Jurnal trading adalah alat yang mencatat semua transaksi trader selama proses trading. Keberadaan jurnal ini akan sangat berpengaruh besar dalam review kinerja trading ataupun proses observasi.
Kita tahu, padahal setiap broker (pialang) sudah memuat rekaman transaksi nasabahnya. Tapi, kenapa pengelolaan jurnal trading sangat penting? Karena pengelolaanya berguna untuk memantau kinerja hasil trading kita dari waktu ke waktu.
Lalu, apa saja yang perlu dicatat dalam jurnal saat melakukan trading? Simak uraiannya di bawah ini.
Menunjukkan apakah transaksi berupa long atau short.
4
Harga entry dan exit
Mencatat harga saat membuka dan menutup posisi.
5
Ukuran posisi
Mencatat jumlah saham, lot, atau nilai transaksi.
6
Alasan entry
Menjelaskan strategi atau sinyal yang menjadi dasar keputusan.
7
Hasil transaksi
Mencatat profit atau loss dalam nominal maupun persentase.
8
Catatan evaluasi
Menilai apakah rencana trading dijalankan dan apa yang perlu diperbaiki.
Cara Membuat Jurnal Trading
Jurnal trading yang baik biasanya dibagi menjadi tiga tahap, sesuai proses trading itu sendiri, sebelum masuk posisi, saat posisi berjalan, dan setelah posisi ditutup. Simak penjelasannya di bawah ini:
1. Siapkan dan Kumpulkan Rencana Awal
Informasi ini menjadi tahap paling penting karena di sinilah trader perlu berpikir jernih, mengenai apa yang akan dia lakukan dan mengapa? Pastikan kamu benar-benar mempersiapkannya, sebelum mengambil keputusan.
Umumnya, beberapa hal yang perlu dicatat di dalam jurnal tradingnya sebagai berikut.
Arah trading (beli/jual), jangka waktu grafik yang digunakan, kode saham.
Strategi apa yang ingin digunakan beserta syarat-syaratnya. Contoh volume mendukung atau dengan indikator Moving Average Convergence Divergence (MCAD) untuk tren yang sedang berlangsung.
Plan target keuntungan, batas kerugian, dan harga masuk.
Bagaimana kondisi mental trader saat ini, lalu seberapa yakin dengan setup ini?
2. Informasi Pada Posisi Berjalan
Ini merupakan fase tanggal, waktu, dan eksekusinya. Saat trader sudah masuk posisi, luangkan waktu sebentar untuk mencatat eksekusinya. Bisa dibilang, tahap ini memang cukup singkah karena trader cuma memastikan benar-benar menjalankan rencana yang sudah dibuat di tahap rencana awal.
Perhatikan poin-poin yang perlu dicatatnya ya:
Tanggal, jam, beserta harga eksekusinya.
Apakah eksekusinya berjalan sama dengan rencana atau melesat/
Apakah stop loss sudah terpasang dengan sesuai?
3. Perhatikan Hasil dan Evaluasi
Setelah posisi ditutup, inilah momen untuk mengevaluasi diri. Lakukan ini secepat mungkin (idealnya dalam 24 jam), karena ingatan tentang aspek emosional dan pengambilan keputusan cepat memudar.
Perhatikan poin-poin ini:
Tanggal dan harga saat kamu keluar. Catat juga hasil untung atau ruginya.
Ketahui alasan keluar. Mulai dari apakah target tercapai, terkena stop loss atau tidak, maupun keputusan sendiri.
Apakah trader mematuhi rencana awal. Cari tahu apa yang berjalan dengan dan perbaikan apa yang perlu dibuat?
Pelajaran nyata apa yang bisa diambil untuk trading selanjutnya.
Contoh Trading Jurnal Sederhana
Menurut e-book Swing Trading untuk Pemula oleh Dita Herdian, menyusun jurnal dalam trading bisa membantu membuat kerangka kerja yang sistematis. Nah, kebiasaan melakukan trading journal bisa mendorong disiplin sehingga melancarkan proses evaluasi rutin.
Gambar tabel jurnal trading di atas menunjukkan contoh ringkasan trading dalam satu periode. Kita bisa melihat kalau modal awal, total keuntungan/kerugian, hingga saldo akhir akun.
Sebagai contoh, modal awalnya sebesar Rp 35.000.000. Dengan modal itu, trader tersebut berhasil membukukan laba bersih Rp3.939.600 setelah melakukan tujuh kali transaksi pada beberapa saham.
Pada setiap baris di tabel mencatat rincian transaksi. Dengan begitu, kita bisa melihat dari jumlah lot, arah trading (long/short), harga masuk dan keluar, dan besaran komisinya. Catatan tersebut menjadi rekapan trader agar bisa melihat rencana waktu beli saham terbaik sekaligus mengetahui transaksi mana yang menguntungkan (win) dan merugi (loss).
Kenapa Sih Para Trader Membuat Jurnal?
Ketika meninjau jurnal trading kamu setahun kemudian, kamu akan tahu baik atau buruknya karir kamu sebagai trader 1 tahun yang lalu.
Selain sebagai cermin untuk kontemplasi, jurnal trading juga berperan untuk memantau kesuksesan karir kamu sebagai trader. Dengan begitu, reading selanjutnya akan lebih efektif.
Tidak ada ruginya mencatat transaksi trading dalam jurnal. Jika trader menuliskan semuanya dalam jurnal trading, kama trader bisa secara praktis membuat keputusan selanjutnya. Jadi, saat meninjau jurnal trading kamu setahun kemudian, kamu akan tahu baik atau buruknya karir kamu sebagai trader 1 tahun yang lalu.
Trading lewat Aplikasi Gotrade
Yuk, mulai perjalanan investasi bersama Gotrade, Pantau pergerakan harga saham secara real-time, catat setiap transaksi dengan mudah, dan bangun portofolio yang lebih terarah di dalam satu aplikasi. Download aplikasi Gotrade sekarang!
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Kholida Qothrunnada adalah konten strategis dan editor lulusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun bekerja di media nasional sebagai reporter di bidang ekonomi dan bisnis. Memiliki minat untuk mendalami konten seputar keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.