Saham Apple (AAPL) Turun 1,8% Jelang Laporan Kuartal IV (3 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Turun 1,8% Jelang Laporan Kuartal IV (3 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) turun 1,83% ke $338,32 pada sesi Senin, 2 November 2026, lebih dalam dari Nasdaq Composite yang turun 1,07%.
  • Pelemahan terjadi menjelang laporan kuartal IV fiskal 2026 yang dirilis setelah penutupan pasar, saat investor menanti hasil kuartalan, menurut FX Leaders.
  • Apple melaporkan pendapatan $114,5 miliar, naik 12%, namun proyeksi margin kotor kuartal Desember yang lebih rendah membuat saham kembali melemah setelah jam bursa, menurut CNBC.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) ditutup di $338,32 pada Senin, 2 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB), turun $6,31 atau 1,83% dari penutupan sebelumnya di $344,63. Saham Apple turun di sesi reguler menjelang rilis laporan kuartal IV fiskal 2026 yang diumumkan setelah penutupan pasar, saat investor menanti hasil kuartalan, menurut FX Leaders.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$338,32
Perubahan-$6,31 (-1,83%)
Penutupan sebelumnya$344,63
Harga pembukaan$342,67
Rentang harian$335,84 hingga $343,78
Volume64,8 juta saham
Rata-rata volume 30 hari38,7 juta saham
Rentang 52 minggu$243,42 hingga $351,73
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.128.000 per saham (kurs Rp 18.114 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Senin, 2 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 3 November 2025. Kurs Rp 18.114 per dolar AS: Yahoo Finance, 2 November 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: Block Rilis Laba Kuartal III 2026, Laba Kotor $3,24 Miliar

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

Apple dibuka di $342,67, lalu bergerak di rentang $335,84 hingga $343,78 sebelum ditutup $2,48 di atas level terendah hariannya. Volume perdagangan mencapai 64,8 juta saham, 67,30% lebih tinggi dari rata-rata 38,7 juta saham.

Penurunan Apple 0,76 poin persentase lebih dalam dibanding Nasdaq Composite yang turun 1,07% ke 25.164,36 pada sesi yang sama. S&P 500 melemah 0,51% ke 7.541,40, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,41% ke 51.983,98. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 3,5 basis poin ke 4,89%.

Di antara saham teknologi besar, Microsoft (MSFT) turun 2,83% dan Nvidia (NVDA) melemah 1,26%, sedangkan Amazon (AMZN) naik 2,20%. Saham chip melemah lebih tajam, dengan Intel turun 8,80% dan AMD turun 7,52%. Dengan penutupan ini, Apple berada 3,81% di bawah level tertinggi 52 minggu di $351,73 dan 38,99% di atas level terendah 52 minggu di $243,42.

Baca juga: Analog Devices Rampungkan Akuisisi Alif Semiconductor

Kenapa Saham Apple Turun?

Menurut CNBC, saham Apple sudah melemah pada sesi reguler Senin sebelum perusahaan merilis laporan kuartal IV fiskal 2026 setelah penutupan pasar. FX Leaders mengaitkan pelemahan itu dengan investor yang menanti hasil kuartalan dan menyoroti proyeksi kuartal liburan, biaya memori, serta pertumbuhan layanan.

Setelah penutupan, Apple melaporkan pendapatan kuartal yang berakhir 26 September 2026 sebesar $114,5 miliar, naik 12% secara tahunan, dengan laba per saham terdilusi $2,10, naik 14%, menurut siaran pers Apple dalam Form 8-K di SEC. CEO John Ternus menyebutnya rekor pendapatan kuartal September. Seperti dilaporkan CNBC, pendapatan dan laba per saham itu melampaui estimasi analis yang dihimpun LSEG, yakni $113,39 miliar dan $1,99.

Sorotan kemudian beralih ke margin. Apple memperkirakan margin kotor kuartal Desember di kisaran 45% hingga 46%, turun dari 47,9% pada kuartal September, dilansir AFP. CFO Kevan Parekh menyebut penurunan itu terutama karena biaya memori yang lebih tinggi, ditambah sebagian biaya peningkatan skala Siri AI. CNBC melaporkan saham Apple kembali melemah di perdagangan setelah jam bursa usai proyeksi margin tersebut.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pendapatan iPhone mencapai $57,58 miliar dan Mac $10,79 miliar, keduanya di atas estimasi analis menurut CNBC.
  • Apple memproyeksikan pendapatan kuartal Desember tumbuh 7% hingga 10%, menurut CNBC.
  • Arus kas operasi kuartal tersebut mencapai $28 miliar, dan Apple mengembalikan $28 miliar kepada pemegang saham, menurut siaran pers perusahaan.

Risiko

  • Ternus menyebut harga memori saat ini "belum pernah terjadi sebelumnya" dan memperkirakan biaya memori lebih tinggi lagi pada kuartal Desember, menurut TechCrunch.
  • Persediaan Apple naik 154,3% secara tahunan menjadi $14,54 miliar seiring kenaikan biaya chip memori, menurut TechCrunch.
  • Pendapatan iPad $6,23 miliar berada di bawah estimasi $6,7 miliar, sementara pertumbuhan layanan di bawah 10%, laju paling lambat sejak 2022, menurut CNBC.

Apple juga mengumumkan dividen $0,27 per saham yang dibayarkan pada 16 November 2026 kepada pemegang saham yang tercatat per 12 November 2026.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku