|
Aplikasi
|
Fokus Pasar
|
Modal Minimum
|
Keunggulan Utama
|
Basis Legalitas
|
|
Gotrade
|
Saham & ETF AS
|
Mulai $1
|
Fractional share, biaya transparan, terintegrasi Nasdaq & TradingView
|
OJK, Bappebti, tercatat di JFX & KBI, mekanisme PALN
|
|
Valbury
|
Saham AS, forex, indeks, komoditas
|
Mulai 0,01 lot
|
Trading tools profesional, proteksi saldo negatif, akses TradingView
|
OJK & Bappebti
|
|
Ajaib
|
Saham BEI & saham AS, reksa dana, obligasi, kripto
|
Mulai $1 (saham AS)
|
Antarmuka sederhana, stock screener, cocok pemula hingga trader aktif
|
OJK
|
|
Pluang
|
Multi-aset, termasuk saham AS
|
Mulai $1
|
0% biaya transaksi (S&K berlaku), mekanisme PALN
|
OJK, tercatat di JFX & KBI
|
|
Reku
|
Saham AS
|
Mulai $1
|
Fitur Reku Insights untuk riset saham
|
OJK & Bappebti, dijamin KBI & JFX
|
|
Nanovest
|
Saham & ETF AS
|
Mulai Rp5.000
|
Klaim bebas biaya transaksi, akses 2.000+ saham & ETF
|
OJK
|
|
Bibit
|
Reksa dana, obligasi, SBN, saham (lewat Bibit Plus)
|
Sesuai profil risiko
|
Robo advisor, cocok investor pemula
|
OJK, terafiliasi Stockbit Sekuritas
|
|
Stockbit
|
Saham BEI
|
Tanpa minimum deposit
|
Komunitas investor, stock screener, Fundachart
|
OJK
|
|
MOST
|
Saham, reksa dana, obligasi, produk syariah
|
Sesuai ketentuan Mandiri Sekuritas
|
Akses tim analis Mandiri Sekuritas, exclusive events
|
OJK
|
|
BIONS
|
Saham, reksa dana, obligasi
|
Sesuai ketentuan BNI Sekuritas
|
Terintegrasi rekening BNI, materi edukasi
|
OJK
|
|
IPOT
|
Saham, reksa dana, obligasi
|
Sesuai ketentuan Indo Premier
|
Data fundamental, charting lengkap, integrasi aset
|
OJK
|
Catatan: modal minimum, biaya transaksi, dan cakupan produk setiap aplikasi bisa berubah sewaktu-waktu. Selalu cek informasi terbaru langsung di aplikasi atau situs resmi aplikasi sebelum mendaftar.
Untuk saham lokal yang tercatat di BEI, beberapa aplikasi seperti Bibit, Ajaib dan Stockbit dikenal ramah untuk investasi saham pemula karena antarmukanya yang sederhana serta dilengkapi fitur edukasi dan komunitas diskusi.
Sementara itu, untuk akses ke saham dan ETF AS, aplikasi trading seperti Gotrade, Pluang, Reku, dan Nanovest menawarkan skema fractional share dengan modal awal yang kecil.
Baca Juga: 8 Aplikasi Investasi Saham 2026 yang Aman, Bisa Pakai Modal Kecil
Pentingnya Fractional Share untuk Pemula dalam Investasi
Biasanya pemula akan mencoba dengan modal terbatas. Kita tahu, kalau banyak saham perusahaan besar dijual dengan harga ratusan dolar AS per lembar.
Oleh karena itu, ketersediaan pembelian saham fraksional (fractional share) penting untuk dipertimbangkan dalam memilih aplikasi investasi untuk pemula. Fractional share merupakan konsep kepemilikan saham dalam bentuk pecahan. Kita tahu, kalau banyak saham perusahaan besar dijual dengan harga ratusan dolar AS per lembar.
Tanpa fractional share, pemula dengan modal kecil tidak akan bisa mengakses saham tersebut. Makanya dengan fractional share, investor pemula dengan modal kecil bisa membeli sebagian kecil dari satu lembar saham sesuai nominal modal yang dimiliki.
Sebagai gambaran:
Misal harga satu saham senilai $200 dan kamu hanya punya modal $5. Di sini, fractional share memungkinkanmu punya sekitar 2,5% dari satu lembar saham tersebut (bukan menunggu sampai modal cukup untuk membeli satu lembar penuh).
Dalam studi Gempesaw dkk. (2022) yang dimuat Global Finance Journal bertajuk Piecing together the extent of retail fractional trading, menemukan bahwa setelah fitur pembelian saham fraksional diperkenalkan, jumlah pemilik unik untuk saham berharga tinggi meningkat jauh lebih besar dibanding saham murah, ini bukti bahwa saham fraksional menurunkan hambatan harga nominal yang selama ini menyulitkan investor kecil mengakses saham mahal.
Cara Memulai Investasi di Aplikasi Saham untuk Pemula
Setelah menentukan aplikasi trading pemula yang sesuai, langkah untuk mulai berinvestasi sebenarnya cukup sederhana dan hampir sama di kebanyakan platform. Bagi kamu yang tertarik memulai investasi saham AS dan ETF dengan modal kecil, Gotrade bisa jadi salah satu opsinya. Pasalnya, pemula bisa melakukan skema fractional share mulai $1.
Sebagai contoh, berikut langkah-langkahnya secara umum:
-
Unduh aplikasi Gotrade melalui App Store atau Google Play.
-
Buat akun dengan mendaftar menggunakan email atau nomor ponsel, lalu lengkapi data untuk proses verifikasi.
-
Setor modal awal kamu untuk membeli produk sahamnya.
-
Pilih saham AS atau ETF yang ingin dibeli sesuai riset dan tujuan investasi.
-
Cek detail transaksi. Jika sudah sesuai, lakukan pembayaran.
-
Jika saham berhasil terbeli, jangan lupa untuk tinjau dan pantau portofolio kamu di aplikasi.
Tips Memilih Aplikasi Investasi Saham Pemula
1. Riset tentang Perusahaan
Financial Industry Regulatory Authority (FINRA), menyarankan investor melakukan riset menyeluruh perusahaannya sebelum kita membeli sahamnya. Ini penting dilakukan baik untuk memilih aplikasi dan juga saat membeli saham.
Meskipun kita bisa dengan mudah mencari di internet, tapi informasi yang tersebar juga bisa informasi yang salah. Jadi, pastikan untuk memverifikasi informasi apa pun yang kamu dapat tentang suatu perusahaan dengan dokumen publiknya.
Kebanyakan aplikasi trading sudah menyediakan data teknis dan fundamental suatu saham. Umumnya, bisa ditemukan di tab riset atau kutipan harga saham. Selain itu, kita bisa juga memantau berita pasar terbaru maupun rekam jejaknya langsung dari aplikasi.
2. Legalitas
Khusus untuk investor di Indonesia, pastikan aplikasi saham yang dipakai sudah mengantongi izin dari OJK atau Bappebti. Legalitas platform menjadi fondasi utama sebelum memulai investasi saham. Pastikan juga ada perlindungan dana investor untuk jalur pengaduan yang jelas jika terjadi masalah di masa depan.
Pilih aplikasi yang mudah digunakan bertransaksi sekaligus mengakses berbagai informasi. Hal ini akan membuat proses investasi dari smartphone terasa praktis.
Ada juga aplikasi yang bahkan menyediakan forum atau komunitas antar pengguna. Di mana, poin ini bisa jadi nilai tambah khususnya bagi investor pemula untuk saling bertukar pengalaman.
3. Pahami Seputar Biaya yang Berlaku
Pastikan kamu tahu dengan jelas biaya transaksi maupun biaya layanan lain yang dikenakan aplikasi. Biaya ini juga akan memengaruhi perhitungan untung-rugi investasi.
Aplikasi seperti Gotrade misalnya, sudah mencantumkan rincian biaya secara transparan sebelum transaksi dilakukan. Alhasil, calon pengguna bisa persis berapa biaya yang akan dikeluarkan sejak awal. Perhatikan juga apakah aplikasi menyediakan fractional share sehingga bisa mulai dari modal kecil.
4. Memiliki Kemudahan Akses dan Fitur-fitur yang membantu
Kemudahan verifikasi dalam proses pendaftaran akun harus jelas dan tidak ribet. Selain itu, fitur smart trading yang ada haruslah memudahkan proses jual-beli saham terutama bagi pemula.
Misalnya, fitur yang berguna saat kamu tidak sempat memantau pergerakan harga secara real-time. Bisa juga saat harga saham tiba-tiba anjlok drastis. Adanya fitur edukasi dengan materi atau panduan juga akan sangat membantu membantu pemula memahami risiko sebelum bertransaksi.
5. Sesuaikan dengan Cakupan Pasar yang Diinginkan
Tentukan dulu apakah kamu ingin bertransaksi di bursa lokal atau ingin merambah pasar saham internasional. Kalau tujuanmu saham-saham global, pastikan platform yang dipilih memang mendukung akses ke bursa AS atau internasional.
Kesimpulan
Memilih aplikasi saham pemula yang bijak tidak didasarkan pada popularitas saja dan setiap aplikasi punya kelebihan masing-masing. Namun, harus dengan kesesuaian dengan kebutuhan pribadi hingga tujuan investasi. Hal ini didasarkan mulai dari jenis pasar yang ingin diakses, modal yang dimiliki, tingkat legalitas, serta transparansi biaya aplikasi tersebut.
Disclaimer: Artikel ini sifatnya edukasi umum dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Jadi, keputusan untuk memilih aplikasi maupun instrumen investasi tetap perlu disesuaikan dengan riset dan kebutuhan masing-masing investor.