Saham Tesla (TSLA) Turun 3,1%, Ini Sentimennya (23 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Tesla (TSLA) Turun 3,1%, Ini Sentimennya (23 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Tesla (TSLA) ditutup turun 3,08% ke $374,58 pada sesi Kamis, 22 Oktober 2026, dengan volume 51,6 juta saham.
  • StockStory mengaitkan reaksi negatif pasar dengan pendapatan kuartal ketiga yang relatif datar dan margin operasional yang menyusut menjadi 2,6%.
  • Pelemahan terjadi saat Nasdaq Composite turun 2,60%, sementara Tesla dan SpaceX membentuk komite khusus untuk menjajaki kemungkinan kombinasi bisnis, menurut Stocktwits.

Gotrade News - Saham Tesla (TSLA) ditutup melemah $11,89 atau 3,08% ke $374,58 pada sesi Kamis, 22 Oktober 2026 waktu New York (Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Saham Tesla turun sehari setelah perusahaan merilis kinerja kuartal ketiga 2026, yang menurut StockStory disambut negatif oleh pasar karena penjualan yang datar dan margin operasional yang menyusut.

Data Perdagangan Saham TSLA

DataNilai
Harga penutupan$374,58
Perubahan-$11,89 (-3,08%)
Penutupan sebelumnya$386,47
Harga pembukaan$374,29
Rentang harian$373,71 hingga $388,86
Volume51,6 juta saham
Rata-rata volume 30 hari35,2 juta saham
Rentang 52 minggu$297,38 hingga $498,83
Kapitalisasi pasar$1,48 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.745.000 per saham (kurs Rp 18.008 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.008 per dolar AS: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga TSLA terkini di halaman harga saham Tesla (TSLA) hari ini.

Baca juga: Bitcoin Anjlok 4% ke Bawah US$82.000, Tertekan Aksi Jual Saham AI dan Lonjakan Harga Minyak

Pergerakan Saham TSLA Sepanjang Sesi

TSLA dibuka di $374,29, lebih rendah dari penutupan sesi sebelumnya, lalu bergerak di rentang $373,71 hingga $388,86. Setelah sempat naik ke level tertinggi harian tersebut, saham berbalik melemah dan ditutup hanya $0,87 di atas level terendah hariannya.

Volume perdagangan mencapai 51,6 juta saham, 46,77% di atas rata-rata 35,2 juta saham, yang menandakan aktivitas transaksi jauh lebih ramai dari biasanya.

Pelemahan ini terjadi di hari yang berat bagi saham teknologi. Nasdaq Composite turun 2,60% ke 26.008,86 dan S&P 500 melemah 1,21% ke 7.663,43, sementara Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,02% ke 52.867,98. Penurunan TSLA 0,48 poin persentase lebih dalam dibanding Nasdaq, tetapi lebih ringan dari Nvidia (NVDA) yang turun 4,40% dan Meta Platforms (META) yang turun 6,98%.

Baca juga: Gotrade Daily: AmEx dan SLB Lapor Usai Aksi Jual AI

Pada level penutupan ini, TSLA berada 24,91% di bawah level tertinggi 52 minggu di $498,83 dan 25,96% di atas level terendah 52 minggu di $297,38.

Kenapa Saham Tesla Turun?

Menurut laporan Q3 2026 Update Tesla yang dilampirkan dalam Form 8-K ke SEC pada 21 Oktober 2026, pendapatan kuartal ketiga tercatat $28,05 miliar, laba operasional $718 juta, dan laba per saham non-GAAP $0,48. Seperti dilaporkan StockStory, pendapatan itu relatif datar secara tahunan, sedangkan margin operasional menyusut menjadi 2,6% dari 5,8% setahun sebelumnya, meski laba per saham melampaui estimasi analis sebesar $0,45.

Dilansir The Wall Street Journal, Tesla juga menyatakan akan membelanjakan sekitar $20 miliar untuk belanja modal tahun ini, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar $25 miliar.

Pada 22 Oktober 2026, Tesla dan SpaceX mengungkapkan dalam laporan kuartalan ke SEC bahwa dewan direksi masing-masing telah membentuk komite khusus berisi direktur independen untuk menjajaki pendalaman hubungan kedua perusahaan, termasuk kemungkinan kombinasi bisnis, melansir Stocktwits. Kedua perusahaan menyatakan tidak ada jaminan transaksi itu akan terjadi. Dalam panggilan pendapatan SpaceX pada 20 Oktober, Musk menilai kombinasi tersebut ide yang baik, tetapi menyebut dirinya pihak yang berkonflik kepentingan dan tidak ikut dalam diskusi komite.

Analisis Saham TSLA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Langganan FSD aktif mencapai 1,74 juta dan FSD kini tersedia di sembilan negara Uni Eropa, menurut laporan Q3 2026 Tesla.
  • Tesla mulai mengoperasikan Cybercab dalam layanan Robotaxi di Austin sejak 3 September, dan jarak tempuh kumulatif Robotaxi tanpa pengawasan tumbuh delapan kali lipat dibanding kuartal sebelumnya.
  • Di bisnis energi, Megafactory Texas mulai berproduksi dengan rencana kapasitas 50 GWh, dan manajemen menyebut sebagian besar produksi Megapack 2027 sudah terjual, seperti dikutip StockStory.
  • Margin laba kotor naik menjadi 19,6% dari 18% setahun sebelumnya, menurut StockStory.

Risiko

  • Manajemen memperingatkan tekanan margin dari belanja riset dan pengembangan yang tinggi, perubahan rantai pasok, dan biaya komoditas, seperti dikutip StockStory.
  • Kombinasi dengan SpaceX belum disepakati dan kedua perusahaan menyebut transaksi itu belum tentu terjadi, sementara Tesla mencatat kerugian belum terealisasi $142 juta atas investasinya di SpaceX pada kuartal ketiga.
  • StockStory mencatat persetujuan regulator untuk FSD tanpa pengawasan dan perluasan Robotaxi masih menjadi tantangan.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku