Saham Nvidia (NVDA) Turun 4,4%, Ini Sentimennya (23 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Nvidia (NVDA) Turun 4,4%, Ini Sentimennya (23 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Nvidia (NVDA) turun 4,40% ke $212,21 pada sesi 22 Oktober 2026, lebih dalam dari Nasdaq Composite yang melemah 2,60%.
  • Media keuangan mengaitkan penurunan dengan aksi jual saham semikonduktor di tengah kekhawatiran belanja AI usai laporan keuangan Tesla dan Meta.
  • NVDA kini berada 12,80% di bawah level tertinggi 52 minggu di $243,37, dengan volume 19,09% di atas rata-rata.

Gotrade News - Saham Nvidia (NVDA) ditutup di $212,21 pada sesi Kamis, 22 Oktober 2026 waktu New York (Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB), turun $9,76 atau 4,40% dari penutupan sebelumnya. Saham Nvidia turun saat kekhawatiran soal belanja AI kembali menekan saham semikonduktor usai laporan keuangan Tesla dan Meta, menurut Yahoo Finance.

Data Perdagangan Saham NVDA

DataNilai
Harga penutupan$212,21
Perubahan-$9,76 (-4,40%)
Penutupan sebelumnya$221,97
Harga pembukaan$217,13
Rentang harian$211,26 hingga $218,88
Volume125,4 juta saham
Rata-rata volume 30 hari105,3 juta saham
Rentang 52 minggu$164,27 hingga $243,37
Kapitalisasi pasar$5,11 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 3.821.000 per saham (kurs Rp 18.008 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.008 per dolar AS: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga NVDA terkini di halaman harga saham Nvidia (NVDA) hari ini.

Baca juga: Bitcoin Anjlok 4% ke Bawah US$82.000, Tertekan Aksi Jual Saham AI dan Lonjakan Harga Minyak

Pergerakan Saham NVDA Sepanjang Sesi

NVDA dibuka di $217,13 dan bergerak di rentang $211,26 hingga $218,88. Saham ditutup hanya $0,95 di atas level terendah harian, sehingga sebagian besar pelemahan bertahan sampai penutupan. Volume perdagangan mencapai 125,4 juta saham, 19,09% di atas rata-rata 105,3 juta saham.

Pelemahan NVDA lebih dalam dari indeks utama. Nasdaq Composite turun 2,60% ke 26.008,86 dan S&P 500 melemah 1,21% ke 7.663,43, sementara Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,02% ke 52.867,98. Dengan begitu, NVDA bergerak 1,80 poin persentase lebih lemah dari Nasdaq.

Di antara saham chip, penurunan NVDA lebih ringan dibanding AMD (AMD) yang turun 8,10%, Intel 8,04%, ASML 6,93% dan Micron 6,26%, serta mendekati TSMC yang turun 4,52% dan Broadcom yang turun 4,31%. Di luar sektor chip, Meta Platforms (META) anjlok 6,98% dan Tesla (TSLA) melemah 3,08%.

Baca juga: Gotrade Daily: AmEx dan SLB Lapor Usai Aksi Jual AI

Setelah penurunan ini, NVDA berada 12,80% di bawah level tertinggi 52 minggu di $243,37 dan 29,18% di atas level terendah 52 minggu di $164,27.

Kenapa Saham Nvidia Turun?

Sumber yang dirujuk artikel ini tidak menyebut pemicu khusus dari Nvidia untuk sesi ini; media keuangan mengaitkan penurunan dengan aksi jual saham semikonduktor yang lebih luas. Menurut Yahoo Finance, kekhawatiran soal belanja AI dan biaya modal kembali muncul pada Kamis (22/10), menekan saham semikonduktor dan hyperscaler, dengan Lam Research memimpin pelemahan setelah merilis kinerja pada Rabu malam.

Dilansir TipRanks, laporan keuangan Tesla dan Meta ikut membebani sentimen: Tesla memangkas proyeksi belanja modalnya sehingga memicu kekhawatiran soal permintaan chip ke depan, sementara Meta tetap berkomitmen pada proyek komputasi yang mahal di tengah sorotan atas imbal hasil investasinya. Yahoo Finance mencatat investor Tesla menimbang belanja modal 2026 yang lebih rendah dengan belanja yang lebih tinggi pada 2027 dan 2028.

Menurut Yahoo Finance, harga minyak naik ke level tertinggi lima bulan, namun kekhawatiran atas melambatnya pembangunan infrastruktur AI lebih mendominasi, dan investor beralih ke obligasi. Pada sesi 22 Oktober, minyak Brent kontrak berjangka terdekat ditutup di $113,17 per barel, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 19,3 basis poin ke 4,95%.

Analisis Saham NVDA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pada 21 Oktober di GTC Berlin, Nvidia memperkenalkan DSX POD, desain referensi pabrik AI Vera Rubin yang dirakit mitra di dalam kontainer modular. Menurut siaran pers Nvidia, desain ini memangkas waktu pemasangan dari enam bulan menjadi paling cepat 14 hari.
  • Nvidia menyebut 17 mitra, termasuk Dell Technologies, HPE, Lenovo, Schneider Electric dan Vertiv, akan mengirim pabrik AI DSX POD ke seluruh dunia pada awal 2027.
  • Menurut TheStreet, konsorsium Jepang Noetra berencana membangun pabrik AI dengan sekitar 27.500 GPU Rubin di atas kerangka DSX Nvidia.

Risiko

  • Kekhawatiran belanja AI: Yahoo Finance mencatat kekhawatiran soal belanja AI dan biaya modal menekan saham semikonduktor, dan TipRanks melaporkan pemangkasan belanja modal Tesla memicu kekhawatiran atas permintaan chip.
  • Pasokan: CFO Nvidia Colette Kress memperingatkan pasokan akan tetap menjadi hambatan setidaknya hingga tahun fiskal 2028, dilansir TheStreet.
  • Jadwal pusat data: perusahaan energi Currence memperkirakan 30% hingga 50% kapasitas pusat data besar yang dijadwalkan beroperasi pada 2026 akan tertunda, menurut TheStreet.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku