Kapan Waktu Beli Saham Terbaik dan Kapan Jualnya?

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Kapan Waktu Beli Saham Terbaik dan Kapan Jualnya?

Harga naik, rasanya sudah terlambat. Begitu harga turun, muncul kekhawatiran baru: bagaimana kalau penurunannya belum selesai?

Akhirnya, keputusan membeli terus tertunda sambil menunggu momen yang terasa benar-benar aman. Padahal, titik terendah pasar sulit dikenali ketika sedang terjadi. Biasanya, dasar harga baru terlihat setelah pasar berbalik naik.

Analisis dapat membantu kamu membuat keputusan yang lebih terukur. Namun, tidak ada metode yang membuat investor selalu tepat menebak waktu masuk.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Bagi investor jangka panjang, mengejar hari yang sempurna biasanya bukan bagian terpenting. Yang lebih berguna adalah memastikan dananya siap, bisnisnya dipahami, harga yang dibayar masih masuk akal, dan ukuran posisinya tidak membuat portofolio terlalu berisiko. Simak artikel ini untuk mengetahuinya lebih lanjut.

Tiga Hal yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum Membeli Saham

Waktu membeli saham tidak hanya bergantung pada kondisi pasar. Tetapi juga bergantung pada kesiapan pribadi investor, seperti berikut ini:

1. Gunakan Dana yang Memang Disiapkan untuk Investasi

Gunakan dana yang tidak akan kamu perlukan untuk biaya hidup, cicilan, dana darurat, atau kebutuhan dalam waktu dekat. Harga saham dapat turun dan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan untuk pulih. Jika dananya masih dibutuhkan, kamu bisa terpaksa menjual ketika harga sedang rendah.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Sebelum membeli, pertimbangkan:

  • Apakah kebutuhan rutin tetap dapat terpenuhi?

  • Apakah dana darurat sudah tersedia?

  • Kapan dana investasi mungkin dibutuhkan kembali?

  • Seberapa besar penurunan yang masih mampu kamu hadapi tanpa menjual karena panik?

2. Pastikan Kamu Memahami Alasan Membelinya

Harga yang sudah turun jauh belum cukup untuk menjadi alasan untuk membeli. Begitu juga dengan saham yang sedang populer, produknya terkenal, atau pernah diperdagangkan pada harga yang jauh lebih tinggi.

Coba jawab beberapa pertanyaan sederhana:

  • Dari mana perusahaan memperoleh pendapatan?

  • Apa yang dapat mendorong pertumbuhannya?

  • Bagaimana kondisi laba, cash flow, dan utangnya?

  • Apa keunggulan perusahaan dibandingkan kompetitor?

  • Risiko apa yang dapat membuat analisismu salah?

Jika jawabannya masih belum jelas, kamu mungkin perlu memahami bisnisnya lebih dahulu sebelum memikirkan waktu masuk.

Investasi dapat berubah ketika pertumbuhan pendapatan melambat jauh dari perkiraan, margin terus menurun, utang meningkat, keunggulan bisnis melemah, atau manajemen menurunkan proyeksi. Perlu adanya informasi akurat sebelum kamu memutuskan menambah posisi.

3. Periksa Harga dan Ukuran Posisinya

Perusahaan yang bagus tetap bisa memberikan hasil yang mengecewakan jika dibeli pada harga yang terlalu tinggi.

Sebaliknya, penurunan harga belum tentu menjadi kesempatan jika laba, arus kas, atau kondisi bisnis perusahaan ikut memburuk.

Sebelum membeli kamu dapat menilai harga melalui P/E, free cash flow yield, perbandingan dengan perusahaan sejenis, atau estimasi arus kas. Metode yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan karakter bisnisnya.

P/E yang lebih rendah belum tentu berarti saham semakin murah. Angkanya dapat turun karena pasar memperkirakan pertumbuhan laba akan melambat atau risiko perusahaan meningkat.

Perhatikan tabel berikut ini:

Kondisi harga

Hal yang dapat dievaluasi

Jauh di atas estimasi nilai

Menunggu atau membandingkan dengan alternatif lain

Mendekati batas atas estimasi

Memeriksa kembali potensi return dan risikonya

Berada dalam rentang estimasi

Menilai kesesuaiannya dengan rencana alokasi

Di bawah estimasi nilai

Mencari tahu apakah ada informasi baru

Turun karena kondisi bisnis memburuk

Mengevaluasi ulang tesis sebelum menambah posisi

Estimasi nilai sebaiknya diperlakukan sebagai rentang, bukan satu angka pasti. Hasilnya dapat berubah ketika asumsi pertumbuhan, margin, risiko, atau tingkat diskonto berubah.

Margin of safety juga bukan jaminan bahwa harga akan naik. Konsep tersebut hanya memberikan ruang jika sebagian asumsi yang digunakan ternyata terlalu optimistis.

Setelah menilai harga, tentukan ukuran posisi. Saham yang sesuai dengan analisismu tetap dapat meningkatkan risiko portofolio jika dibeli dalam jumlah terlalu besar.

Membeli bertahap tidak menghilangkan risiko kerugian secara mutlak. Pendekatan ini hanya membagi pembelian ke beberapa waktu agar seluruh dana tidak bergantung pada satu harga masuk.

Sebelum membeli, coba jawab empat pertanyaan ini:

  1. Apakah dana ini aman digunakan selama horizon investasiku?

  2. Apa alasan utama memilih perusahaan tersebut?

  3. Berapa rentang harga yang masih dapat diterima?

  4. Kondisi apa yang membuatku perlu mengevaluasi ulang posisi?

Jika salah satu jawabannya belum jelas, kamu tidak harus terburu-buru membeli saham tersebut.

Baca juga: Kenapa Saham Bisa Naik Turun? Simak Penjelasannya Di Sini!

Apakah Hari dan Jam Membeli Saham Berpengaruh?

Untuk investor jangka panjang, jam transaksi biasanya lebih berpengaruh terhadap proses eksekusi daripada kualitas investasinya.

Selisih harga dalam beberapa menit jarang lebih penting daripada kondisi bisnis, valuasi, dan ukuran posisi.

Pergerakan sering lebih aktif setelah pasar dibuka karena investor merespons berita dan order dari sesi sebelumnya.

Tetapi aktivitas juga dapat meningkat menjelang penutupan. Pola tersebut tidak membuat pembukaan selalu buruk atau tengah sesi selalu lebih menguntungkan.

Pada market order mengutamakan eksekusi, tetapi harga akhirnya dapat berubah ketika pasar bergerak cepat. Limit order memberi batas harga, meski order belum tentu terisi.

Sedangkan pre-market dan after-hours, likuiditas dapat lebih tipis, spread lebih lebar, dan pergerakan harga lebih tajam. Sedangkan sesi reguler biasanya lebih mudah diamati oleh investor yang belum terbiasa dengan karakter perdagangan di luar jam utama.

Kapan Pembelian Saham Sebaiknya Ditunda?

Menunda pembelian dapat menjadi keputusan yang masuk akal ketika dana, alasan investasi, atau batas risikonya belum cukup jelas. Maka dari itu kamu perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Saat Dananya Masih Dibutuhkan

Jangan memaksakan pembelian jika dana tersebut masih diperlukan untuk pengeluaran rutin, cicilan, dana darurat, atau kebutuhan dalam waktu dekat.

Harga saham dapat turun lebih lama daripada perkiraan. Kondisi tersebut bisa membuatmu terpaksa menjual saat rugi untuk memenuhi kebutuhan lain.

2. Alasan Membelinya Belum Kuat

Harga yang turun, saham yang ramai dibicarakan, atau rasa takut tertinggal bukan alasan investasi yang cukup.

Menunda dapat lebih masuk akal jika kamu belum memahami model bisnis, valuasi, risiko utama, atau dampak informasi material seperti akuisisi, investigasi, restrukturisasi, dan perubahan manajemen.

3. Risikonya Terlalu Besar bagi Portofolio

Periksa kembali jumlah saham atau sektor yang sudah kamu miliki sebelum menambah posisi. Pembelian tambahan dapat meningkatkan risiko konsentrasi, terutama jika sebagian besar portofolio sudah dipengaruhi oleh faktor yang sama.

4. Kondisi Eksekusinya Kurang Mendukung

Menunda transaksi juga dapat dipertimbangkan ketika bid-ask spread terlalu lebar, likuiditas saham rendah, atau harga bergerak tajam setelah berita tanpa informasi yang cukup jelas.

Perubahan harga yang cepat dapat meningkatkan risiko bahwa harga eksekusi berbeda jauh dari perkiraan, terutama jika kamu menggunakan market order.

Waktu yang Tepat Dimulai dari Keputusan yang Siap

Tidak ada hari atau jam yang selalu menjadi waktu terbaik untuk membeli saham. Harga terendah sulit dikenali secara konsisten, dan menunggu kondisi sempurna dapat membuat keputusan terus tertunda.

Fokuslah pada hal yang masih dapat kamu kendalikan: sumber dana, pemahaman terhadap perusahaan, harga yang bersedia dibayar, ukuran posisi, dan kondisi yang membuat tesis investasi perlu dievaluasi ulang.

Membeli sekaligus maupun bertahap sama-sama dapat digunakan. Namun, keduanya tetap membutuhkan alasan, rencana alokasi, dan batas risiko yang jelas.

Melalui Gotrade, kamu dapat memantau saham AS, mempelajari informasi perusahaan, dan memilih jenis order sesuai rencana investasimu. Pelajari produk, biaya, serta risikonya sebelum memasukkan order.

Disclaimer: Harga saham dapat berfluktuasi dan investor dapat kehilangan sebagian atau seluruh modalnya. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Materi ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Keputusan investasi perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan, tujuan, horizon waktu, dan toleransi risiko masing-masing.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade