Apa Itu Gap Trading? Jenis, Strategi, dan Cara Membacanya

Ringkasan Gotrade
- Gap trading merupakan pendekatan trading yang memanfaatkan pergerakan harga setelah terbentuknya gap, baik gap up maupun gap down.
- Gap memiliki empat jenis umum, yaitu common, breakaway, runaway/continuation, dan exhaustion gap, dengan karakteristik pergerakan yang berbeda.
- Strategi gap trading dapat memanfaatkan gap and go, gap fill, atau fading, tetapi tetap membutuhkan konfirmasi dan manajemen risiko karena gap tidak menjamin arah pergerakan harga.
Pernah melihat harga saham yang tiba-tiba dibuka jauh lebih tinggi atau lebih rendah dari harga penutupan sebelumnya?
Celah harga seperti ini disebut gap dan bisa menjadi sinyal menarik untuk diperhatikan oleh trader. Gap bisa timbul saat ada perubahan pasar yang disebabkan karena berita, laporan keuangan, data ekonomi hingga peristiwa lain diluar jam perdagangan.
Lantas, apa itu gap trading dan bagaimana cara membacanya? Apakah harga akan melanjutkan pergerakan setelah gap terbentuk, atau justru kembali mengisi area yang kosong pada grafik?
Agar pertanyaan ini bisa terjawab, kamu butuh memahami jenis-jenis gap, strategi gap hingga risikonya supaya kamu bisa menilai peluang serta menganalisa risiko sebelum akhirnya mengambil keputusan dalam melakukan trading.
Apa Itu Gap Trading?
Gap trading adalah pendekatan trading yang memanfaatkan pergerakan harga setelah terbentuknya gap. Sementara itu, gap merupakan celah antara pergerakan harga pada satu periode dan periode berikutnya.
Sebagai contoh, sebuah saham ditutup pada harga US$100. Pada sesi perdagangan berikutnya, saham tersebut dibuka pada US$108. Perbedaan harga tersebut membentuk gap up sebesar US$8.
Dilansir dari Investopedia, gap terjadi ketika harga aset bergerak naik atau turun secara signifikan dengan sedikit atau tanpa perdagangan pada rentang harga di antaranya. Gap bisa timbul ketika penutupan dan pembukaan saat sesi perdagangan
Bagaimana Gap Bisa Terbentuk?
Gap bisa terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran setelah muncul informasi baru di pasar. Beberapa faktornya seperti laporang keuangan, prospek perusahaan yang berubah, data ekonomi hingga keputusan bank sentral.
Untuk saham AS, berita yang muncul setelah pasar reguler tutup juga dapat memengaruhi ekspektasi investor dan order yang masuk sebelum sesi perdagangan berikutnya dimulai.
Agar bisa memahami gap dengan lebih baik, sebaiknya kamu langsung melihat konteks dibalik pergerakannya, tidak hanya melihat celah yang terlihat pada chart.
Dengan kamu memahami tren, volume dna respon harga setelah gap terbentuk, kamu bisa dengan mudah menilai apakah pergerakan tersebut memiliki potensi untuk berlanjut.
Perbedaan Antara
Setelah kamu mengerti soal bagaimana gap bisa terbentuk, tahapan berikutnya adalah melihat arah pergerakannya. Secara umum, gap bisa terjadi ke atas maupun ke bawah. Pergerakan ini biasanya dikenal dengan gap up dan gap down, tentunya dengan karakteristik dan sentimen pasar yang berbeda.
Jenis Gap | Kondisi Harga | Indikasi Umum |
Gap Up | Harga dibuka atau bergerak lebih tinggi dari periode sebelumnya | Dapat menunjukkan meningkatnya minat beli atau sentimen positif |
Gap Down | Harga dibuka atau bergerak lebih rendah dari periode sebelumnya | Mampu memperlihatkan apakah tekanan jual meningkat atau sentimen negatif |
Perlu dipahami juga bahwa gap up tidak selalu berarti harga akan terus naik, sama halnya dengan gap down tidak otomatis menandakan harga akan terus turun. Sebagai trader, kamu juga perlu memastikan dan memperhatikan soal volume, tren, katalis, dan respons harga setelah gap sebelum menentukan strategi selanjutnya.
Jenis-Jenis Gap Trading yang Perlu Diketahui

Tidak semua gap memiliki karakteristik dan makna yang sama. Jenis gap bisa dibedakan sesuai dengan konteks kemunculannya, lalu posisi gap dalam suatu tren serta dari bagaimana harga bergerak set Elah gap terbentuk.
Common Gap
Common gap seringkali timbul saat harga bergerak ketika di area sideways atau trading range. Gap jenis ini biasanya memiliki signifikansi tren yang lebih rendah dibandingkan jenis gap lainnya dan dapat kembali mengisi area yang ditinggalkan.
Breakaway Gap
Breakaway gap timbul saat harga keluar dari area konsolidasi atau menembus level support maupun resistance penting. Volume menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan, dalam melihat apakah pergerakan tersebut mendapatkan dukungan aktivitas perdagangan yang kuat.
Runaway atau Continuation Gap
Runaway gap, yang juga dikenal sebagai continuation gap, biasanya muncul di tengah tren yang sedang berlangsung. Gap bergerak searah dengan tren sebelumnya dan dapat menunjukkan bahwa momentum masih kuat. Misalnya, ketika sebuah saham berada dalam uptrend kemudian muncul gap up, pergerakan tersebut dapat menjadi indikasi bahwa tren naik masih memiliki momentum.
Exhaustion Gap
Exhaustion gap seringkali timbul setelah tren yang telah berlangsung cukup panjang. Gap ini bisa memperlihatkan bahwa momentum mulai melemah dan berpotensi diikuti pembalikan arah. Oleh sebab itu, para trader perlu mengamati pergerakan harga setelah gap. Jika harga gagal melanjutkan tren dan mulai bergerak berlawanan, kemungkinan terjadinya reversal menjadi lebih relevan untuk diperhatikan.
Bagaimana Membaca Indikasi Gap Trading?
Menemukan gap pada chart belum cukup untuk menentukan peluang trading. Untuk memahami indikasi gap trading, kamu dapat melihat beberapa faktor berikut.
Perhatikan Tren Sebelum Gap
Pertama, lihat konteks pergerakan harga sebelum gap muncul. Gap yang terjadi setelah periode sideways dapat memiliki arti berbeda dengan gap yang muncul di tengah uptrend atau setelah kenaikan harga yang panjang.
Periksa Volume dan Katalis
Volume dapat membantu melihat seberapa kuat aktivitas perdagangan yang menyertai gap. Katalis juga penting karena gap yang muncul setelah laporan keuangan atau berita material memiliki konteks berbeda dengan gap yang muncul tanpa pemicu yang jelas.
Amati Pergerakan Harga Setelah Gap
Jangan hanya memperhatikan candle saat gap terbentuk. Perhatikan apakah harga mampu bertahan di sekitar area gap atau justru bergerak kembali ke area tersebut. Jika harga mampu mempertahankan arah gap, momentum dapat berlanjut. Sebaliknya, jika harga segera kembali ke area sebelum gap, kemungkinan gap fill patut diperhatikan.

Catatan: Gap tidak menjamin harga akan naik atau turun. Tetap gunakan konfirmasi dan kelola risiko sebelum mengambil keputusan trading.
Gap Fill atau Gap and Go? Kenali Kemungkinan Setelah Gap
Setelah gap terbentuk, pergerakan harga tidak selalu mengikuti pola yang sama. Harga dapat melanjutkan momentum ke arah gap (gap and go) atau justru kembali menuju area gap (gap fill). Karena itu, trader perlu mengamati respons harga setelah pembukaan, bukan hanya melihat arah atau besarnya gap.
Gap and Go: Harga melanjutkan pergerakan searah dengan gap. Misalnya, setelah gap up, harga mampu bertahan di atas area pembukaan dan terus bergerak naik.
Gap Fill: Harga kembali bergerak menuju area yang ditinggalkan saat gap terbentuk. Namun, hal ini tidak berarti setiap gap pasti akan terisi.
Anggapan bahwa setiap gap akan terisi juga tidak didukung oleh bukti yang konsisten. Penelitian Plastun, Sibande, Gupta, dan Wohar terhadap Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq menunjukkan adanya pergerakan harga abnormal setelah gap dan efek momentum yang bersifat sementara, dengan hasil yang bertentangan dengan anggapan bahwa price gap selalu akan terisi.
Dengan begitu, gap fill maupun gap and go sebaiknya dipandang sebagai kemungkinan, bukan kepastian. Konfirmasi dari pergerakan harga, volume, dan konteks pasar tetap diperlukan sebelum menentukan strategi.
Strategi Gap Trading yang Umum Digunakan
Setelah mengenali jenis dan karakteristik gap, langkah berikutnya adalah memahami bagaimana strategi gap trading dapat diterapkan. Tidak ada satu strategi yang cocok untuk semua kondisi karena respons harga setelah gap dapat berbeda-beda.
Secara umum, trader dapat menggunakan pendekatan dengan mengikuti momentum, mengantisipasi gap fill, atau mengambil posisi berlawanan ketika momentum mulai melemah.
Mengikuti Momentum dengan Gap and Go
Strategi gap and go berfokus pada kemungkinan harga melanjutkan pergerakan ke arah yang sama setelah gap terbentuk.
Trader biasanya memperhatikan apakah gap didukung oleh volume yang kuat, katalis yang relevan, serta kemampuan harga untuk bertahan di atas atau di bawah area pembukaan. Jika momentum tetap kuat setelah gap, pergerakan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan posisi.
Memanfaatkan Potensi Gap Fill
Strategi gap fill memanfaatkan kemungkinan harga kembali bergerak menuju area yang ditinggalkan saat gap terbentuk. Trader dapat mengamati apakah momentum awal mulai melemah dan muncul tanda-tanda harga berbalik menuju area gap.
Namun, gap fill bukan sesuatu yang pasti terjadi, sehingga keputusan sebaiknya tetap didasarkan pada konfirmasi pergerakan harga dan kondisi pasar, bukan sekadar asumsi bahwa setiap gap akan terisi.
Fading the Gap Saat Momentum Melemah
Fading the gap merupakan pendekatan dengan mengambil posisi berlawanan dari arah awal gap ketika terdapat indikasi bahwa momentum mulai kehilangan kekuatan.
Misalnya, setelah gap up, harga gagal mempertahankan kenaikan dan mulai menunjukkan tekanan jual. Karena strategi ini mencoba melawan arah pergerakan awal, risikonya dapat lebih tinggi dan membutuhkan konfirmasi serta manajemen risiko yang lebih disiplin.
Pendekatan | Yang Diamati | Potensi Pergerakan |
Gap and Go | Momentum dan harga bertahan searah gap | Continuation |
Gap Fill | Harga kembali menuju area gap | Reversal menuju area sebelumnya |
Fading | Gap kehilangan momentum dan muncul sinyal berlawanan | Potensi pembalikan |
Ketiga pendekatan tersebut tidak menjamin arah pergerakan harga dan tetap membutuhkan konfirmasi serta manajemen risiko.
Risiko yang Perlu Dipahami Saat Gap Trading
Gap memang dapat memberikan peluang, tetapi pergerakan harga yang cepat juga membuat gap trading memiliki risiko yang perlu diperhitungkan.
Sebelum mengambil posisi, penting untuk memahami beberapa kondisi yang dapat memengaruhi hasil trading, seperti:
Volatilitas tinggi: Gap dapat disertai pergerakan harga yang cepat sehingga harga bisa berubah signifikan dalam waktu singkat dan meningkatkan risiko keputusan yang terburu-buru.
Slippage dan likuiditas: Ketika harga bergerak cepat atau likuiditas terbatas, order dapat terealisasi pada harga yang berbeda dari harga yang diharapkan (slippage).
False breakout: Gap up tidak selalu berlanjut naik dan gap down tidak selalu berlanjut turun. Harga dapat berbalik arah setelah gap terbentuk.
Bukan sinyal buy atau sell otomatis: Gap sebaiknya menjadi salah satu informasi dalam analisis, bukan dasar tunggal untuk menentukan posisi. Pertimbangkan konteks pasar, konfirmasi harga, dan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan.
Tips Gap Trading untuk Pemula
Jika baru mulai memahami gap trading, jangan hanya berfokus pada peluang yang muncul setelah harga mengalami gap.
Kamu juga perlu melihat konteks pergerakan harga dan menyiapkan rencana sebelum mengambil posisi. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
Jangan hanya melihat besarnya gap: Ukuran gap bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Perhatikan juga tren, volume, katalis, level support dan resistance, serta kondisi pasar secara keseluruhan.
Tunggu konfirmasi sebelum mengambil posisi: Hindari terburu-buru mengambil posisi hanya karena melihat gap up atau gap down. Pergerakan harga setelah gap dapat memberikan petunjuk mengenai kekuatan atau kelemahan momentum.
Kelola risiko sejak awal: Tentukan ukuran posisi dan batas risiko sebelum melakukan trading. Hindari menempatkan seluruh modal pada satu setup, meskipun peluang tersebut terlihat menarik.
Hal Penting yang Perlu Diingat Sebelum Gap Trading
Gap trading adalah pendekatan yang memanfaatkan pergerakan harga setelah terbentuknya gap.
Gap dapat berupa gap up atau gap down dan memiliki empat jenis umum: common, breakaway, runaway/continuation, dan exhaustion gap.
Strategi gap trading dapat memanfaatkan momentum lanjutan (gap and go) maupun potensi harga kembali mengisi gap (gap fill).
Gap tidak menjamin harga akan terus bergerak searah atau kembali mengisi area sebelumnya, sehingga konfirmasi dan manajemen risiko tetap penting.
Kenali Saham dan ETF AS di Gotrade
Memahami gap trading dapat membantu kamu membaca pergerakan harga saham dengan lebih terstruktur dan membuat keputusan investasi berdasarkan informasi yang lebih lengkap.
Jika kamu tertarik mengenal pasar saham AS, Gotrade menyediakan akses ke berbagai saham dan ETF AS yang dapat kamu pilih sesuai dengan tujuan dan strategi investasimu.
Mulai kenali berbagai pilihan aset, pelajari karakteristiknya, dan bangun portofolio secara bertahap sesuai profil risiko kamu bersama Gotrade.
Referensi:
Investopedia. “Gap Trading Strategies: How to Profit From Market Gaps”
Plastun, A., Sibande, X., Gupta, R., & Wohar, M. E. (2020). “Price gap anomaly in the US stock market: The whole story.” The North American Journal of Economics and Finance, 52, 101177.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














