Saham Alibaba (BABA) Naik 3,5% Usai Jadwal AI Apple di China (3 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Alibaba (BABA) Naik 3,5% Usai Jadwal AI Apple di China (3 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Alibaba (BABA) naik 3,53% ke $101,50 pada sesi 2 November 2026, saat Nasdaq Composite turun 1,07%.
  • TIKR mengaitkan kenaikan ini dengan pengumuman Apple bahwa Apple Intelligence, yang memakai model Qwen milik Alibaba, hadir di iPhone di China pada Desember.
  • Saham masih 43,95% di bawah level tertinggi 52 minggu, sementara arus kas bebas Alibaba negatif seiring belanja AI dan cloud.

Gotrade News - Saham Alibaba (BABA) ditutup di $101,50 pada sesi Senin, 2 November 2026 waktu New York (Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB), menguat $3,46 atau 3,53% dari penutupan sebelumnya di $98,04. Saham Alibaba naik setelah Apple mengumumkan bahwa fitur Apple Intelligence, yang memakai model AI Qwen milik Alibaba, akan hadir untuk pengguna iPhone di China pada Desember.

Data Perdagangan Saham BABA

DataNilai
Harga penutupan$101,50
Perubahan+$3,46 (+3,53%)
Penutupan sebelumnya$98,04
Harga pembukaan$101,98
Rentang harian$101,49 hingga $103,86
Volume11,0 juta saham
Rata-rata volume 30 hari8,5 juta saham
Rentang 52 minggu$91,99 hingga $181,10
Setara dalam rupiahsekitar Rp 1.839.000 per saham (kurs Rp 18.114 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Senin, 2 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 3 November 2025. Kurs Rp 18.114 per dolar AS: Yahoo Finance, 2 November 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga BABA terkini di halaman harga saham Alibaba (BABA) hari ini.

Baca juga: Block Rilis Laba Kuartal III 2026, Laba Kotor $3,24 Miliar

Pergerakan Saham BABA Sepanjang Sesi

BABA dibuka di $101,98 dan sempat mencapai level tertinggi harian $103,86. Penguatan itu menyempit menjelang akhir sesi: saham ditutup di $101,50, hanya $0,02 di atas level terendah harian $101,49.

Volume perdagangan mencapai 11,0 juta saham, 29,81% di atas rata-rata 8,5 juta saham.

Kenaikan BABA berlawanan arah dengan Nasdaq dan S&P 500. Nasdaq Composite turun 1,07% ke 25.164,36 dan S&P 500 melemah 0,51% ke 7.541,40, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,41% ke 51.983,98, sehingga BABA mengungguli Nasdaq sebesar 4,60 poin persentase. Amazon (AMZN) naik 2,20%, sedangkan Apple (AAPL) turun 1,83% menjelang laporan keuangan Apple yang dirilis setelah penutupan pasar, menurut TIKR.

Baca juga: Analog Devices Rampungkan Akuisisi Alif Semiconductor

Meski menguat, BABA masih berada 43,95% di bawah level tertinggi 52 minggu di $181,10 dan 10,34% di atas level terendah 52 minggu di $91,99.

Kenapa Saham Alibaba Naik?

Pemicu utamanya adalah pengumuman Apple. Menurut siaran pers Apple di situs Newsroom China, seperti dilaporkan MacRumors pada Jumat, 30 Oktober 2026 waktu AS, beta pengembang pertama iOS 27.3 dirilis Rabu, 4 November di China, dan versi publiknya menyusul pada Desember tanpa tanggal pasti. Pembaruan itu membawa sejumlah fitur Apple Intelligence, seperti Writing Tools, Clean Up, dan Visual Intelligence, ke iPhone 15 Pro dan model yang lebih baru di China.

Apple juga menyebut kemitraannya dengan Alibaba untuk menghadirkan asisten AI Qwen di Siri, Writing Tools, dan Visual Intelligence. TIKR mengaitkan kenaikan saham Alibaba pada Senin dengan jadwal peluncuran ini. TIKR juga mencatat saham JD.com dan PDD Holdings ikut naik, yang sebagian dikaitkan dengan laporan bahwa regulator China bertemu dengan bank dan perusahaan sekuritas untuk menopang pasar.

Pengumuman ini menyusul persetujuan regulator. Menurut Investing.com, Cyberspace Administration of China pada 15 Juli 2026 memasukkan layanan AI generatif Apple ke daftar penyedia yang disetujui, tanpa jadwal peluncuran saat itu.

Analisis Saham BABA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Distribusi Qwen lewat iPhone. Menurut TIKR, segmen AI Labs and Applications Alibaba mencatat kerugian EBITA disesuaikan RMB 13,9 miliar pada kuartal Juni, sebagian karena biaya pemasaran aplikasi Qwen, dan TIKR menilai akses Qwen dari Siri sebagai cara yang lebih hemat biaya untuk menjangkau pengguna.
  • Proyek cloud baru di luar China. Menurut Simply Wall St, Alibaba sepakat menyediakan layanan cloud dan AI untuk Olimpiade Remaja Dakar 2026 di Senegal, termasuk sistem digital untuk operasional acara serta pelatihan cloud gratis bagi kaum muda setempat.
  • Pendapatan masih tumbuh. Menurut Motley Fool, pendapatan Alibaba pada tahun fiskal 2026 sebesar $148,4 miliar naik 2,7%, atau sekitar 11% jika bisnis yang dijual selama tahun itu dikeluarkan.

Risiko

  • Arus kas tertekan belanja AI. Motley Fool mencatat arus kas bebas Alibaba negatif $6,8 miliar pada tahun fiskal 2026, berbalik dari positif $10,7 miliar setahun sebelumnya, seiring investasi infrastruktur AI dan cloud. TIKR menambahkan arus kas bebas negatif terjadi pada lima dari enam kuartal terakhir, termasuk arus keluar RMB 44,7 miliar pada kuartal Juni.
  • Laba menyusut. Laba bersih tahun fiskal 2026 turun sekitar 19% menjadi $14,8 miliar, menurut Motley Fool.
  • Cakupan peluncuran terbatas. Siri AI dan fitur WWDC 2026 lainnya tidak masuk iOS 27.3 di China, menurut MacRumors, sehingga menurut TIKR seberapa banyak pengguna iPhone memakai Qwen belum dapat diketahui untuk sementara.

Agenda berikutnya adalah laporan keuangan Alibaba yang menurut TIKR dirilis pada akhir November; tanggal pastinya masih perkiraan.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku