Saham Nvidia (NVDA) Turun 1,4%, Ini Sentimennya (19 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Nvidia (NVDA) Turun 1,4%, Ini Sentimennya (19 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Nvidia (NVDA) turun 1,43% ke $214,13 pada sesi Jumat, 16 Oktober 2026, lebih ringan dari Nasdaq Composite yang melemah 2,15%.
  • Media keuangan mengaitkan pelemahan dengan aksi jual saham chip delapan sesi beruntun, di tengah inflasi AS di atas perkiraan dan keraguan terhadap belanja AI.
  • NVDA kini berada 12,01% di bawah level tertinggi 52 minggu di $243,37, sementara emiten chip seperti AMD dan Intel turun lebih dalam.

Gotrade News - Saham Nvidia (NVDA) ditutup di $214,13 pada sesi Jumat, 16 Oktober 2026 waktu New York (Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB), melemah $3,10 atau 1,43% dari penutupan sebelumnya. Saham Nvidia turun di tengah aksi jual saham semikonduktor yang, menurut 24/7 Wall St., menjadi penurunan delapan sesi beruntun terpanjang bagi saham chip sejak 2008.

Data Perdagangan Saham NVDA

DataNilai
Harga penutupan$214,13
Perubahan-$3,10 (-1,43%)
Penutupan sebelumnya$217,23
Harga pembukaan$216,56
Rentang harian$213,32 hingga $218,68
Volume120,9 juta saham
Rata-rata volume 30 hari108,3 juta saham
Rentang 52 minggu$164,27 hingga $243,37
Kapitalisasi pasar$5,16 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 3.859.000 per saham (kurs Rp 18.020 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 18.020 per dolar AS: Yahoo Finance, 16 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga NVDA terkini di halaman harga saham Nvidia (NVDA) hari ini.

Baca juga: Saham Meta Turun 1,6%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Pergerakan Saham NVDA Sepanjang Sesi

NVDA dibuka di $216,56, sempat menyentuh $218,68, lalu tertekan hingga $213,32 sebelum ditutup hanya $0,81 di atas level terendah hariannya. Volume perdagangan mencapai 120,9 juta saham, 11,60% di atas rata-rata 108,3 juta saham.

Pelemahan NVDA lebih ringan dibanding pasar teknologi secara luas. Nasdaq Composite turun 2,15% ke 26.140,03, sehingga NVDA bergerak 0,72 poin persentase lebih baik dari indeks tersebut. S&P 500 melemah 1,09% ke 7.659,44, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,34% ke 52.002,41.

Tekanan di sesama emiten chip jauh lebih dalam: AMD (AMD) anjlok 5,95%, Intel (INTC) turun 5,79%, dan Micron (MU) melemah 5,63%. Pada sesi yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0,9 basis poin ke 5,10%, dan minyak Brent kontrak berjangka terdekat ditutup di $109,86 per barel. Dengan penutupan ini, NVDA berada 12,01% di bawah level tertinggi 52 minggu di $243,37 dan 30,35% di atas level terendah 52 minggu di $164,27.

Baca juga: Saham Netflix (NFLX) Turun 1,7%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Kenapa Saham Nvidia Turun?

Tidak ada rilis resmi atau dokumen SEC dari Nvidia yang dikaitkan dengan pergerakan sesi ini, sehingga tekanan pada saham lebih banyak datang dari sentimen sektor. Menurut 24/7 Wall St. (17 Oktober 2026), aksi jual saham chip dipicu kombinasi harga minyak yang tinggi, imbal hasil obligasi yang tinggi, dan keraguan investor terhadap siklus belanja AI. Media tersebut juga mengutip Sebastian Raedler dari Bank of America yang mencatat proyeksi belanja modal hyperscaler naik tiga kali lipat dari $330 miliar pada awal 2025 menjadi $1 triliun, serta mengingatkan bahwa sebagian besar siklus belanja modal besar di masa lalu berakhir mengecewakan.

Dilansir BeInCrypto melalui Yahoo Finance (16 Oktober 2026), harga konsumen AS pada September naik 3,7% secara tahunan, di atas perkiraan, sehingga ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed ikut bergeser. Laporan yang sama menyebut OpenAI dikabarkan melaporkan pendapatan tahunan mendekati $50 miliar, di bawah perkiraan sebelumnya sebesar $70 miliar, serta menyoroti aksi jual saham chip memori di Asia yang merembet ke pasar AS.

Dalam ulasan yang terbit setelah sesi, Motley Fool (18 Oktober 2026) menyoroti lonjakan imbal hasil obligasi CoreWeave jatuh tempo 2032. Nvidia sebelumnya berinvestasi masing-masing $2 miliar di CoreWeave dan Nebius, serta setuju membeli kapasitas CoreWeave yang tidak terpakai hingga 2032.

Analisis Saham NVDA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Laba bersih Nvidia masih tumbuh kuat secara tahunan, menurut Motley Fool.
  • Pada sesi yang sama, penurunan NVDA sebesar 1,43% lebih kecil dibanding Nasdaq Composite yang melemah 2,15% dan dibanding penurunan AMD, Intel, serta Micron.
  • Volume 11,60% di atas rata-rata menunjukkan saham tetap diperdagangkan aktif di tengah aksi jual sektor.

Risiko

  • Pelanggan besar seperti Amazon, Alphabet, dan Microsoft menambah chip AI buatan sendiri, yang menurut Motley Fool dapat membatasi pertumbuhan penjualan Nvidia.
  • Paparan ke neocloud seperti CoreWeave, termasuk komitmen membeli kapasitas tak terpakai hingga 2032, dinilai Motley Fool sebagai liabilitas yang masih membayangi.
  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun di 5,10% dan inflasi yang di atas perkiraan menjaga tekanan pada saham pertumbuhan, sebagaimana diulas 24/7 Wall St. dan BeInCrypto.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku