Arti Pola Candlestick Doji dan Cara Bacanya dalam Analisis Teknikal

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Arti Pola Candlestick Doji dan Cara Bacanya dalam Analisis Teknikal

Candlestick doji adalah salah satu pola pada grafik trading yang kerap dianggap sebagai sinyal penting bagi para trader. Setiap bentuknya memiliki makna tersendiri.

Bagi trader, keberadaan Doji menjadi sinyal adanya keraguan atau titik balik potensial di pasar. Berikut penjelasan selengkapnya seputar candlestick Doji.

Arti Penting dari Pola Candlestick Doji

Dikutip dari e-book bertajuk Trading Itu Mudah karya Johan Darmadi, Doji merupakan suatu kondisi di mana harga pembukaan sama dengan harga penutupan. Idealnya, harga pembukaan dan penutupan pada pola doji memang sama, tapi ini bukan aturan yang kaku.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Mengutip Investopedia, doji sendiri berasal dari bahasa Jepang (どうじ/ 同事) berarti “hal yang sama,”. Maknanya merujuk pada kelangkaan harga pembukaan dan penutupan suatu sekuritas yang hampir sama.

Pola candlestick Doji terbentuk saat harga pembukaan dan penutupan suatu aset hampir sama sehingga membuat candle dengan badan sangat tipis (seperti tanda plus atau garis silang) selama periode perdagangan tertentu.

Dalam hal ini, semakin dekat harga pembukaan dan penutupannya, akan makin kuat sinyal Doji-nya. Tapi sejatinya, bukan soal harganya harus sama persis, tapi memahami apa arti di baliknya.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Berikut adalah beberapa arti dari pola candlestick doji:

  1. Mencerminkan kebuntuan antara pembeli dan penjual

2. Menandakan tarik menarik di pasar (tanda keraguan)

3. Kemungkinan jadi sinyal pembalikan arah (reversal)

4. Kerap muncul saat pasar bergerak datar (konsolidasi)

Macam-macam Pola Candlestick Doji

Doji bisa digambarkan sebagai batu nisan, berkaki panjang, atau capung. Masing-masing jenis pola candlestick punya empat set data yang membantu menentukan bentuknya.

Doji paling sederhana adalah common doji bentuknya tanda tambah/plus (+) yang menunjukkan adanya perubahan harga terbuka (tapi sedikit).

Secara umum, jenis pola candlestick doji yakni Dragonfly, Gravestone, Long-Legged, Morning/Evening Doji Star. Simak pola dari macam-macam doji di bawah ini:

Diagram jenis pola candlestick Doji beserta artinya.

1. Dragonfly Doji (Capung)

Sesuai namanya, jenis pola candlestick doji mirip capung terbang tapi tanpa kepala. Dragonfly Doji biasanya ditemukan di puncak atau ketika pasar sedang uptrend. Saham dengan pola ini secara umum punya volume perdagangan tertinggi pada harga high-nya.

Arti: Dragonfly Doji menandakan akan adanya kenaikan harga saham.

2. Gravestone Doji (Batu Nisan)

Gravestone Doji pada dasarnya mirip dengan dragonfly doji tapi posisinya terbaik. Pola doji ini bisa muncul saat uptrend atau downtrend. Pola ini menunjukan ada koreksi harga saham yang kuat.

Biasanya saat gravestone doji muncul di downtrend trader akan menjual saham. Pasalnya, pola ini punya volume saham tertinggi di perdagangan saat harga low.

Arti: Menandakan sinyal penurunan.

3. Long-Legged Doji (Kaki Panjang)

Long-Legged Doji merupakan macam pola candlestick dengan bayangan atas dan bawah yang sama-sama panjang. Sementara, harga pembukaan dan penutupannya hampir sama. Pola long legged ini menandakan ketidakpastian arah harga di masa depan.

Kemunculannya juga bisa jadi awal periode konsolidasi (saat harga bergerak datar sebelum akhirnya menembus batas dan membentuk tren baru). Ini juga pertanda sentimen pasar sedang bergeser menuju pembalikan arah.

Arti: Selama sesi trading, harga sempat bergerak jauh ke atas dan ke bawah, tapi akhirnya kembali ke titik hampir sama dengan pembukaan.

4. Morning Doji Star

Morning Doji Star artinya pola pembalikan bullish yang muncul setelah tren harga sedang turun. Umumnya, jenis pola doji ini terdiri dari tiga candle. Pertama candle bearish (turun), lalu diikuti Doji di tengah, dan terakhir candle bullish (naik) yang kuat sebagai informasi kalau harga benar-benar akan berbalik arah ke atas.

Arti: Tekanan jual mulai kehabisan tenaga dan pembeli mulai mengambil alih kendali. Hal itu menjadi potensi pembalikan tren dari turun menjadi naik.

5. Evening Doji Star

Evening Doji Star kebalikannya, pola pembalikan bearish yang muncul setelah tren harga sedang naik. Pola ini juga terdiri dari tiga candle: pertama candle bullish (naik), lalu diikuti Doji di tengah yang menandakan pasar mulai ragu, dan terakhir candle bearish (turun) yang mengonfirmasi bahwa penjual sudah mengambil alih kendali.

Arti: Tekanan beli mulai melemah dan penjual mulai mengambil alih kendali. Ini bisa memicu potensi perubahan tren dari naik menjadi turun.

Cara Membaca Candlestick untuk Tahu Naik atau Turun

  1. Perhatikan 4 titik harga utama: Setiap candlestick memperlihatkan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan dalam satu periode.

  2. Harga tertinggi dan terendah: Ditunjukkan pafa ujung bayangan atas (harga tertinggi) dan bayangan bawah (harga terendah). Apabila tidak ada bayangan, artinya ujung badan candle itu sendiri yang jadi patokan.

  3. Candlestick bullish: Muncul saat harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, biasanya ditandai warna hijau/putih.

  4. Candlestick bearish: Terjadi ketik harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, biasanya ditandai warna merah atau hitam.

Manfaat menganalisis candlestick yaitu bisa membantu trader membaca sentimen pasar (kekuatan pembeli vs penjual) untuk memprediksi potensi perubahan harga selanjutnya.

Apakah Doji Jadi Indikator Bullish atau Bearish?

Umumnya, arti formasi doji dijadikan sebagai tanda keraguan pasar. Keadaanya di mana baik pembeli maupun penjual sama-sama tidak berhasil mengambil alih kendali.

Menurut Steve Nison dalam bukunya Japanese Candlestick Charting Techniques, dari berbagai variasinya, arah sinyal Doji itu bisa berbeda-beda tergantung jenis dan posisinya pada grafik.

Dragonfly doji misalnya, dianggap sebagai pola pembalikan bullish yang umumnya muncul di titik terendah saat tren sedang turun. Sebaliknya, gravestone doji dibaca sebagai sinyal pembalikan bearish yang muncul di puncak ketika tren sedang naik.

Artinya, Doji sendiri bukanlah indikator yang murni bullish atau bearish. Mengapa? Karena arah sinyalnya baru bisa dibaca dari kombinasi macam dojinya dan konteks tren yang sedang berlangsung sebelumnya.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah konten strategis dan editor lulusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun bekerja di media nasional sebagai reporter di bidang ekonomi dan bisnis. Memiliki minat untuk mendalami konten seputar keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade