Saham TSMC (TSM) Turun 1,8% Seiring Pelemahan Saham Chip (3 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham TSMC (TSM) Turun 1,8% Seiring Pelemahan Saham Chip (3 November 2026)

Ringkasan

  • Saham TSMC (TSM) turun 1,85% ke $398,63 pada sesi Senin, 2 November 2026, lebih dalam dari Nasdaq Composite yang turun 1,07%.
  • Media keuangan mengaitkan penurunan dengan aksi jual saham chip dan saham terkait AI, sementara sumber yang dikutip tidak menyebut kabar khusus TSMC sebagai pemicu.
  • Penutupan ini menempatkan TSMC 18,22% di bawah level tertinggi 52 minggu di $487,47, dengan volume 13,2 juta saham, di atas rata-rata 11,0 juta saham.

Gotrade News - Saham TSMC (TSM) ditutup di $398,63 pada Senin, 2 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB), turun $7,50 atau 1,85% dari penutupan sebelumnya di $406,13. Saham TSMC turun seiring pelemahan saham chip yang memperpanjang aksi jual saham teknologi sejak pekan lalu, menurut Yahoo Finance.

Data Perdagangan Saham TSM

DataNilai
Harga penutupan$398,63
Perubahan-$7,50 (-1,85%)
Penutupan sebelumnya$406,13
Harga pembukaan$412,52
Rentang harian$398,29 hingga $414,76
Volume13,2 juta saham
Rata-rata volume 30 hari11,0 juta saham
Rentang 52 minggu$266,82 hingga $487,47
Setara dalam rupiahsekitar Rp 7.221.000 per saham (kurs Rp 18.114 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Senin, 2 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 3 November 2025. Kurs Rp 18.114 per dolar AS: Yahoo Finance, 2 November 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga TSM terkini di halaman harga saham TSMC (TSM) hari ini.

Baca juga: Block Rilis Laba Kuartal III 2026, Laba Kotor $3,24 Miliar

Pergerakan Saham TSM Sepanjang Sesi

TSMC dibuka di $412,52, di atas penutupan sebelumnya, lalu bergerak di rentang $398,29 hingga $414,76. Saham melemah dari level pembukaan dan ditutup hanya $0,34 di atas level terendah hariannya. Volume perdagangan mencapai 13,2 juta saham, 19,38% lebih tinggi dari rata-rata 11,0 juta saham.

Penurunan TSMC 0,78 poin persentase lebih dalam dibanding Nasdaq Composite yang turun 1,07% ke 25.164,36 pada sesi yang sama. S&P 500 melemah 0,51% ke 7.541,40, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,41% ke 51.983,98. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 3,5 basis poin ke 4,89%.

Saham chip lain ikut melemah, sebagian lebih tajam. Intel (INTC) turun 8,80% ke $59,97 dan AMD turun 7,52%, sementara ASML melemah 2,54% dan Nvidia (NVDA) turun 1,26% ke $202,06. Dengan penutupan ini, TSMC berada 18,22% di bawah level tertinggi 52 minggu di $487,47 dan 49,40% di atas level terendah 52 minggu di $266,82.

Baca juga: Analog Devices Rampungkan Akuisisi Alif Semiconductor

Kenapa Saham TSMC Turun?

Sumber yang dikutip dalam artikel ini tidak menyebut kabar khusus dari TSMC sebagai pemicu penurunan, dan media keuangan mengaitkan pelemahan ini dengan aksi jual di saham chip dan saham terkait AI. Menurut Yahoo Finance, Nasdaq melemah pada 2 November 2026 karena saham semikonduktor turun dan memperpanjang aksi jual saham teknologi pekan lalu. Pasar juga masih mencerna aksi jual tajam di saham terkait AI serta proyeksi kuartal IV Intel yang mengecewakan, dengan panduan pendapatan Intel jauh di bawah perkiraan analis sebesar $17 miliar.

Dilansir CNBC, investor pada sesi yang sama memindahkan dana keluar dari saham teknologi dan terus menyoroti saham yang terkait pembangunan infrastruktur AI. CNBC juga mengaitkan penjualan saham baru Oracle senilai $10 miliar dengan kekhawatiran soal pendanaan pembangunan AI, sementara saham Marvell turun tajam usai mengumumkan akuisisi Lumentum senilai $115 miliar.

Kabar terkait perusahaan pada hari itu menyangkut proyek chip Terafab. Melansir Benzinga, laporan Digitimes pada 1 November 2026 menyebut Elon Musk melunakkan sikapnya terhadap kerja sama dengan TSMC, dan pembicaraan bisa mengarah pada TSMC memegang tanggung jawab utama untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas tersebut. Laporan ini belum dikonfirmasi karena Tesla (TSLA), SpaceX dan TSMC belum menanggapi permintaan komentar, dan tidak ada sumber yang mengaitkannya dengan penurunan saham.

Analisis Saham TSM: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut halaman hubungan investor TSMC, pendapatan kuartal III 2026 mencapai US$46,72 miliar dengan margin kotor 66,4%. Zacks mencatat pendapatan tersebut naik 41,2% secara tahunan.
  • TSMC memberikan panduan pendapatan kuartal IV 2026 di kisaran US$52,3 miliar hingga US$54,3 miliar, menurut halaman hubungan investor yang sama.
  • Komputasi berkinerja tinggi (HPC), yang mencakup aplikasi AI, menyumbang 68% pendapatan kuartal III, naik dari 57% setahun sebelumnya, menurut Zacks.

Risiko

  • Tekanan di saham terkait AI belum mereda. Yahoo Finance melaporkan peringatan BofA bahwa aksi jual AI yang berkepanjangan menjadi salah satu risiko terbesar bagi ekonomi, setelah saham AI kehilangan sekitar $5 triliun nilai pasar dalam tiga pekan.
  • Zacks mencatat ekspansi ke luar negeri dan peningkatan produksi node N2 (2 nanometer) dapat menekan margin dalam jangka pendek, sementara anggaran belanja modal 2026 ditetapkan US$60 miliar hingga US$64 miliar.
  • Kerja sama Terafab belum final. Menurut Benzinga, kepemilikan ekuitas dan syarat investasi masih dibahas, dan laporan Digitimes tidak menjelaskan peran Intel jika TSMC mengambil peran lebih besar.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku