Saham Intel (INTC) Turun 10,3% Seiring Pelemahan Saham Chip (6 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Intel (INTC) Turun 10,3% Seiring Pelemahan Saham Chip (6 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Intel (INTC) turun 10,33% ke $52,25 pada sesi 5 November 2026, lebih dalam dari Nasdaq Composite yang melemah 5,52%.
  • Media keuangan mengaitkan penurunan ini dengan aksi jual saham chip setelah kemenangan Demokrat dalam pemilu sela memicu kekhawatiran regulasi AI.
  • Saham Intel kini berada 63,29% di bawah level tertinggi 52 minggu, di tengah tekanan dari proyeksi pendapatan kuartal IV sebesar $15,0 miliar hingga $16,0 miliar.

Gotrade News - Saham Intel (INTC) ditutup di $52,25 pada sesi Kamis, 5 November 2026 waktu New York atau Jumat, 6 November 2026 pukul 04.00 WIB, melemah 10,33%. Saham Intel turun di tengah aksi jual besar di saham chip AS, yang menurut media keuangan dipicu kekhawatiran investor atas regulasi AI setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela.

Data Perdagangan Saham INTC

DataNilai
Harga penutupan$52,25
Perubahan-$6,02 (-10,33%)
Penutupan sebelumnya$58,27
Harga pembukaan$56,51
Rentang harian$51,51 hingga $56,73
Volume270,3 juta saham
Rata-rata volume 30 hari120,3 juta saham
Rentang 52 minggu$32,89 hingga $142,35
Kapitalisasi pasar$277,7 miliar

Data penutupan sesi reguler Kamis, 5 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 6 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 6 November 2025. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga INTC terkini di halaman harga saham Intel (INTC) hari ini.

Baca juga: 10x Genomics Umumkan Pendapatan Kuartal III 2026 $150,7 Juta

Pergerakan Saham INTC Sepanjang Sesi

Intel dibuka di $56,51, di bawah penutupan sesi sebelumnya, lalu bergerak di rentang $51,51 hingga $56,73. Saham ini ditutup hanya $0,74 di atas level terendah harian.

Aktivitas perdagangan meningkat tajam. Volume perdagangan sesi ini tercatat 124,70% di atas rata-ratanya.

Penurunan Intel 4,81 poin persentase lebih dalam dibanding Nasdaq Composite, yang turun 5,52% ke 24.315,00. S&P 500 melemah 4,36% ke 7.353,73, sementara Dow Jones Industrial Average turun 3,44% ke 51.523,06. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,7 basis poin ke 4,84%.

Baca juga: Dropbox Rilis Kinerja Kuartal III 2026, Pendapatan $637,3 Juta

Saham chip lain ikut tertekan. AMD (AMD) turun 17,26%, Micron (MU) turun 17,46%, TSMC turun 10,78% dan Nvidia (NVDA) turun 9,26%. Dengan penutupan ini, saham Intel berada 63,29% di bawah level tertinggi 52 minggu dan 58,86% di atas level terendah 52 minggu.

Kenapa Saham Intel Turun?

Media keuangan mengaitkan penurunan Intel pada 5 November 2026 terutama dengan aksi jual saham semikonduktor yang meluas, di atas tekanan dari proyeksi pendapatan kuartal IV yang dirilis sepekan sebelumnya.

Melansir TIKR, saham chip melemah untuk hari kedua berturut-turut karena investor khawatir kemenangan Demokrat dapat memperlambat belanja pusat data. Partai Demokrat memenangkan kedua kamar Kongres dalam pemilu sela Selasa, 3 November 2026, dan sehari kemudian anggota DPR AS dari Demokrat, Yassamin Ansari, menyerukan jeda pengembangan AI tingkat lanjut sampai regulasi tersedia. Menurut Motley Fool, investor khawatir kepemimpinan baru akan mendorong regulasi AI yang lebih ketat dan menunda pembangunan pusat data.

Tekanan sebelumnya datang dari laporan Intel sendiri. Dalam rilis hasil kuartal III 2026 pada 29 Oktober 2026, Intel memproyeksikan pendapatan kuartal IV sebesar $15,0 miliar hingga $16,0 miliar, lebih rendah dari pendapatan kuartal III sebesar $16,5 miliar. Motley Fool mencatat proyeksi itu di bawah perkiraan Wall Street sebesar $17 miliar, dan Intel menyebut permintaan PC yang lemah ikut membebani panduan tersebut.

Dilansir Yahoo Finance, penurunan saham Intel dari penutupan 24 September di $127,39 mencapai 58% dalam 30 hari perdagangan, lebih tajam dibanding penurunan 53% pada masa gelembung dot-com tahun 2000.

Analisis Saham INTC: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pendapatan kuartal III 2026 mencapai $16,5 miliar, naik 21% secara tahunan, menurut rilis resmi Intel.
  • CFO David Zinsner menyebut kuartal III sebagai pertumbuhan pendapatan pusat data terkuat Intel dalam 15 tahun.
  • Menurut Intel, permintaan CPU tetap kuat, dan CEO Lip-Bu Tan menyebut prioritas langsung perusahaan adalah membuka pasokan tambahan untuk prosesor Xeon.

Risiko

  • Zinsner memperkirakan perlambatan pasar PC berlanjut setidaknya hingga paruh pertama tahun depan.
  • Intel mencantumkan kekurangan substrat dan memori di seluruh industri sebagai faktor risiko. Menurut TIKR, kekurangan substrat membatasi pengiriman chip server Xeon, dan penghentian dua pekan di pabrik Kiryat Gat, Israel, memangkas sekitar $300 juta pendapatan.
  • TIKR dan Motley Fool melaporkan kekhawatiran bahwa Kongres yang dikuasai Demokrat dapat memperketat regulasi AI dan memperlambat belanja pusat data.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku