Investor yang memiliki unit penyertaan nilainya mengikuti Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit lalu NAB menunjukkan nilai bersih seluruh aset dalam portofolio setelah dikurangi kewajiban kemudian dibagi dengan jumlah unit yang beredar.
Pada reksa dana terbuka non-bursa investor bisa membeli unit melalui manajer investasi atau agen penjual.
Jadi ketika ingin mencairkan investasi unit tersebut akan dijual kembali atau di-redeem kepada reksa dana berdasarkan NAB yang berlaku.
Apa Itu ETF?
Exchange-Traded Fund atau ETF adalah produk investasi kolektif yang menghimpun berbagai aset dalam satu portofolio.
Hal ini berbeda dari reksa dana terbuka biasa. Unit ETF dapat dibeli dan dijual melalui bursa selama jam perdagangan seperti saham.
Bergantung pada tujuan dan strategi produknya ETF juga bisa memberikan eksposur terhadap beberapa hal berikut ini:
Jadi Apakah ETF Termasuk Reksa Dana?
Ya. Dalam konteks Indonesia, ETF merupakan salah satu jenis reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa. Karena itu, ETF dan reksa dana bukan dua kategori yang sepenuhnya terpisah.
Menurut OJK ETF adalah bentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa.
Produk ini menggabungkan pengelolaan portofolio seperti reksa dana dengan mekanisme jual beli seperti saham.
Jadi ketika orang membandingkan “reksa dana vs ETF”, yang biasanya dimaksud adalah reksa dana terbuka yang dibeli dan dicairkan melalui manajer investasi atau agen penjual atau ETF yang dibeli dan dijual melalui bursa selama jam perdagangan di pasar AS.
Menurut Investor.gov mutual funds dan ETF sama-sama menghimpun dana dari banyak investor lalu dikelola secara profesional dan dapat digunakan sebagai strategi aktif maupun pasif. Perbedaan utamanya terletak pada cara transaksi dan pembentukan harganya.
Tabel Perbedaan Reksa Dana vs ETF
Meskipun sama-sama menghimpun dana investor dalam suatu portofolio, reksa dana dan ETF tetap memiliki beberapa perbedaan dalam beberapa aspek.
Simak perbandingan lengkapnya pada tabel berikut ini:
Aspek | Reksa Dana Terbuka Non-Bursa | ETF |
Tempat transaksi | Manajer investasi atau agen penjual | Bursa melalui platform perdagangan |
Harga transaksi | Berdasarkan NAB berikutnya | Harga pasar sepanjang sesi |
Waktu mengetahui harga | Setelah NAB dihitung | Dapat dipantau secara real-time |
Jenis order | Umumnya pembelian atau redemption berdasarkan nominal | Dapat menggunakan market atau limit order, sesuai platform |
Biaya transaksi | Dapat memiliki subscription dan redemption fee | Dapat memiliki komisi, spread, dan biaya platform |
Biaya pengelolaan | Management fee dan biaya produk lain | Expense ratio dan biaya produk lain |
Likuiditas | Dicairkan kembali kepada produk | Bergantung pada pasar, spread, dan aset dasar |
Strategi | Aktif atau pasif | Aktif atau pasif |
Harga vs NAB | Transaksi pada NAB | Dapat diperdagangkan pada premium atau discount |
Pembelian rutin | Umumnya mudah diotomatisasi | Bergantung pada fitur platform |
Perubahan harga intraday | Tidak tersedia | Tersedia selama sesi perdagangan |
Perbedaan Cara Membeli dan Menjual Reksa dana vs ETF
Reksa dana dan ETF memiliki mekanisme transaksi yang berbeda.
Perbedaan ini bisa mempengaruhi tempat pembelian, waktu penentuan harga, cara pencairan dan informasi yang bisa dilihat sebelum memasukkan order:
1. Reksa Dana
Untuk membeli reksa dana terbuka kamu perlu memasukkan order melalui manajer investasi atau agen penjual.
Harga transaksi biasanya belum langsung diketahui saat order dibuat karena jumlah unit dihitung berdasarkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang berlaku sesuai batas waktu pemrosesan.
Ketika ingin mencairkan investasi kamu perlu mengajukan redemption.
Dana hasil penjualan tidak akan langsung masuk saat itu juga melainkan melalui proses yang sesuai dengan ketentuan reksa dana dan platform yang digunakan.
2. ETF
ETF bisa dibeli dan dijual melalui bursa seperti saham.
Selama jam perdagangan kamu bisa memantau harga dan kondisi pasar secara langsung sebelum memasukkan order.
Beberapa informasi yang bisa kamu periksa antara lain:
Harga bid
Harga ask
Harga transaksi terakhir
Volume transaksi
Bid-ask spread
Harga ETF selalu berubah sepanjang sesi perdagangan mengikuti permintaan dan penawaran di pasar.
Karena itu, harga transaksi yang kamu dapatkan bisa berbeda dari Nilai Aktiva Bersih atau NAB produk tersebut.

Perbedaan Harga dan NAB
Reksa dana dan ETF sama-sama memiliki Nilai Aktiva Bersih (NAB).
Tetapi, harga yang digunakan investor ketika membeli atau menjual keduanya ditentukan melalui mekanisme yang berbeda, yaitu:
1. Harga Reksa Dana
Reksa dana terbuka menggunakan NAB per unit sebagai dasar transaksi.
Artinya, setiap pembelian atau penjualan unit penyertaan akan mengacu pada nilai ini sebagai harga yang berlaku.
Rumus perhitungannya:
NAB per unit = nilai aset bersih reksa dana ÷ total unit penyertaan
NAB biasanya dihitung setelah seluruh nilai aset dan kewajiban produk diperbarui.
Karena itu, investor yang memasukkan order pada siang hari belum tentu bisa langsung mengetahui harga pasti yang akan digunakan dalam transaksi.
2. Harga ETF
ETF juga memiliki NAB yang mencerminkan nilai aset bersih dalam portofolionya.
Namun investor membeli dan menjual ETF menggunakan harga pasar yang bergerak selama sesi perdagangan.
Sehingga harga pasar ETF dapat:
Perbedaan tersebut bisa terjadi karena permintaan, penawaran, kondisi pasar, likuiditas ETF, dan likuiditas aset yang dimilikinya.
Mekanisme creation dan redemption juga membantu menjaga harga pasar ETF untuk tetap mendekati nilai portofolionya tetapi hal ini tidak menjamin keduanya selalu sama.
Perbandingan Biaya Reksa Dana dan ETF
Tidak semua ETF memiliki biaya yang lebih murah dari reksa dana.
Setiap produk memiliki struktur biaya yang berbeda, sehingga investor perlu membandingkan seluruh biayanya sebelum mengambil keputusan.
Perhatikan perbandingan pada poin berikut ini:
1. Biaya Reksa Dana
Biaya reksa dana biasanya dapat mencakup:
Sebagian biaya dipotong langsung dari aset reksa dana sehingga tidak terlihat secara eksplisit oleh investor sedangkan biaya lainnya dapat dikenakan ketika investor membeli, menjual atau memindahkan investasinya.
Hal ini bergantung pada kebijakan masing-masing produk dan platform yang digunakan.
2. Biaya ETF
Untuk biaya ETF dapat mencakup:
ETF indeks dengan expense ratio rendah bisa lebih efisien daripada reksa dana aktif berbiaya tinggi.
Tetapi, ETF tematik atau aktif belum tentu lebih murah daripada reksa dana indeks. Karena itu, jangan hanya membandingkannya dengan biaya pengelolaan.
Perhitungkan juga frekuensi transaksi, spread, komisi, dan biaya lainnya yang dapat mempengaruhi hasil investasimu nanti.

Risiko Reksa Dana dan ETF
Reksa dana dan ETF sama-sama bisa membantu untuk diversifikasi portofolio tetapi tetap memiliki risiko. Tingkat risikonya bergantung pada aset, strategi, biaya, dan cara produk tersebut dikelola.
Perhatikan beberapa risiko dari reksa dana dan ETF berikut ini:
1. Risiko Pasar
Nilai reksa dana dan ETF bisa turun ketika harga aset dalam portofolionya melemah.
Diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko tetapi tetap tidak menghilangkannya. Penurunan pasar secara keseluruhan tetap bisa mempengaruhi nilai investasi tersebut.
2. Risiko Konsentrasi
Sebuah produk bisa memiliki banyak aset tetapi sebagian besar portofolionya terkonsentrasi pada beberapa perusahaan, sektor atau negara.
Karena itu periksa kembali komposisi dan bobot aset sebelum membeli.
3. Risiko Pengelolaan
Pada produk yang dikelola secara aktif hasil investasi bergantung pada keputusan manajer investasi.
Strategi yang dipilih bisa menghasilkan kinerja di bawah benchmark atau tidak sesuai harapan.
4. Risiko Tracking Error
Reksa dana indeks dan ETF indeks dapat mencatat hasil yang berbeda dari indeks acuannya.
Perbedaan ini bisa disebabkan oleh biaya, proses rebalancing, metode sampling dan juga pengelolaan kas.
5. Risiko Likuiditas
Reksa dana mampu menghadapi tekanan ketika banyak investor melakukan redemption secara bersamaan.
Sementara itu, ETF dengan aktivitas perdagangan rendah dapat memiliki spread lebih lebar dan selisih harga terhadap NAB yang lebih besar.
6. Risiko Biaya
Biaya yang terlihat kecil mampu mengurangi hasil investasi jika berlangsung selama bertahun-tahun. Karena itu, bandingkan seluruh biaya produk bukan hanya biaya pengelolaannya.
7. Risiko Kurs
Jika kamu membeli ETF AS atau produk dengan aset dalam mata uang asing hasil dalam rupiah juga bisa dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar.
Return dalam dolar belum tentu sama dengan return yang diterima setelah dikonversi ke rupiah.
Reksa Dana atau ETF Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada pilihan yang selalu lebih baik antara reksa dana dan ETF.
Produk yang paling sesuai bergantung pada tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, cara bertransaksi, serta kemampuan kamu memahami biaya dan risiko yang ada.
Reksa Dana Dapat Kamu Pertimbangkan Jika:
Kamu ingin membeli berdasarkan nominal dana
Kamu tidak membutuhkan harga secara real-time
Kamu ingin investasi rutin yang mudah diotomatisasi
Kamu tidak ingin memantau harga bid dan ask
Strategi dan biaya produknya sesuai dengan tujuanmu
Pendekatan ini sesuai bagi investor dengan waktu terbatas atau yang menginginkan proses investasi lebih sederhana dan terstruktur.
ETF Dapat Kamu Pertimbangkan Jika:
Kamu ingin bertransaksi selama jam bursa
Kamu ingin menggunakan limit order
Kamu memahami bid-ask spread
Kamu membutuhkan pilihan indeks, sektor, atau pasar global yang lebih luas
Total biaya produknya sesuai dengan pola transaksimu
Tetapi kamu masih perlu untuk memahami likuiditas, bid-ask spread, selisih harga pada NAB, serta biaya platform sebelum membeli.
Reksa Dana dan ETF Dapat Digunakan Bersama
Kamu juga bisa menggunakan reksa dana dan ETF secara bersamaan.
Reksa dana dan ETF bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dalam satu portofolio.
Sebagai contoh reksa dana pasar uang bisa digunakan untuk kebutuhan berjangka pendek. Sedangkan ETF saham digunakan untuk memberikan eksposur ke pasar untuk tujuan jangka panjang
Pilih Investasi Berdasarkan Tujuan, Biaya, dan Cara Bertransaksi
Reksa dana dan ETF sama-sama memberikan akses ke kumpulan aset tetapi memiliki mekanisme transaksi yang berbeda.
Reksa dana lebih sesuai bagi investor yang menginginkan proses investasi rutin dan sederhana sedangkan ETF menawarkan fleksibilitas untuk bertransaksi selama jam bursa.
Sebelum memilih kamu perlu membandingkan strategi produk, total biaya, likuiditas, risiko, serta aset yang dimilikinya.
Kamu juga tidak harus memilih salah satu, karena reksa dana dan ETF dapat digunakan untuk kebutuhan yang berbeda dalam satu portofolio.
Melalui Gotrade, kamu dapat menjelajahi berbagai ETF AS dan mempelajari komposisi, strategi, serta risikonya sebelum berinvestasi.
Jelajahi ETF AS di aplikasi Gotrade.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Materi ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu.