Lembaga Keuangan: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Lembaga Keuangan: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Contohnya

Ringkasan

  • Lembaga keuangan berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana, memfasilitasi transaksi, mengelola risiko, serta membuka akses investasi.
  • Jenisnya beragam, seperti bank, asuransi, perusahaan pembiayaan, dana pensiun, modal ventura, dan perusahaan efek.
  • Memahami fungsi dan jenis lembaga keuangan membantu kamu memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan.

Pernah bertanya-tanya ke mana perginya uang yang kamu simpan di bank, dari mana perusahaan mendapatkan pembiayaan, atau bagaimana kamu bisa membeli saham perusahaan di pasar modal? Beragam aktivitas ini, nyatanya terdapat satu hal yakni melibatkan lembaga ternyata memiliki satu hal yang sama, yaitu melibatkan lembaga keuangan.

Namun, fungsi lembaga keuangan tidak cuma soal tempat menyimpan atau pinjam uang. Masih ada lembaga lain yang bertugas untuk mengalirkan dana, memfasilitasi transaksi, mengelola risiko, sampai membuka akses ke berbagai instrumen. Lantas, apa itu lembaga keuangan lalu apa saja fungsinya dan apa saja perannya dalam keseharian? Yuk, simak pembahasan lebih dalamnya dibawah ini!

Apa Itu Lembaga Keuangan?

Secara sederhana, lembaga keuangan adalah badan atau institusi yang menyediakan berbagai layanan berkaitan dengan aktivitas keuangan, seperti penghimpunan dana, pembiayaan, transaksi, investasi, hingga pengelolaan risiko. Karena itu, lembaga keuangan tidak hanya berarti bank. Dalam ekosistem keuangan Indonesia terdapat berbagai sektor, termasuk perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, modal ventura, dan lembaga keuangan mikro.

Baca juga: Apa Itu OPEX? Jenis, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ruang lingkup pengaturan dan pengawasannya mencakup sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, penjaminan dan dana pensiun, lembaga pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, hingga sektor jasa keuangan lainnya. OJK juga memiliki fungsi mengatur, mengawasi, menjaga stabilitas sistem keuangan sesuai kewenangannya, serta memberikan perlindungan kepada konsumen dan masyarakat.

Bagaimana Lembaga Keuangan Bekerja?

Dilansir dari Investopedia, sektor jasa keuangan mencakup berbagai institusi seperti bank, perusahaan investasi, perusahaan pembiayaan, dan perusahaan asuransi yang membantu memperlancar pergerakan modal dan likuiditas. Secara sederhana, lembaga keuangan membantu mempertemukan pihak yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan dana melalui layanan keuangan yang sesuai.

Mekanismenya dapat berbeda tergantung jenis lembaganya. Bank dapat menghimpun dana dan menyalurkannya melalui kredit, perusahaan pembiayaan menyediakan pembiayaan, perusahaan efek membantu transaksi di pasar modal, sedangkan asuransi membantu mengelola risiko finansial.

Baca juga: Apa Itu Margin Call? Alasan, Cara Menghitung, dan Risikonya

alur fungsi lembaga keuangan

Apakah Semua Lembaga Keuangan Memiliki Fungsi yang Sama?

Tidak. Inilah hal penting yang perlu dipahami ketika membahas lembaga keuangan. Bank, misalnya, memiliki fungsi yang erat dengan penghimpunan dana, penyaluran kredit atau pembiayaan, serta layanan transaksi. Sementara itu, perusahaan asuransi berfokus pada perlindungan dan pengelolaan risiko, perusahaan pembiayaan menyediakan pembiayaan, sedangkan perusahaan efek membantu investor mengakses pasar modal. Artinya, jenis lembaga yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan keuangan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Investasi Saham? Pahami Sebelum Mulai

Apa Saja Fungsi Lembaga Keuangan?

Secara umum, fungsi lembaga keuangan dapat dilihat dari bagaimana institusi tersebut membantu dana bergerak, transaksi berlangsung, risiko di

fungsi lembaga keuangan

1. Menyatukan Dana

Salah satu fungsi lembaga keuangan yakni menyatukan dana dari pihak yang punya dana untuk dikelola lewat layanan keuangan. Misalnya bank mengumpulkan dan menyatukan dana tabungan serta deposito, lalu mendapatkan bagian dari sumber dana pada sistem keuangan tersebut.

2. Menyalurkan dan Mengalokasikan Dana

Dana yang tersedia dapat disalurkan atau dialokasikan kepada pihak yang membutuhkannya untuk berbagai keperluan, seperti konsumsi, modal kerja, investasi, dan pengembangan usaha. Bentuknya pun beragam, berawal dari kredit bank, pembiayaan, sampai pendanaan melalui suatu lembaga.

3. Menyediakan Transaksi Keuangan

Lembaga keuangan membantu masyarakat dan bisnis dalam menjalankan aktivitas transaksi, misalnya transfer, hingga pembayaran di pasar modal. Kehadiran layanan ini, tentu membuat berbagai kebutuhan keuangan bisa dilakukan dengan mudah dan terstruktur.

4. Menyediakan Likuiditas

Lembaga keuangan membantu menyediakan akses terhadap dana ketika dibutuhkan melalui berbagai produk dan layanan keuangan. Untuk individu maupun bisnis, kesediaan likuiditas bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan finansial, seperti untuk keperluan sehari-hari hingga untuk operasional usaha.

5. Membantu Mengelola Risiko

Lembaga keuangan tertentu juga berperan untuk mengelola dampak risiko finansial yang mungkin bisa saja didalami oleh perseorangan hingga bisnis. Misalnya adalah asuransi, yang berperan dalam memberikan perlindungan pada risiko tertentu sesuai dengan manfaat dan ketentuan yang berlaku didalam polis.

6. Memberi Akses ke Investasi dan Pasar Keuangan

Lembaga keuangan juga berperan dalam membantu masyarakat dalam mengakses berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana, dan ETF. Dikutip dari Kementerian Keuangan pasar modal berperan untuk sarana investasi bagi masyarakat sekaligus sarana pendanaan untuk perusahaan, jadi masyarakat bisa ikut dalam pasar keuangan sekaligus punya pilihan dalam mengalokasikan tabungan yang dimiliki sesuai tujuan finansialnya.

Baca Juga: Aplikasi Investasi Modal 10 Ribu: Mana yang Terbaik?

Jenis-Jenis Lembaga Keuangan di Indonesia

Ada banyak aktivitas keuangan yang kita lakukan setiap hari, tetapi tidak semuanya ditangani oleh jenis lembaga yang sama. Ada lembaga yang berfokus pada simpanan dan kredit, sementara lainnya menyediakan pembiayaan, perlindungan, atau akses ke pasar modal. Secara sederhana, lembaga keuangan dapat dibedakan menjadi bank dan lembaga keuangan non-bank berdasarkan karakteristik serta layanan yang diberikan.

Lembaga Keuangan Bank

Saat mendengar istilah lembaga keuangan, bank mungkin menjadi institusi pertama yang terlintas di pikiran. Wajar saja, karena hampir semua orang berinteraksi dengan bank, baik untuk menyimpan uang, melakukan transfer, membayar kebutuhan sehari-hari, maupun mengajukan pinjaman.

Lembaga Keuangan Non-Bank

Tapi, kebutuhan finansial tidak berhenti pada tabungan dan pinjaman. Ada juga kebutuhan untuk melindungi diri dari risiko, mendapatkan pembiayaan, menyiapkan dana pensiun, hingga berinvestasi di pasar modal. Di sinilah lembaga keuangan non-bank berperan, dengan layanan yang lebih spesifik sesuai bidang masing-masing.

Jenis lembaga keuangan

Fungsi utama

Contoh aktivitas atau layanan

Bank

Menghimpun dan menyalurkan dana serta menyediakan layanan pembayaran

Tabungan, deposito, kredit, transfer

Asuransi

Mengelola dan mengalihkan risiko finansial

Perlindungan finansial

Perusahaan pembiayaan

Menyediakan pembiayaan

Pembiayaan investasi, modal kerja, multiguna

Modal ventura

Menyediakan pendanaan atau penyertaan modal

Pendanaan bisnis

Dana pensiun

Mengelola dana untuk manfaat pensiun

Program pensiun

Perusahaan efek

Memfasilitasi aktivitas pasar modal

Transaksi dan investasi efek

Dengan memahami fungsi masing-masing, kamu tidak perlu menganggap semua lembaga keuangan sebagai tempat untuk melakukan aktivitas yang sama.

Apa Perbedaan Bank dan Lembaga Keuangan Non-Bank?

Sekilas, bank dan lembaga keuangan non-bank sama-sama menyediakan layanan keuangan. Namun, keduanya memiliki fokus layanan yang berbeda. Bank lebih banyak berkaitan dengan penghimpunan dan penyaluran dana serta transaksi pembayaran, sedangkan lembaga non-bank biasanya menawarkan layanan yang lebih spesifik.

  • Bank: Menghimpun dana, menyalurkan kredit atau pembiayaan, serta menyediakan layanan pembayaran.

  • Asuransi: Memberikan perlindungan dan membantu mengelola risiko finansial.

  • Perusahaan pembiayaan: Menyediakan pembiayaan untuk kebutuhan tertentu, seperti investasi atau modal kerja.

  • Dana pensiun: Mengelola dana untuk memenuhi manfaat pensiun.

  • Perusahaan efek: Memfasilitasi aktivitas investasi dan transaksi di pasar modal.

Dalam kehidupan sehari-hari, pemilihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, kamu dapat menggunakan bank untuk menyimpan dana, perusahaan pembiayaan saat membutuhkan pembiayaan, asuransi untuk perlindungan, dana pensiun untuk persiapan masa pensiun, dan perusahaan efek atau platform investasi untuk mengakses pasar modal.

Mengapa Lembaga Keuangan Penting bagi Perekonomian?

Lembaga keuangan bukan hanya membantu kebutuhan finansial individu, tetapi juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi secara lebih luas. Dari menyalurkan dana hingga membuka akses investasi, berikut beberapa alasan mengapa keberadaan lembaga keuangan penting bagi perekonomian:

  • Memperlancar perputaran dana: Lembaga keuangan membantu menyalurkan dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana kepada pihak yang membutuhkannya untuk berbagai kebutuhan.

  • Mendukung aktivitas bisnis: Kredit, pembiayaan, dan pendanaan dapat membantu bisnis menjalankan operasional, mengembangkan usaha, hingga melakukan ekspansi.

  • Memperluas akses investasi: Lembaga keuangan membantu masyarakat mengakses berbagai pilihan investasi untuk mengalokasikan dana sesuai tujuan dan profil risiko.

  • Mendukung stabilitas sistem keuangan: Lembaga keuangan yang beroperasi dengan baik turut mendukung sistem keuangan yang teratur, stabil, dan dapat dipercaya.

Bagaimana Memilih Lembaga Keuangan yang Sesuai?

Setiap lembaga keuangan menawarkan layanan dengan fungsi dan karakteristik yang berbeda. Agar tidak salah memilih, pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum menggunakan produk atau layanan keuangan:

  • Sesuaikan dengan tujuan keuangan: Pilih layanan berdasarkan kebutuhan, seperti menyimpan dana, pembiayaan, perlindungan, persiapan pensiun, atau investasi.

  • Periksa legalitas dan pengawasan: Pastikan lembaga atau layanan yang digunakan memiliki legalitas dan status pengawasan yang sesuai.

  • Pahami biaya dan risikonya: Pelajari biaya, ketentuan, serta risiko produk sebelum mengambil keputusan.

Kenali Pilihan Investasi untuk Tujuan Keuanganmu

Investasi merupakan salah satu bagian dari aktivitas di pasar keuangan. Jika kamu ingin mengenal pasar saham Amerika Serikat, saham dan ETF dapat menjadi pilihan instrumen yang dipertimbangkan sesuai tujuan investasi dan profil risikomu.

Gotrade dapat menjadi salah satu platform untuk mengakses saham dan ETF AS dengan pengalaman investasi yang dirancang agar lebih mudah digunakan. Mulai kenali peluang investasi saham dan ETF AS bersama Gotrade.

Referensi:
Investopedia. “Understanding Financial Institutions: Banks, Loans, and Investments Explained”

Otoritas Jasa Keuangan. “Tugas dan Fungsi”

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku