Saham Meta Naik 2,4% ke $621,03 (4 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Meta Naik 2,4% ke $621,03 (4 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Meta Platforms (META) naik 2,36% ke $621,03 pada sesi Selasa, 3 November 2026, mengungguli kenaikan Nasdaq Composite sebesar 0,83%.
  • Belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus dari perusahaan, sementara pada hari yang sama Meta menetapkan harga surat utang senior senilai $15 miliar dalam lima seri.
  • Dengan volume 41,00% di bawah rata-rata, saham META masih berada 20,36% di bawah level tertinggi 52 minggu di $779,82.

Gotrade News - Saham Meta Platforms (META) naik 2,36% ke $621,03 pada penutupan Selasa, 3 November 2026 pukul 16.00 waktu New York, atau Rabu, 4 November 2026 pukul 04.00 WIB. Saham Meta naik lebih tinggi dari Nasdaq Composite, sementara belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus dari perusahaan. Kabar utama Meta pada hari itu adalah penetapan harga surat utang senior senilai $15 miliar.

Data Perdagangan Saham META

DataNilai
Harga penutupan$621,03
Perubahan+$14,30 (+2,36%)
Penutupan sebelumnya$606,73
Harga pembukaan$610,76
Rentang harian$610,10 hingga $624,84
Volume13,7 juta saham
Rata-rata volume 30 hari23,3 juta saham
Rentang 52 minggu$520,26 hingga $779,82

Data penutupan sesi reguler Selasa, 3 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 4 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 4 November 2025. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga META terkini di halaman harga saham Meta (META) hari ini.

Baca juga: Saham Grab Naik 9,1% Usai Laporan Kuartal III (4 November 2026)

Pergerakan Saham META Sepanjang Sesi

META dibuka di $610,76 lalu bergerak dalam rentang $610,10 hingga $624,84. Saham ditutup $10,93 di atas level terendah harian, mendekati batas atas rentang sesi. Volume perdagangan mencapai 13,7 juta saham, 41,00% di bawah rata-rata 23,3 juta saham.

Kenaikan 2,36% itu mengungguli Nasdaq Composite yang naik 0,83% ke 25.372,01, dengan selisih 1,53 poin persentase. S&P 500 naik 0,36% ke 7.568,92, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 0,38% ke 51.786,72. Di antara saham teknologi besar, Microsoft (MSFT) naik 2,74%, Nvidia (NVDA) naik 2,29% dan Amazon (AMZN) naik 2,06%, sementara Apple turun 1,90%.

Dengan penutupan di $621,03, META masih berada 20,36% di bawah level tertinggi 52 minggu di $779,82 dan 19,37% di atas level terendah 52 minggu di $520,26. Pada sesi yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di 4,95%, naik 5,8 basis poin.

Baca juga: Saham Tesla (TSLA) Turun 1,3% ke $398,50 (4 November 2026)

Kenapa Saham Meta Naik?

Hingga artikel ini ditulis, tidak ada sumber yang dibaca redaksi yang menyebut pemicu khusus dari Meta di balik kenaikan sahamnya pada sesi 3 November 2026. Melansir Stocktwits via Yahoo Finance, S&P 500 dan Nasdaq ditutup menguat seiring pulihnya saham teknologi dan produsen chip setelah aksi jual terkait AI, saat pelaku pasar menanti hasil pemilu sela AS. Media yang sama mencatat saham Apple tertekan setelah margin dan penjualan kuartalannya dinilai kurang memuaskan investor.

Pada hari yang sama, Meta menetapkan harga penerbitan surat utang senior senilai total $15 miliar dalam lima seri yang jatuh tempo pada 2031 hingga 2056, dengan kupon 5,850% hingga 7,500%. Menurut pricing term sheet yang diajukan Meta ke SEC, transaksi dilakukan pada 3 November 2026 dengan penyelesaian pada 5 November 2026, dan Citigroup serta Morgan Stanley bertindak sebagai joint book-running managers.

Dilansir MT Newswires yang mengutip Bloomberg, porsi dolar AS senilai $15 miliar itu merupakan bagian dari penjualan obligasi lintas negara, dengan porsi euro dikabarkan akan dijual paling cepat Rabu, 4 November 2026. Stocktwits, juga mengutip Bloomberg, melaporkan Meta menjajaki paket utang lintas negara sekitar $20 miliar untuk mendanai operasi dan kebutuhan modalnya. Tidak ada sumber yang mengaitkan penerbitan ini dengan kenaikan saham pada sesi tersebut.

Analisis Saham META: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut laporan kinerja kuartal III 2026 Meta, pendapatan naik 26% secara tahunan menjadi $64,6 miliar, ditopang kenaikan jumlah tayangan iklan 10% dan harga rata-rata per iklan 14%.
  • Meta memproyeksikan pendapatan kuartal IV 2026 di kisaran $73 miliar hingga $76 miliar, sementara rata-rata Family daily active people mencapai 3,64 miliar pada September 2026, naik 3%.
  • Per 30 September 2026, Meta memegang kas, setara kas dan surat berharga senilai $82,45 miliar.

Risiko

  • Belanja modal kuartal III 2026 mencapai $34,91 miliar sehingga arus kas bebas negatif $2,12 miliar, dan Meta memperkirakan belanja modal 2026 di kisaran $135 miliar hingga $145 miliar.
  • Beban hukum $9,89 miliar terkait kesepakatan dengan 52 jaksa agung negara bagian membuat laba operasional turun 37% menjadi $12,99 miliar, dengan margin operasional 20% dibanding 40% setahun sebelumnya.
  • Utang jangka panjang Meta tercatat $80,92 miliar per 30 September 2026, angka yang belum mencakup surat utang baru senilai $15 miliar yang diselesaikan pada 5 November 2026.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku