Passive Income Terbaik dari Investasi: 7 Pilihan yang Bisa Dipertimbangkan

Atalya WianAtalya WianHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Passive Income Terbaik dari Investasi: 7 Pilihan yang Bisa Dipertimbangkan

Ringkasan Gotrade

  • Tidak ada satu investasi untuk passive income yang paling baik bagi semua orang. Pilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan, modal, toleransi risiko, dan kebutuhan likuiditas.
  • Saham dividen dan ETF dividen dapat memberikan distribusi tunai sekaligus potensi perubahan nilai aset, tetapi jumlah dividennya tidak dijamin.
  • Obligasi dan instrumen pendapatan tetap memiliki sumber return yang berbeda dari saham dan tetap memiliki risiko seperti perubahan suku bunga dan risiko kredit.
  • Dividend yield yang tinggi tidak otomatis berarti investasi lebih menarik. Investor tetap perlu melihat kualitas aset, keberlanjutan distribusi, biaya, serta risiko penurunan harga.

Dividen, kupon, bunga, atau distribusi dana adalah beberapa sumber passive income dari investasi. Namun, tiap instrumen punya cara kerja, manfaat, dan risiko yang berbeda.

Karena itu, investasi terbaik untuk passive income bukan hanya yang menawarkan yield paling tinggi, tetapi yang paling sesuai dengan tujuan, modal, toleransi risiko, dan kebutuhan likuiditas.

Jika ingin memahami konsepnya lebih dulu, kamu bisa membaca penjelasan tentang passive income.

Baca juga: Saham Bagger: Cara Hitung, Risiko, dan Cara Screeningnya

Berikut beberapa pilihan investasi untuk passive income yang bisa dipertimbangkan.

Apa yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Investasi untuk Passive Income?

Angka yield sering menjadi hal pertama yang menarik perhatian saat mencari investasi untuk passive income.

Misalnya, investasi dengan yield 8% bisa terlihat lebih menarik dibandingkan yang menawarkan 4%.

Baca juga: Apa Itu T+2? Ini Contoh Hitung Lengkap dengan Kalkulatornya

Namun, yield tidak bisa dinilai sendirian.

Sebelum memilih instrumen, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Sumber penghasilan: apakah berasal dari dividen, bunga, kupon, atau distribusi dana?

  • Konsistensi pembayaran: apakah pembayaran rutin atau dapat berubah?

  • Risiko modal: apakah nilai investasi dapat turun?

  • Likuiditas: seberapa mudah aset dapat dijual kembali?

  • Diversifikasi: apakah penghasilan bergantung pada satu perusahaan atau banyak aset?

  • Biaya: apakah ada expense ratio atau biaya tambahan?

  • Pajak: apakah pendapatan investasi dikenakan pajak tertentu?

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, kamu bisa membandingkan instrumen berdasarkan kualitas penghasilannya, bukan hanya besarnya yield.

7 Pilihan Investasi untuk Passive Income

Jika ingin membangun passive income melalui investasi, berikut beberapa instrumen yang bisa dipertimbangkan.

1. Saham Dividen

Saham dividen merupakan salah satu instrumen yang paling sering dikaitkan dengan passive income.

Ketika perusahaan menghasilkan keuntungan, sebagian laba tersebut dapat dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.

Misalnya, kamu memiliki saham dengan nilai investasi US$5.000 dan dividend yield 4% per tahun.

Secara sederhana:

US$5.000 × 4% = US$200

Artinya, berdasarkan asumsi tersebut, estimasi dividen bruto adalah US$200 per tahun.

Namun, pembayaran ini tidak dijamin.

Perusahaan dapat meningkatkan, mempertahankan, mengurangi, atau bahkan menghentikan dividen tergantung kondisi bisnis dan keputusan manajemen.

Harga saham juga dapat turun sehingga investor tetap berpotensi mengalami kerugian meskipun menerima dividen.

Karena itu, jangan hanya mengejar dividend yield tertinggi.

Perhatikan juga:

  • pertumbuhan pendapatan dan laba,

  • free cash flow,

  • tingkat utang,

  • payout ratio,

  • serta konsistensi pembayaran dividen.

Jika ingin memahami metrik ini lebih jauh, baca juga pembahasan Gotrade tentang dividend yield dan cara membacanya.

2. ETF Dividen

ETF dividen bisa menjadi alternatif jika kamu tidak ingin memilih saham dividen satu per satu.

ETF atau Exchange-Traded Fund merupakan fund yang diperdagangkan di bursa dan dapat berisi banyak aset sekaligus.

Menurut Investor.gov, ETF dapat memiliki portofolio saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau aset lainnya. ETF juga dapat memberikan diversifikasi karena satu fund bisa memiliki banyak aset.

ETF dividen biasanya berinvestasi pada sejumlah perusahaan yang membayar dividen.

Artinya, investor tidak bergantung pada kinerja satu perusahaan saja.

Sebagai contoh, sebuah ETF dapat memiliki saham pembayar dividen dari berbagai sektor.

Keunggulan utamanya adalah diversifikasi.

Namun, ETF dividen tetap memiliki risiko.

Nilai ETF dapat turun jika saham-saham di dalamnya melemah. Besarnya distribusi juga dapat berubah mengikuti dividen yang diterima fund.

Investor juga perlu memperhatikan expense ratio, strategi indeks, konsentrasi sektor, dan sumber distribusi.

Karena itu, dividend yield sebaiknya bukan satu-satunya dasar dalam memilih ETF.

Pelajari lebih lanjut tentang cara memilih ETF dividen untuk passive income.

3. Obligasi Pemerintah

Obligasi pemerintah juga dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan dari investasi.

Ketika membeli obligasi, investor pada dasarnya meminjamkan dana kepada pemerintah sebagai penerbit.

Sebagai gantinya, investor dapat menerima pembayaran bunga atau kupon sesuai ketentuan instrumen, serta nilai pokok saat obligasi jatuh tempo.

Untuk obligasi dengan kupon tetap, besar pembayaran bunga biasanya lebih mudah diperkirakan dibandingkan dividen saham.

Namun, obligasi bukan berarti bebas risiko.

Harga obligasi dapat berubah, terutama ketika suku bunga bergerak.

Secara umum, harga obligasi yang sudah beredar dapat turun ketika suku bunga pasar naik.

Risiko dan karakteristik obligasi juga berbeda tergantung tenor dan jenis obligasi yang dipilih.

Sebagai contoh untuk market AS, TreasuryDirect menjelaskan bahwa Treasury marketable securities mencakup Treasury Bills, Notes, Bonds, TIPS, dan Floating Rate Notes dengan karakter jatuh tempo yang berbeda.

Bagi investor yang ingin mendapatkan sumber pendapatan dengan karakter yang berbeda dari saham, obligasi dapat menjadi salah satu pilihan.

4. ETF Obligasi

Selain membeli obligasi satu per satu, investor juga bisa mendapatkan eksposur melalui ETF obligasi.

ETF obligasi berisi berbagai instrumen pendapatan tetap seperti:

  • US Treasury,

  • corporate bonds,

  • municipal bonds,

  • atau kombinasi beberapa jenis obligasi.

Keunggulan utamanya adalah diversifikasi dan kemudahan transaksi.

Karena ETF dapat diperjualbelikan di bursa selama jam perdagangan, investor tidak perlu menunggu obligasi individual sampai jatuh tempo.

Beberapa ETF obligasi juga membagikan sebagian pendapatan dari portofolio obligasinya kepada investor.

Namun, memiliki ETF obligasi tidak sama dengan memegang obligasi hingga jatuh tempo.

Nilai ETF tetap bergerak mengikuti kondisi market sehingga harga investasinya dapat naik maupun turun.

Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan antara lain kualitas kredit, durasi obligasi, expense ratio, dan sensitivitas terhadap suku bunga.

Baca juga penjelasan lebih lengkap tentang ETF obligasi dan cara kerjanya.

5. REIT

REIT atau Real Estate Investment Trust memberikan cara untuk mendapatkan eksposur ke aset properti tanpa harus membeli properti secara langsung.

Menurut Investor.gov, REIT merupakan perusahaan yang memiliki dan biasanya mengoperasikan properti atau aset terkait properti yang menghasilkan pendapatan.

REIT umumnya memiliki atau mengelola aset seperti:

  • apartemen,

  • pusat perbelanjaan,

  • gudang,

  • data center,

  • gedung perkantoran,

  • hingga fasilitas kesehatan.

Pendapatan dari sewa properti dapat digunakan untuk membiayai operasional dan membayar distribusi kepada investor.

Bagi investor, REIT bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan eksposur terhadap pendapatan properti tanpa harus mengurus penyewa atau perawatan bangunan secara langsung.

Namun, REIT tetap memiliki risiko market.

Harganya dapat turun dan distribusinya tidak selalu tetap.

Kinerja REIT juga dapat dipengaruhi oleh suku bunga, tingkat okupansi, kondisi industri properti, dan tingkat utang.

6. ETF REIT

Jika membeli satu REIT terasa terlalu terkonsentrasi, ETF REIT dapat memberikan diversifikasi yang lebih luas.

Satu ETF dapat memiliki banyak REIT dari berbagai kategori properti, seperti:

  • residential,

  • industrial,

  • retail,

  • healthcare,

  • hotel,

  • data center.

Pendekatan ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu perusahaan atau satu jenis properti.

ETF kemudian dapat membagikan sebagian pendapatan yang diterima dari REIT di dalam portofolionya kepada investor.

Namun, risikonya tetap ada.

Jika sektor properti sedang tertekan akibat kenaikan suku bunga atau kondisi ekonomi, banyak REIT dalam ETF dapat mengalami penurunan secara bersamaan.

Investor juga perlu memperhatikan expense ratio dan komposisi fund sebelum berinvestasi.

7. Money Market Fund atau ETF Treasury Jangka Pendek

Untuk investor yang ingin menempatkan dana pada instrumen berjangka relatif pendek, money market fund atau ETF Treasury jangka pendek juga dapat menjadi pilihan.

Menurut Investor.gov, money market fund berinvestasi pada surat utang jangka pendek yang likuid, kas, dan aset setara kas.

Potensi pendapatannya sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga yang berlaku.

Ketika suku bunga tinggi, yield instrumen pasar uang cenderung ikut meningkat. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, pendapatan yang dihasilkan juga dapat ikut menurun.

Karena itu, yield saat ini tidak seharusnya dianggap sebagai angka yang akan terus diterima dalam jangka panjang.

Instrumen ini umumnya lebih cocok untuk menjaga likuiditas atau menempatkan dana jangka pendek dibandingkan mengejar pertumbuhan modal jangka panjang.

Perbandingan Investasi untuk Passive Income

Setiap instrumen memiliki sumber pendapatan dan tingkat risiko yang berbeda.

Berikut gambaran sederhananya:

Instrumen

Sumber passive income

Potensi volatilitas

Diversifikasi

Hal yang perlu diperhatikan

Saham dividen

Dividen

Tinggi

Rendah jika hanya beberapa saham

Fundamental dan keberlanjutan dividen

ETF dividen

Distribusi dividen

Menengah–tinggi

Tinggi

Yield, expense ratio, komposisi

Obligasi pemerintah

Kupon/bunga

Rendah–menengah

Tergantung portofolio

Suku bunga dan tenor

ETF obligasi

Distribusi bunga

Rendah–menengah

Tinggi

Durasi, kredit, expense ratio

REIT

Distribusi

Menengah–tinggi

Rendah jika hanya satu REIT

Utang, okupansi, sektor properti

ETF REIT

Distribusi

Menengah–tinggi

Tinggi

Komposisi sektor dan expense ratio

Money market/short Treasury ETF

Bunga/distribusi

Relatif rendah

Tinggi

Perubahan suku bunga

Tabel ini tidak disusun dari yang terbaik hingga terburuk.

Instrumen yang tepat tetap bergantung pada tujuan masing-masing investor.

Berapa Modal untuk Mendapatkan Passive Income dari Dividen?

Besarnya modal sangat bergantung pada target passive income dan dividend yield.

Sebagai ilustrasi, gunakan asumsi dividend yield 4% per tahun.

Jika modal investasi US$1.000:

US$1.000 × 4% = US$40 per tahun

Jika modal US$5.000:

US$5.000 × 4% = US$200 per tahun

Jika modal US$10.000:

US$10.000 × 4% = US$400 per tahun

Namun, angka tersebut hanya ilustrasi.

Dividend yield dapat berubah karena harga saham dan jumlah dividen juga berubah.

Pembayaran juga tidak selalu dilakukan setiap bulan. Saham atau ETF tertentu dapat membayar dividen setiap kuartal, semester, atau sesuai jadwal masing-masing.

Selain itu, hasil bersih investor dapat dipengaruhi oleh:

  • pajak,

  • biaya transaksi,

  • expense ratio untuk ETF,

  • nilai tukar USD/IDR,

  • dan perubahan harga investasi.

Passive Income Dividend Calculator

Apakah Dividend Yield Tinggi Selalu Lebih Baik?

Belum tentu.

Dividend yield dihitung dengan membandingkan dividen tahunan dengan harga saham.

Secara sederhana:

Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%

Karena harga saham menjadi bagian dari rumus, dividend yield bisa naik justru karena harga saham turun.

Misalnya, sebuah saham membayar dividen US$4 per tahun.

Ketika harga saham US$100:

US$4 ÷ US$100 × 100% = 4%

Jika harga saham turun menjadi US$50 sementara dividen tetap sama:

US$4 ÷ US$50 × 100% = 8%

Yield-nya terlihat dua kali lebih tinggi.

Namun, kenaikan yield tidak berarti perusahaan otomatis menjadi investasi yang lebih baik.

Penurunan harga dapat mencerminkan masalah fundamental yang pada akhirnya juga meningkatkan risiko dividen dipangkas.

Karena itu, investor sebaiknya melihat dividend yield bersama faktor lain seperti laba, cash flow, utang, payout ratio, dan prospek bisnis.

Untuk pembahasan yang lebih lengkap, lihat artikel Dividend Yield: Arti, Penghitungan, dan Cara Membaca.

Bagaimana Memilih Investasi untuk Passive Income?

Daripada mencari instrumen dengan yield tertinggi, lebih baik mulai dari tujuan investasi.

Jika ingin diversifikasi

ETF dapat menjadi pilihan yang lebih praktis karena satu instrumen sudah memberikan eksposur ke banyak aset.

ETF dividen, ETF obligasi, dan ETF REIT memiliki sumber pendapatan yang berbeda sehingga karakter risikonya juga berbeda.

Jika ingin memilih perusahaan sendiri

Saham dividen atau REIT individual memberikan kontrol lebih besar terhadap portofolio.

Namun, kamu perlu melakukan analisis lebih dalam terhadap setiap perusahaan.

Jika memprioritaskan kestabilan

Instrumen berbasis obligasi atau Treasury dapat memiliki karakter volatilitas yang berbeda dibandingkan saham.

Namun, tetap perhatikan sensitivitas terhadap suku bunga, tenor, dan risiko kredit.

Jika mengejar pertumbuhan sekaligus dividen

Jangan hanya mengejar yield.

Perusahaan yang mampu meningkatkan laba dan dividen secara berkelanjutan bisa memiliki profil yang berbeda dibandingkan perusahaan dengan yield sangat tinggi tetapi kondisi bisnisnya sedang menurun.

Karena itu, total return tetap perlu diperhatikan.

Jadi, Investasi untuk Passive Income Mana yang Terbaik?

Tidak ada satu investasi untuk passive income yang cocok untuk semua investor.

Jika ingin memilih perusahaan sendiri, saham dividen dapat memberikan kontrol lebih besar.

Jika menginginkan diversifikasi yang lebih praktis, ETF dividen dapat menjadi alternatif.

Untuk mendapatkan eksposur terhadap pendapatan tetap, obligasi dan ETF obligasi memiliki karakter yang berbeda dari saham. Sementara itu, REIT dan ETF REIT memberikan akses ke sektor properti melalui instrumen yang diperdagangkan di market.

Yang paling penting adalah memahami dari mana passive income tersebut berasal dan risiko apa yang menyertainya.

Jangan memilih investasi hanya karena yield terlihat tinggi.

Perhatikan fundamental aset, konsistensi distribusi, diversifikasi, biaya, likuiditas, serta kesesuaiannya dengan tujuan portofolio secara keseluruhan.

Jika ingin membangun passive income dari market AS, kamu bisa mulai dengan mempelajari saham dan ETF AS melalui Gotrade dan memahami karakteristik masing-masing aset sebelum membuat keputusan investasi.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Atalya Wian
Ditulis oleh
Atalya Wian
Atalya adalah content marketer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga keuangan. Spesialis dalam penulisan topik bisnis, teknologi, dan keuangan untuk audiens profesional.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku