Ia bisa menjual dan mengalami kerugian. Opsi lainnya adalah menunggu harga pulih tanpa mengetahui kapan hal itu akan terjadi.
Jadwal pasar tidak selalu sesuai dengan kebutuhan kita.
Oleh karena itu, dana untuk belanja, cicilan, biaya pendidikan, dan kebutuhan tak terduga sebaiknya dipisahkan dari modal investasi. Meskipun saham dapat menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang, nilainya tetap bisa berubah dengan cepat dalam waktu singkat. Tabungan biasanya lebih cocok untuk kebutuhan yang akan datang dibandingkan aset yang harganya berubah setiap hari.
Sebelum membeli, Raka perlu mengevaluasi keuangan pribadinya. Bisakah uang ini digunakan untuk investasi dengan aman? Apakah ada simpanan lain yang dapat digunakan jika terjadi keadaan darurat? Ia juga masih perlu menentukan berapa lama uang tersebut sanggup dibiarkan berada di pasar.
Tidak harus menunggu punya modal besar. Namun, nominal awal sebaiknya cukup kecil sehingga penurunan harga tidak mengacaukan kebutuhan atau membuatmu terus memeriksa aplikasi setiap beberapa menit.
Misalnya, kehilangan nilai sementara sebesar $30 masih bisa kamu hadapi dengan tenang. Berarti nominal yang masuk ke pasar sebaiknya mengikuti batas tersebut, bukan mengikuti jumlah uang yang tersedia di rekening.
Orang sering mencari angka minimum untuk mulai investasi. Angka yang lebih penting justru batas maksimum yang sanggup kamu lihat turun tanpa mengambil keputusan terburu-buru.
2. Kamu Sedang Membeli Bisnis, Bukan Sekadar Grafik
Setelah menyisihkan dana yang memang siap diinvestasikan, Raka kembali melihat saham teknologi tadi. Grafiknya masih menarik. Dalam sebulan, arahnya terus naik.
Namun, grafik hanya menunjukkan apa yang terjadi pada harga. Ia tidak menjelaskan dari mana perusahaan mendapat uang, berapa besar biaya yang dikeluarkan, atau mengapa investor menilai bisnis tersebut begitu tinggi.
Saham pada dasarnya mewakili bagian kepemilikan di sebuah perusahaan. Investor dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga atau pembagian dividen, tetapi keduanya tidak dijamin. Harga juga bisa turun, sementara perusahaan bebas mengurangi atau menghentikan dividennya.
Untuk mulai memahami sebuah perusahaan, kamu tidak perlu langsung menjadi analis. Coba cari jawaban atas beberapa pertanyaan sederhana.
Perusahaan ini menjual apa? Siapa yang membayar produknya? Apakah pendapatannya datang dari penjualan satu kali, iklan, langganan, atau sumber lain? Lalu lihat apakah pertumbuhan penjualan itu benar-benar menghasilkan laba dan arus kas.
Di sinilah nama besar sering membuat orang lengah. Produknya mungkin dipakai jutaan orang dan perusahaannya rutin masuk berita. Angka keuangannya belum tentu sekuat citranya. Penjualan dapat tumbuh sementara biaya naik jauh lebih cepat. Ada pula bisnis yang mencetak laba, tetapi menanggung utang besar atau terlalu bergantung pada satu produk.
Harga beli juga ikut menentukan.
Perusahaan dapat mencatat hasil yang bagus, tetapi sahamnya tetap turun karena pasar sebelumnya mengharapkan hasil yang lebih tinggi. Sebaliknya, bisnis yang sedang melambat bisa mengalami kenaikan harga apabila hasilnya tidak seburuk perkiraan.
Jadi, kalimat “perusahaannya bagus” belum cukup untuk membuat order.
Untuk perusahaan publik AS, laporan tahunan dan kuartalan dapat ditemukan melalui EDGAR milik SEC. Kamu tidak perlu membaca ratusan halaman sekaligus. Awali dari bagian bisnis, laporan laba rugi, arus kas, jumlah utang, dan risiko utama yang disebutkan manajemen. (SEC)
Raka akhirnya menemukan bahwa saham yang sedang ramai tadi memang berasal dari perusahaan yang berkembang. Sayangnya, ia juga belum memahami industrinya dengan baik dan sebagian besar kenaikannya terjadi karena ekspektasi terhadap produk yang belum diluncurkan.
Ia masih tertarik. Hanya saja, sekarang ia tahu ada banyak hal yang belum diketahui.
3. Satu Saham atau ETF? Pilih Cara Belajar yang Masuk Akal
Raka bisa tetap membeli saham tersebut dalam nominal kecil. Pilihan lainnya adalah mengambil eksposur ke beberapa perusahaan sekaligus melalui exchange-traded fund atau ETF.
Membeli satu saham membuat hasil investasinya bergantung pada kondisi satu perusahaan. Jika bisnisnya tumbuh, pengaruhnya ke portofolio akan terasa langsung. Begitu pula ketika penjualan mengecewakan, manajemen membuat kesalahan, atau industrinya mulai kehilangan pasar.
Sementara itu, sebuah ETF dapat menampung puluhan hingga ratusan aset. Bagi orang yang belum siap menilai satu perusahaan secara mendalam, pendekatan ini bisa dipelajari sebagai alternatif.
Tetap lihat isinya.
Sebuah ETF bertema teknologi mungkin memiliki banyak nama di dalam portofolio, tetapi sebagian besar bobotnya bisa terkumpul pada beberapa perusahaan besar. Memegang beberapa ETF pun belum tentu membuat portofolio tersebar jika ternyata seluruhnya memiliki kepemilikan utama yang sama. Investor.gov menyarankan investor memeriksa aset dengan bobot terbesar untuk memastikan diversifikasi yang diinginkan benar-benar terjadi.
Pilihan | Lebih cocok dipelajari ketika | Hal yang perlu diperiksa |
Satu saham | Kamu tertarik mempelajari satu bisnis secara mendalam | Pendapatan, laba, arus kas, utang, valuasi, dan risiko perusahaan |
ETF pasar luas | Kamu ingin eksposur ke banyak perusahaan | Indeks acuan, saham dengan bobot terbesar, dan biaya pengelolaan |
ETF sektor atau tema | Kamu punya pandangan terhadap industri tertentu | Konsentrasi portofolio dan ketergantungan pada satu tren |
Ketika kinerja satu bisnis memburuk, diversifikasi dapat membantu mengurangi dampaknya. Namun, banyak aset masih dapat bergerak ke arah yang sama ketika pasar turun secara luas.
Tidak ada opsi yang benar-benar bebas risiko. Perbedaannya terletak pada jenis risiko yang kamu ambil dan seberapa besar dampaknya terkonsentrasi.
Raka memutuskan untuk tidak langsung memasukkan seluruh $300 ke saham yang sedang ramai setelah mempelajari komposisi beberapa ETF. Ia membagi proses belajarnya. Sebagian dana tetap berada di rekening, sementara sejumlah kecil digunakan untuk mempelajari cara transaksi bekerja terlebih dahulu.
Mungkin keputusan ini tidak menarik untuk dibagikan di media sosial. Namun, perhatikan apa yang sedang dipelajari Raka.
4. Perhatikan Detail Kecil saat Order Masuk
Raka memilih aset dan memasukkan nominal. Kemudian, ia menemukan dua opsi: limit order dan market order.
Meskipun keduanya dapat digunakan untuk membeli saham, cara kerjanya berbeda.
Market order meminta transaksi dilakukan segera pada harga terbaik yang tersedia. Fokus order ini adalah kemungkinan transaksi terjadi, bukan kepastian harga akhirnya.
Ketika Raka menekan tombol beli, penjual termurah yang tersedia mungkin sudah meminta $100,40 meskipun harga terakhir yang ditampilkan di layar adalah $100. Perbedaannya bisa lebih besar di pasar yang bergerak cepat.
Sementara itu, limit order memberikan batas harga. Jika ia memasang batas beli di $100, order hanya dapat dijalankan pada harga $100 atau lebih rendah. Harga lebih terkontrol, tetapi transaksi bisa saja tidak terjadi ketika pasar tidak menyentuh angka tersebut. (Investor)
Perhatikan pula angka bid dan ask. Bid menunjukkan harga tertinggi yang sedang ditawarkan pembeli, sedangkan ask merupakan harga terendah yang diminta penjual. Selisih keduanya biasa disebut spread.
Pada saham yang ramai diperdagangkan, jaraknya sering relatif tipis. Saham yang transaksinya lebih sepi bisa memiliki spread lebih lebar. Akibatnya, posisi dapat langsung terlihat minus meski harga pasar belum banyak berubah.
Raka juga tidak harus membeli satu lembar penuh. Melalui fractional shares, investor dapat mengambil bagian saham berdasarkan nominal, selama layanan tersebut tersedia. Kalau satu lembar berharga $300, kepemilikan senilai $20 tetap memungkinkan. Ketentuan mengenai aset, jenis order, hak suara, dan pemindahan posisi dapat berbeda di setiap penyedia. (Investor)
Saham pecahan menyelesaikan persoalan nominal. Risiko pergerakan harganya tetap mengikuti aset yang sama.
Sebelum mengirim order, luangkan waktu sebentar untuk membaca ulang. Nama perusahaan bisa mirip. Simbol ticker dapat tertukar. Angka $20 dan 20 lembar jelas menghasilkan nilai transaksi yang sangat berbeda.
Periksa juga biaya yang berlaku. Nilainya mungkin terlihat kecil pada satu transaksi, tetapi biaya tetap mengurangi hasil portofolio dan dampaknya dapat menumpuk dari waktu ke waktu. (Investor)
Raka akhirnya memasang order dengan nominal yang tidak mengganggu kondisi keuangannya. Tidak ada momen dramatis. Setelah order terisi, harga bahkan turun sedikit.
Dan itu wajar.
5. Risiko Biasanya Terasa Setelah Sahamnya Dibeli
Sebelum memiliki posisi, penurunan 10% mungkin terlihat seperti angka biasa. Setelah uang sendiri masuk, rasanya berbeda.
Raka mulai mencari berita yang mendukung pilihannya. Artikel bernada positif dibaca sampai selesai. Sebaliknya, analisis yang mengkritik perusahaan dilewatkan karena dianggap terlalu pesimistis. Tanpa sadar, ia hanya mengumpulkan pendapat yang membuatnya merasa bahwa keputusan awalnya benar.
Perilaku investor sendiri adalah salah satu risiko yang sulit dilihat di halaman transaksi.
Setiap kali harga turun, ada dorongan untuk membeli lagi. Strategi averaging down kadang digunakan untuk menurunkan harga beli rata-rata, tetapi keputusan tersebut tetap harus mempertimbangkan kondisi bisnis terbaru. Penurunan akibat kepanikan pasar tidak sama dengan penurunan akibat kehilangan pelanggan, kehabisan kas, atau perubahan arah perusahaan.
Hal yang sama berlaku untuk stop-loss. Fitur ini sering dianggap dapat membatasi kerugian pada harga tertentu. Dalam praktiknya, order dapat berubah menjadi market order ketika harga pemicu tercapai. Pada pasar yang bergerak cepat, harga transaksi mungkin berbeda dari harga pemicu.
Rencana sederhana sering kali lebih bermanfaat daripada banyak fitur yang belum dipahami. Mengapa kamu memutuskan untuk membeli? Berapa lama kamu berencana mempertahankannya? Perubahan seperti apa yang membuat alasan awal membeli tidak lagi relevan?
Tuliskan jawabannya sebelum harga bergerak.
Pertanyaan tersebut mungkin terasa mudah saat pasar tenang. Namun, catatan dapat membantu membedakan keputusan yang terencana dari kepanikan ketika saham turun tajam.
Mulai Belajar Lewat Gotrade
Dengan Gotrade, kamu dapat belajar tentang pasar tanpa harus menunggu memiliki modal besar. Sesuai ketentuan produk yang berlaku, kamu dapat mengakses saham AS dan ETF di Gotrade secara fraksional mulai dari $1.
Layanan Gotrade Indonesia ditawarkan melalui PT Valbury Asia Futures, perusahaan berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa efek.
Unduh aplikasi Gotrade dan pelajari aset yang menarik perhatianmu sebelum membuat order pertama.