5 Strategi Trading Saham Harian bagi Pemula, Bisa Untung?

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

5 Strategi Trading Saham Harian bagi Pemula, Bisa Untung?

Ringkasan Gotrade

  • Diagonal spread adalah strategi opsi elemen-elemen dari horizontal spread dan vertical spread lewat perbedaan harga strike dan tanggal kedaluwarsa.

  • Ada dua jenis utama, yakni call diagonal spread (bullish) dan put diagonal spread (bearish). 

  • Diagonal spread cocok untuk trader intermediate yang sudah memahami dasar options dalam investasi saham.

Diagonal spread adalah strategi yang menggabungkan fleksibilitas calendar spread dengan arah yang lebih jelas dari vertical spread dalam dunia options trading. Kerap disebut sebagai "gabungan terbaik dari dua dunia".

Sebutan tersebut menjadikannya salah satu pilihan menarik bagi trader, terutama mereka yang ingin memanfaatkan pergerakan harga serta mengelola waktu kedaluwarsa kontrak options secara lebih cerdas. Di artikel ini akan dibahas apa itu spread diagonal hingga keuntungan dan risikonya.

Apa Itu Trading Saham Harian?

Dalam trading, diagonal spread adalah strategi options di mana trader secara bersamaan membeli satu kontrak options jangka panjang dan menjual satu kontrak options jangka pendek. Keduanya dari jenis yang sama karena sama-sama call atau put). Namun, dengan strike price dan tanggal kedaluwarsa yang berbeda.

Baca juga: Cara & Aplikasi Beli Saham IPO: Pilihan IPO di Indonesia dan Amerika

sal nama "diagonal" ini dari bagaimana posisi kedua kontrak ini terlihat di atas options chain. Alasannya, karena keduanya berbeda baik dari sisi strike price (vertikal) maupun tanggal kedaluwarsa (horizontal). Posisinya terletak secara diagonal di grid options.

Singkatnya, diagonal spread adalah kombinasi dari:

  • Vertical spread: dua opsi dengan tanggal kedaluwarsa sama tapi strike price berbeda

  • Calendar spread (horizontal spread): dua opsi dengan strike price sama tapi tanggal kedaluwarsa berbeda

Gabungan keduanya menghasilkan diagonal spread: strike price berbeda dan tanggal kedaluwarsa berbeda.

Baca juga: Belajar Beli Saham untuk Pemula: Panduan dari Nol sampai Pembelian Pertama
Ilustrasi alur diagonal spread.

Dalam studi klasik yang dilakukan Black dan Scholes (1973) di Journal of Political Economy, memperkenalkan model penetapan harga opsi yang menunjukkan bahwa nilai sebuah opsi ditentukan oleh harga saham, harga strike, waktu hingga jatuh tempo, suku bunga, dan volatilitas, sehingga posisinya dapat dilindungi nilai (hedging).

Kerangka tersebutlah yang menjadi dasar cara kerja strategi seperti diagonal spread yang menggabungkan strike dan tanggal kedaluwarsa berbeda untuk memanfaatkan peluruhan waktu dan volatilitas.

Cara Kerja Diagonal Spread

Penggunaan diagonal spread biasanya untuk membangun perdagangan dengan efek waktu yang lebih kecil ketika mengambil posisi bullish atau bearish. Secara umum, diagonal spread terdiri dari dua kaki atau two-legged strategy: :

Aspek

Kaki Pertama (Long Leg)

Kaki Kedua (Short Leg)

Posisi

Beli (long)

Jual (short)

Kedaluwarsa

Jangka panjang (back month)

Jangka pendek (front month)

Strike price

Lebih rendah (untuk call bullish)

Lebih tinggi (OTM)

Fungsi

Memberikan eksposur arah + waktu

Menghasilkan premium untuk menekan biaya

Time decay

Lebih lambat

Lebih cepat

Jenis-jenis Spread Diagonal

Spread diagonal bisa bervariasi karena setiap opsi punya perbedaan dalam harga pelaksanaan dan tanggal kedaluwarsa. Spread diagonal sifatnya bisa bullish atau bearish, serta posisi long atau short pada opsi put atau call.

1. Call Diagonal Spread (Bullish)

Digunakan saat trader punya pandangan moderat bullish terhadap suatu saham. Maka mengharapkan harga naik secara bertahap, bukan secara tajam dalam waktu singkat.

Strukturnya:

  • Beli call jangka panjang di strike lebih rendah (biasanya ITM atau ATM)

  • Jual call jangka pendek di strike lebih tinggi (OTM)

Contoh: Saham ABC diperdagangkan di $100.

  • Beli call strike $95, kedaluwarsa 90 hari — harga $8

  • Jual call strike $105, kedaluwarsa 30 hari — harga $2

  • Net debit = $6 (biaya masuk maksimal yang bisa hilang)

Kalau harga ABC naik mendekati $105 ketika opsi jangka pendek kedaluwarsa, posisi ini mencapai titik keuntungan optimal.

2. Put Diagonal Spread (Bearish)

Trader menggunakan ini ketika ia punya pandangan moderat bearish. Di mana, harapannya harga turun secara bertahap.

Strukturnya:

  • Beli put jangka panjang di strike lebih tinggi (ITM atau ATM)

  • Jual put jangka pendek di strike lebih rendah (OTM)

Contoh: Saham ABC diperdagangkan di $100.

  • Beli put strike $105, kedaluwarsa 90 hari — harga $8

  • Jual put strike $95, kedaluwarsa 30 hari — harga $2

  • Net debit = $6

Posisi ini menguntungkan jika harga ABC turun mendekati $95 saat opsi jangka pendek kedaluwarsa.

Sebaran Diagonal dan Mekanismenya

Dilansir Investopedia, strategi ini dinamakan diagonal spread karena menggabungkan dua jenis spread (horizontal spread dan vertical spread). Dengan demikian, diagonal spread punya perbedaan pada tanggal kedaluwarsa sekaligus harga strike.

Penentuan apakah strategi beli (long) atau jual (short) bersifat bullish atau bearish yaitu dari kombinasi harga strike. Berikut gambaran untuk sebaran konfigurasi tata letak kalender diagonal.

Tebel konfigurasi sebaran diagonal spread.

Perbedaan Spread dengan Vertikal dan Calendar Spread

Aspek

Vertical Spread

Calendar Spread

Diagonal Spread

Strike price

Berbeda

Sama

Berbeda

Tanggal kedaluwarsa

Sama

Berbeda

Berbeda

Arah pasar

Jelas (bullish/bearish)

Netral

Moderat bullish/bearish

Manfaat time decay

Terbatas

Utama

Kombinasi keduanya

Kompleksitas

Menengah

Menengah

Menengah–Lanjutan

Keuntungan dan Risiko Diagonal Spread

Aspek

Keuntungan

Risiko

Modal

Cukup efisien dibanding covered call (butuh 15–30% modal lebih sedikit)

Net debit yang dibayar di awal merupakan kerugian maksimal

Time decay

Memanfaatkan theta, dengan opsi jangka pendek meluruh lebih cepat

Kalau harga bergerak terlalu jauh melampaui strike, keuntungan terbatas

Risiko

Terbatas (maksimal sebesar debit yang dibayar)

Volatilitas bisa secara tiba-tiba memengaruhi nilai long leg

Fleksibilitas

Bisa di-roll (jual opsi jangka pendek baru kemudian yang lama expired)

Memerlukan pemahaman volatilitas dan timing yang baik.

Apa Itu Spread Lebar dan Spread Rendah?

Dalam konteks options trading, spread merujuk pada selisih harga.

  1. Spread lebar (wide spread)

Spread lebar adalah selisih antara harga bid dan ask yang besar. Di sini, biaya transaksi lebih mahal dan posisi lebih sulit dieksekusi di harga yang diinginkan. Biasanya ini terjadi pada saham dengan volume rendah atau saat volatilitas meningkat tajam.

  1. Spread rendah/tipis (narrow/tight spread)

Spread rendah merupakan selisih bid-ask yang kecil. Ini menandakan likuiditas tinggi dan biaya transaksi lebih efisien. Contohnya, saham-saham besar seperti Apple (AAPL) atau S&P 500 ETF (SPY) punya spread yang sangat tipis.

Dalam hal ini, spread yang bagus untuk trading adalah spread yang tipis, ini berarti investor tidak membayar terlalu mahal hanya untuk masuk dan keluar posisi. Untuk diagonal spread, pilih underlying asset dengan volume options yang tinggi agar spread bid-ask-nya efisien.

Kapan Menggunakan Diagonal Spread?

Diagonal spread bisa digunakan dalam beberapa kondisi, di antaranya saat:

1. Kamu punya pandangan arah yang jelas tapi moderat

2. Volatilitas sedang meningkat

3. Kamu ingin menekan biaya masuk

4. Kamu berencana me-roll posisi (setelah opsi jangka pendek expired, kamu bisa menjual kontrak baru untuk terus menghasilkan premium).

Cara Mengatur dan Mengelola Strategi Diagonal Spread

  • Rasio posisi: Secara umum pakai rasio 1:1. Biasanya, Long diagonal spread menghasilkan debit, sedangkan short diagonal spread menghasilkan kredit.

  • Harga strike dan kedaluwarsa: Menggunakan harga strike dan tanggal kedaluwarsa yang berbeda sehingga ada kombinasi keduanya perlu disesuaikan dengan tujuan trading.

  • Menutup posisi: Cara paling sederhananya dengan menutup posisi saat opsi yang dijual mendekati atau mencapai kedaluwarsa.

  • Melakukan roll: Trader juga bisa mengganti opsi yang akan berakhir dengan opsi baru yang memiliki tanggal kedaluwarsa lebih jauh untuk mempertahankan posisi.

Kesimpulan

Diagonal spread adalah strategi options yang menggabungkan eksposur arah (dari vertical spread) dan keuntungan time decay (dari calendar spread) dalam satu posisi yang efisien secara modal. Pada dasarnya, strategi ini memberikan trader fleksibilitas untuk memanfaatkan pergerakan harga secara bertahap sekaligus mengelola biaya melalui premium yang dikumpulkan dari opsi jangka pendek.

Strategi ini cocok untuk trader intermediate, karena mereka perlu memahami cara kerja options, konsep time decay (theta), dan volatilitas. Sebelum mencoba diagonal spread, pastikan kamu sudah nyaman dengan dasar-dasar options trading terlebih dahulu.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran trading. Options trading mengandung risiko signifikan termasuk kemungkinan kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum memulai.

Perbedaan Spread dengan Vertikal dan Calendar Spread

Aspek

Vertical Spread

Calendar Spread

Diagonal Spread

Strike price

Berbeda

Sama

Berbeda

Tanggal kedaluwarsa

Sama

Berbeda

Berbeda

Arah pasar

Jelas (bullish/bearish)

Netral

Moderat bullish/bearish

Manfaat time decay

Terbatas

Utama

Kombinasi keduanya

Kompleksitas

Menengah

Menengah

Menengah–Lanjutan

Keuntungan dan Risiko Diagonal Spread

Aspek

Keuntungan

Risiko

Modal

Cukup efisien dibanding covered call (butuh 15–30% modal lebih sedikit)

Net debit yang dibayar di awal merupakan kerugian maksimal

Time decay

Memanfaatkan theta, dengan opsi jangka pendek meluruh lebih cepat

Kalau harga bergerak terlalu jauh melampaui strike, keuntungan terbatas

Risiko

Terbatas (maksimal sebesar debit yang dibayar)

Volatilitas bisa secara tiba-tiba memengaruhi nilai long leg

Fleksibilitas

Bisa di-roll (jual opsi jangka pendek baru kemudian yang lama expired)

Memerlukan pemahaman volatilitas dan timing yang baik.

Apa Itu Spread Lebar dan Spread Rendah?

Dalam konteks options trading, spread merujuk pada selisih harga.

  1. Spread lebar (wide spread)

Spread lebar adalah selisih antara harga bid dan ask yang besar. Di sini, biaya transaksi lebih mahal dan posisi lebih sulit dieksekusi di harga yang diinginkan. Biasanya ini terjadi pada saham dengan volume rendah atau saat volatilitas meningkat tajam.

  1. Spread rendah/tipis (narrow/tight spread)

Spread rendah merupakan selisih bid-ask yang kecil. Ini menandakan likuiditas tinggi dan biaya transaksi lebih efisien. Contohnya, saham-saham besar seperti Apple (AAPL) atau S&P 500 ETF (SPY) punya spread yang sangat tipis.

Dalam hal ini, spread yang bagus untuk trading adalah spread yang tipis, ini berarti investor tidak membayar terlalu mahal hanya untuk masuk dan keluar posisi. Untuk diagonal spread, pilih underlying asset dengan volume options yang tinggi agar spread bid-ask-nya efisien.

Kapan Menggunakan Diagonal Spread?

Diagonal spread bisa digunakan dalam beberapa kondisi, di antaranya saat:

1. Kamu punya pandangan arah yang jelas tapi moderat

2. Volatilitas sedang meningkat

3. Kamu ingin menekan biaya masuk

4. Kamu berencana me-roll posisi (setelah opsi jangka pendek expired, kamu bisa menjual kontrak baru untuk terus menghasilkan premium).

Cara Mengatur dan Mengelola Strategi Diagonal Spread

  • Rasio posisi: Secara umum pakai rasio 1:1. Biasanya, Long diagonal spread menghasilkan debit, sedangkan short diagonal spread menghasilkan kredit.

  • Harga strike dan kedaluwarsa: Menggunakan harga strike dan tanggal kedaluwarsa yang berbeda sehingga ada kombinasi keduanya perlu disesuaikan dengan tujuan trading.

  • Menutup posisi: Cara paling sederhananya dengan menutup posisi saat opsi yang dijual mendekati atau mencapai kedaluwarsa.

  • Melakukan roll: Trader juga bisa mengganti opsi yang akan berakhir dengan opsi baru yang memiliki tanggal kedaluwarsa lebih jauh untuk mempertahankan posisi.

Kesimpulan

Diagonal spread adalah strategi options yang menggabungkan eksposur arah (dari vertical spread) dan keuntungan time decay (dari calendar spread) dalam satu posisi yang efisien secara modal. Pada dasarnya, strategi ini memberikan trader fleksibilitas untuk memanfaatkan pergerakan harga secara bertahap sekaligus mengelola biaya melalui premium yang dikumpulkan dari opsi jangka pendek.

Strategi ini cocok untuk trader intermediate, karena mereka perlu memahami cara kerja options, konsep time decay (theta), dan volatilitas. Sebelum mencoba diagonal spread, pastikan kamu sudah nyaman dengan dasar-dasar options trading terlebih dahulu.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran trading. Options trading mengandung risiko signifikan termasuk kemungkinan kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum memulai.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah editor sekaligus konten strategis dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman 4+ tahun sebagai reporter ekonomi-bisnis di media nasional. Fokus topik dan minat: keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku