5 Fakta Saham Small Cap, Ini Arti hingga Bedanya dengan Large Cap

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

5 Fakta Saham Small Cap, Ini Arti hingga Bedanya dengan Large Cap

Saham small cap merupakan saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar (market cap) global di bawah $2 miliar. Meski ukurannya lebih kecil dibanding perusahaan besar, saham ini sering jadi incaran investor lho.

Salah satu alasannya karena punya potensi pertumbuhan yang lebih besar (meski risikonya juga tak kalah tinggi). Tapi, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, penting untuk memahami dulu apa yang membedakan saham small cap dari saham large cap. Berikut fakta-fakta seputar saham small cap yang perlu kamu ketahui.

1. Memahami Saham Small Cap

Dikutip dari e-book bertajuk Kiat Membangun Aset Kekayaan oleh Sapto Raharjo, definisi saham small cap adalah kelompok saham yang mempunyai nilai kapitalisasi pasar di bawah Rp1 triliun (versi pasar lokal). Saham ini juga sering disebut sebagai saham lapis ketiga.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Karakteristik small cap adalah harga saham yang relatif murah sehingga banyak diminati investor ritel dengan modal terbatas. Umumnya, perusahaan yang masuk kategori small cap punya nilai aset yang relatif kecil dengan tingkat keuntungan yang juga tidak sebesar perusahaan besar.

Tapi perlu diingat kalau potensi besar ini berjalan dua arah: saat harga saham turun, risiko kerugian yang dihadapi investor juga bisa sama besarnya. Jadi, meski tergolong "kecil" dari segi ukuran perusahaan, saham jenis ini justru punya daya tarik tersendiri di mata investor.

Dalam Studi klasik Banz (1981) di Journal of Financial Economics, pertama kali mendokumentasikan 'small-firm effect' kalau saham berkapitalisasi kecil secara historis mencatat imbal hasil disesuaikan risiko yang lebih tinggi, dibanding saham besar pada periode 1936–1975. Temuan ini sifatnya rata-rata historis alias bukan jaminan.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Menariknya, fenomena itulah yang kemudian mendasari mengapa banyak investor tertarik melirik saham small cap. Mereka berharap mendapat potensi keuntungan yang lebih besar dibanding saham-saham blue chip.

2. Kelebihan dan Kekurangan Saham Small Cap

Saham small cap menawarkan potensi keuntungan dan juga membawa risiko yang lebih tinggi dibanding saham mid atau large cap. Pahami rangkuman poin-poin kelebihan dan kekurangannya di bawah ini:

Kelebihan

Kekurangan

Potensi pertumbuhan lebih besar

Risiko dan volatilitas lebih tinggi

Harga saham lebih terjangkau

Minim liputan analis & informasi publik

Tidak mudah "digoreng" institusi besar

Likuiditas lebih rendah

Pilihan bisnis yang beragam (bukan cuma start-up)

Lebih rentan terhadap gejolak ekonomi

Sering undervalued, berpotensi cuan besar

Butuh riset mandiri lebih dalam

3. Contoh Saham Small Cap Indonesia di Indeks MSCI

Indeks resmi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dirancang untuk mengukur performa segmen saham berkapitalisasi kecil di pasar Indonesia. Indeks ini mencakup sekitar 14% dari keseluruhan universe saham Indonesia dengan rentang market cap konstituen mulai dari sekitar $161 juta hingga $1,53 miliar.

Berikut daftar grafik saham perusahaan Indonesia dengan bobot terbesar dalam indeks tersebut (data per Juli 2026):

Penting dicatat, saham-saham di atas dikategorikan sebagai small cap berdasarkan besaran kapitalisasi pasarnya menurut metodologi MSCI. Karena itu, daftar ini bisa berubah dari waktu ke waktu mengikuti pergerakan kapitalisasi pasar masing-masing perusahaan.

4. Perbedaan Small Cap, Mid, dan Large

Dalam The Journal of Finance bertajuk “The Cross-Section of Expected Stock Returns:oleh Fama dan French (1992), menunjukkan bahwa ukuran perusahaan (kapitalisasi pasar) dan rasio book-to-market bersama-sama menjelaskan perbedaan imbal hasil antar saham, di mana beta pasar saja tidak cukup.

Dirangkum dari Investopedia, lebih lanjut berikut adalah beberapa poin perbedaan antara small cap dan large cap berdasarkan aspeknya secara market global:

Aspek

Small Cap

Mid Cap

Large Cap

Market Cap

Di bawah $2 miliar

$2 miliar – $10 miliar

$10 miliar ke atas

Potensi Pertumbuhan

Tinggi

Sedang (kombinasi)

Rendah/lambat

Tingkat Risiko & Volatilitas

Tinggi

Sedang

Rendah

Stabilitas

Rendah

Cukup stabil

Sangat stabil

Dividen

Jarang

Kadang ada

Umumnya rutin

Contoh Karakter Perusahaan

Perusahaan baru berkembang, kurang terekspos analis

Perusahaan yang sudah mapan tapi masih tumbuh

Perusahaan besar mapan (mis. GE, Coca-Cola)

Minat Investor Institusi

Terbatas (ada aturan pembatasan reksa dana)

Sedang

Tinggi

Sebagai informasi untuk microcap merupakan kategori di bawah small cap dengan market cap kurang dari $250 juta. Sementara, penny stock ditentukan dari harga saham yang rendah (di bawah $5) dan likuiditas yang minim (bukan dari besaran market cap).

Secara umum, perbedaan small cap, mid cap, dan large cap terletak pada besaran market cap perusahaannya. Hal ini mempengaruhi karakteristik risiko dan potensi pertumbuhannya.

  • Small cap: cocok untuk investor yang berani mengambil risiko lebih tinggi demi mengejar potensi keuntungan besar. Pasalnya, perusahaannya masih dalam fase berkembang dan harga sahamnya cenderung lebih fluktuatif.

  • Mid cap: menjadi pilihan tengah yang menawarkan keseimbangaa. Alasannya karena cukup stabil namun masih menyimpan ruang pertumbuhan yang menarik.

  • Large cap: lebih cocok untuk investor yang mengutamakan stabilitas dan pendapatan pasif dari dividen. Meski pertumbuhan harga sahamnya cenderung melambat, karena perusahaan sudah berada di fase matang.

Pada dasarnya, tidak ada kategori yang secara mutlak "lebih baik". Semua kembali pada profil risiko dan tujuan investasi masing-masing investor. Bahkan, beberapa investor memilih mengombinasikan ketiganya dalam portofolio untuk menyeimbangkan potensi pertumbuhan serta stabilitas.

5. Tips Berinvestasi Saham Small Cap

Ada beberapa strategi untuk berinvestasi di saham small cap. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi ke saham small cap agar keputusan investasi bisa lebih terukur:

1. Perhatikan Pertumbuhan Pendapatan dan Laba

Meski perusahaan belum menghasilkan keuntungan, pastikan pendapatannya (revenue) menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dari waktu ke waktu. Pasalnya hal ini bisa jadi indikator awal bahwa bisnisnya sedang berkembang ke arah yang positif.

2. Cek Rasio Valuasinya

Kamu bisa pakai Price-to-Earnings Ratio (P/E) untuk menilai apakah harga saham wajar dibanding labanya. Kalau perusahaan belum punya laba per saham bisa pakai rice-to-Sales Ratio (P/S) sebagai pembanding dengan saham small cap lain di sektor sejenis.

3. Pertimbangkan Reksa Dana atau ETF Small Cap

Kalau riset saham satu per satu terasa memakan waktu atau berisiko, jadi sebagai alternatif pilih reksa dana atau ETF yang fokus pada saham small cap. Produk ini memberi diversifikasi otomatis tanpa harus menganalisis satu per satu perusahaan secara mendalam.

Kalau kamu tertarik eksplorasi saham small cap dengan potensi pertumbuhan tinggi, kamu bisa mulai lewat Gotrade, aplikasi investasi saham dan ETF Amerika Serikat mulai dari $1.

Gotrade adalah platform yang aman karena mengantongi izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Unduh aplikasi Gotrade sekarang dan mulai bangun portofolio saham kamu.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah konten strategis dan editor lulusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun bekerja di media nasional sebagai reporter di bidang ekonomi dan bisnis. Memiliki minat untuk mendalami konten seputar keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade