ETF atau saham, kira-kira mana yang lebih baik untuk investasi? Pertanyaan ini sering kali timbul bagi para investor yang baru saja membangun portofolio Walaupun sama-sama diperdagangkan di bursa, tidak bisa dipungkiri kalau ETF dan saham memiliki karakteristik, tingkat risiko, serta potensi return yang berbeda. Oleh sebab itu pilihan yang terbaik tidak bergantung pada instrumennya tapi soal tujuan investasi dan strategi yang ingin digunakan.
Pada artikel ini, Gotrade akan mengajak kamu untuk memahami perbedaan ETF dan saham, serta kelebihan dan kekurangannya hingga tips memilih instrumen investasi yang paling cocok sesuai kebutuhanmu.
ETF vs Saham
Perlu kamu ketahui, ETF umumnya lebih cocok bagi investor yang menginginkan diversifikasi dalam satu produk dan pendekatan investasi yang lebih mudah. Tapi, sebaliknya saham individual lebih cocok bagi investor yang siap melakukan berbagai analisis pada perusahaan untuk mengejar potensi return yang lebih tinggi.
Walaupun begitu, banyak investor tidak memilih diantara keduanya secara mutlak. Mereka menjadikan ETF sebagai fondasi portofolio, lalu menambahkan beberapa saham individual sebagai tambahan untuk mengejar peluang pertumbuhan. Menurut State Street Investment Management, ETF seringkali dipakai sebagai dasar portofolio karena mampu memberikan eksposur yang luas ke berbagai aset, sementara saham individual dipakai untuk mengambil peluang pada perusahaan tertentu.
Apa Bedanya ETF dan Saham?
Perbedaan paling sederhana antara ETF dan saham adalah mengenai apa yang kamu miliki. Membeli saham berarti memiliki sebagian dari satu perusahaan, sedangkan membeli ETF artinya berinvestasi pada kumpulan aset dalam satu produk. Berikut beberapa alasan ETF sering dipilih investor yang ingin mendapatkan diversifikasi dengan lebih mudah.
Meski memiliki karakteristik yang berbeda, ETF dan saham juga memiliki beberapa kesamaan. Keduanya sama-sama diperdagangkan di bursa, sehingga dapat dibeli dan dijual selagi jam perdagangan masih dibuka. Selain itu, baik ETF atau saham sama-sama bisa menjadi pilihan untuk investasi secara jangka panjang. Karena keduanya berpotensi memberikan dividen, serta tetap memiliki risiko karena nilainya dapat naik maupun turun mengikuti pergerakan pasar.
Pengertian ETF
Exchange-Traded Fund (ETF) merupakan produk investasi yang berisi sekumpulan aset, seperti saham, obligasi, atau komoditas, dan diperdagangkan di bursa layaknya saham. Menurut OJK, ETF merupakan reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. Sebagai contoh, saat membeli ETF yang melacak indeks S&P 500, kamu otomatis mendapatkan eksposur ke ratusan perusahaan dalam satu transaksi. Dilansir dari Investopedia, ETF sering dipilih para investor karena menawarkan diversifikasi dalam satu produk sekaligus membantu mengurangi volatilitas portofolio dibandingkan membeli satu saham individual.
Beberapa ETF yang populer di pasar Amerika Serikat antara lain:
VOO (Vanguard S&P 500 ETF)
SPY (SPDR S&P 500 ETF Trust)
QQQ (Invesco QQQ Trust)
VTI (Vanguard Total Stock Market ETF)
Di Gotrade, kamu juga bisa berinvestasi pada ETF Amerika Serikat seperti VOO, QQQ, dan VTI secara fractional, sehingga kamu tidak perlu membeli satu unit penuh sekaligus.
Definisi Saham
Saham merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Keuntungan investasi saham diambil dari kenaikan harga (capital gain) dan dividen. Kita tahu kalau saham bisa naik turun, mengingat kinerjanya bergantung pada satu perusahaan. Harga saham cenderung lebih fluktuatif pergerakannya dibandingkan dengan ETF. Tapi kalau sebuah perusahaan berkembang pesat, saham juga berpeluang memberikan return yang lebih tinggi.
Perbandingan Antara ETF vs Saham
Memahami penjelasan ETF dan saham saja belum cukup untuk menentukan pilihan investasi. Supaya kamu lebih mudah membandingkan keduanya, yuk lihat beberapa aspek yang sering menjadi bahan pertimbangan para investor.
1. Diversifikasi
Diversifikasi menjadi salah satu pembeda utama antara ETF dan saham. Saham berfokus pada satu perusahaan, sedangkan ETF berisi kumpulan aset dalam satu produk. Sebagai contoh, ETF yang melacak indeks S&P 500 memberikan eksposur ke ratusan perusahaan sekaligus, sehingga investor dapat membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi.
2. Risiko
ETF dan saham sama-sama memiliki risiko, tetapi penyebabnya berbeda. Risiko saham lebih bergantung pada kinerja satu perusahaan, sedangkan ETF dipengaruhi oleh pergerakan kumpulan aset atau indeks yang diikutinya. Karena itu, ETF cenderung lebih terdiversifikasi, tetapi tetap bisa turun saat pasar mengalami koreksi.
3. Potensi Return
Saham individual berpotensi memberikan return yang lebih tinggi jika investor berhasil memilih perusahaan dengan prospek pertumbuhan yang baik. Di sisi lain, ETF cenderung menawarkan pertumbuhan yang lebih stabil karena mengikuti kinerja kumpulan aset.
Dalam jurnal The Comparison of Returns Between ETFs and Conventional Stocks, dijelaskan bahwa saham individual berpotensi menghasilkan return lebih tinggi dalam jangka pendek, sedangkan ETF sering menunjukkan hasil yang lebih konsisten untuk investasi jangka panjang berkat manfaat diversifikasi dan tingkat risiko yang lebih rendah. Karena itu, memilih ETF atau saham sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan, tetapi juga risiko yang siap kamu hadapi.
4. Volatilitas
Dibandingkan ETF, harga saham individual umumnya bergerak lebih fluktuatif karena dipengaruhi oleh kinerja satu perusahaan. Sementara itu, ETF cenderung lebih stabil karena terdiri dari banyak aset yang membantu menyebarkan risiko. Itulah sebabnya ETF sering menjadi pilihan investor yang menginginkan pergerakan harga yang tidak terlalu ekstrem.
5. Biaya
Selain potensi return, biaya juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Saham individual umumnya tidak memiliki biaya pengelolaan tahunan, sedangkan ETF mengenakan expense ratio sebagai biaya pengelolaan dana. Di luar itu, keduanya tetap dapat dikenakan biaya transaksi, sementara ETF juga memiliki bid-ask spread. Sebagai contoh, VOO memiliki expense ratio sebesar 0,03% per tahun, sehingga biaya pengelolaannya relatif rendah.
6. Dividen
Sebenarnya baik saham ataupun ETF sama-sama memberikan dividen. Dividen saham dibagikan langsung oleh perusahaan, sedangkan dividen ETF berasal dari kumpulan saham di dalam portofolionya dan diteruskan kepada investor sesuai kebijakan masing-masing ETF.
7. Likuiditas
ETF atau saham diperdagangkan di bursa, sehingga dapat dibeli atau dijual selama jam perdagangan berlangsung.
Untuk ETF dengan volume transaksi tinggi, likuiditasnya kemungkinan sangat baik sehingga proses jual beli menjadi lebih mudah. Hal yang sama juga berlaku untuk saham-saham berkapitalisasi besar.
Namun, beberapa saham dengan jumlah perdagangan yang kecil dapat memiliki likuiditas yang lebih terbatas dibanding ETF yang terkenal.
8. Riset yang Dibutuhkan
Saham individual membutuhkan analisis dan riset yang lebih mendalam, mulai dari memahami model bisnis, laporan keuangan, hingga prospek industri itu sendiri. Berbeda halnya dengan ETF, yang dinilai lebih praktis karena investor tidak perlu menganalisis setiap perusahaan satu per satu, cukup dengan memilih ETF yang sesuai dengan tujuan investasi dan indeks acuannya.
9. Hak Kepemilikan
Ketika kamu membeli sebuah saham, berarti kamu memiliki sebagian kepemilikan dari suatu perusahaan tersebut. Sedangkan membeli ETF berarti, kamu memiliki unit ETF yang berisi kumpulan aset, bukan kepemilikan langsung atas setiap saham di dalamnya. Dengan memahami perbedaan ini, semoga bisa membantu kamu dalam memilih instrumen yang paling cocok untuk tujuan investasimu.
Kapan Waktu yang Tepat Untuk Memilih ETF?
ETF dapat menjadi pilihan yang tepat kalau kamu ingin membangun portofolio dengan cara yang lebih sederhana. Instrumen ini umumnya cocok, bagi investor yang ingin memperoleh diversifikasi sejak awal tanpa harus memilih banyak saham secara individual.
Kamu bisa mempertimbangkan ETF jika:
Baru mulai berinvestasi dan masih belajar memahami pasar.
Ingin menerapkan strategi investasi jangka panjang secara konsisten.
Tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan analisis perusahaan.
Ingin mengurangi risiko yang berasal dari satu perusahaan tertentu.
Berencana berinvestasi secara rutin menggunakan metode Dollar-Cost Averaging (DCA).
Kapan Waktu yang Pas Untuk Memilih Saham Individual?
Saham individual lebih cocok bagi investor yang ingin punya kendali penuh terhadap perusahaan yang dipilih. Hal ini biasanya membutuhkan riset mendalam, tetapi juga bisa membuka peluang untuk mendapatkan return yang lebih tinggi jika hasil analisa tepat.
Saham individual dapat dipertimbangkan jika kamu:
Memahami model bisnis perusahaan yang akan dibeli.
Siap membaca laporan keuangan dan mengikuti perkembangan industrinya.
Memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi.
Ingin mencari peluang return di atas rata-rata pasar melalui stock picking.
Nyaman menghadapi fluktuasi harga yang lebih besar dibanding ETF.
ETF atau Saham? Pilih yang Paling Cocok Sesuai Tujuanmu
ETF atau saham, mana yang lebih bagus? Jawaban sebenarnya bergantung pada tujuan investasi yang sudah kamu tetapkan. ETF cocok bagi investor yang mengutamakan diversifikasi dan kemudahan, dan saham individual lebih sesuai bagi mereka yang siap melakukan riset mendalam untuk mengejar peluang pertumbuhan.
Agar lebih mudah menentukan pilihan, berikut gambaran sederhananya.
Alasan Investor Menggabungkan ETF dan Saham
Daripada memilih salah satu, kebanyakan investor malah menggabungkan ETF dan saham dalam satu portofolio mereka. Pendekatan Core-Satellite Portfolio menempatkan ETF sebagai fondasi untuk diversifikasi, sedangkan saham individual menjadi pelengkap guna mengejar peluang pertumbuhan. Hasilnya, portofolio menjadi lebih seimbang tanpa mengorbankan potensi return.
Bagian Portofolio
Instrumen
Tujuan
Core
ETF
Diversifikasi dan pertumbuhan jangka panjang
Satellite
Saham individual
Menambah potensi pertumbuhan dari perusahaan tertentu
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih ETF atau Saham
Memilih instrumen investasi tidak bisa sembarang atau hanya berpacu pada potensi keuntungan yang akan didapatkan. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan, yang berdampak pada hasil investasi yang tidak sesuai yang dibayangkan.
Membeli hanya karena sedang ramai diperbincangkan: saham atau ETF yang sedang ramai dibicarakan di sosial media atau surat kabar lainnya, belum tentu sesuai dengan tujuan investasimu. Hindari FOMO, saat sedang membeli saham ataupun ETF
Menganggap ETF tidak bisa rugi: diversifikasi memang membantu menyebarkan risiko, tetapi tidak menghilangkannya. Ketika pasar mengalami penurunan, nilai ETF juga dapat ikut terkoreksi.
Terlalu fokus mengejar return: potensi keuntungan memang penting, tetapi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan. Instrumen yang menawarkan return lebih tinggi umumnya juga disertai tingkat risiko yang lebih besar.
Mengabaikan profil risiko: instrumen yang cocok untuk orang lain belum tentu sesuai dengan kebutuhanmu. Sebelum mulai berinvestasi, pastikan pilihanmu selaras dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan toleransi terhadap risiko.
Mulai Bangun Portofolio Investasi Kamu Bersama Gotrade
ETF maupun saham memiliki kelebihannya masing-masing. Kuncinya adalah, kamu harus memilih instrumen yang paling cocok dan sesuai dengan tujuan akhir investasimu dan juga mempertimbangkan risikonya. Di Gotrade, kamu bisa mengakses berbagai ETF dan saham Amerika Serikat dalam satu aplikasi. Unduh Gotrade dan mulai bangun portofoliomu hari ini.
FAQ
Apakah ETF lebih baik daripada saham untuk investasi jangka panjang?
Tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua investor. ETF umumnya lebih cocok bagi investor yang menginginkan diversifikasi dan pertumbuhan yang lebih stabil dalam jangka panjang. Sementara itu, saham individual dapat menjadi pilihan jika kamu siap melakukan riset untuk mencari peluang return yang lebih tinggi.
Untuk pemula, sebaiknya memilih ETF atau saham?
Bagi banyak investor pemula, ETF sering menjadi titik awal karena memberikan eksposur ke banyak aset dalam satu produk. Dengan begitu, kamu bisa membangun portofolio yang lebih terdiversifikasi tanpa harus memilih banyak saham satu per satu. Namun, jika kamu sudah memahami cara menganalisis perusahaan, saham individual juga bisa dipertimbangkan.
Bisakah ETF dan saham dimiliki dalam satu portofolio?
Bisa. Banyak investor menggabungkan ETF dan saham dalam satu portofolio untuk mendapatkan keseimbangan antara diversifikasi dan peluang pertumbuhan. ETF biasanya digunakan sebagai fondasi portofolio, sedangkan saham individual dipilih untuk menambah potensi return dari perusahaan tertentu.
Referensi
Investopedia. "Stock or ETF: How to Decide the Best Investment for Your Portfolio."
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.