Apa Itu Joint Venture? Cara Kerja, Jenis, dan Dampaknya bagi Investor

Ringkasan Gotrade
- Joint venture atau usaha patungan adalah kerja sama dua pihak atau lebih untuk menjalankan aktivitas bisnis tertentu dengan berbagi sumber daya, risiko, serta hak ekonomi berdasarkan kesepakatan.
- Kepemilikan joint venture tidak harus selalu 50:50. Hal yang lebih penting adalah memahami siapa saja yang memiliki hak untuk mengambil keputusan dan apakah terdapat joint control.
- Bagi investor, pengumuman joint venture sebaiknya tidak langsung dinilai positif atau negatif. Periksa tujuan JV, kebutuhan modal, partner, pembagian kendali, dan dampaknya terhadap laba serta laporan keuangan.
Perusahaan A memiliki teknologi yang kuat tetapi belum punya jaringan distribusi sedangkan Perusahaan B memiliki jaringan distribusi yang luas tetapi masih kurang dalam teknologi tersebut.
Selain akuisisi, keduanya bisa membentuk bisnis bersama dengan menggabungkan sebagian sumber daya yang ada. Struktur ini disebut sebagai joint venture atau usaha patungan.
Bagi investor, kamu jangan hanya melihat headline kerjasamanya saja. Periksa juga siapa yang mengendalikan JV, modal yang dibutuhkan, pembagian laba dan rugi serta seberapa besar dampaknya bagi perusahaan.
Apa Itu Joint Venture?
Joint venture adalah kerja sama antara dua pihak atau lebih dalam menjalankan proyek atau bisnis tertentu dengan cara menggabungkan sumber daya berdasarkan kesepakatan bersama. Dalam bahasa Indonesia joint venture bisa disebut sebagai usaha patungan.
Masing-masing pihak bisa memberikan kontribusi yang berbeda-beda, mulai dari modal, teknologi, aset, tenaga ahli, intellectual property, jaringan distribusi hingga akses ke pasar.
Menurut Investopedia, perusahaan bisa membentuk joint venture untuk menggabungkan sumber daya dan keahlian, berbagi biaya dan risiko serta memasuki pasar baru.
Berbeda dari merger, perusahaan yang membentuk JV tetap mampu menjalankan bisnisnya masing-masing di luar usaha patungan tersebut.
Jadi, joint venture bukan hanya berbagi modal, nilainya juga bisa berasal dari kombinasi kemampuan dan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pihak.
Bagaimana Cara Kerja Joint Venture?
Umumnya joint venture dibentuk melalui beberapa keputusan bersama, seperti:
1. Menentukan Tujuan Bersama
Perusahaan perlu menentukan tujuan bersama sejak awal misalnya untuk mengembangkan produk, membangun fasilitas produksi, masuk ke pasar baru atau menjalankan proyek tertentu.
Tujuan ini akan mempengaruhi struktur, kebutuhan modal, dan pembagian tanggung jawab antar partner.
2. Menentukan Kontribusi Setiap Pihak
Kontribusi tidak harus berupa modal. Satu perusahaan bisa menyediakan teknologi sementara partner lain memberikan fasilitas produksi, tenaga ahli, atau akses pasar. Besarnya kontribusi masing-masing pihak juga tidak harus sama.
3. Menentukan Kepemilikan dan Kendali
Umumnya joint venture sering menggunakan struktur 50:50 tetapi kepemilikannya bisa saja 60:40 atau komposisi lainnya.
Persentase kepemilikan tidak selalu menentukan kendali atas JV. Joint control melihat apakah keputusan penting harus disetujui bersama oleh para pihak.
4. Menentukan Pembagian Hasil
Perjanjian joint venture juga mengatur bagaimana laba, rugi, dan manfaat ekonomi lainnya akan dibagi. Pembagiannya bisa mengikuti porsi kepemilikan tetapi struktur kontrak tertentu bisa membuat mekanismenya berbeda.
Karena itu, investor perlu melihat disclosure perusahaan untuk memahami kontribusi JV terhadap kinerja.
5. Menentukan Mekanisme Exit
Sejak awal, partner biasanya juga akan menentukan apa yang terjadi jika salah satu pihak ingin keluar. Misalnya, satu partner membeli kepemilikan partner lain maka JV dijual, dibubarkan atau dilanjutkan oleh salah satu pihak.
Bagian ini penting karena perbedaan strategi antar partner bisa saja muncul setelah JV berjalan.
Jenis-jenis Joint Venture
Untuk investor, salah satu cara paling sederhana membedakannya adalah dari cara kerja sama tersebut dibentuk, perhatikan hal berikut ini:
1. Equity Joint Venture
Dalam equity joint venture, para partner memiliki kepemilikan pada sebuah entitas yang dibentuk untuk menjalankan bisnis bersama.
Misalnya, Perusahaan A dan Perusahaan B masing-masing memiliki 50% saham pada perusahaan JV. Maka perusahaan tersebut dapat memiliki aset, karyawan, kontrak, pendapatan, biaya, dan kewajibannya sendiri.
Sementara itu, perusahaan induk tetap bisa menjalankan bisnisnya masing-masing di luar JV.
2. Contractual Joint Venture
Dalam contractual joint venture, kerja sama diatur melalui kontrak dan tidak harus melibatkan pembentukan entitas baru yang dimiliki bersama.
Sebagai contoh dua perusahaan sepakat untuk mengembangkan teknologi bersama, berbagi biaya riset atau memasarkan produk di wilayah tertentu berdasarkan kontrak.
Baca Juga: Investasi Saham Luar Negeri: Cara, Risiko, dan Pajaknya
Dasar Hukum Joint Venture di Indonesia
Di Indonesia, joint venture tidak diatur dalam satu aturan khusus. Dasar hukumnya bergantung pada bentuk usaha, asal modal, dan sektor bisnisnya.
Jika JV melibatkan penanaman modal asing maka salah satu aturan utamanya adalah UU Nomor 25 Tahun 2007. Jika JV dibentuk sebagai perseroan terbatas maka ketentuannya juga akan mengikuti aturan mengenai Perseroan Terbatas.
Bagaimana Joint Venture Muncul di Laporan Keuangan?
Dalam IFRS, investasi pada joint venture umumnya dicatat menggunakan equity method. Dengan metode ini, investasi awalnya dicatat sebesar biaya perolehan yang kemudian nilainya akan disesuaikan dengan bagian perusahaan atas laba atau rugi joint venture.
Sebagai contoh perusahaan memiliki 40% JV dan JV menghasilkan laba bersih US$500 juta.
Maka bagian perusahaan adalah:
40% × US$500 juta = US$200 juta
Bagian laba tersebut akan muncul sebagai share of profit dari JV. Jadi, perusahaan tidak perlu memasukkan 40% pendapatan, aset, dan kewajiban JV secara line-by-line dalam laporan keuangannya.
Distribusi yang diterima dari JV juga akan mengurangi nilai tercatat investasi tersebut.
Kenapa Ini Penting?
Misalnya JV menghasilkan pendapatan US$5 miliar dan laba US$500 juta sementara perusahaan memiliki 40% bagian dalam JV.
Investor mungkin tidak akan melihat US$2 miliar pendapatan JV masuk langsung ke consolidated revenue. Tetapi, kontribusi JV bisa saja material terhadap laba dan nilai investasi perusahaan.
Karena itu, cek juga notes to financial statements dan cari istilah seperti berikut ini:
joint ventures
equity method investments
unconsolidated affiliates
investments in associates and joint ventures
commitments and guarantees
Kamu bisa coba masukkan persentase kepemilikan dan kinerja joint venture pada checker berikut untuk melihat seberapa besar kontribusinya terhadap laba perusahaan dan nilai investasi yang tercatat.
Apa Dampak Joint Venture terhadap Harga Saham?
Pengumuman joint venture dapat mempengaruhi harga saham karena pasar akan ikut menilai apakah kerja sama tersebut berpotensi menambah nilai bagi perusahaan atau tidak.
Pasar akan melihat JV secara positif jika kerja sama membuka akses ke pasar baru, teknologi, efisiensi skala, pembagian biaya investasi, atau sumber pendapatan baru.
Sebaliknya, investor juga akan mempertimbangkan risiko seperti kebutuhan modal yang besar, tambahan utang, konflik antar partner, serta risiko eksekusinya. Karena itu, pengumuman joint venture belum tentu membuat harga saham naik.
Menurut jurnal yang ditulis oleh McConnell dan Nantell terdapat peningkatan shareholder wealth yang terjadi di sekitar pengumuman joint venture hasil tersebut dinilai konsisten dengan adanya potensi sinergi dari kerja sama antar perusahaan tersebut.
Tetapi, reaksi pasar tetap akan bergantung pada skala proyek, kualitas partner, struktur pendanaan, potensi laba, risiko eksekusi, dan ekspektasi pasar sebelumnya.
Baca Juga: 12 Indikator Trading 2026 yang Sering Dipakai Trader, Mana yang Terbaik?
Pahami Joint Venture Sebelum Menilai Dampaknya
Joint venture adalah kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk menjalankan bisnis atau tujuan tertentu.
Bagi investor, kamu jangan hanya melihat persentase kepemilikan saja tetapi perhatikan juga kendali, kebutuhan modal, pembagian laba dan rugi, serta kontribusinya terhadap perusahaan induk.
JV bisa membantu perusahaan masuk ke pasar baru, mendapatkan teknologi atau berbagi biaya investasi. Tetapi, hasilnya tetap bergantung pada eksekusi.
Gunakan Gotrade untuk memantau saham AS yang sedang kamu pelajari, lalu periksa perkembangan bisnis dan dampak joint venture terhadap kinerja perusahaan sebelum mengambil keputusan.
Buka akun Gotrade dan mulai pantau saham AS yang ingin kamu analisis.
Referensi
IFRS Foundation, “IAS 28 Investments in Associates and Joint Ventures.”
Investopedia, “Understanding Joint Ventures (JVs): Purpose, Benefits, and Examples.”
McConnell, J. J., & Nantell, T. J., “Corporate Combinations and Common Stock Returns: The Case of Joint Ventures.”
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














