5 Strategi Trading Saham Harian bagi Pemula, Bisa Untung?

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

5 Strategi Trading Saham Harian bagi Pemula, Bisa Untung?

Ringkasan Gotrade

  • Trading saham harian yaitu aktivitas beli-jual saham yang memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek yang terjadi dalam satu hari.

  • Perdagangan rentang, scalping, arbitrase, berbasis berita, dan high-frequency trading (HFT) merupakan strategi yang kerap digunakan. Namun, masing-masing dengan risiko dan potensi keuntungan berbeda.

  • Secara umum, saham yang cocok untuk trading harian yaitu yang punya likuiditas tinggi, spread tipis, volatilitas seimbang, dan pola teknikal yang jelas.

Trading saham harian atau day trading merupakan salah satu pendekatan trading di pasar saham. Sesuai namanya, setiap keputusan beli dan jual terjadi dalam hitungan jam bahkan menit dalam perdagangan hari tersebut.

Namun, kalau kamu ingin sebelum terjun ke day trading, penting untuk memahami cara kerjanya, strategi yang tepat, hingga kesalahan umum yang sering dilakukan. Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Trading Saham Harian?

Financial Industry Regulatory Authority (FINRA), mengartikan trading saham harian adalah aktivitas pembelian dan penjualan, atau sebaliknya atas sekuritas yang sama dalam satu hari menggunakan akun margin. Konsep ini merujuk pada pencarian cari selisih harga dalam hitungan menit hingga jam, lalu tutup posisi sebelum pasar tutup.

Baca juga: Jadwal Libur Bursa Saham 2026 & 2027: Kalender BEI dan AS Terbaru

Pilihan Strategi Trading Saham Harian

Seorang trader harian butuh keunggulan dibanding pelaku pasar lainnya. Hal ini menjadi bekal untuk bertahan dan konsisten cuan di tengah ketatnya persaingan pasar. Umumnya, keunggulan ini biasanya tidak didapat secara instan, tapi lewat strategi yang terus diasah hingga mampu membatasi kerugian.

Tentu, masing-masing strategi punya karakteristik risiko dan potensi keuntungan yang berbeda. Berikut beberapa strategi utama yang umum dipakai trader harian:

1. Perdagangan Rentang

Strategi ini disebut juga ayunan atau range yang mengandalkan level support (batas bawah harga) dan resistance (batas atas harga) yang sudah ditentukan sebelumnya. Jadi, trader membeli ketika harga mendekati support dan menjual saat harga mendekati resistance, memanfaatkan pola naik-turun harga dalam rentang tertentu.

Baca juga: Annualized Return: Rumus, Cara Hitung, dan Bedanya dengan TTM

2. Scalping

Scalping merupakan strategi mengejar banyak keuntungan kecil dari pergerakan harga yang terjadi dalam hitungan menit/detik. Biasanya, trader scalper membuka dan menutup posisi berkali-kali dalam sehari. Mereka juga akan mengandalkan volume transaksi yang tinggi untuk mengumpulkan keuntungan sedikit demi sedikit.

3. Arbitrase

Strategi ini memanfaatkan inefisiensi harga sementara saat saham yang sama dijual dengan harga lebih rendah di satu bursa tapi di bursa lainnya lebih tinggi. Arbitrase termasuk salah satu bentuk scalping yang memanfaatkan selisih harga yang dianggap "salah" di pasar.

Dalam hal ini, contohnya saat ada perbedaan harga saham yang sama di dua tempat berbeda, kemudian mengambil untung ketika harga tersebut kembali ke nilai wajarnya.

4. Berbasis Berita

Sesuai namanya, strategi dipakai dengan melihat lonjakan volatilitas yang muncul akibat berita atau headline tertentu. Salah satu contohnya saat trading berdasarkan spekulasi apakah rencana merger atau akuisisi perusahaan akan benar-benar terealisasi atau tidak. Kabar seperti itu bisa membuat harga saham bergerak tajam.

5. High-Frequency Trading (HFT)

Algoritma canggih dari HFT ini bisa mengeksekusi ribuan transaksi dalam waktu sangat singkat. Strategi ini memanfaatkan celah kecil atau ketidaksempurnaan pasar yang umumnya cuma berlangsung sesaat (sesuatu yang sulit dilakukan trader manual karena butuh kecepatan tinggi).

Cara Kerja Trading Saham Harian

Pendekatan day trading cukup berisiko terhadap pasar keuangan (karena melibatkan pembelian dan penjualan sekuritas dalam satu hari perdagangan secara cepat). Pasalnya, bentuk perdagangannya memanfaatkan pergerakan harga kecil pada saham maupun instrumen keuangan lain yang sangat likuid.

Secara umum, cara kerja trading saham harian yaitu saat para trader membuka dan menutup posisi dalam hitungan jam, menit, bankan detik. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari ketidakseimbangan pasar jangka pendek dan fluktuasi harga.

Contoh perhitungan sederhana:

Contoh kita punya modal trading sebesar Rp15.000.000 dan memutuskan cumamengambil risiko 1% per transaksi atau sekitar Rp150.000.

Sebagai gambaran:

  • Harga entry saham: $50

  • Stop loss di: $49 (risiko $1 per lembar)

  • Target profit di: $52 (potensi keuntungan $2 per lembar)

  • Risk-reward ratio: 1:2

Dengan risiko maksimal Rp150.000 dan risiko $1 (asumsi kurs Rp17.800), kamu bisa membeli sekitar 8 lembar saham. Kalau stop loss tersentuh, kerugian maksimal terbatas sekitar Rp150.000. Jika target profit tercapai, potensi keuntungan sekitar dua kali lipat dari risiko tersebut.

Rasio 1:2 ini berarti kamu tidak perlu menang di setiap transaksi untuk tetap profitable dalam jangka panjang. Bahkan dengan win rate 40–50%, hasil akhir masih bisa positif selama risk-reward ratio dijaga konsisten.

Jika stop loss tersentuh:

  • Kerugian = 8 lembar × Rp17.800

  • Kerugian ≈ Rp142.400 (masih di bawah batas risiko Rp150.000)

Jika target profit tercapai:

  • Potensi profit per lembar = $2 × Rp17.800 = Rp35.600

  • Total profit = 8 lembar × Rp35.600

  • Profit ≈ Rp284.800

Dengan demikian:

  • Risiko maksimal: ± Rp142.400

  • Potensi keuntungan: ± Rp284.800

  • Risk-reward ratio tetap sekitar 1:2

Perbedaan Trading Day Trading vs Swing Trading vs Investasi Jangka Panjang

Penting mempelajari di mana posisi trading harian dibandingkan dua pendekatan lain yang sering disandingkan secara umum, yakni investasi jangka panjang dan swing trading (strategi jual beli saham dalam jangka waktu beberapa hari hingga minggu).

Poin-poin bedanya day trading, swing trading, dan investasi jangka panjang.

Kriteria Saham yang Cocok untuk Trading Harian

  • Likuiditas saham tinggi; volume transaksi harian besar dan stabil, sehingga posisi bisa dibuka dan ditutup tanpa menggerakkan harga secara signifikan.

  • Spread tipis: selisih harga bid dan ask yang sempit membuat biaya transaksi implisit lebih rendah, penting untuk trader dengan frekuensi transaksi tinggi.

  • Volatilitas yang seimbang: cukup bergerak untuk menghasilkan peluang profit, tapi tidak terlalu liar sehingga sulit dianalisis secara teknikal.

  • Katalis: berita korporasi, rilis data ekonomi, atau laporan keuangan yang bisa memicu pergerakan harga signifikan dalam waktu singkat.

  • Ada pola teknikalnya: saham yang cenderung membentuk tren, range, atau breakout yang bisa dibaca lewat grafik lebih mudah ditradingkan dibanding saham dengan pergerakan acak.

Biasanya, saham blue chip dengan kapitalisasi besar juga kerap jadi pilihan trader pemula. Mengapa? karena likuiditasnya konsisten, meski volatilitasnya bisa lebih rendah dibanding saham kapitalisasi kecil.

Kesalahan Umum dalam Trading Harian

Ada beberapa kesalahan yang paling kerap membuat trader, terutama pemula rugi lebih cepat dari seharusnya. Berikut merupakan daftar kesalahan umum dalam trading harian:

  • Overtrading: Membuka terlalu banyak posisi dalam sehari tanpa alasan teknikal yang kuat. Umumnya didorong dengan keinginan "balik modal cepat".

  • Tidak memasang stop loss: Membiarkan posisi rugi terus berjalan dengan harapan harga akan berbalik (yang justru memperbesar potensi kerugian).

  • Revenge trading: Terburu-buru membuka posisi baru setelah rugi yang biasanya berujung keputusan yang makin impulsif.

  • Memakai seluruh modal: Memakai seluruh modal di satu saham atau satu transaksi (membuat satu kesalahan bisa berdampak besar ke keseluruhan portofolio).

  • Mengabaikan kalender ekonomi: Tidak memperhatikan rilis data ekonomi besar atau laporan keuangan yang bisa memicu volatilitas ekstrem di luar prediksi teknikal.

Cara Memulai Trading Saham Harian

Umumnya, trader harian profesional punya pemahaman pasar yang mendalam. Hal tersebut menjadikan aktivitas ini sebagai sumber penghasilannya. Tapi, supaya bisa mencapai level itu, beberapa hal dasar yang perlu diketahui yakni memahami pasar, memastikan modal cukup, dan disiplin trading.

Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan trading saham harian:

1. Riset Pasar beserta Risikonya

Jika hal ini tidak dipahami, biasanya mereka bisa rugi lebih cepat karena tak paham dasar fundamental pasarnya. Selain itu, menguasai analisis teknikal dan membaca grafik juga penting, namun belum cukup tanpa pemahaman menyeluruh tentang risiko pasar. Jadi, lakukan riset dan pahami karakteristik khusus sahamnya.

2. Memahami Modal yang Digunakan

Trader yang bijak hanya akan mempertaruhkan dana yang siap hilang. Prinsip tersebut dipakai untuk kondisi finansial sekaligus membuat keputusan tetap rasional.

Untuk meraih hasil yang signifikan, tentu dibutuhkan modal juga yang cukup besar. Bagi yang menggunakan leverage lewat akun margin, modal yang memadai jadi krusial karena fluktuasi tajam bisa memicu margin call dalam waktu singkat.

3. Membangun Disiplin Trading

Tak sedikit trader rugi karena tapi gagal konsisten menjalankan kriteria trading sendiri. Maka dari itu, strategi sebaik apa pun akan susah membuahkan hasil konsisten kalau tidak melakukan disiplin trading.

Trader harian biasanya mengincar saham dengan volatilitas dan likuiditas tinggi. Di mana, volatilitas memberi peluang profit dari pergerakan harga.

Sementara, likuiditas memungkinkan buka-tutup posisi tanpa ikut menggerakkan harga. Arah posisi menyesuaikan tren beli (long) ketika harga naik, atau short selling saat harga turun.

Apakah Trading Harian Bisa Menguntungkan?

Pada dasarnya, trading haris bisa menguntungkan (tapi bukan jaminan). Di sisi lain, tak sedikit juga trader yang justru rugi sebelum akhirnya berhenti. Keberhasilan dan besaran untung bisa bergantung pada pemahaman pasar, modal, kecepatan analisis, disiplin manajemen risiko, keterampilan, hingga strategi yang dipakai.

Day trading juga punya sifat berisiko tinggi, artinya potensi untung besar juga diiringi potensi rugi besar. Salah satu contohnya ada dalam studi Barber dkk. (2020) yang dimuat The Review of Asset Pricing Studies, menganalisis miliaran transaksi day trader di Bursa Taiwan dan menemukan kalau day trader rata-rata merugi setelah dikurangi biaya, dengan tingkat 'bertahan' yang terus menurun dari tahun ke tahun, sehingga sebagian besar day trader kemungkinan besar mengalami kerugian.

Mulai Trading Harian di Aplikasi Gotrade

Setelah memahami cara kerja, strategi, hingga kesalahan umum dalam day trading, jika kamu ingin mempraktikkannya kamu perlu pilih platform yang tepat.

Gotrade jadi salah satu tempat untuk mulai trading saham AS dengan aman karena diawasi oleh Bappebti. Berikut langkah-langkah mulai trading saham harian di Gotrade:

  1. Download aplikasi Gotrade

  2. Daftar akun dan lengkapi data yang diperlukan untuk verifikasi

  3. Masukan modal untuk saldo trading yang sudah kamu siapkan

  4. Pilih saham AS yang ingin ditradingkan lewat fitur pencarian atau watchlist

  5. Cek volume, spread, dan pergerakan harga saham secara real-time sebelum masuk posisi

  6. Eksekusi order sesuai rencana trading dengan limit order atau market order.

Tampilan aplikasi Gotrade untuk trading saham harian.

Kesimpulan

Trading saham harian memang bisa menawarkan peluang untuk meraih keuntungan, tapi bukan juga jalan pintas menuju cuan instan. Karena sifatnya yang serba cepat dan kompleksitas pasar keuangan, trading harian termasuk menantang. Keberhasilannya akan berbeda tiap masing-masing trader.

Setelah paham apa itu trading harian, kriteria saham yang layak ditradingkan harian, kamu praktik lewat aplikasi Gotrade yang aman karena diawasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan pencatatan transaksinya dijamin PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Lewat Gotrade transaksi saham AS, pantau pergerakan harga real-time, cek volume dan spread saham incaran, sampai eksekusi transaksi semua dalam satu aplikasi.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah editor sekaligus konten strategis dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman 4+ tahun sebagai reporter ekonomi-bisnis di media nasional. Fokus topik dan minat: keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku