengetahuan pasar, riset, dan disiplin emosional yang baik untuk melakukan trading.
Berbeda dengan investor jangka panjang yang sesekali memantau portofolionya, trader aktif harus terus mengikuti pergerakan pasar, berita terkini, dan posisi transaksi mereka secara konsisten.
sebelum memulai, trading pastikan kamu mengetahui risikonya dan pertimbangkan kondisi keuangan pribadi. Jika diperlukan, konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional yang terdaftar di OJK.
Disclaimer: Artikel ini sifatnya edukatif dan bertujuan memberikan gambaran umum seputar cara bermain trading saham. Konten ini bukan termasuk saran investasi maupun untuk membeli dan menjual efek tertentu.
Referensi
Otoritas Jasa Keuangan. (n.d.). Tips Investasi Secara Aman. OJK Waspada Investasi.
Bursa Efek Indonesia. (n.d.). Saham. IDX.
(2024). How to Make Money in Stock.
Investopedia. (2024). What Is Stock Trading?
Investopedia. (2024). Learn How to Trade the Market in 5 Steps
Investopedia. (2024). The Difference Between Investing and Trading
Satrio, Utomo. (2016). Trading Saham dengan Menggunakan Fibonacci. Elex Media Komputindo.