Saham Coinbase (COIN) Turun 9,7% Seiring Pelemahan Bitcoin (6 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Coinbase (COIN) Turun 9,7% Seiring Pelemahan Bitcoin (6 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Coinbase (COIN) turun 9,69% ke $136,82 pada sesi Kamis, 5 November 2026, lebih dalam dari Nasdaq Composite yang turun 5,52%.
  • Menurut TIKR, pelemahan terjadi tanpa kabar dari perusahaan saat Bitcoin turun ke bawah $76.000 di tengah aksi jual luas.
  • Titik terendah sesi di $133,50 sekaligus menjadi level terendah 52 minggu, dengan volume 51,86% di atas rata-rata.

Gotrade News - Saham Coinbase (COIN) turun 9,69% ke $136,82 pada penutupan sesi Kamis, 5 November 2026 waktu New York, atau Jumat, 6 November 2026 pukul 04.00 WIB. Media keuangan mengaitkan penurunan ini dengan Bitcoin yang melemah ke bawah $76.000 di tengah aksi jual luas di bursa AS.

Data Perdagangan Saham COIN

DataNilai
Harga penutupan$136,82
Perubahan-$14,68 (-9,69%)
Penutupan sebelumnya$151,50
Harga pembukaan$149,03
Rentang harian$133,50 hingga $151,58
Volume12,5 juta saham
Rata-rata volume 30 hari8,3 juta saham
Rentang 52 minggu$133,50 hingga $324,80

Data penutupan sesi reguler Kamis, 5 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 6 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 6 November 2025. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga COIN terkini di halaman harga saham Coinbase (COIN) hari ini.

Baca juga: 10x Genomics Umumkan Pendapatan Kuartal III 2026 $150,7 Juta

Pergerakan Saham COIN Sepanjang Sesi

COIN dibuka di $149,03, di bawah penutupan sebelumnya di $151,50, lalu bergerak dalam rentang $133,50 hingga $151,58. Saham ini ditutup hanya $3,32 di atas titik terendah harian, jauh dari level tertinggi sesi.

Volume perdagangan mencapai 12,5 juta saham, 51,86% di atas rata-rata 8,3 juta saham. Titik terendah sesi di $133,50 sekaligus menjadi level terendah 52 minggu, sehingga harga penutupan berada 2,49% di atas level tersebut dan 57,88% di bawah level tertinggi 52 minggu di $324,80.

Pelemahan COIN lebih dalam dibanding pasar. Nasdaq Composite turun 5,52% ke 24.315,00, S&P 500 turun 4,36% ke 7.353,73, dan Dow Jones Industrial Average turun 3,44% ke 51.523,06, sehingga penurunan COIN 4,17 poin persentase lebih dalam dari Nasdaq. Saham yang terkait kripto juga tertekan: Robinhood (HOOD) turun 10,32% ke $78,39 dan Strategy (MSTR) turun 9,29% ke $129,30. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,7 basis poin ke 4,84%.

Baca juga: Dropbox Rilis Kinerja Kuartal III 2026, Pendapatan $637,3 Juta

Kenapa Saham Coinbase Turun?

Menurut TIKR, Coinbase melemah tanpa kabar dari perusahaan pada Kamis (5/11/2026), ketika Bitcoin turun ke bawah $76.000 pada awal sore saat reli saham pascapemilu berbalik dalam aksi jual luas. TIKR mencatat Bitcoin masih berada di atas $80.000 sehari sebelumnya, dan menilai biaya serta laba Coinbase bergerak seiring aktivitas perdagangan kripto.

Dilansir Stocktwits, Bitcoin turun lebih dari 5% dalam 24 jam ke sekitar $75.900, level terendah dalam sebulan. Likuidasi posisi kripto menembus $1,08 miliar menurut data Coinglass, sekitar $954 juta di antaranya dari posisi long, sementara saham penambang Bitcoin turun hingga 20%.

Paparan itu tercermin dalam laporan Coinbase sendiri. Menurut presentasi kinerja kuartal III 2026 yang Coinbase serahkan ke SEC, untuk kuartal yang berakhir 30 September 2026 pendapatan transaksi tercatat $590,2 juta dari total pendapatan $1.215,6 juta. Laba bersih $718,7 juta ditopang keuntungan $715,0 juta dari aset kripto yang dimiliki untuk investasi.

Di luar pergerakan harga, Coinbase menjawab pertanyaan nasabah setelah Binance kehilangan $6,34 miliar akibat peretasan pada 29 Oktober 2026, yang dikaitkan FBI dengan kelompok TraderTraitor asal Korea Utara. Dalam unggahan blognya, seperti dilaporkan TheStreet pada 5 November 2026, Coinbase menyatakan peretasan itu tidak memengaruhi sistem maupun dana nasabahnya.

Analisis Saham COIN: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pendapatan langganan dan layanan kuartal III 2026 mencapai $570,2 juta, hampir setara pendapatan transaksi, menurut presentasi kinerja Coinbase.
  • Coinbase membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar $332,9 juta pada kuartal III 2026, berdasarkan dokumen yang sama.
  • Menurut Coinbase, lebih dari 99% aset nasabah disimpan di cold storage offline dan dipegang 1:1 tanpa dipinjamkan, sementara TheStreet mencatat kas dan setara kas perusahaan sebesar $8,6 miliar per 30 September.

Risiko

  • Pendapatan transaksi turun 44% secara tahunan menjadi $590 juta, menurut TIKR, sehingga kinerja masih bergantung pada aktivitas perdagangan kripto.
  • Sekitar $715,0 juta dari laba bersih kuartal III berasal dari keuntungan aset kripto investasi, sehingga laba bersih ikut terpapar pergerakan harga kripto.
  • Coinbase sendiri menyebut AI sebagai ancaman keamanan yang berubah cepat, menurut TheStreet, setelah peretasan Binance senilai $6,34 miliar.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku