S&P 500 melemah 45,13 poin atau 0,63% ke 7.064,01, mencatat penurunan dua sesi berturut-turut. Nasdaq Composite terkoreksi 144,43 poin atau 0,59% ke 24.259,96.
Tekanan utama datang dari pembatalan kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan untuk negosiasi putaran kedua dengan Iran. Menurut laporan The New York Times dan Axios, Tehran menyampaikan komitmen minimal untuk menghadiri pertemuan.
Thomas Martin, senior portfolio manager di GLOBALT Investment, menyatakan ketidakpastian terkait resolusi Iran tetap menjadi faktor risiko terbesar. Tidak ada jalur penyelesaian yang jelas terlihat saat ini.
Sektor energi menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan sebesar 1,31% seiring lonjakan harga minyak mentah. Amazon menguat 0,66% setelah mengumumkan investasi USD25 miliar di Anthropic.
UnitedHealth melonjak sekitar 7% setelah melampaui ekspektasi laba kuartal pertama dan menaikkan panduan laba setahun penuh. Apple melemah 2,52% menyusul pengumuman transisi kepemimpinan.
Data ekonomi menunjukkan penjualan ritel naik 1,7% pada Maret, melampaui ekspektasi ekonom sebesar 1,4%. Kenaikan ini menjadi yang terbesar sejak Maret 2025, sebagian didorong oleh lonjakan harga bensin.
Brian Mulberry dari Zacks Investment Management memprediksikan resolusi terkait Selat Hormuz berpotensi tercapai dalam hitungan hari. Meski volatilitas tinggi, kinerja laba korporasi kuartal pertama masih menunjukkan pertumbuhan dua digit.
Investor juga memantau dengar pendapat konfirmasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed. Warsh menegaskan komitmennya untuk bertindak independen jika dikonfirmasi sebagai pejabat bank sentral AS.
Sumber: Kumparan, Katadata, Bloomberg Technoz












