Apa Itu Liquidity? Pengertian, Jenis, dan Cara Mengukurnya

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu Liquidity? Pengertian, Jenis, dan Cara Mengukurnya

Ringkasan Gotrade

  • Liquidity menunjukkan seberapa mudah aset dibeli atau dijual tanpa memberikan dampak besar terhadap harganya.
  • Liquidity penting karena dapat memengaruhi kemudahan entry dan exit, biaya transaksi, slippage, serta price impact.
  • Liquidity dapat dinilai melalui beberapa indikator, seperti trading volume, bid-ask spread, trading frequency, market depth, dan price impact.

Pernah menemukan saham yang bisa dibeli atau dijual dalam waktu singkat, sementara saham lain terasa lebih sulit ditransaksikan? Perbedaan ini salah satunya berkaitan dengan liquidity. Lalu, apa itu liquidity dan mengapa konsep ini penting sebelum membeli suatu aset?

Secara sederhana, liquidity adalah tingkat kemudahan suatu aset untuk dibeli atau dijual tanpa memberikan dampak besar terhadap harganya. Dikutip dari laman Investor.gov, liquidity atau marketability menunjukkan seberapa mudah dan cepat suatu sekuritas diperjualbelikan di pasar sekunder tanpa memberikan pengaruh substansial terhadap harga.

Apa Itu Liquidity dan Mengapa Tingkatnya Bisa Berbeda?

Liquidity adalah tingkat kemudahan suatu aset untuk dibeli atau dijual dengan cepat tanpa memberikan dampak signifikan terhadap harganya. Semakin banyak pembeli dan penjual, semakin aktif transaksi, serta semakin besar kemampuan pasar menyerap order, biasanya semakin tinggi liquidity suatu aset.

Baca juga: Indeks S&P 500: Karakteristik hingga Cara Investasinya

Sebaliknya, aset dengan aktivitas perdagangan rendah cenderung lebih sulit ditransaksikan dan dapat membutuhkan waktu lebih lama atau penyesuaian harga agar transaksi terjadi.

Liquidity juga tidak sama dengan kestabilan harga. Aset yang likuid tetap dapat mengalami kenaikan atau penurunan harga yang tajam karena perubahan kondisi perusahaan, sentimen pasar, atau faktor ekonomi.

Jadi, liquidity lebih berkaitan dengan seberapa mudah aset ditransaksikan dan seberapa besar transaksi memengaruhi harga, bukan seberapa stabil harga aset tersebut.

Baca juga: Saham Undervalued: Ini Ciri hingga Cara Ceknya, Apakah Bagus?

Jenis Liquidity dalam Dunia Keuangan

Istilah liquidity dapat digunakan dalam beberapa konteks di dunia keuangan. Karena itu, memahami jenisnya penting agar tidak keliru ketika menemukan istilah liquidity dalam artikel investasi, laporan keuangan, maupun pembahasan trading.

Secara umum, liquidity dapat dibedakan menjadi market liquidity, accounting liquidity, dan funding liquidity. Ketiganya sama-sama berkaitan dengan kemampuan memperoleh atau menggunakan dana, tetapi memiliki fokus yang berbeda.

1. Market Liquidity

Market liquidity mengacu pada kemampuan suatu aset untuk dibeli atau dijual dengan cepat tanpa memberikan dampak signifikan terhadap harga. Dalam konteks saham, market liquidity berkaitan langsung dengan kemudahan investor melakukan entry dan exit.

Pasar yang aktif biasanya memiliki lebih banyak pembeli dan penjual serta order yang lebih tersedia. Kondisi ini membantu transaksi dilakukan tanpa harus memberikan perubahan harga yang terlalu besar.

Namun, market liquidity tidak cukup dinilai hanya dari jumlah transaksi. Trading volume, bid-ask spread, trading frequency, market depth, dan price impact dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap.

2. Accounting Liquidity

Berbeda dengan market liquidity, accounting liquidity berkaitan dengan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset yang dimilikinya. Beberapa rasio yang umum digunakan untuk melihat kondisi tersebut adalah current ratio, quick ratio, dan cash ratio. Ketiganya memberikan perspektif berbeda mengenai seberapa siap perusahaan menggunakan aset lancarnya untuk memenuhi kewajiban.

Perlu diperhatikan bahwa accounting liquidity perusahaan tidak otomatis menunjukkan bahwa saham perusahaan tersebut memiliki market liquidity yang tinggi. Keduanya mengukur aspek yang berbeda.

3. Funding Liquidity

Funding liquidity berkaitan dengan kemampuan perusahaan, investor, atau pelaku pasar memperoleh dana untuk memenuhi kewajibannya atau mempertahankan posisi keuangan. Menurut penelitian Aielli dan Pirino yang diterbitkan dalam Decisions in Economics and Finance pada 2025, market liquidity saham, funding liquidity, dan volatilitas saham dapat bergerak bersama. Hubungan tersebut juga menjadi lebih kuat ketika terjadi tekanan pada funding liquidity.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa kondisi pendanaan dapat ikut memengaruhi kondisi liquidity di pasar saham.

Baca Juga: 5 Strategi Trading Saham Harian bagi Pemula, Bisa Untung?

Mengapa Liquidity Penting bagi Investor?

Liquidity penting karena memengaruhi kemudahan investor saat membeli atau menjual aset. Kondisi liquidity juga dapat berdampak pada biaya transaksi, slippage, dan perubahan harga ketika order dieksekusi.

Mempermudah Entry dan Exit

Aset yang lebih likuid umumnya memiliki lebih banyak aktivitas perdagangan, sehingga investor lebih mudah menemukan pembeli atau penjual. Sebaliknya, aset dengan liquidity rendah dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk ditransaksikan.

Membantu Mengendalikan Biaya Transaksi

Liquidity berkaitan dengan bid-ask spread, yaitu selisih antara harga beli dan harga jual. Spread yang lebih sempit umumnya membuat biaya masuk atau keluar dari posisi menjadi lebih rendah.

Mengurangi Risiko Slippage dan Price Impact

Pada aset yang kurang likuid, transaksi dalam jumlah besar lebih mudah memengaruhi harga dan menyebabkan slippage. Pasar yang lebih dalam dengan lebih banyak order biasanya mampu menyerap transaksi tanpa perubahan harga yang terlalu besar.

Cara Mengukur Liquidity Suatu Aset

Liquidity tidak bisa dinilai dari satu indikator saja. Investor perlu melihat beberapa aspek seperti trading volume, bid-ask spread, trading frequency, market depth, dan price impact untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

indikator liquidity

Key takeaway: Jangan menilai liquidity hanya dari trading volume. Gunakan beberapa indikator untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pasar.

1. Trading Volume

Trading volume menunjukkan jumlah saham atau aset yang diperdagangkan dalam periode tertentu. Volume yang tinggi dapat menjadi sinyal adanya aktivitas perdagangan yang besar. Namun, volume tidak selalu menggambarkan seluruh kondisi liquidity. Dua saham dapat memiliki volume yang serupa, tetapi memiliki spread, market depth, dan price impact yang berbeda.

Dilansir dari laman Investopedia, volume perdagangan tidak seharusnya digunakan sebagai satu-satunya ukuran untuk menilai seberapa mudah suatu aset diperdagangkan. Investor juga perlu melihat spread dan karakteristik pasar lainnya untuk memahami real tradability suatu aset.

2. Bid-Ask Spread

Bid-ask spread adalah selisih antara harga bid dan ask. Harga bid merupakan harga yang bersedia dibayar pembeli, sedangkan ask merupakan harga yang ditawarkan penjual. Misalnya, sebuah saham memiliki harga bid US$99,90 dan ask US$100,00. Artinya, terdapat spread sebesar US$0,10. Secara umum, spread yang lebih sempit menunjukkan biaya transaksi yang lebih rendah dan sering dikaitkan dengan kondisi pasar yang lebih likuid.

3. Trading Frequency

Trading frequency menunjukkan seberapa sering transaksi terjadi dalam suatu periode. Saham yang ditransaksikan secara konsisten menunjukkan aktivitas pasar yang lebih tinggi dibandingkan saham yang hanya diperdagangkan sesekali.

Indikator ini juga membantu memberikan konteks terhadap volume. Volume besar yang hanya berasal dari sedikit transaksi belum tentu berarti saham tersebut aktif diperdagangkan sepanjang waktu.

4. Market Depth dan Order Book

Market depth menunjukkan jumlah order beli dan jual yang tersedia pada berbagai level harga. Semakin dalam pasar, semakin besar kemampuannya menyerap transaksi tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan.

Menurut penelitian dalam Finance Research Letters pada 2025, hubungan stock liquidity dan valuasi saham dapat bersifat tidak linear, sehingga market depth penting dipertimbangkan dalam menilai liquidity saham.

5. Price Impact

Price impact menunjukkan seberapa besar harga berubah ketika transaksi dengan ukuran tertentu dilakukan. Indikator ini membantu melihat hubungan antara ukuran transaksi dan perubahan harga.

Jika transaksi yang relatif besar hanya menyebabkan perubahan harga kecil, kondisi tersebut dapat mengindikasikan liquidity yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika transaksi yang relatif kecil sudah membuat harga bergerak cukup jauh, pasar tersebut dapat memiliki liquidity yang lebih rendah.

Apa Itu Liquidity Risk dan Mengapa Perlu Diperhatikan?

Liquidity risk atau risiko likuiditas muncul ketika aset sulit dibeli atau dijual dengan cepat saat investor membutuhkannya. Risiko ini lebih mungkin terjadi pada aset dengan aktivitas perdagangan rendah atau jumlah pembeli dan penjual yang terbatas.

Sulit Menjual Saat Membutuhkan Dana

Investor dapat kesulitan menjual aset ketika membutuhkan dana karena tidak selalu tersedia pembeli pada waktu yang diinginkan. Semakin terbatas aktivitas perdagangan suatu aset, semakin besar kemungkinan investor membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dari posisi.

Berpotensi Mendapat Harga yang Kurang Menguntungkan

Aset yang kurang likuid juga dapat membuat investor harus menerima harga yang kurang sesuai dengan ekspektasi agar transaksi segera terjadi. Misalnya, jika saham ditargetkan untuk dijual pada US$50 tetapi hanya sedikit pembeli di harga tersebut, investor mungkin perlu menurunkan harga agar order lebih cepat terealisasi.

Liquidity dalam Trading, Apakah Sama?

Dalam trading, liquidity berkaitan dengan kemudahan melakukan transaksi tanpa memberikan dampak besar terhadap harga. Namun, istilah liquidity juga digunakan dalam price action dan Smart Money Concepts (SMC) dengan konteks yang berbeda.

Market Liquidity dalam Trading

Market liquidity memengaruhi execution, bid-ask spread, slippage, dan price impact. Instrumen yang lebih likuid umumnya memungkinkan trader masuk dan keluar posisi dengan lebih mudah.

Liquidity Area dalam Price Action

Dalam price action atau SMC, liquidity sering merujuk pada area seperti equal highs, equal lows, swing high, dan swing low yang dianggap memiliki konsentrasi order. Konsep seperti liquidity sweep kemudian digunakan trader untuk menganalisis kemungkinan pergerakan harga setelah area tersebut tersentuh.

Baca Juga: Trading Saham: Cara Kerja, Strategi dan Risikonya

Liquidity dan Solvency, Apa Bedanya?

Liquidity dan solvency sama-sama membantu melihat kondisi keuangan perusahaan, tetapi memiliki fokus yang berbeda. Liquidity berfokus pada kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek, sedangkan solvency berkaitan dengan kemampuan memenuhi kewajiban dalam jangka panjang. Berikut perbedaan keduanya:

Aspek

Liquidity

Solvency

Fokus

Kewajiban jangka pendek

Kewajiban jangka panjang

Yang dinilai

Kemampuan mencairkan aset untuk memenuhi kewajiban

Kemampuan memenuhi seluruh kewajiban

Contoh indikator

Current ratio, quick ratio, cash ratio

Debt-to-equity ratio, debt-to-asset ratio

Aset yang diperhatikan

Kas dan aset lancar

Total aset dan struktur modal

Risiko jika rendah

Kesulitan memenuhi kewajiban jangka pendek

Risiko kesulitan memenuhi kewajiban jangka panjang

Keduanya dapat digunakan bersama karena memberikan gambaran yang berbeda mengenai kondisi keuangan perusahaan.

Memahami Liquidity untuk Investasi yang Lebih Terukur

Memahami liquidity membantu kamu menilai kemudahan entry dan exit, potensi biaya transaksi, slippage, hingga price impact. Jadi, jangan hanya melihat trading volume, tetapi pertimbangkan juga bid-ask spread, trading frequency, dan market depth sebelum berinvestasi. Jika ingin mulai mengakses berbagai saham dan ETF Amerika Serikat, Gotrade dapat menjadi salah satu platform yang kamu pertimbangkan.

Referensi:

Investopedia.Understanding Liquidity and How to Measure It”

Investor gov. “Liquidity (or Marketability)”

Aielli, G. P., & Pirino, D. “Funding liquidity and stocks’ market liquidity: structural estimation from high-frequency data.” Decisions in Economics and Finance, 2025.

Barros, L., & Gonçalves, R. “Stock liquidity and price-to-book discounts: non-linear evidence from European-listed firms.” Finance Research Letters, 2025.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku