Gotrade News - Pekan ini menjadi salah satu minggu paling padat di awal Mei. Investor harus pantau laporan Non-Farm Payrolls April plus earnings dari AMD, Palantir, Disney, Uber, dan Coinbase.
Pasar AS baru saja menutup April dengan performa bulanan terbaik sejak 2020. Pekan ini membawa banyak data yang bisa menggoyahkan momentum, termasuk ISM Services PMI dan ADP.
- Laporan Non-Farm Payrolls April rilis Jumat, konsensus prediksi tambahan 49.000 pekerjaan dan unemployment 4.3%.
- AMD, Palantir, Disney, Uber, dan Coinbase laporan earnings di pekan ini.
- Pasar masuk Mei dengan rekor tertinggi, tapi market breadth menyempit ke level dotcom.
Agenda Ekonomi Pekan Ini
Hari Selasa 5 Mei jam 10:00 AM ET, ISM Services PMI rilis untuk data April. Bacaan Maret turun ke 54,0 dari 56,1 di Februari, jadi kamu perlu pantau apakah sektor jasa terus melambat.
Awal pekan juga rilis JOLTS dan ADP, dua data yang menjadi pratinjau penting untuk NFP. Pasar opsi sudah memperkirakan NFP yang lemah, sehingga kejutan ke atas akan menjadi katalis positif.
Hari Jumat 8 Mei jadi sorotan utama. Konsensus pasar memprediksi:
- Non-Farm Payrolls: tambahan 49.000 pekerjaan, jauh di bawah rata-rata 12 bulan terakhir.
- Unemployment Rate: bertahan di 4.3%, tidak ada perubahan dari Maret.
- Average Hourly Earnings: indikator tekanan upah dan inflasi inti.
The Fed baru saja menggelar rapat FOMC tanggal 28-29 April dan menahan suku bunga di 3.5-3.75%. Yang menarik: ada empat dissent, tertinggi dalam tiga dekade terakhir.
Tiga anggota voting menahan suku bunga tapi menolak memasukkan easing bias di statement. Satu anggota lain voting potong 25 bps, sinyal kuat soal perpecahan internal Fed.
Pasar opsi memperkirakan The Fed menahan suku bunga sampai pertengahan tahun. Rapat FOMC berikutnya di 16-17 Juni, dengan update Summary of Economic Projections.
Cek jadwal lengkap di Kalender Ekonomi Gotrade untuk waktu rilis akurat sesuai zona waktu kamu.
Saham yang Perlu Diperhatikan
Musim earnings Q1 2026 sudah hampir lewat tengah jalan. Sebanyak 63% perusahaan S&P 500 sudah laporan, dengan 84% beat estimasi EPS dan agregat 20,7% di atas konsensus.
Pekan ini ada 126 perusahaan S&P 500 yang melapor, termasuk 2 anggota Dow 30. Lima nama paling diawasi pasar antara lain:
Hari Senin 4 Mei, Palantir (PLTR) lapor setelah jam pasar tutup. Saham ada di kisaran $143 jelang earnings, dengan valuasi premium tinggi.
Fokus pasar ada di pertumbuhan kontrak komersial Artificial Intelligence Platform (AIP) dan akselerasi adopsi enterprise AI. Konsensus tinggi, sehingga miss kecil saja bisa memicu sell-off tajam.
Hari Selasa 5 Mei, AMD lapor setelah pasar tutup. Konsensus memperkirakan EPS $1,29 (+34,4% YoY) di revenue $9,89 miliar (+33,0% YoY).
Saham AMD sudah rally 88% sejak awal Maret sebelum koreksi tipis ke $314. Pasar ingin melihat traction MI300X dan kapasitas Taiwan Semiconductor (TSM) yang bisa dialokasi ke segmen Instinct.
Selasa juga ada laporan dari Pfizer (PFE) sebelum pasar buka, plus Rivian (RIVN) dan Shopify (SHOP) setelah pasar tutup.
Hari Rabu 6 Mei menjadi pusat perhatian. Disney (DIS) dan Uber (UBER) sama-sama lapor sebelum pasar buka.
Yang spesifik perlu kamu pantau:
- Disney: jumlah subscriber Disney+ dan margin segmen parks/experiences.
- Uber: gross bookings (guidance $52-$53,5 miliar) dan adjusted EBITDA $2,37-$2,47 miliar.
- Marriott (MAR): travel demand di tengah Consumer Sentiment yang lemah.
- DoorDash (DASH): order volume dan margin gig economy.
Hari Kamis 7 Mei, Coinbase (COIN) lapor setelah pasar tutup. Reli Bitcoin di Q1 seharusnya memberi dorongan ke trading volume dan revenue.
Airbnb (ABNB) dan Gilead Sciences (GILD) juga lapor di hari yang sama. Fokus ke ABNB: night bookings Q2 dan dampak kondisi makro AS terhadap travel demand.
Sentimen Pasar
Pasar masuk pekan ini dengan momentum yang sangat kuat. S&P 500 dan Nasdaq menutup April dengan performa bulanan terbaik sejak 2020.
Nasdaq Composite menutup 1 Mei di rekor 25.114,44. Dow Jones juga mencatat bulan terbaik sejak November 2024.
Tapi ada satu data yang membuat kami waspada: market breadth, atau jumlah saham yang ikut naik di reli ini, sudah turun ke level paling sempit sejak era dotcom.
Artinya, kenaikan indeks terkonsentrasi di segelintir nama saja, terutama mega-cap AI seperti Nvidia (NVDA) dan Broadcom (AVGO). Ini biasanya menjadi warning sign menjelang koreksi.
Wall Street memperkirakan pertumbuhan EPS S&P 500 di 19,7% tahun 2026, akselerasi dari 14% di 2025. Mayoritas pertumbuhan didorong belanja AI infrastruktur.
Tiga risiko utama yang kami pantau ketat pekan ini:
- Konflik di Iran yang masih berlangsung dan dampaknya ke harga minyak.
- Belanja AI yang berisiko tidak menghasilkan ROI sesuai ekspektasi pasar.
- Fed funds futures yang sudah hampir tidak memprediksi rate cut sampai akhir tahun.
Skenario terburuk yang perlu kamu siapkan: NFP miss tajam (di bawah 30.000) plus laporan AMD atau Palantir mengecewakan. Kombinasi ini bisa memicu koreksi 3-5% di Nasdaq.
Sebaliknya, NFP yang solid plus AMD dan Disney beat ekspektasi bisa mendorong S&P 500 ke level all-time-high baru di pekan depan.
Strategi kami untuk pekan ini: jangan mengejar reli AI yang sudah overstretched. Tunggu konfirmasi earnings sebelum menambah posisi di nama-nama yang sudah rally besar.
Volatility akan tinggi di sesi Selasa malam (AMD), Rabu pagi (Disney + Uber), dan Jumat pagi (NFP). Trader jangka pendek harus menyiapkan stop loss ketat.
Untuk investor jangka panjang, perhatikan dispersion di hasil earnings. AI enabler dengan revenue growth nyata tetap menarik, tapi AI spender tanpa ROI akan terus dihukum pasar.
Sources
CNBC, Stock market next week: Outlook for May 4-8, 2026, 2026
CNBC, Earnings playbook: Palantir and Advanced Micro Devices usher in the next week of reports, 2026
Globe and Mail, Wall Street's week ahead: U.S. stocks rally could find fuel in earnings, jobs data amid surging oil prices, 2026
Federal Reserve, FOMC Statement April 29, 2026, 2026












