Trump Salahkan Demokrat, Nasdaq Anjlok 5,5% Usai Pemilu Sela

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Trump Salahkan Demokrat, Nasdaq Anjlok 5,5% Usai Pemilu Sela

Ringkasan

  • Trump menyalahkan Partai Demokrat setelah Nasdaq Composite anjlok 5,52% dan S&P 500 turun 4,36% pada Kamis (5/11/2026), menurut Fox Business.
  • Saham Tesla (TSLA) sempat merosot lebih dari 11% dan SpaceX hampir 9% di tengah kekhawatiran investor bahwa kemenangan Demokrat dapat memperlambat pembangunan data center, menurut Reuters.
  • Analis Goldman Sachs memperkirakan moratorium data center jangka pendek berpotensi memengaruhi sekitar 45% rencana ekspansi kapasitas data center AS.

Gotrade News - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyalahkan Partai Demokrat atas aksi jual tajam di Wall Street pada Kamis (5/11/2026), dua hari setelah Demokrat meraih kemenangan besar dalam pemilu sela AS. Menurut Fox Business, indeks Nasdaq Composite anjlok 5,52%, S&P 500 turun 4,36%, dan Dow Jones melemah 1.833,06 poin atau 3,44%.

Penurunan itu terjadi setelah pasar sempat mencatat reli pada sesi sebelumnya usai pemilu sela. Fox Business melaporkan Nasdaq mencatat sesi terburuk sejak April 2025 dan masuk wilayah koreksi, ditutup lebih dari 10% di bawah rekor tertingginya pada Oktober.

Penutupan Wall Street, Kamis 5 November 2026 (Fox Business)
IndeksPenutupanPerubahan (poin)Perubahan (%)
Dow Jones51.523,06-1.833,06-3,44%
S&P 5007.353,73-334,89-4,36%
Nasdaq Composite24.315,00-1.421,52-5,52%

Tekanan paling berat terasa di saham teknologi. Saham Nvidia (NVDA) turun lebih dari 9%, sementara Philadelphia Semiconductor Index merosot lebih dari 12%, menurut laporan yang sama.

Baca juga: 10x Genomics Umumkan Pendapatan Kuartal III 2026 $150,7 Juta

Trump Salahkan "Dumocrats" atas Turunnya Dana 401(k)

Dilansir Fox Business, Trump menulis di Truth Social bahwa pasar saham mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarah akibat hasil pemilu. Ia juga menyebut dana pensiun 401(k) milik warga AS ikut turun, dan menegaskan penyebabnya bukan Partai Republik, melainkan "Dumocrats", plesetan nama Partai Demokrat.

"Pasar saham mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarah berdasarkan hasil pemilu."

Donald Trump, melalui Truth Social, seperti dikutip Fox Business (terjemahan bebas)

Baca juga: Dropbox Rilis Kinerja Kuartal III 2026, Pendapatan $637,3 Juta

Analis eToro, Jakub Rochlitz, menilai katalis yang jelas dari aksi jual tajam tersebut adalah pasar yang mulai memperhitungkan hasil pemilu sela, seperti dikutip Fox Business.

Saham Tesla dan SpaceX Tertekan Isu Data Center di Texas

Melansir Reuters, saham Tesla (TSLA) sempat merosot lebih dari 11% dan SpaceX turun hampir 9% pada perdagangan Kamis, melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya. Gabungan perusahaan milik Elon Musk berada di jalur kehilangan lebih dari $380 miliar nilai pasar sepanjang pekan ini.

Kedua perusahaan berkantor pusat di Texas, negara bagian tempat Demokrat memenangkan kursi Senat, gubernur, dan jaksa agung pada Selasa (3/11/2026). Menurut CNBC, Musk menggelontorkan sedikitnya $474 juta untuk pemilu sela 2026, termasuk $224 juta di Texas. Di negara bagian itu, calon senator dari Partai Republik Ken Paxton dan Gubernur Greg Abbott kalah dari kandidat Demokrat.

Gubernur terpilih dari Partai Demokrat, Gina Hinojosa, telah menyerukan moratorium pembangunan data center baru, penghapusan insentif pajak bagi industri tersebut, serta kewajiban pengembang menanggung penuh biaya listriknya, menurut CNBC. Meski begitu, Partai Republik masih menguasai badan legislatif Texas sehingga ruang Hinojosa untuk merombak kebijakan negara bagian terbatas.

Reuters mencatat investor khawatir kemenangan Demokrat dapat memperlambat pembangunan data center. Lebih dari separuh penjualan SpaceX pada kuartal III berasal dari penyewaan kapasitas komputasi, sementara unit energi Tesla tengah menawarkan sistem penyimpanan energi kepada operator data center.

Analis Goldman Sachs (GS) memperkirakan kemenangan Demokrat di tingkat negara bagian dan lokal kemungkinan memicu moratorium data center jangka pendek, yang berpotensi memengaruhi sekitar 45% rencana ekspansi kapasitas data center AS, seperti dilaporkan Reuters.

Isu ini juga menonjol sepanjang kampanye. Menurut CNBC yang mengutip AdImpact, kampanye dan kelompok eksternal menghabiskan $173 juta untuk iklan bertema data center yang hampir seluruhnya bernada negatif, dengan $140 juta di antaranya berasal dari pihak Demokrat. Pemilih juga menimbang 41 usulan lokal terkait data center, dan sedikitnya 10 komunitas menyetujui larangan atau pembatasan.

Merger SpaceX dan Tesla Hadapi Jalur Regulasi Lebih Berat

Hasil pemilu juga dapat mempersulit potensi merger SpaceX dan Tesla, menurut analis yang dikutip Reuters. Dan Ives, partner dan senior managing director di Yorkville Ives & Co., mengatakan ia masih memperkirakan merger itu terjadi, namun kini menghadapi "peta jalan regulasi yang jauh lebih berat" untuk rampung pada 2027 seiring pergeseran politik di Washington dan Texas.

Dalam panggilan laba kuartal III SpaceX bulan lalu, Musk menyebut merger dengan Tesla sebagai "ide bagus", dan komite khusus di kedua perusahaan tengah menjajaki potensi kesepakatan tersebut. Pada Oktober, Musk juga mengumumkan Terafab, kompleks manufaktur chip gabungan Tesla dan SpaceX di Texas dengan nilai hingga $119 miliar.

CNBC menambahkan Musk kini memiliki lebih sedikit sekutu di Kongres yang dikuasai Demokrat, yang dapat menyoroti kontrak federal miliknya, perannya di Department of Government Efficiency era Trump, serta hubungan perusahaan-perusahaannya dengan Washington.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku