Saham Microsoft (MSFT) Turun 1,9%, Ini Sentimennya (19 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Microsoft (MSFT) Turun 1,9%, Ini Sentimennya (19 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Microsoft (MSFT) ditutup turun 1,93% ke $529,05 pada 16 Oktober 2026, lebih ringan dari penurunan Nasdaq Composite sebesar 2,15%.
  • Stockti mengaitkan aksi jual saham teknologi dengan pelemahan saham semikonduktor dan kekhawatiran soal pendanaan AI.
  • Setelah sesi, Bloomberg melaporkan Microsoft mundur dari proyek pusat data Nscale di Inggris, dan laporan kuartalan berikutnya dijadwalkan 28 Oktober 2026.

Gotrade News - Saham Microsoft (MSFT) ditutup melemah 1,93% ke $529,05 pada sesi Jumat, 16 Oktober 2026 waktu New York, atau Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Microsoft turun bersama aksi jual luas di saham teknologi AS, yang menurut Stockti dipimpin pelemahan saham semikonduktor di tengah kekhawatiran soal pendanaan AI.

Data Perdagangan Saham MSFT

DataNilai
Harga penutupan$529,05
Perubahan-$10,39 (-1,93%)
Penutupan sebelumnya$539,44
Harga pembukaan$541,31
Rentang harian$524,43 hingga $543,82
Volume24,8 juta saham
Rata-rata volume 30 hari21,4 juta saham
Rentang 52 minggu$349,20 hingga $553,72
Kapitalisasi pasar$3,93 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 9.534.000 per saham (kurs Rp 18.020 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 18.020 per dolar AS: Yahoo Finance, 16 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga MSFT terkini di halaman harga saham Microsoft (MSFT) hari ini.

Baca juga: Saham Meta Turun 1,6%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Pergerakan Saham MSFT Sepanjang Sesi

MSFT dibuka di $541,31, sedikit di atas penutupan sesi sebelumnya, dan sempat menyentuh $543,82 sebelum berbalik melemah hingga $524,43. Saham ini menutup sesi hanya $4,62 di atas level terendah harian, artinya tekanan jual bertahan hingga akhir perdagangan.

Aktivitas transaksi juga lebih ramai dari biasanya. Volume perdagangan mencapai 24,8 juta saham, 16,10% di atas rata-rata 21,4 juta saham.

Penurunan MSFT masih 0,22 poin persentase lebih ringan dibanding Nasdaq Composite, yang turun 2,15% ke 26.140,03. S&P 500 melemah 1,09% ke 7.659,44, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,34% ke 52.002,41. Di antara saham teknologi besar, Meta Platforms (META) turun 3,72%, Oracle (ORCL) turun 4,64%, Alphabet turun 2,47%, Amazon (AMZN) turun 1,87% dan Nvidia turun 1,43%, sedangkan Apple justru naik 0,43%.

Baca juga: Saham Netflix (NFLX) Turun 1,7%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Setelah koreksi ini, MSFT berada 4,46% di bawah level tertinggi 52 minggu di $553,72 dan 51,50% di atas level terendah 52 minggu di $349,20. Pada sesi yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,9 basis poin ke 5,10%, dan minyak Brent kontrak berjangka terdekat ditutup di $109,86 per barel.

Kenapa Saham Microsoft Turun?

Tidak ada sumber yang kami baca yang menyebut pemicu khusus dari Microsoft untuk penurunan pada sesi Jumat. Pergerakan MSFT lebih sejalan dengan tekanan di sektor teknologi secara umum.

Menurut Stockti (16 Oktober 2026), saham semikonduktor memimpin pelemahan Nasdaq, dan media itu mengaitkan aksi jual tersebut dengan kekhawatiran soal pendanaan AI. Stockti juga mengutip data CME yang menunjukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember naik ke 74,3%, dari 50,2% sebulan sebelumnya, sehingga menambah tekanan bagi saham teknologi bervaluasi tinggi.

Setelah sesi ditutup, pada 18 Oktober 2026, Bloomberg melaporkan, mengutip The Telegraph, bahwa Microsoft mundur sebagai penyewa utama pusat data pertama Nscale di Loughton, Essex, Inggris. The Telegraph tidak menyebut alasannya, tetapi proyek itu berulang kali tertunda dan otoritas setempat memperkirakan pasokan listrik baru tersedia pada 2030-an. Microsoft tidak memberikan komentar, sementara Nscale menyebut hubungannya dengan Microsoft tetap kuat. Kabar ini muncul setelah sesi Jumat, sehingga bukan penyebab penurunan hari itu.

Dilansir Investing.com, sentimen terhadap penyedia infrastruktur AI juga goyah pekan lalu: saham CoreWeave turun sekitar 25% karena kekhawatiran soal rencana pinjaman dan pembiayaan pusat data.

Analisis Saham MSFT: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut Motley Fool, pendapatan Azure melampaui $100 miliar untuk pertama kalinya, naik 41% secara tahunan dalam laporan kuartal IV tahun fiskal 2026.
  • Dalam laporan yang sama, Microsoft menyatakan permintaan pelanggan masih melampaui kapasitas yang tersedia, menurut Motley Fool.
  • Aplikasi Copilot sudah memiliki 30 juta pelanggan berbayar sebelum versi barunya diluncurkan, naik 50% dari beberapa bulan sebelumnya, menurut Motley Fool.

Risiko

  • Belanja modal Microsoft sekitar $175 miliar tahun ini, sebagian besar untuk infrastruktur AI, saat investor mempertanyakan apakah belanja itu menghasilkan penjualan dan laba yang memadai, menurut Motley Fool.
  • Kekhawatiran soal pendanaan AI dan peluang kenaikan suku bunga pada Desember menekan saham teknologi, menurut Stockti.
  • Laporan mundurnya Microsoft dari proyek Nscale menyoroti hambatan pasokan listrik bagi pembangunan pusat data, menurut Bloomberg.

Menurut pengumuman resmi Microsoft, perusahaan akan merilis laporan keuangan kuartal I tahun fiskal 2027 setelah pasar tutup pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku