Untuk saham Indonesia, 1 lot terdiri dari 100 saham hal ini sesuai dengan ketentuan yang ada pada Bursa Efek Indonesia yang dijelaskan oleh OJK. Sementara pada forex dan instrumen lain, ukuran lot menggunakan ketentuan yang berbeda.
Instrumen | Satuan | Ukuran Umum |
Saham Indonesia | Lot | 100 saham |
Saham AS | Saham atau fractional shares | Sesuai jumlah atau nominal |
Forex standard lot | Lot | 100.000 unit |
Forex mini lot | Lot | 10.000 unit |
Forex micro lot | Lot | 1.000 unit |
Equity options AS | Kontrak | Umumnya 100 saham |

Cara Menghitung Lot dan Nilai Transaksi
Cara menghitung nilai transaksi perlu disesuaikan dengan instrumen yang digunakan. Saham Indonesia, saham AS, options, dan forex memiliki satuan serta ukuran kontrak yang berbeda, sehingga rumusnya tidak dapat disamakan.
Contoh Perhitungan Lot Saham Indonesia
Misalnya, harga sebuah saham di BEI adalah Rp2.000 per saham dan kamu ingin membeli 3 lot. Di pasar saham Indonesia, 1 lot terdiri dari 100 saham. Maka nilai transaksinya dapat dihitung sebagai berikut:
3 lot × 100 saham × Rp2.000 = Rp600.000
Artinya, kamu membeli 300 saham dengan nilai transaksi Rp600.000 sebelum memperhitungkan biaya transaksi.
Contoh Perhitungan Saham AS
Misalnya, harga sebuah saham AS adalah US$50 dan kamu ingin membeli 3 saham. Dalam transaksi saham AS, jumlah pembelian umumnya dinyatakan dalam jumlah saham, bukan lot. Nilai transaksinya dapat dihitung sebagai berikut:
3 saham × US$50 = US$150
Transaksi tersebut disebut pembelian 3 saham, bukan 3 lot. Jika platform menyediakan fractional shares, pembelian juga dapat dilakukan berdasarkan nominal tanpa harus membeli satu saham penuh.
Contoh Perhitungan Kontrak Options
Misalnya, sebuah kontrak options memiliki premium US$2 per saham dengan multiplier 100. Artinya, nilai premium dihitung berdasarkan 100 saham yang menjadi dasar satu kontrak. Berikut ini perhitungannya:
US$2 × 100 = US$200
Jadi, premium untuk satu kontrak adalah US$200 sebelum biaya transaksi. Multiplier 100 umum digunakan pada standard equity options, tetapi spesifikasi kontrak tetap perlu diperiksa karena aksi korporasi tertentu dapat mengubah ketentuannya.
Bagaimana Menghitung Transaksi Forex?
Perhitungan transaksi forex bergantung pada ukuran kontrak, pasangan mata uang, nilai pip, leverage, dan mata uang akun. Karena ketentuannya dapat berbeda pada setiap platform, hasil perhitungannya tidak selalu sama.
Kamu dapat menggunakan kalkulator dari platform untuk memperkirakan nilai posisi dan kebutuhan margin. Sebelum membuka posisi, tetap periksa ukuran kontrak, leverage, biaya, dan risiko kerugiannya.
Mengapa Jumlah Lot Mempengaruhi Risiko?
Semakin banyak lot yang dibeli, semakin besar nilai posisi dan perubahan nilainya ketika harga saham bergerak naik turun.Misalnya, kamu membeli lima lot saham pada harga Rp2.000 per lembar.
Jika kamu membeli 50 lot, nilai posisinya menjadi Rp10 juta. Penurunan harga 10% dapat mengurangi nilai posisi sekitar Rp1 juta sebelum biaya. Karena itu, jangan hanya melihat harga per lembar. Perhatikan juga nilai total posisi dan porsinya terhadap seluruh portofolio.
Apakah Saham AS Harus Dibeli dalam Lot?
Saham AS tidak harus dibeli sebanyak 100 saham sekaligus. Investor ritel umumnya dapat membeli satu, lima, atau sepuluh saham, tergantung platform.Di pasar saham AS, istilah round lot digunakan dalam mekanisme kuotasi dan pelaporan perdagangan.
Istilah tersebut bukan ketentuan jumlah minimum yang wajib dibeli oleh investor ritel. Investor tetap dapat membeli saham dalam jumlah yang lebih kecil, termasuk odd lot atau fractional shares apabila tersedia di platform.
Apa Itu Fractional Shares?
Fractional shares adalah kepemilikan sebagian dari satu saham, sehingga kamu tidak perlu membeli satu lembar saham penuh. Fasilitas ini memungkinkan investor membeli saham berdasarkan nominal tertentu atau dalam bentuk pecahan, tergantung layanan yang disediakan broker.
Misalnya, harga satu saham adalah US$200. Jika platform menyediakan pembelian berdasarkan nominal dan kamu memasukkan order US$20, kamu dapat memperoleh sekitar 0,1 saham sebelum biaya dan perubahan harga.
Sebelum membeli fractional shares, periksa:
Jenis Ukuran Lot dalam Forex
Dalam forex, istilah standard lot, mini lot, dan micro lot digunakan untuk membedakan jumlah unit mata uang dalam satu posisi. Semakin besar ukuran lot, semakin besar pula nilai eksposur terhadap perubahan harga.
Namun, penyebutan dan ukuran yang tersedia dapat berbeda menurut produk serta platform. Karena itu, jangan hanya melihat nama lot. Periksa juga contract size, nilai pip, leverage, margin, spread, dan biaya transaksi.
Ukuran posisi yang lebih kecil dapat mengurangi nilai eksposur, tetapi tidak menghilangkan risiko. Pergerakan harga, penggunaan leverage, likuiditas, dan kondisi pasar tetap dapat mempengaruhi hasil transaksi.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Menghitung Lot
Perhitungan lot dapat berbeda tergantung instrumen yang diperdagangkan. Karena itu, jangan langsung menggunakan aturan saham untuk forex atau options. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari.
1. Menganggap Semua Pasar Menggunakan Ukuran yang Sama
Angka 100 dapat memiliki arti berbeda. Di BEI, 100 saham sama dengan 1 lot. Pada standard equity options AS, 100 saham merupakan jumlah aset yang umumnya diwakili oleh satu kontrak. Sementara itu, transaksi saham AS tidak mewajibkan investor ritel membeli 100 saham sekaligus. Karena itu, pastikan kamu memahami konteks produknya sebelum menghitung transaksi.
2. Hanya Melihat Jumlah Unit
Jumlah saham atau kontrak belum menunjukkan seluruh risiko transaksi. Kamu juga perlu memperhatikan harga aset, multiplier, biaya, spread, leverage, dan kebutuhan margin jika berlaku. Dua transaksi dengan jumlah unit yang sama dapat memiliki nilai dan risiko yang sangat berbeda.
3. Memilih Ukuran Besar karena Mengejar Hasil Lebih Tinggi
Ukuran posisi yang lebih besar memang membuat potensi hasil ikut membesar. Namun, dampak kerugiannya juga meningkat ketika harga bergerak berlawanan. Ukuran transaksi sebaiknya ditentukan berdasarkan kondisi keuangan, karakter produk, dan kemampuan menanggung kerugian, bukan hanya berdasarkan target keuntungan.
4. Tidak Memeriksa Spesifikasi Produk
Spesifikasi kontrak dapat berbeda antar produk dan platform. Pada options, misalnya, investor perlu memeriksa multiplier, strike price, tanggal kadaluarsa, dan apakah kontraknya pernah disesuaikan akibat corporate action. Pada forex, periksa ukuran kontrak, nilai pip, leverage, serta margin. Jangan hanya mengandalkan nama “standard” atau “mini” tanpa membaca detailnya.
Pahami Ukuran Transaksi Sebelum Memasukkan Order
Memahami apa itu lot akan membantu kamu menghitung ukuran transaksi dengan lebih tepat. Di BEI, 1 lot terdiri dari 100 saham sedangkan dalam saham AS, forex dan options menggunakan mekanisme yang berbeda.
Pada saham AS, order bisa dibuat berdasarkan jumlah saham atau nominal tertentu apabila tersedia fractional shares.
Dalam forex, lot menunjukkan ukuran posisi berdasarkan jumlah unit mata uang. Sementara itu, satu standard equity options contract umumnya mewakili 100 saham.
Memahami perbedaan tersebut membantu kamu menghitung nilai transaksi dengan lebih tepat. Sebelum memasukkan order, periksa jumlah unit, harga, multiplier, biaya, leverage, margin, dan risiko produk yang dipilih.
Melalui Gotrade, kamu dapat mempelajari dan mengakses saham AS, ETF, serta pilihan options yang tersedia. Baca informasi produk dan pahami risikonya sebelum melakukan transaksi.