Saham Microsoft (MSFT) Turun 2,8% Seiring Pelemahan Saham AI (3 November 2026)

Ringkasan
- Saham Microsoft (MSFT) ditutup turun 2,83% ke $507,12 pada Senin, 2 November 2026, lebih dalam dari Nasdaq Composite yang turun 1,07%.
- Menurut Yahoo Finance, investor merotasi dana keluar dari saham teknologi menjelang pemilu sela AS, tanpa kabar khusus dari Microsoft.
- Rilis Microsoft 28 Oktober 2026 mencatat pendapatan kuartal I tahun fiskal 2027 naik 19% dan Azure tumbuh 48%.
Gotrade News - Saham Microsoft (MSFT) ditutup di $507,12 pada Senin, 2 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB), melemah $14,79 atau 2,83% dari penutupan sebelumnya. Saham Microsoft turun seiring berlanjutnya pelemahan saham teknologi dan AI, tanpa kabar khusus dari perusahaan yang disebut sebagai pemicunya.
Data Perdagangan Saham MSFT
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $507,12 |
| Perubahan | -$14,79 (-2,83%) |
| Penutupan sebelumnya | $521,91 |
| Harga pembukaan | $524,10 |
| Rentang harian | $504,96 hingga $529,63 |
| Volume | 34,7 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 22,3 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $349,20 hingga $551,15 |
| Kapitalisasi pasar | $3,77 triliun |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 9.186.000 per saham (kurs Rp 18.114 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Senin, 2 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 3 November 2025. Kurs Rp 18.114 per dolar AS: Yahoo Finance, 2 November 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga MSFT terkini di halaman harga saham Microsoft (MSFT) hari ini.
Pergerakan Saham MSFT Sepanjang Sesi
Saham MSFT dibuka di $524,10, di atas penutupan sebelumnya di $521,91, lalu bergerak dalam rentang $504,96 hingga $529,63. Saham ditutup hanya $2,16 di atas level terendah hariannya. Volume perdagangan mencapai 34,7 juta saham, 55,57% di atas rata-rata 22,3 juta saham.
Penurunan ini lebih dalam dari pasar. Nasdaq Composite turun 1,07% ke 25.164,36 dan S&P 500 melemah 0,51% ke 7.541,40, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,41% ke 51.983,98. Selisih pergerakan MSFT terhadap Nasdaq tercatat -1,76 poin persentase. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 3,5 basis poin ke 4,89%.
Di antara saham teknologi besar, Oracle (ORCL) turun 8,76%, Intel (INTC) turun 8,80%, dan Nvidia (NVDA) melemah 1,26%. Dengan penutupan ini, MSFT berada 7,99% di bawah level tertinggi 52 minggu di $551,15 dan 45,22% di atas level terendah 52 minggu di $349,20.
Kenapa Saham Microsoft Turun?
Sumber yang ditelusuri untuk artikel ini tidak menyebut kabar khusus dari Microsoft sebagai pemicu penurunan sesi ini, sehingga pergerakannya lebih tepat dibaca bersama indeks dan saham sejenis. Menurut Yahoo Finance, investor merotasi dana keluar dari saham teknologi menjelang pemilu sela AS, sementara saham semikonduktor melemah dan melanjutkan aksi jual saham teknologi sepekan sebelumnya. Yahoo Finance juga mencatat proyeksi pendapatan kuartal IV Intel sebesar $15 miliar hingga $16 miliar, di bawah perkiraan analis sekitar $17 miliar, ikut membebani sentimen.
Pada hari yang sama, Oracle mengumumkan rencana penggalangan modal baru senilai $20 miliar, terdiri dari sekitar $10 miliar obligasi layak investasi dan jumlah serupa lewat penjualan saham, untuk mendanai belanja modal AI dan dividen, seperti dilaporkan Yahoo Finance. Pengumuman itu datang beberapa hari setelah Microsoft mengumumkan penawaran obligasi senior tanpa jaminan senilai $25 miliar. Dilansir Yahoo Finance, penerbitan utang para penyedia cloud raksasa ini mencerminkan besarnya biaya investasi AI.
Analisis Saham MSFT: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Menurut rilis resmi Microsoft pada 28 Oktober 2026, pendapatan kuartal I tahun fiskal 2027 naik 19% menjadi $92,3 miliar, dengan pendapatan Azure tumbuh 48%.
- Pada rilis yang sama, pendapatan Microsoft Cloud tercatat $63,9 miliar atau naik 30%, sementara kontrak komersial yang belum diakui sebagai pendapatan (commercial remaining performance obligation) naik 73% menjadi $677 miliar.
- Menurut Microsoft, hasil kuartal tersebut melampaui ekspektasi untuk pendapatan, laba operasional, dan laba per saham, seperti disampaikan CFO Amy Hood.
Risiko
- Dilansir Motley Fool, biaya besar pembangunan pusat data AI menekan arus kas bebas Microsoft dan berisiko jika permintaan tumbuh lebih lambat dari perkiraan.
- Motley Fool juga mencatat persaingan ketat di komputasi awan serta pengawasan regulator di berbagai negara terkait persaingan usaha.
- Menurut Yahoo Finance, saham AI kehilangan sekitar $5 triliun nilai pasar dalam tiga pekan, dan ekonom BofA menyebut koreksi berkepanjangan pada saham AI sebagai salah satu risiko besar bagi ekonomi AS dan global.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.












