Trading Halt vs Circuit Breaker: Apa Bedanya dan Bagaimana Pengaruhnya ke Portfolio Kamu?

Atalya WianAtalya WianHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Trading Halt vs Circuit Breaker: Apa Bedanya dan Bagaimana Pengaruhnya ke Portfolio Kamu?

Saat kamu melihat pasar, tiba-tiba perdagangan berhenti. Order tidak berjalan seperti biasa, dan harga tidak bergerak.

Kondisi ini dapat terjadi karena trading halt. Istilah ini sering disamakan dengan circuit breaker, padahal keduanya tidak memiliki arti yang sama.

Penting untuk memahami perbedaannya, terutama saat pasar sedang volatil dan keputusan terburu-buru dapat meningkatkan risiko.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Apa Itu Trading Halt?

Dalam kondisi tertentu, bursa atau regulator dapat menghentikan perdagangan untuk sementara.

Di pasar AS, trading halt dapat terjadi pada satu saham. Menurut FINRA, bursa dapat menghentikan perdagangan untuk memberi waktu kepada pasar memproses informasi penting, mengatasi ketidakseimbangan order, atau menjaga perdagangan tetap teratur.

Misalnya, sebuah perusahaan dapat mengumumkan merger atau perubahan signifikan dalam kondisi bisnisnya. Sebelum transaksi kembali dilakukan, bursa dapat menghentikan sementara perdagangan saham tersebut.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Namun, trading halt tidak hanya berlaku pada satu saham.

Di Indonesia, BEI juga menggunakan istilah trading halt ketika perdagangan pasar secara luas dihentikan sementara karena penurunan IHSG melewati batas tertentu.

Apa Itu Circuit Breaker?

Circuit breaker adalah mekanisme pengaman yang menentukan kapan perdagangan perlu dihentikan berdasarkan batas pergerakan pasar tertentu.

Cara paling mudah untuk membedakannya adalah sebagai berikut: circuit breaker adalah mekanisme atau pemicunya, sedangkan trading halt adalah penghentian perdagangan yang dapat terjadi setelah pemicu tersebut tercapai.

Misalnya, menurut NYSE, di pasar AS, Market-Wide Circuit Breakers mengacu pada penurunan S&P 500 dari harga penutupan hari sebelumnya. Perdagangan pasar secara luas dihentikan jika penurunan mencapai level tertentu.

Karena itu, trading halt dan circuit breaker bukanlah dua mekanisme yang sepenuhnya terpisah.

Apa Perbedaan Trading Halt dan Circuit Breaker?

Aspek

Trading Halt

Circuit Breaker

Definisi

Penghentian sementara perdagangan

Mekanisme yang menentukan kapan perdagangan dihentikan

Cakupan

Bisa berlaku pada saham tertentu atau pasar secara luas

Umumnya berkaitan dengan volatilitas harga atau indeks

Pemicu

Berita material, order imbalance, gangguan pasar, atau volatilitas

Ambang pergerakan yang telah ditentukan

Durasi

Bergantung pada penyebab dan aturan bursa

Mengikuti aturan pada level circuit breaker yang tercapai

Fungsi

Memberi jeda pada perdagangan

Membatasi dampak pergerakan pasar yang ekstrem

Oleh karena itu, terlalu sederhana untuk menganggap bahwa trading halt selalu berlaku pada satu saham, sedangkan circuit breaker selalu berlaku pada seluruh pasar.

Trading halt juga dapat terjadi pada level pasar, termasuk ketika batas tertentu dalam mekanisme circuit breaker tercapai.

Aturan Trading Halt BEI Terbaru

Aturan trading halt BEI telah berubah.

Sejak April 2025, OJK dan BEI mengubah ambang yang sebelumnya menggunakan batas 5%, 10%, dan 15%. Ketentuan saat ini adalah sebagai berikut:

Penurunan IHSG dalam satu hari

Tindakan

Lebih dari 8%

Trading halt selama 30 menit

Berlanjut lebih dari 15%

Trading halt kembali selama 30 menit

Berlanjut lebih dari 20%

Trading suspend sampai akhir sesi atau lebih lama sesuai ketentuan

Perubahan ini mulai berlaku pada 8 April 2025.

Artinya, artikel yang masih menyebut penurunan 5% sebagai pemicu awal trading halt BEI masih menggunakan ketentuan lama.

Trading halt dan trading suspend berbeda

Trading halt adalah penghentian sementara perdagangan yang dijadwalkan untuk dibuka kembali setelah waktu tertentu. Sementara itu, jika penurunan IHSG berlanjut lebih dari 20%, perdagangan dapat dihentikan sampai akhir sesi atau lebih dari satu sesi sesuai persetujuan atau perintah OJK.

Bagaimana Circuit Breaker Berfungsi di Amerika Serikat?

Pasar Amerika Serikat memiliki sistem yang berbeda.

Menurut NYSE, Market-Wide Circuit Breakers menggunakan tiga level penurunan pada S&P 500:

  • Level 1: Turun 7%. Jika terjadi sebelum pukul 15.25 ET, perdagangan dihentikan selama 15 menit.

  • Level 2: Turun 13%. Jika terjadi sebelum pukul 15.25 ET, perdagangan kembali dihentikan selama 15 menit.

  • Level 3: Turun 20%. Level ini dapat terpicu kapan saja dan perdagangan dihentikan untuk sisa hari tersebut.

Saat Level 1 atau Level 2 tercapai sebelum pukul 15.25 ET, circuit breaker memicu trading halt di seluruh pasar. Jika level tersebut tercapai pada atau setelah pukul 15.25 ET, perdagangan tetap berlanjut kecuali Level 3 tercapai.

Ini menunjukkan hubungan antara circuit breaker dan trading halt.

Kenapa Trading Halt Bisa Terjadi pada Saham Tertentu?

Di pasar AS, trading halt pada saham tertentu tidak selalu berkaitan dengan penurunan pasar.

FINRA menyebutkan beberapa situasi yang dapat menyebabkan trading halt, seperti restrukturisasi atau merger, perubahan kondisi keuangan, informasi material perusahaan, perubahan manajemen, perkembangan hukum atau regulasi, serta ketidakseimbangan yang signifikan antara order beli dan jual.

Tujuannya bukan untuk menentukan apakah harga saham terlalu tinggi atau terlalu rendah. Bursa memberikan waktu agar informasi dapat tersebar ke pasar sebelum perdagangan kembali berlangsung secara teratur.

Apa yang Terjadi saat Trading Halt?

Ketika saham mengalami trading halt, transaksi tidak dapat dilakukan seperti biasa selama penghentian tersebut berlangsung.

Untuk saham AS, FINRA menyatakan bahwa ketika bursa tempat saham tersebut tercatat memberlakukan trading halt, pasar AS lainnya yang memperdagangkan saham tersebut juga harus mengikuti penghentian tersebut.

Setelah perdagangan dibuka kembali, proses penentuan harga kembali berlangsung.

Oleh karena itu, harga pertama setelah trading halt tidak harus sama dengan harga terakhir sebelum perdagangan dihentikan.

Bagi trader yang memiliki posisi terbuka, perbedaan harga tersebut menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan.

Bisakah Trading Halt Melindungi Investor dari Kerugian?

Tidak. Trading halt menghentikan transaksi untuk sementara, tetapi tidak menghilangkan risiko fundamental, tekanan jual, atau berita negatif.

Persepsi investor terhadap saham dapat berubah jika ada informasi penting yang muncul ketika perdagangan berhenti. Harga dapat naik atau turun cukup tajam saat pasar dibuka kembali.

Karena itu, trading halt tidak boleh dianggap sebagai indikasi bahwa harga sudah mencapai titik terendah, saham pasti akan naik, volatilitas langsung berakhir, atau harga setelah trading halt otomatis menjadi lebih menarik untuk dibeli.

Trading halt hanya menghentikan transaksi untuk sementara waktu.

Apakah Stop-Loss Tetap Bekerja?

Dalam situasi normal, stop-loss dapat membantu mengelola risiko, tetapi tidak menjamin bahwa posisi akan ditutup tepat pada harga yang ditetapkan ketika perdagangan dihentikan.

Transaksi tidak berjalan seperti biasa selama trading halt.

Harga eksekusi dapat berbeda dari level yang telah kamu tetapkan sebelumnya jika harga dibuka jauh di bawah level stop setelah perdagangan dilanjutkan.

Oleh karena itu, ukuran posisi dan batas risiko sebelum masuk ke pasar tetap sangat penting. Stop-loss tidak menjamin kerugian akan selalu berhenti tepat pada satu harga.

Apa yang Harus Dilakukan saat Terjadi Trading Halt?

Tidak perlu terlalu tergesa-gesa menebak apakah harga akan naik atau turun.

Mulai dari pertanyaan dasar: kenapa perdagangan dihentikan?

Periksa informasi perusahaan dan bursa jika hanya satu saham yang mengalami trading halt. Cari laporan keuangan, merger, perubahan guidance, aksi korporasi, atau informasi penting lainnya.

Jika seluruh pasar berhenti, periksa apakah market-wide circuit breaker sedang berlaku.

Kemudian:

  1. Periksa semua order yang masih terbuka.

  2. Jangan berasumsi harga akan kembali ke level sebelum trading halt.

  3. Baca informasi terbaru yang muncul saat perdagangan berhenti.

  4. Hindari mengubah strategi secara tiba-tiba karena panik.

  5. Pastikan posisi tetap sesuai dengan batas risiko yang sudah ditentukan.

Untuk saham AS, kamu juga dapat melihat status trading halt melalui bursa tempat saham tersebut diperdagangkan.

Contoh Trading Halt di Pasar

Trading halt pernah terjadi di Indonesia maupun Amerika Serikat.

Pada Januari 2026, BEI menghentikan perdagangan selama 30 menit setelah IHSG turun lebih dari 8%, sesuai aturan yang berlaku sejak April 2025.

Sementara itu, pada Maret 2020, ketika S&P 500 turun sangat tajam, pasar AS beberapa kali mengalami market-wide circuit breaker.

Namun, circuit breaker tidak berarti pasar langsung pulih.

Tujuannya adalah menghentikan transaksi untuk sementara. Setelah perdagangan dibuka kembali, pergerakan harga tetap bergantung pada likuiditas, order, informasi, dan kondisi pasar saat itu.

Kesimpulan

Trading halt adalah penghentian sementara perdagangan. Mekanisme ini dapat diterapkan pada satu saham maupun pasar secara keseluruhan.

Circuit breaker memiliki mekanisme tersendiri untuk menentukan kapan perdagangan perlu dihentikan berdasarkan batas pergerakan tertentu.

Di Indonesia, BEI menerapkan trading halt ketika IHSG turun lebih dari 8%. Jika penurunan berlanjut lebih dari 15%, trading halt kembali dilakukan. Sementara itu, di AS, market-wide circuit breaker menggunakan penurunan S&P 500 dengan level 7%, 13%, dan 20%.

Bagi investor, trading halt bukan sinyal untuk langsung membeli atau menjual. Cari tahu penyebabnya, cek informasi terbaru, pahami status order, dan pastikan risiko posisi tetap sesuai rencana.

Sebelum mengambil keputusan transaksi, kamu dapat memantau pergerakan saham AS melalui Gotrade.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
Atalya Wian
Ditulis oleh
Atalya Wian
Atalya adalah content marketer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga keuangan. Spesialis dalam penulisan topik bisnis, teknologi, dan keuangan untuk audiens profesional.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade