Saham Apple (AAPL) Naik 1,2%, Ini Sentimennya (23 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Apple (AAPL) Naik 1,2%, Ini Sentimennya (23 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Apple (AAPL) naik 1,23% ke $348,22 pada 22 Oktober 2026, saat Nasdaq Composite turun 2,60%.
  • Menurut Yahoo Finance, kekhawatiran soal belanja AI dan biaya modal menekan saham teknologi, sementara belum ada sumber yang menyebut kabar spesifik Apple sebagai pemicu kenaikannya.
  • Apple ditutup 0,04% di bawah level tertinggi 52 minggu di $348,36, dengan iPhone Duo tersedia mulai 23 Oktober menurut Apple dan laporan kinerja kuartal IV fiskal pada 2 November menurut TIKR.

Gotrade News - Saham Apple (AAPL) ditutup di $348,22 pada Kamis, 22 Oktober 2026 waktu New York, menguat $4,23 atau 1,23%. Saham Apple naik ketika kekhawatiran soal belanja AI dan biaya modal kembali menekan saham teknologi, menurut Yahoo Finance, dan Nasdaq Composite turun 2,60% pada sesi yang sama. Belum ada sumber yang menyebut kabar spesifik dari Apple sebagai pemicu kenaikan tersebut.

Data Perdagangan Saham AAPL

DataNilai
Harga penutupan$348,22
Perubahan+$4,23 (+1,23%)
Penutupan sebelumnya$343,99
Harga pembukaan$344,94
Rentang harian$342,28 hingga $348,36
Volume46,9 juta saham
Rata-rata volume 30 hari39,9 juta saham
Rentang 52 minggu$243,42 hingga $348,36
Kapitalisasi pasar$5,08 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.271.000 per saham (kurs Rp 18.008 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.008 per dolar AS: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga AAPL terkini di halaman harga saham Apple (AAPL) hari ini.

Baca juga: Bitcoin Anjlok 4% ke Bawah US$82.000, Tertekan Aksi Jual Saham AI dan Lonjakan Harga Minyak

Pergerakan Saham AAPL Sepanjang Sesi

Apple dibuka di $344,94 dan bergerak dalam rentang $342,28 hingga $348,36. Saham ini ditutup $5,94 di atas level terendah hariannya dan hanya 0,04% di bawah $348,36, level tertinggi sesi yang sekaligus menjadi level tertinggi 52 minggu. Dari level terendah 52 minggu di $243,42, posisinya kini 43,05% lebih tinggi.

Volume perdagangan mencapai 46,9 juta saham, 17,55% di atas rata-rata 39,9 juta saham.

Kenaikan ini berlawanan arah dengan pasar. Nasdaq Composite turun 2,60% ke 26.008,86 dan S&P 500 melemah 1,21% ke 7.663,43, sementara Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,02% ke 52.867,98. Selisih kinerja Apple terhadap Nasdaq mencapai +3,83 poin persentase.

Baca juga: Gotrade Daily: AmEx dan SLB Lapor Usai Aksi Jual AI

Apple juga menjadi pengecualian di antara saham teknologi besar. Nvidia (NVDA) turun 4,40%, Microsoft (MSFT) melemah 2,23%, dan Meta Platforms (META) anjlok 6,98%. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 19,3 basis poin ke 4,95%, sementara minyak Brent kontrak berjangka terdekat ditutup di $113,17 per barel.

Kenapa Saham Apple Naik?

Sumber yang tersedia tidak mengaitkan kenaikan saham Apple pada sesi ini dengan satu kabar spesifik dari perusahaan. Menurut Yahoo Finance, kekhawatiran atas belanja AI dan biaya modal menekan saham semikonduktor dan perusahaan hyperscaler pada Kamis, sementara Meta melemah setelah merilis laporan kuartalannya.

Melansir 24/7 Wall St pada 22 Oktober, Apple menempuh strategi AI yang berbeda dari Meta karena banyak pekerjaan inferensi AI dijalankan di perangkat pelanggan, sehingga belanja modalnya jauh lebih kecil. Media itu mencatat saham Apple naik 26,88% sepanjang tahun ini, dibandingkan 5,93% untuk Meta, selisih yang menurutnya sejalan dengan belanja modal Apple yang lebih ringan.

Sejumlah kabar produk juga beredar di sekitar sesi ini, meski sumbernya tidak menyebutnya sebagai pemicu kenaikan saham. Menurut siaran resmi Apple, iPhone Duo dengan harga mulai $1.999 tersedia mulai Jumat, 23 Oktober. Dilansir TIKR, DigiTimes pada 22 Oktober melaporkan Apple menaikkan target produksi 12 bulan ponsel lipat itu dari 9,7 juta menjadi 14 juta unit, meski Apple belum mengonfirmasi laporan tersebut.

Menurut Simply Wall St, Apple juga berencana memperkenalkan MacBook Pro layar sentuh pertamanya pada acara besar 28 Oktober, salah satu keputusan arah produk besar pertama di bawah CEO baru John Ternus.

Analisis Saham AAPL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Belanja modal Apple untuk AI lebih ringan karena inferensi banyak berjalan di perangkat pelanggan, menurut 24/7 Wall St, saat pasar menyorot biaya pembangunan infrastruktur AI.
  • Siklus produk baru: iPhone Duo tersedia mulai 23 Oktober di lebih dari 70 negara dan wilayah menurut Apple, disusul rencana MacBook Pro layar sentuh pada 28 Oktober menurut Simply Wall St.
  • Bisnis layanan menghasilkan $109,2 miliar pada tahun fiskal 2025, sekitar 26% dari pendapatan, menurut TIKR.

Risiko

  • Laporan kenaikan target produksi iPhone Duo belum dikonfirmasi Apple, dan produksinya masih bergantung pada kemajuan perakitan setelah masalah engsel dan layar, menurut TIKR.
  • Apple menyatakan memperkirakan akan membayar lebih mahal untuk chip memori, menurut TIKR.
  • Tekanan regulasi: menurut TIKR, otoritas persaingan usaha Inggris (CMA) pada 20 Oktober mengusulkan akses yang lebih luas bagi dompet digital pesaing ke chip pembayaran nirsentuh iPhone, dan pengadilan federal Australia memerintahkan Apple membuka akses bagi toko aplikasi pesaing mulai 1 Maret 2027, putusan yang akan diajukan banding oleh Apple.

Agenda berikutnya adalah laporan kinerja kuartal IV fiskal Apple pada 2 November setelah penutupan pasar, menurut TIKR.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku